background image
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
94
PENDAHULUAN
Kanker serviks merupakan masalah kesehatan karena in-
siden dan mortalitasnya menempati urutan pertama di
Indonesia.
1
Mortalitas yang tinggi terutama karena 90-95%
diagnosis kanker serviks ditegakkan pada stadium invasif,
lanjut bahkan stadium terminal, pasien sosial-ekonomi ren-
dah, keadaan umum inferior, dan jenis morfologi histopa-
tologik.
1,2
Terapi operatif tidak dapat dilakukan dan khe-
moterapi terhambat karena alasan harga obat sitostatika.
Dengan demikian, terapi radiasi merupakan pilihan utama
sebelum pilihan terapi paliatif. Terapi radiasi yang bertu-
juan kuratif dibedakan atas dua jenis yaitu radiasi interna
dan radiasi eksterna.
3,4,5
Sejak tahun 1993, sarana terapi radiasi internal Cesium di
RS Sanglah Denpasar telah ditarik oleh Badan Atom Nasio-
nal untuk diganti dengan radiasi afterloading. Sampai ta-
hun 2002, modalitas pengganti tersebut belum beroperasi.
Dengan demikian, pasien kanker serviks stadium IIb-III yang
tidak mampu mendanai sitostatika disarankan menjalani
terapi radiasi eksternal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efekti tas dan
toksisitas terapi radiasi eksterna pada kanker serviks sta-
dium IIb-III. Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai
masukan kepada pengelola RS Sanglah dalam upaya pena-
nganan kanker serviks invasif.
Efekti tas dan Toksisitas Terapi Radiasi Eksternal
pada Kanker Serviks Stadium IIb-III
di RS Sanglah Denpasar
Uji Klinik Historical Control
I Ketut Suwiyoga, IGN Dharma Putra
Sub Divisi Gineko Onkologi Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar
ABSTRAK
Tujuan: Mengetahui perbedaan efekti tas dan toksisitas antara terapi gabungan internal dan eksternal de-
ngan terapi radiasi eksternal.
Bahan dan Cara: Studi eksperimental historical control di RS Sanglah Denpasar selama tahun 1999-2001.
Populasi adalah kanker serviks; kelompok kasus adalah kanker serviks jenis epitelial stadium IIb-III yang diberi
terapi radiasi eksternal saja. Kelompok kontrol adalah kanker serviks jenis epitelial stadium IIb-III selama tahun
1990-1992 yang telah diterapi radiasi kombinasi yaitu radiasi internal dengan Cesium dan radiasi eksternal
dengan Radium. Penentuan kasus secara consecutive dan kontrol secara acak serta dilakukan matching va-
riabel umur, paritas, jenis histopatologik. Besar sampel dihitung dengan rumus Pocock negatif dan data hasil
penelitian diolah dengan SPSS 10 for Windows serta hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
Hasil: Sejumlah 60 sampel dibagi atas masing-masing 30 di kelompok kasus dan kontrol. Efektivitas di ke-
lompok kasus adalah 46,6% dan di kelompok kontrol 83,33%. Efektivitas terapi di kelompok kontrol 11,7 kali
(OR=11,7 95%CI 4,89-15,75) lebih besar dibandingkan dengan di kelompok kasus. Toksisitas yaitu mual-
muntah, diare, gangguan miksi, dan gangguan defekasi tidak berbeda bermakna antar kelompok (semua
nilai p>0,05).
Simpulan dan Saran: Efektivitas radiasi gabungan lebih baik dibandingkan dengan terapi radiasi eksternal
untuk kanker serviks jenis epitelial stadium IIb-III ; toksisitasnya tidak berbeda bermakna. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat sebagai asupan untuk pengelola rumahsakit akan kepentingan terapi radiasi after loading.
Kata kunci: kanker serviks jenis epitelial stadium IIB-III, terapi radiasi, efektivitas, toksisitas.
HASIL PENELITIAN
CDK Maret April DR.indd 94
CDK Maret April DR.indd 94
2/23/2010 4:14:32 AM
2/23/2010 4:14:32 AM
background image
95
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
HASIL PENELITIAN
BAHAN DAN CARA KERJA
Rancangan penelitian adalah uji klinik. Subjek penelitian
adalah kanker serviks tipe epidermoid stadium IIb-III yang
bersedia ikut penelitian dan memenuhi syarat untuk terapi
radiasi. Kelompok kasus adalah sampel yang menjalani te-
rapi radiasi eksternal, kemudian dievaluasi klinis dan dites
Pap. Kelompok kontrol adalah kanker serviks tipe epider-
moid yang mendapat terapi gabungan radiasi internal Ce-
sium dan radiasi internal Radium yang dilakukan antara ta-
hun 1990-1992 di RS Sanglah Denpasar (historical control).
Efektivitas terapi dibedakan atas respon cukup dan re-
spon jelek. Kasus ditentukan dengan consecitive sampling
dengan matching faktor umur dan paritas.
Besar sampel dihitung dengan rumus trial negatif Pocock:
dengan asumsi respon pada terapi kombinasi p = 80%, tera-
pi radiasi eksternal d = 30%,
= 0,05, dan = 0,20 diperoleh
besar sampel adalah 30. Data dicatat pada formulir peneli-
tian kemudian diolah dengan SPSS 10 for Windows, uji X
2
,
dan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
De nisi operasional variabel.
Kanker serviks tipe epidermoid adalah kanker tipe epi-
1.
dermoid pada serviks didiagnosis dengan pemeriksaan
histopatologi di Bagian Patologi Antomi Fakultas Ke-
dokteran Universitas Udayana Denpasar.
Radiasi eksternal adalah terapi kanker serviks dengan
2.
memakai Radium 6000 cGy pada titik A,B, dan C pelvis.
Radiasi internal adalah terapi kanker serviks dengan
3.
tandon Cesium dosis 4000 cGy intrakaviter dan para
servikalis.
Respon cukup jika perdarahan berhenti dan permukaan
4.
serviks licin.
Respon jelek jika perdarahan berlanjut dan permukaan
5.
serviks kasar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebanyak 30 kasus kanker serviks epidermoid stadium IIb-III
selama tahun 1999-2001 dimasukkan sebagai kelompok ka-
sus. Kontrol dipetik dari formulir penelitian kanker serviks
jenis epidermoid stadium IIb-III selama tahun 1991-1992 pada
43 kasus kanker serviks yang diberi terapi radiasi kombinasi.
Dilakukan analisis komparabilitas umur dan paritas (tabel 1).
Rerata umur dan paritas antara kelompok kasus dengan ke-
lompok kontrol tidak berbeda bermakna (p> 0,05).
Tabel 1. Hasil uji K-S umur dan paritas
Efektivitas terapi radiasi
Kelompok kontrol diambil dari data penelitian 1990-1992
(historical control). Efektivitas terapi radiasi pada kanker
serviks jenis epitelial dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Efektivitas terapi radiasi pada kasus dan kontrol
n = 1/d
2
{2P (1-P) x f ()}
Kasus (n=30)
Kontrol (n=30)
t
p
Rerata
SD
Rerata
SD
Umur
49,10
10,52
48,97
9,76
0,51
0,96
Paritas
4,03
1,75
4,13
1,57
0,223
0,82
Efektivitas terapi pada kelompok kasus 11,7 kali lebih kecil
daripada kelompok kontrol; berarti terapi radiasi kombinasi
lebih efektif dibandingkan dengan terapi radiasi eksternal
saja.
Terapi radiasi pada kanker serviks stadium IIb-III merupakan
pilihan kedua setelah kemoterapi.
6,7
Terapi radiasi ini dipilih
pada kanker serviks inoperable, biaya relatif murah, sebagai
neoajuvan, dan paliatif.
6,8
Kanker serviks stadium IIb-III ter-
masuk inoperable dan sebagian besar kasus dengan sosial
ekonomi rendah serta tidak mampu membiayai kemoterapi.
Peneliti lain mendapatkan respon terapi radiasi gabungan
sebesar 67,21-74,35% dengan harapan hidup lima tahun
sebesar 30,5-32,0%.
9,10
Five-year survival rate (5YSR) pada
radioterapi gabungan adalah 73,0-79,3% untuk kanker ser-
viks stadium II dan 53,0-55,0% untuk kanker serviks stadium
III.
11,12,13
Choy dan Wong mendapatkan bahwa 5YSR pada
kanker serviks dengan radioterapi gabungan adalah 90,0%
untuk stadium Ib, 82,1% untuk stadium IIa, 72,0% untuk sta-
dium IIa, 51,5% untuk stadium IIIa, dan 50,0% untuk stadium
IIIb.
13
Herman dkk mendapatkan 5YSR untuk stadium I ada-
lah 95,4%, untuk stadium II adalah 71,4%, dan untuk sta-
dium III adalah 57,9%.
12
Toksisitas terapi radiasi
Toksisitas terapi radiasi dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Toksisitas terapi radiasi pada kelompok kasus dan
kontrol.
Kelompok
penelitian
N
Efektivitas terapi
OR
CI 95%
p
Cukup
Jelek
Kasus
Kontrol
30
30
11 (36,7%)
25 (83,3%)
19 (63,3%)
5 (16,7%)
11,7
4,89
-
15,75
0,001
Kelompok
penelitian
Efek samping
Total
p
Kasus
Kontrol
Mual dan muntah
Diare
Gangguan miksi
Gangguan defekasi
Tidak ada
8 (26,7%)
5 (16,7%)
1 (3,3%)
5(16,7%)
11(36,7%)
10 (33,3%)
5 (16,7%)
6 (20,0%)
5 (16,7%)
4 (13,3%)
18 (30,0%)
10 (16,7%)
7(11,7%)
10 (16,7%)
15 (25,0%)
0,247
0, 240
0,100
0, 240
0,120
Jumlah
30 (100,0%)
30 (100,0%)
60 (100,0%)
Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa toksisitas/efek samping an-
tara kasus dengan kontrol tidak berbeda bermakna (p>0,05)
dalam hal mual-muntah, diare, gangguan miksi, dan gang-
guan defekasi. Patel et al (1994) mendapatkan gangguan
miksi defekasi 4,56 kali lebih kecil pada radiasi internal di-
CDK Maret April DR.indd 95
CDK Maret April DR.indd 95
2/23/2010 4:14:32 AM
2/23/2010 4:14:32 AM
background image
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
96
HASIL PENELITIAN
bandingkan dengan eksternal.
14
Hammer et al (1993) dan
Thesima et al (1993) melaporkan bahwa persentase komp-
likasi radiasi eksternal masing-masing 32,81-34,63% dan
37,23-39,75% dan pada radiasi internal adalah 12,12% dan
8,23%.
15,16
Terapi radiasi interna relatif lebih aman; efek sam-
ping sebagian terbesar dihubungkan dengan terapi radiasi
eksternal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan hal yang
tidak berbeda.
SIMPULAN DAN SARAN
Efekti tas terapi radiasi eksterna saja 11,7 (OR=11,7 CI95%
4,89-15,75) kali lebih kecil dibandingkan dengan terapi ra-
diasi gabungan pada kanker serviks stadium IIb-III.
Toksisitas radiasi gabungan dan toksisitas terapi radiasi
eksternal saja pada kanker serviks stadium IIb-III tidak ber-
beda (p>0,05).
Saran untuk pengelola RS Sanglah Denpasar agar dapat
mendayagunakan terapi radiasi internal afterloading.
DAFTAR PUSTAKA
Farid A, Kampono N, Sjamsuddin S, Djakaria M, Manual prekanker dan
1.
kanker serviks uterus. Jakarta: Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UI/
RSCM 1989:1-24.
Chion JF, Liu MT, Lai YL, Chang KH, High dose rate afterloading brachyther-
2.
apy in carcinoma of the uterine cervix, J Formos Med Assoc 1993; 92: 165-
73.
Djakaria M, Radiotherapi dalam ginekologi. Dalam: Wiknjosastro H, Saifud-
3.
din AB, eds. Ilmu Kandungan, ed II. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo 1997: 693-6,.
Jones HW. Cervical intra epithelial neoplasma, In: Jones REW, Wents AC,
4.
Burnett eds. Novak
'
s Textbook of Gynecology, 12
th
ed. Baltimore: Williams
and Wilkins 2000:1111-40.
Hatch KD, Fu YS. Cervical and vaginal cancer. In: Berek JS, Adashi EY, Hil-
5.
lard PA eds, Novak
,
s Textbook of Gynecology, 11
th
ed. Baltimore: Williams
and Wilkins 1996: 1111-40.
Khalil M, Principles of radiation therapy, In : Preveir MS, ed. Manual of Gy-
6.
necologic Oncology and Gynecology, 1 st ed., Boston: Little Brown and
Co 1989.hal.184-93,
Bantuk H, Sutoto. Respon klinik serta histologi pada terapi penyinaran
7.
carsinoma servicis uteri, Semarang: bagian Obstetri dan Ginekologi FK
UNDIP, 1990.
Leopold GK. The effects of therapeutic procedures and drugs on the epi-
8.
thelia of the female genital tract, In: Leopold GK ed. Diagnostic Cytology,
4th ed.: JB Lippincott Co. 1999.hal. 663-75,
Nana S, Tansil H. Pengobatan radiasi pada kanker leher rahim stadium lan-
9.
jut, Jakarta: Bagian Radiologi FK UI/RSCM.
Luther WB. Carcinoma of the uterine cervix, In: Carlos AP, ed. Principles
10.
and practise of radiation oncology. Philadelpia, JB, Lippincott Company,
933-45, 1999.
Shindu, IB, Suwiyoga K, Evaluasi respon terapi radiasi pada kanker serviks
11.
di RSUP Denpasar, 1993.
Herman T, Christen N, Atlheit HD, Gynecologic brachytherapy from low
12.
dose rate to high tech, Strahlenther Oncol 169: 141-51,1993.
Choy D, Wong LC, Shan J, Ngan HY, Ma HK, Dose tumor response of
13.
carcinoma of cervix: an analysis of 594 patients treated by radiotherapy,
Gynecol Oncol 49: 311-7, 1993.
Patel FD, Sharma SC, Negi PS, Ghoshal S, Gupta BD, Low dose rate vs
14.
high dose rate brachitherapy in the treatment of carcinoma of uterine cer-
vix: a clinical trial. Int J Radiat Oncol Biol Phys 28: 335-41, 1994
Hammer J, Zoidi JP, Atendorfer C, Seewald DH, Combine external and
15.
high dose rate infracavitary radiotherapy in the primary treatment in can-
cer of the uterine cervix, Radiother. Oncol 27: 66-8, 1993.
Thesima T, Inoue T, Ikeda T. High dose rate and low dose rate intracavitary
16.
therapy for carcinoma of the uterine cervix. Concern 72: 2409-14, 1993.
CDK Maret April DR.indd 96
CDK Maret April DR.indd 96
2/23/2010 4:14:33 AM
2/23/2010 4:14:33 AM