background image
Lakespra Saryanto
sebagai Pusat Pembinaan
Kesehatan Penerbangan
Kol. Kes. Dr. Hartono P. DSKP
Perkespra Pusat, Jakarta
PENDAHULUAN
TNI Angkatan Udara sebagai Pembina Kedirgantaraan Na-
sional pada tahun 1985 telah mendirikan Lembaga Kesehatan
Penerbangan dan Ruang Angkasa (LAKESPRA), yang bertuju-
an untuk mewadahi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan
penanganan masalah-masalah kesehatan dalam dunia pener-
bangan. Lembaga ini dipimpin pertama kali oleh almarhum dr.
Makalah ini telah dibacakan pada: Seminar Kesehatan Penerbangan, Surakarta
30 Oktober 1993.
Saryanto, yang namanya kemudian diabadikan pada nama 1em-
baga ini menjadi Lakespra Saryanto. Lembaga ini berperan aktif
dalam menangani berbagai masalah kesehatan penerbangan di
lingkungan TNI-AU/ABRI maupun lingkup Nasional pada
umumnya.
Secara organisatoris Lakespra Saryanto merupakan satuan
pelaksana pusat Direktorat Kesehatan TNI-AU, yang mem-
ABSTRAK
TNI Angkatan Udara sebagai pembina berbagai aspek kedirgantaraan nasional pada
tahun 1965 telah mendirikan Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa
(Lakespra), yang bertujuan untuk menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan
kegiatan penerbangan. Lembaga ini didirikan selain untuk menghadapi perkembangan
ilmu dan teknologi kedirgantaraan saat itu, juga disiapkan untuk mengantisipasi per-
kembangan yang akan timbul dalam dekade berikutnya.
Pimpinan Lembaga yang pertama adalah Alm. Dr. Saryanto, yang selanjutnya nama
beliau diabadikan pada sebutan resmi Lembaga Kesehatan Penerbangan ini.
Tugas pokok dari Lakespra Saryanto adalah membina kesehatan awak pesawat dan
petugas khusus TM-AU, agar mereka dapat tetap sehat serta fit untuk menjalankan tugas-
tugas terbangnya. Dalam perkembangan selanjutnya Lembaga ini ternyata tidak saja
berfungsi dalam pembinaan kesehatan penerbangan di lingkungan TM-AU, tetapi juga
dalam lingkup ABRI maupun Nasional pada umumnya.
Bidang-bidang tugas yang selama ini dilaksanakan meliputi antara lain : seleksi
calon maupun anggota awak pesawat, Indoktrinasi dan Latihan Aerofisiologi (ILA),
Rehabilitasi medik awak pesat, pemeliharaan dan peningkatan kesempatan jasmani,
penelitian dan pengembangan kesehatan penerbangan serta pendidikan di bidang ke-
sehatan penerbangan.
Lakespra Saryanto juga aktif dalam membina kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan Kedirgantaraan misalnya : Aerosport (FASI), Tim Pendaki Gunung, Human
Engineering IPTN, Evakuasi Medik Udara dan lain-lain.
background image
punyai tugas pokok untuk membina kesehatan awak pesawat
serta petugas khusus matra udara lainnya. Termasuk dalam pem-
binaan ini adalah upaya pemeliharaan dan peningkatan kesapta-
an jasmani seluruh anggotaTNl-AU. Dalam program pembinaan
awak pesawat ini, Lakespra Saryanto menyelenggarakan uji
badan baik yang bersifat seleksi maupun periodik, Indoktrinasi
dan Latihan Aerofisiologi (ILA), serta program rehabilitasi
medik terhadap kelainan-kelainan yang berhubungan dengan
tugas penerbangan.
Sebagai suatu lembaga ilmiah Lakespra Saryanto juga me-
laksanakan berbagai pendidikan, latihan, penelitian dan pe-
ngembangan dalam bidang ilmu pengetahuan serta teknologi
kesehatan penerbangan, baik yang diselenggarakan secara man-
diri maupun bekerjasama dengan instansi-instansi ilmiah yang
terkait misalnya FKUI, IPTN dan lain-lain.
ORGANISASI
Struktur organisasi Lakespra Saryanto ditetapkan berdasar-
kan Surat Keputusan Kasau No. Kep/20/III/1985 tanggal 11
Maret 1985, yang tertuang dalam bentuk Pokok-pokok Organi-
sasi dan Prosedur Lakespra Saryanto.
Secara garis besar susunan organisasi yang telah ditetapkan
adalah sebagai berikut :
a. Eselon Pimpinan
b. Eselon Pembantu Pimpinan, yang terdiri dari :
1.
Sekretaris lembaga
2.
Kelompok Ahli
c. Eselon Pelaksana, yang terdiri dari :
1.
Laboratorium Aerofisiologi
2.
Laboratorium Penunjang
3.
Aeroklinik
4.
Klinik Kesamaptaan Jasmani
TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Tugas pokok Lakespra Saryanto adalah membina awak
pesawat dan petugas khusus matra udara TNI-AU/ABRI serta
memelihara dan meningkatkan kesamaptaan jasmani anggota
TM-AU dalam rangka menunjang terlaksananya tugas-tugas
operasional penerbangan dengan sebaik-baiknya. Dalam pelak-
sanaan tugas pokok tersebut, Lakespra Saryanto menyeleng-
garakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
a)
Uji badan calon anggota awak pesawat
b)
ILA bagi awak pesawat dan petugas khusus matra udara
c)
Rehabilitasi medik awak pesawat dan petugas khusus matra
udara
d)
Pemeliharaan dan peningkatan kesamaptaan jasmani ang-
gota TM-AU
e)
Pendidikan di bidang Kesehatan Penerbangan
f)
Penelitian dan pengembangan ilmu Kesehatan Penerbangan
g)
Kegiatan Pusat Rujukan Diagnostik bagi jajaran Kesehatan
TNI-AU.
KEGIATAN LAKESPRA SARYANTO
Lakespra Saryanto sejak tahun 1965 hingga saat ini telah
melaksanakan kegiatan-kegiatannya dalam lingkup pembinaan
kesehatan awak pesawat TNI-AU/ABRI maupun nasional, se-
jalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
penerbangan yang terjadi. Kegiatan tersebut meliputi aspek
seleksi media calon awak pesawat, retensi awak pesawat, ILA,
Pendidikan di bidang kesehatan Penerbangan serta upaya-upaya
lainnya yang berkaitan dengan dukungan terhadap unsur manusia
dalam rangka mewujudkan keamanan serta keselamatan pener-
bangan.
Uji Badan
Kegiatan ini dilaksanakan terhadap calon maupun anggota
awak pesawat dan petugas khusus matra udara lainnya, dalam
rangka program seleksi, retensi serta pemeriksaan atas indikasi
medik maupun non medik seperti misalnya : pasca kecelakaan
pesawat, pasca perawatan rumah sakit dan lain-lain.
Pada tahun 1985 Lakespra Saryanto telah mendapat suatu
kehormatan dari pemerintah yang berupa kepercayaan untuk
memeriksa dan melakukan seleksi terhadap para calon Anta-
riksawan Indonesia, dalam program penerbangan Space Shuttle.
ILA
Kegiatan Indoktrinasi dan Latihan Aerofisiologi ditujukan
terhadap penerbang, awak pesawat lain maupun petugas khusus
matra udara yang memerlukan penyegaran dan pemantapan
pengetahuan di bidang Aerofisiologi. Pengetahuan ini sangat
penting dalam rangka menghadapi dampak-dampak fisiologi
penerbangan selama menjalankan tugasnya sehari-hari.
Lakespra Saryanto juga telah berperan aktif dalam mem-
berikan dukungan sarana, fasilitas, tenaga ahli maupun program
ahli tenaga kesehatan penerbangan terhadap kelompok-kelom-
pok masyarakat yang melakukan kegiatan di suatu ketinggian,
misalnya : tim pendaki gunung, tim terjun payung, tim olah raga
gantolle dan lain-lain.
Rehabilitasi Medik
Merupakan upaya pemulihan medik terhadap awak pesawat
yang mengalami gangguan-gangguan fisik maupun psikologis,
sebelum mereka ditugaskan terbang kembali secara cepat dan
aman. Upaya ini tidak terbatas pada aspek pemulihan jasmaniah
saja tetapi juga menyangkut aspek kejiwaan/psikologi serta per-
ubahan/pemantapan perilaku yang diperlukan sesuai dengan
tugas-tugasnya sebagai awak pesawat.
Pemeliharaan dan Peningkatan Kesamaptaan Jasmani
Merupakan upaya untuk mewujudkan tingkat kesegaran
jasmani yang setinggi-tingginya dari para awak pesawat, agar
mereka senantiasa nampak memikul beban tugas fisik yang
cukup berat dalam tugasnya sehari-hari di angkasa raya.
Upaya ini diwujudkan dalam bentuk program-program la-
tihan aerobik maupun non-aerobik (weight training) terhadap
awak pesawat dan anggota lainnya, dalam rangka mencapai
kesamaptaan pada sistem otot/rangka tubuh.
Pendidikan di bidang Kesehatan Penerbangan
Sebagai lembaga ilmiah Lakespra Saryanto menyelenggara-
kan fungsi-fungsi peningkatan kualifikasi dan profesionalisme
di bidang Kesehatan Penerbangan & Ruang Angkasa dalam
bentuk pelaksanaan sekolah, kursus, penataran dan temu ilmiah
background image
bagi petugas medik maupun paramedik. Kegiatan pendidikan
rutin yang hingga kini dilaksanakan di Lakespra Saryanto, antara
lain :
a)
Pendidikan S-2 Kedokteran Penerbangan
b)
Sekolah Kesehatan Penerbangan & Ruang Angkasa (Se-
kespra)
c)
Sekolah Perawat Udara (Sewatud)
d)
Penataran Kesehatan Penerbangan
e)
Kursus Aerophysiological Training Operator
f)
Membantu satuan TNI-AU/ABRI dan instansi pemerintah
maupun non pemerintah, dalam menyelenggarakain pendidikan
yang berkaitan dengan masalah Kesehatan Penerbangan.
Penelitian dan Pengembangan
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di bidang Litbang ini
meliputi antara lain :
a)
Upaya Litbang di bidang keamanan dan keselamatan pe-
nerbangan khususnya pengkajian terhadap unsur Manusia dan
pengaruh Lingkungan Penerbangan.
b)
Membantu Satuan-satuan TNI-AU/ABRI dan instansi lain-
nya dalam menyelenggarakan Litbang yang berkaitan dengan
bidang Kesehatan Penerbangan & Ruang Angkasa.
c)
Melaksanakan uji coba terhadap kegiatan-kegiatan medik
dalam penerbangan, yang dapat disimulasikan dengan bantuan
peralatan/fasilitas Aerofisiologi yang dimiliki oleh Lakespra
Saryanto.
d)
Membantu satuan-satuan TNI-AU/ABRI dan instansi lain-
nya dalam menyelenggarakan uji coba terhadap peralatan ke-
amanan dan keselamatan penerbangan, dengan menggunakan
peralatan/fasilitas Aerofisiologi yang dimiliki oleh Lakespra
Saryanto.
Kegiatan Pusat Rujukan Diagnostik
Kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan dalam menjalankan
fungsinya sebagai Pusat Rujukan Diagnostik ini, Lakespra
Saryanto melakukan tugas-tugas :
a)
Konsultasi dan Evaluasi Medik terhadap awak pesawat dan
petugas khusus matra udara yang mengalami permasalahan ke-
sehatan, yang tidak dapat ditangani oleh satuan-satuan bawah.
b)
Evaluasi Medik terhadap kasus-kasus khusus yang mem-
butuhkan kebijaksanaan waiver dari Pimpinan TNI-AU.
c)
Evaluasi Medik terhadap kelainan-kelainan di bidang ke-
sehatan yang tidak dapat didiagnosis secara tuntas di fasilitas-
fasilitas kesehatan TNI-AU di daerah.
PERALATAN KESEHATAN MATRA DIRGANTARA
Beberapa peralatan kesehatan khas matra dirgantara yang
saat ini dimiliki oleh Lakespra Saryanto adalah antara lain :
a)
Human centrifuge
Merupakan sarana pelatihan dan seleksi terhadap awak
pesawat dalam hal simulasi gaya G (G forces) yang biasa mereka
hadapi dalam manuver-manuver aerobik pesawat tempur. Alat
ini dapat menghasilkan gaya sentrifugal terhadap tubuh manusia
sampai dengan 8G (8 kali gaya tarik bumi).
b)
Altitude Chamber
Alat ini disebut juga decompression chamber yang me-
rupakan sarana pelatihan dan seleksi awak pesawat dalam hal
simulasi kondisi atmosfir di suatu ketinggian, yang ditandai
dengan menurunnya tekanan udara, kandungan oksigen, ke-
lembaban dan suhu udara. Altitude chamber ini dapat mensimu-
lasikan kondisi atmosfir hingga ketinggian 35.000­40.000 kaki.
c)
Basic Orientation Trainer (BOT)
Merupakan sarana pelatihan awak pesawat untuk mengenali
keterbatasan-keterbatasan alat keseimbangan yang dimiliki
manusia, khususnya dalam menginterprestasi gerakan-gerakan
pesawat di udara serta ilusi-ilusi yang dapat timbul akibat salah
persepsi alat keseimbangan tersebut.
d)
Night Vision Trainer (NVT)
Merupakan sarana pelatihan awak pesawat untuk pema-
haman tentang mekanisme fisiologik proses penglihatan baik
siang maupun malam hari. Khusus untuk penglihatan malam,
alat ini dapat mendemonstrasikan keterbatasan-keterbatasan
kemampuan mata dalam keadaan gelap.
Selain itu dengan menggunakan alat ini, awak pesawat da-
pat dilatih untuk membiasakan diri dengan cara-cara yang tepat
untuk melihat obyek di malam hari secara efektif dan efisien.
e)
Ejection Seat Trainer
Merupakan sarana pelatihan awak pesawat dalam mensi-
mulasikan gerakan dan mekanisme bekerjanya kursi lontar pada
pesawat-pesawat tempur.
Melalui pelatihan ini diharapkan penerbang sudah percaya
diri apabila suatu saat berada dalam keadaan darurat harus me-
lontarkan dirinya ke luar pesawat, dengan menggunakan kursi
pelontar pada pesawat tempur.
f)
Oxy Fault Trainer
Alat ini digunakan untuk melatih awak pesawat dalam me-
nanggulangi gangguan-gangguan pada sistem pernafasan oksi-
gen di pesawat terbang, sehingga apabila penerbang tersebut
mengalami kejadian yang sebenarnya tidak akan sempat mem-
bahayakan keselamatan jiwanya.
g)
Positive Pressure Breathing Rig
Alat ini merupakan sarana pelatihan awak pesawat dalam
membiasakan diri bernafas melalui peralatan oksigen di dalam
pesawat, dengan tekanan positif pada maskernya. Hal ini harus
dilakukan apabila penerbang tempur menjalankan tugas terbang
tinggi (high altitude flying) yaitu sekitar 40.000 kaki, sehingga
untuk menghindari keadaan hipoksia penerbang tersebut perlu
diberikan aliran oksigen 100% dengan tambahan tekanan
dalam masker f 2 mmHg dibandingkan dengan tekanan udara
di luar masker.
PENUTUP
Diuraikan secara ringkas peranan Lakespra Saryanto se-
bagai Pusat Pembinaan Kesehatan Penerbangan dalam Ling-
kungan Nasional, yang dirinci dalam tugas pokok, fungsi dan
kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Lakespra Saryanto sejak
tahun 1965 hingga saat ini.