CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
17
TINJAUAN PUSTAKA
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
TINJAUAN PUSTAKA
Setelah laporan penelitian European-Australian DELTA Study
(1996)
3
dan American ACTG 175 (1996)
4
, terjadi terobosan
terapi HIV yaitu dua nukelus analog sekaligus lebih efektif
daripada monoterapi. Regimen yang saat ini biasa diberikan,
yang termasuk dalam Highly Active Antiretroviral Therapy
(HAART) terlihat dalam Tabel 1. Di hampir semua rujukan
pengobatan, terutama pengobatan lini pertama, regimen yang
diberikan mengandung sekurang- kurangnya 2 NRTI + PI atau
1 NRTI + 1 NNRTI + 1 PI.
HIV dan Sistem kardiovaskuler
Gangguan metabolik sering terjadi pada ODHA baik tanpa ARV
ataupun dengan ARV. Risiko kejadian kardiovaskuler meningkat
seiring dengan faktor risiko yang dimiliki oleh ODHA. Perubahan
pola metabolik pada ODHA dikaitkan dengan patogenesis HIV
dan juga karena ARV.
8-9
Tabel 3. Perubahan metabolisme lipida pada pasien HIV tanpa dan
dengan PI
8
Risiko infark miokard pada ODHA yang tidak terpapar obat
kombinasi ARV lebih rendah yaitu 0,24 (95% CI; 0,07-0,89)
dibandingkan yang menerima kombinasi ARV kurang dari 2
tahun (1,34; CI 95%; 0,58-3,10) dengan yang terpapar antara
2-3 tahun (1,98, 95% CI; 0,94-4,15) dan yang terpapar > 4
tahun (2,55; 95% CI; 1,25-5,20) (P < 0,001 untuk trend).
10
Kejadian penyakit arteri koronaria (coronary artery disease)
yang ditandai dengan plak aterosklerotik post-mortem juga
dilaporkan oleh Morgello (2002).
11
Lipodistrofi
Lipodistrofi ditandai dengan berkurangnya lemak subkutan
baik regional maupun menyeluruh, peningkatan lemak visceral
daerah perut, hipertrofi mamma (ginekomastia) dan penumpu-
kan lemak di dorsoservikal atau lebih dikenal dengan buffalo
hump.
12-15
Selain terkait HIV, keadaan ini dapat terjadi secara
kongenital atau familial partial dystrophy meskipun prevalensi-
nya sangat rendah. Umumnya bentuk ini dikaitkan dengan
gangguan metabolik yang kompleks dan sulit ditangani.
16
Lipodistrofi akibat Anti Retroviral
Abraham Simatupang
Bagian Farmakologi dan Pusat Pelayanan dan Studi HIV
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta
ABSTRAK
HIV dan AIDS telah menjadi pandemi. Lebih dari 30 juta orang terinfeksi HIV terutama di daerah Afrika-Sahara. Penyakit ini
dahulu memiliki tingkat kematian tinggi, namun semenjak digunakannya Highly Active Anti Retroviral Therapy (HAART),
mortalitas penyakit ini menurun dengan drastis, bahkan mengubah status AIDS menjadi penyakit kronis layaknya hipertensi dan
diabetes mellitus. Penurunan morbiditas dan mortalitas HIV dan AIDS meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV dan AIDS
(ODHA) secara siginifikan, namun di samping itu, efek simpang jangka panjang anti retroviral (ARV) bermunculan, di antaranya
terkait dengan sistem kardiovaskuler. Lipodistrofi salah satu keadaan akibat komplikasi metabolik dan distribusi lemak yang
terganggu banyak ditemui pada pasien dengan terapi kombinasi analog nukleosida dan protease inhibitor (PI). Prevalensi
lipodistrofi antara 30-50%. Tetapi menurut beberapa penelitian, hubungan antara PI dan lipodistrofi masih belum jelas. Perlu
dilakukan penggantian NRTI atau PI yang menyebabkan lipodistrofi.
Kata kunci: HIV dan AIDS, HAART, lipodistrofi, sindroma metabolik
Catatan: tidak semua ARV di atas tersedia di Indonesia. Pemerintah menyediakan ARV dasar (lini pertama) dari golongan NRTI, NNRTI dan PI secara gratis sesuai dengan program
pemerintah maupun bantuan dana dari Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM), Clinton Foundation, dll. ARV Lini ke-2 dan ke-3, tersedia juga di Indonesia,
namun tidak termasuk dalam program pemerintah, pasien harus membayar/membeli sendiri ARV tersebut.
Pendahuluan
Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang diikuti penu-
runan sistem kekebalan tubuh, Acquired Immune-Deficiency
Syndrome (AIDS) telah menjadi pandemi. Lebih dari 33 juta orang
terinfeksi HIV dan diperkirakan 2,1 juta orang meninggal karena
AIDS. Lebih 70% kasus kematian tersebut terjadi di daerah Afrika-
sub Sahara.
1
Di tahun 80an akhir dan 90an awal, HIV diterapi
dengan anti retroviral (ARV) golongan analog nukleosida tunggal
seperti zidovudine (azathioprine). Namun angka kematian tetap
tinggi; demikian pula setelah ada ARV lain seperti zalcitabine,
didanosine dan stavudine, keadaan belum berubah secara signifikan.
2
Catatan: tidak semua ARV di atas tersedia di Indonesia Pemerintah menyediakan ARV dasar (lini pertama) dari golongan NRTI NNRTI dan PI secara gratis sesuai dengan program
Nama dagang
Singkatan
Obat Pembuat
Nucleoside & Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs)
Combivir CBV AZT+3TC
GSK
Retrovir AZT
Zidovudine
GSK
Duviral AZT+3TC
Kimia
Farma
Triviral
Gabungan NRTI & NVP
AZT+3TC+NVP
Kimia Farma
Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs)
Viramune NVP Nevirapine
Boehringer
Ingelheim
Sustiva EFV
Efavirenz
BMS/MSD
Protease Inhibitor (PI)
Kaletra LPV
Lopinavir/ritonavir
Abbot
Viracept NFV Nelfinavir
Roche/Pfizer
Fusion Inhibitor
Fuzeon T-20
Enfuvirtide
Roche
Coreceptor antagonist
Maraviroc CCR5-antagonist
Pfizer
Vicriviroc CCR5-antagonist
Schering-Plough
18
7-29 1 1
30-39
1,08 (0,81-1,45)
1,35 (0,73-2,51)
40-49
1,12 (0,83-1,50)
1,41 (0,75-2,65)
>50
1,51 (1,11-2,06)
3,09 (1,65-5,83)
Jenis Kelamin
Laki-laki 1
1
Perempuan
0,98 (0,82-1,17)
1,05 (0,77-1,42)
Faktor risiko
untuk transmisi
Kontak homoseksual
(laki-laki) 1
1
Pengguna narkoba
suntik
1,41 (1,19-1,66)
2,44 (1,86-3,20)
Kontak heteroseksual
0,90 (0,76-1,06)
0,84 (0,62-1,15)
Lainnya
0,97 (0,78-1,21)
0,90 (0,60-1,34)
Stadium klinis
Std. A/B (menurut CDC)
1
1
Std. C (menurut CDC)
1,41 (1,23-1,62)
2,07 (1,62-2,63)
Nilai basis CD4
(sel/µL)
<50 1 1
50-99
0,74 (0,62-0,89)
0,72 (0,53-0,99)
100-199
0,52 (0,44-0,63)
0,66 (0,49-0,90)
200-349
0,24 (0,20-0,30)
0,36 (0,25-0,51)
>350
0,18 (0,14-0,22)
0,22 (0,15-0,34)
Muatan virus plasma
(copies/mL)
>100.000 1
1
10.000-100.000
0,73 (0,62-0,84)
0,79 (0,61-1,02)
1000-10.000 0,90
(0,71-1,14)
1,18
(0,80-1,74)
<1000
0,73 (0,52-1,01)
0,53 (0,26-1,09)
CDC: Centers for Disease Control & Prevention (USA)
Usia (tahun) Hazard ratio (95% CI)
AIDS atau
kematian
Kematian
Meskipun morbiditas dan mortalitas turun signifikan
5
, namun
prognosis timbulnya AIDS atau kematian sebagai end-point
tidak hanya bergantung pada HAART, tapi berbagai faktor a.l.
usia, jumlah CD4 dan jumlah virus (viral load) dan status klinis
ODHA saat pengobatan dimulai
6
(Tabel 2).
Di tengah kesuksesan penurunan angka kesakitan dan angka
kematian ODHA karena HAART, banyak muncul efek samping
akibat HAART. Salah satu yang dipersoalkan adalah lipodistrofi,
di samping efek samping lain yang juga cukup berat seperti
anemia berat, lekopenia, asidosis laktat, neuropati perifer, dan
nefrotoksik.
7
Tabel 2. Hazard ratios progresivitas menuju AIDS atau kematian, menurut
model Weibull
6
Pasien terinfeksi HIV naļve
Trigliserida
VLDL
VLDL, rasio pembentukan trigliserida
LDL partikel kecil dan padat
Pasien yang diterapi dengan regimen PI
Trigliserida
Kolesterol total
VLDL, IDL, LDL,
kolesterol
Pasca prandial delipidasi
Apo B-100
Transfer VLDL ke IDL/LDL
Apo E
Rasio katabolik VLDL
& LDL
Apo C-III
Aktifitas hepatik lipase
Produksi VLDL
Aktifitas
lipoprotein
lipase
VLDL: very-low density lipoprotein, LDL: low-density lipoprotein,
HDL: high-density lipoprotein, IDL: intermediate-density lipoprotein
Tabel 1. Antiretroviral yang tersedia berdasarkan golongannya (modifikasi dari Hoffmann, 2006)
2
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
17
TINJAUAN PUSTAKA
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
TINJAUAN PUSTAKA
Setelah laporan penelitian European-Australian DELTA Study
(1996)
3
dan American ACTG 175 (1996)
4
, terjadi terobosan
terapi HIV yaitu dua nukelus analog sekaligus lebih efektif
daripada monoterapi. Regimen yang saat ini biasa diberikan,
yang termasuk dalam Highly Active Antiretroviral Therapy
(HAART) terlihat dalam Tabel 1. Di hampir semua rujukan
pengobatan, terutama pengobatan lini pertama, regimen yang
diberikan mengandung sekurang- kurangnya 2 NRTI + PI atau
1 NRTI + 1 NNRTI + 1 PI.
HIV dan Sistem kardiovaskuler
Gangguan metabolik sering terjadi pada ODHA baik tanpa ARV
ataupun dengan ARV. Risiko kejadian kardiovaskuler meningkat
seiring dengan faktor risiko yang dimiliki oleh ODHA. Perubahan
pola metabolik pada ODHA dikaitkan dengan patogenesis HIV
dan juga karena ARV.
8-9
Tabel 3. Perubahan metabolisme lipida pada pasien HIV tanpa dan
dengan PI
8
Risiko infark miokard pada ODHA yang tidak terpapar obat
kombinasi ARV lebih rendah yaitu 0,24 (95% CI; 0,07-0,89)
dibandingkan yang menerima kombinasi ARV kurang dari 2
tahun (1,34; CI 95%; 0,58-3,10) dengan yang terpapar antara
2-3 tahun (1,98, 95% CI; 0,94-4,15) dan yang terpapar > 4
tahun (2,55; 95% CI; 1,25-5,20) (P < 0,001 untuk trend).
10
Kejadian penyakit arteri koronaria (coronary artery disease)
yang ditandai dengan plak aterosklerotik post-mortem juga
dilaporkan oleh Morgello (2002).
11
Lipodistrofi
Lipodistrofi ditandai dengan berkurangnya lemak subkutan
baik regional maupun menyeluruh, peningkatan lemak visceral
daerah perut, hipertrofi mamma (ginekomastia) dan penumpu-
kan lemak di dorsoservikal atau lebih dikenal dengan buffalo
hump.
12-15
Selain terkait HIV, keadaan ini dapat terjadi secara
kongenital atau familial partial dystrophy meskipun prevalensi-
nya sangat rendah. Umumnya bentuk ini dikaitkan dengan
gangguan metabolik yang kompleks dan sulit ditangani.
16
Lipodistrofi akibat Anti Retroviral
Abraham Simatupang
Bagian Farmakologi dan Pusat Pelayanan dan Studi HIV
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta
ABSTRAK
HIV dan AIDS telah menjadi pandemi. Lebih dari 30 juta orang terinfeksi HIV terutama di daerah Afrika-Sahara. Penyakit ini
dahulu memiliki tingkat kematian tinggi, namun semenjak digunakannya Highly Active Anti Retroviral Therapy (HAART),
mortalitas penyakit ini menurun dengan drastis, bahkan mengubah status AIDS menjadi penyakit kronis layaknya hipertensi dan
diabetes mellitus. Penurunan morbiditas dan mortalitas HIV dan AIDS meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV dan AIDS
(ODHA) secara siginifikan, namun di samping itu, efek simpang jangka panjang anti retroviral (ARV) bermunculan, di antaranya
terkait dengan sistem kardiovaskuler. Lipodistrofi salah satu keadaan akibat komplikasi metabolik dan distribusi lemak yang
terganggu banyak ditemui pada pasien dengan terapi kombinasi analog nukleosida dan protease inhibitor (PI). Prevalensi
lipodistrofi antara 30-50%. Tetapi menurut beberapa penelitian, hubungan antara PI dan lipodistrofi masih belum jelas. Perlu
dilakukan penggantian NRTI atau PI yang menyebabkan lipodistrofi.
Kata kunci: HIV dan AIDS, HAART, lipodistrofi, sindroma metabolik
Catatan: tidak semua ARV di atas tersedia di Indonesia. Pemerintah menyediakan ARV dasar (lini pertama) dari golongan NRTI, NNRTI dan PI secara gratis sesuai dengan program
pemerintah maupun bantuan dana dari Global Fund for AIDS, Tuberculosis and Malaria (GF-ATM), Clinton Foundation, dll. ARV Lini ke-2 dan ke-3, tersedia juga di Indonesia,
namun tidak termasuk dalam program pemerintah, pasien harus membayar/membeli sendiri ARV tersebut.
Pendahuluan
Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang diikuti penu-
runan sistem kekebalan tubuh, Acquired Immune-Deficiency
Syndrome (AIDS) telah menjadi pandemi. Lebih dari 33 juta orang
terinfeksi HIV dan diperkirakan 2,1 juta orang meninggal karena
AIDS. Lebih 70% kasus kematian tersebut terjadi di daerah Afrika-
sub Sahara.
1
Di tahun 80an akhir dan 90an awal, HIV diterapi
dengan anti retroviral (ARV) golongan analog nukleosida tunggal
seperti zidovudine (azathioprine). Namun angka kematian tetap
tinggi; demikian pula setelah ada ARV lain seperti zalcitabine,
didanosine dan stavudine, keadaan belum berubah secara signifikan.
2
Catatan: tidak semua ARV di atas tersedia di Indonesia Pemerintah menyediakan ARV dasar (lini pertama) dari golongan NRTI NNRTI dan PI secara gratis sesuai dengan program
Nama dagang
Singkatan
Obat Pembuat
Nucleoside & Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs)
Combivir CBV AZT+3TC
GSK
Retrovir AZT
Zidovudine
GSK
Duviral AZT+3TC
Kimia
Farma
Triviral
Gabungan NRTI & NVP
AZT+3TC+NVP
Kimia Farma
Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs)
Viramune NVP Nevirapine
Boehringer
Ingelheim
Sustiva EFV
Efavirenz
BMS/MSD
Protease Inhibitor (PI)
Kaletra LPV
Lopinavir/ritonavir
Abbot
Viracept NFV Nelfinavir
Roche/Pfizer
Fusion Inhibitor
Fuzeon T-20
Enfuvirtide
Roche
Coreceptor antagonist
Maraviroc CCR5-antagonist
Pfizer
Vicriviroc CCR5-antagonist
Schering-Plough
18
7-29 1 1
30-39
1,08 (0,81-1,45)
1,35 (0,73-2,51)
40-49
1,12 (0,83-1,50)
1,41 (0,75-2,65)
>50
1,51 (1,11-2,06)
3,09 (1,65-5,83)
Jenis Kelamin
Laki-laki 1
1
Perempuan
0,98 (0,82-1,17)
1,05 (0,77-1,42)
Faktor risiko
untuk transmisi
Kontak homoseksual
(laki-laki) 1
1
Pengguna narkoba
suntik
1,41 (1,19-1,66)
2,44 (1,86-3,20)
Kontak heteroseksual
0,90 (0,76-1,06)
0,84 (0,62-1,15)
Lainnya
0,97 (0,78-1,21)
0,90 (0,60-1,34)
Stadium klinis
Std. A/B (menurut CDC)
1
1
Std. C (menurut CDC)
1,41 (1,23-1,62)
2,07 (1,62-2,63)
Nilai basis CD4
(sel/µL)
<50 1 1
50-99
0,74 (0,62-0,89)
0,72 (0,53-0,99)
100-199
0,52 (0,44-0,63)
0,66 (0,49-0,90)
200-349
0,24 (0,20-0,30)
0,36 (0,25-0,51)
>350
0,18 (0,14-0,22)
0,22 (0,15-0,34)
Muatan virus plasma
(copies/mL)
>100.000 1
1
10.000-100.000
0,73 (0,62-0,84)
0,79 (0,61-1,02)
1000-10.000 0,90
(0,71-1,14)
1,18
(0,80-1,74)
<1000
0,73 (0,52-1,01)
0,53 (0,26-1,09)
CDC: Centers for Disease Control & Prevention (USA)
Usia (tahun) Hazard ratio (95% CI)
AIDS atau
kematian
Kematian
Meskipun morbiditas dan mortalitas turun signifikan
5
, namun
prognosis timbulnya AIDS atau kematian sebagai end-point
tidak hanya bergantung pada HAART, tapi berbagai faktor a.l.
usia, jumlah CD4 dan jumlah virus (viral load) dan status klinis
ODHA saat pengobatan dimulai
6
(Tabel 2).
Di tengah kesuksesan penurunan angka kesakitan dan angka
kematian ODHA karena HAART, banyak muncul efek samping
akibat HAART. Salah satu yang dipersoalkan adalah lipodistrofi,
di samping efek samping lain yang juga cukup berat seperti
anemia berat, lekopenia, asidosis laktat, neuropati perifer, dan
nefrotoksik.
7
Tabel 2. Hazard ratios progresivitas menuju AIDS atau kematian, menurut
model Weibull
6
Pasien terinfeksi HIV naļve
Trigliserida
VLDL
VLDL, rasio pembentukan trigliserida
LDL partikel kecil dan padat
Pasien yang diterapi dengan regimen PI
Trigliserida
Kolesterol total
VLDL, IDL, LDL,
kolesterol
Pasca prandial delipidasi
Apo B-100
Transfer VLDL ke IDL/LDL
Apo E
Rasio katabolik VLDL
& LDL
Apo C-III
Aktifitas hepatik lipase
Produksi VLDL
Aktifitas
lipoprotein
lipase
VLDL: very-low density lipoprotein, LDL: low-density lipoprotein,
HDL: high-density lipoprotein, IDL: intermediate-density lipoprotein
Tabel 1. Antiretroviral yang tersedia berdasarkan golongannya (modifikasi dari Hoffmann, 2006)
2
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
19
TINJAUAN PUSTAKA
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
TINJAUAN PUSTAKA
Kebanyakan kasus terjadi pada ODHA yang diterapi dengan
Protease Inhibitor (PI).
13,17
Heath et al (2001)
17
mendapatkan
kejadian lipodistrofi terkait dengan bertambahnya usia (AOR
1,03; 95% CI 1,01; 1,04), penggunaan terapi alternatif (AOR
1,46; 95% CI 1,06; 2,01), pengunaan PI (AOR 2,63, 95% CI,
1,89; 3,66) dan lamanya penggunaan stavudine dibandingkan
lamivudine (AOR 1,32, 95% CI; 1,13; 1,53).
Gambar 1. Buffalo hump (punuk kerbau): salah satu bentuk lipodis-
trofi di daerah dorsoservikal (www.virusmyth.com/ aids/ pics/buffalo.jpg)
Meskipun belum ada petunjuk praktis pemeriksaan dan diag-
nosis lipodistrofi, Behrens (2006) mengemukakan cara yang
dapat dipakai dalam penentuan kasus dan penilaian lipodistrofi
(tabel 4).
16
Gambar 2. Gambaran potongan melintang ODHA dengan lipodistrofi.
Terlihat akumulasi lemak viseral, namun di satu sisi, terjadi lipoatrofi atau
penipisan jaringan lemak subkutan terutama di daerah muka (Sumber:
www.gfmer.ch/.../gendis_ detail_list.php?cat3=582)
Tabel 4. Definisi kasus dan sistem penilaian lipodistrofi (Behrens,
2006)
16
Menurut Carr & Law (2003) model ini memiliki sensitivitas 79% (95% CI, 70-85%) dan
spesifisitas 80% (95% CI, 71-87%).
* Skor lipodistrofi final didapatkan dengan menambahkan skor dari setiap variabel dan
dibagi 43 (konstanta). Skor final > 0 berarti lipodistrofi sedangkan < 0, berarti tidak ada
lipodistrofi.
CDC: Center for Disease Control and Prevention; HDL: high-density lipoprotein; VAT:
visceral adipose tissue; SAT: subcutaneous adipose tissue.
Derajat ringan-beratnya lipodistrofi dapat diukur dengan patokan
tertentu (tabel 5).
Tabel 5. Derajat lipodistrofi menurut Carr dan Law (2003)
18
Harus diakui bahwa sampai saat ini, belum ada kesepakatan
tentang patokan pengukuran dan diagnosis lipodistrofi. Selain
itu, beberapa butir parameter pengukuran menggunakan teknik
radiologi (CT, MRI) sehingga dari segi klinis memiliki kesulitan
tersendiri.
Protease Inhibitor dan ARV penyebab lipodistrofi dan lipoatrofi
Protease inhibitor termasuk HAART dan secara nyata, bersama-
sama dengan golongan NRTI dan NNRTI telah menurunkan
morbiditas dan mortalitas HIV dan AIDS secara nyata. Protease
inhibitor menghambat enzim protease HIV yang berfungsi
memotong poliprotein gag-pol virus menjadi subunit fungsional.
Bila protease dihambat dan fungsi proteolitik enzim tersebut
dicegah maka akan terbentuk partikel virus yang tidak infektif.
19
Studi tentang lipodistrofi pada anak-anak di Senegal
20
dan
Brazil
21
menunjukkan bahwa frekuensi lipodistrofi tertinggi pada
anak yang mendapat PI. Dari 30% anak yang mendapat PI, 60%
terkena lipodistrofi dan dislipidemia; dan 53,3% menderita
lipodistrofi dari 80% anak yang mendapatkan HAART. Anak-
anak yang mendapat HAART dengan PI memiliki prosentase
yang besar terkena lipodistrofi campuran.
21
Dari studi Senegal
didapatkan bahwa lama rata-rata pengobatan dengan HAART
5,4 tahun dan ARV yang diberikan terutama zidovudine, stavu-
dine dan PI. Prevalensi lipodistrofi sedang dan berat sebesar
31,1% (95% CI, 24,3-37,9).
20
Orang terinfeksi HIV mengalami peradangan kronis di seluruh
tubuh, akibatnya tubuh memberikan reaksi, juga terhadap
metabolisme lemak dan glukosa, sehingga sering dikaitkan
dengan sindrom metabolik. Komplikasi metabolik infeksi HIV
dan HAART terutama PI adalah karena resistensi insulin yang
menyebabkan penurunan kapasitas jaringan adipose perifer
untuk menyimpan lemak, dan lemak yang beredar disimpan di
daerah viseral. Hal ini menyebabkan rasio lemak viseral (perut)
dan pinggul meningkat sedangkan di tempat lain terjadi atrofi
lemak subkutan terutama daerah wajah dan paha.
22-23
Perubahan kadar kolesterol, trigliserid dan glukosa plasma juga
sering terlihat.
24
Stres oksidatif yang diinduksi oleh NRTI dan PI
pada sel lemak mungkin salah satu faktor utama terbentuknya
lipodistrofi.
25-29
Caron et al (2009) menunjukkan bahwa PI me-
nurunkan ekspresi PPARgamma, mekanisme genetik untuk
program diferensiasi dan sensitifitas insulin, yang pada akhirnya
menyebabkan lipoatrofi.
30
Stavudine dan lamivudine, golongan
NRTI analog timidin, memiliki faktor risiko besar menimbulkan
lipodistrofi, beberapa penelitian membuktikan sekaligus meng-
anjurkan agar penggunaan analog timidin diganti dengan analog
non-timidin, misalnya abacavir atau tenofovir.
31-33
Simpulan
Di era HAART saat ini, angka kematian AIDS telah turun drastis.
Karena pengobatan dengan HAART berlangsung lama, sedangkan
beberapa obat HAART, seperti PI dan NRTI atau NNRTI memiliki
efek samping pada sistem kardiovaskuler, maka timbul persoalan
baru dalam kualitas hidup ODHA. Tindakan pencegahan seperti
penurunan faktor risiko melalui diet, pengobatan hipertensi, hiper-
kolesterolemia dan diabetes mellitus pra-pengobatan ARV perlu
dibiasakan. Di samping itu, perlu juga dilakukan perubahan pem-
berian ARV yang "pro-lipodistrofi" seperti stavudine, lamivudine
(NRTI) dengan lopinavir, dan ritonavir (PI) ke abacavir, atau tenofovir.
DAFTAR PUSTAKA
1. UNAIDS. AIDS epidemic update 2007. UNAIDS Switzerland.
2. Hoffmann C, Fiona M. ART 2006. Perspective in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying Publisher. Paris. pp: 89-93.
3. Delta: a randomized double-blind controlled trial comparing combinations of zidovudine plus didanosine or zalcitabine with zidovudine alone in
HIV-infected individuals. Lancet 1996; 348: 283-91.
4. Hammer SM, Katzenstein DA, Hughes MD et al. A trial comparing nucleoside monotherapy with combination therapy in HIV-infected adults with
CD4 cell counts from 200 to 500 per cubic millimeter. N Engl J Med 1996; 335: 1081-90.
5. Pallela FJ, Delaney KM, Moorman AC, Loveless MO, Fuhrer J, Satten GA, et al. Declining morbidity and mortality among patients with advanced
human immunodeficiency virus infection. N Eng J Med 1998; 338:853-60.
6. Egger M, Margaret M, Genevičve C, Andrew NP et al. Prognosis oh HIV-1-infected patients starting highly active antiretroviral therapy: a
collaborative analysis of prospective studies. Lancet 2002, 360: 119-28.
7. Hoffmann C, Fiona M. ART 2006. Perspective in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying Publisher. Paris. pp: 94-129.
8. da Silva EFR, Giuseppe B. New Options in the Treatment of Lipid Disorders in HIV-Infected Patients. The Open AIDS Journal 2009, 3, 31-7.
9. Krings P, Till N. HIV and cardiac disease in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (eds.) Flying Publisher. Paris. pp: 619-27.
10. The Data Collection on Adverse Events of Anti-HIV Drugs (DAD) Study Group. Combination Antiretroviral Therapy and the Risk of Myocardial
Infarction. N Engl J Med 2003; 349:1993-2003.
11. Morgello S, Mahboob R, Yakoushina T, et al. Autopsy findings in a HIV-infected population over 2 decades. Arch Pathol Lab Med 2002; 126:
182-90.
12. Kotler DP, Rosenbaum K, Wang J, Pierson RN. Studies of body composition and fat distribution in HIV-infected and control subjects. J Acquir
Immune Defic Syndr Human Retrovirol 1999; 20: 228-37.
13. Carr A, Samaras K, Burton S, Law M, Freund J, Chisholm DJ, Cooper DA. A syndrome of peripheral lipodystrophy, hyperlipidemia, and insulin
resistance in patients receiving HIV protease inhibitors. AIDS 1998; 12:F51-8.
14. Miller KD, Jones E, Yanovski JA, Shankar R, Feuerstein I, Falloon J. Visceral abdominal-fat accumulation associated with use of indinavir. Lancet
1998; 12: F51-8.
15. Rosenburg HE, Mulder J, Stepowitz KA, Giordano MF. `Protease paunch' in HIV+ persons receiving protease inhibitor therapy: Incidence, risks and
endocrinologic evaluation. 5th Confererence on Retroviruses and Opportunistic Infections. Chicago. IL, USA, 1998 (Abstract 408).
16. Behrens G, Reinhold ES. Lipodystrophy syndrome in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying Publisher. Paris. pp:
301-16.
17. Heath KV, Robert SH, Keith JC, Marianne H, Valerie M, Michael V O'Shaughnessy, Julio SGM. Lipodystrophy-associated morphological, cholesterol
and triglyceride abnormalities in a population-based HIV/AIDS treatment database. AIDS 2001, 15:231-9.
18. Carr A, Law M. An objective lipodystrophy severity grading scale derived from the Lipodystrophy Case Definition Score. J Acquir Immune Defic
Syndr 2003; 33: 571-6.
19. Hoffmann C, Fiona M. ART 2006. Overview of antiretroviral agents in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying
Publisher. Paris. pp: 115-22.
20. Mercier S, Gueye NF, Cournil A, Fontbonne A, Copin N, Ndiaye I, Dupuy AM, Cames C, Sow PS, Ndoye I, Delaporte E, Simondon KB. Lipodystrophy
and metabolic disorders in HIV-1-infected adults on 4- to 9-year antiretroviral therapy in Senegal: a case-control study. J Acquir Immune Defic Syndr.
2009; 51 (2): 224-30.
21. Sarni RO, de Souza FI, Battistini TR, Pitta TS, Fernandes AP, Tardini PC, Fonseca FL, Dos Santos VP, Lopez FA. Lipodystrophy in children and
adolescents with acquired immunodeficiency syndrome and its relationship with the antiretroviral therapy employed. J Pediatr (Rio J). 2009; 85 (4):
329-34.
22. Barbaro G, Iacobellis G. Metabolic syndrome associated with HIV and highly active antiretroviral therapy. Curr Diab Rep. 2009; 9 (1): 37-42.
23. Unachukwu CN, Uchenna DI, Young EE. Endocrine and metabolic disorders associated with human immune deficiency virus infection. West Afr J
Med. 2009; 28 (1): 3-9.
24. da Silva EFR, Katia C B, David S L. Lipid Profile, Cardiovascular Risk Factors and Metabolic Syndrome in a Group of AIDS Patients. Arq Bras Cardiol
2009;
93(2):107-11.
25. M. Caron, M. Auclair, A. Vissian, C. Vigouroux, and J. Capeau. Contribution of mitochondrial dysfunction and oxidative stress to cellular premature
senescence induced by antiretroviral thymidine analogues. Antiviral Therapy, 2008: 13, 1: 2738.
26. A. Rudich, R. Ben-Romano, S. Etzion, and N. Bashan. Cellular mechanisms of insulin resistance, lipodystrophy and atherosclerosis induced by HIV
protease inhibitors. Acta Physiologica Scandinavica, 2005; 183, 1: 7588.
27. C. Lagathu, B. Eustace, M. Prot, et al. Some HIV antiretrovirals increase oxidative stress and alter chemokine, cytokine or adiponectin production in
human adipocytes and macrophages. Antiviral Therapy. 2007; 12, 4: 489500.
28. M. Caron, M. Auclair, B. Donadille, et al. Human lipodystrophies linked to mutations in A-type lamins and to HIV protease inhibitor therapy are both
associated with prelamin A accumulation, oxidative stress and premature cellular senescence. Cell Death and Differentiation 2007; 14, 10: 175967.
29. R. Ben-Romano, A. Rudich, S. Etzion, et al. Nelfinavir induces adipocyte insulin resistance through the induction of oxidative stress: differential
protective effect of antioxidant agents. Antiviral Therapy. 2006; 11, 8: 105160.
30. Caron M, Vigouroux C, Bastard JP, Capeau J. Antiretroviral-Related Adipocyte Dysfunction and Lipodystrophy in HIV-Infected Patients: Alteration
of the PPARgamma-Dependent Pathways. PPAR Res. 2009; 2009: 507141.
31. van Vonderen MG, van Agtmael MA, Hassink EA, Milinkovic A, Brinkman K, Geerlings SE, Ristola M, van Eeden A, Danner SA, Reiss P; MEDICLAS
study group. Zidovudine/lamivudine for HIV-1 infection contributes to limb fat loss. PLoS One. 2009 May 21;4(5):e5647.
32. Tebas P, Zhang J, Hafner R, Tashima K, Shevitz A, Yarasheski K, Berzins B, Owens S, Forand J, Evans S, Murphy R. Peripheral and visceral fat changes
following a treatment switch to a non-thymidine analogue or a nucleoside-sparing regimen. J Antimicrob Chemother. 2009; 63 (5): 998-1005.
33. Gerschenson M, Kim C, Berzins B, Taiwo B, Libutti DE, Choi J, Chen D, Weinstein J, Shore J, da Silva B, Belsey E, McComsey GA, Murphy RL.
Mitochondrial function, morphology and metabolic parameters improve after switching from stavudine to a tenofovir-containing regimen. J
Antimicrob Chemother. 2009; 63 (6): 1244-50.
20
Menurut Carr & Law (2003) model ini memiliki sensitivitas 79% (95% CI 70-85%) dan
Parameter OR 95% CI Nilai p Skor*
Demografi
Gender Laki-laki
1,0
0
Perempuan
9,33 3,86-22,52
<
0,001 22
Usia (tahun)
<40
1.0
0
>
40
2,02
1,20-3,4
0,008
7
Lamanya infeksi
HIV <4
tahun
1.0
0
> 4 tahun 3,11
1,69-5,71
< 0,001 11
Kategori CDC
A
1,0
0
B
1,32
0,73-2,39
0,361
3
C
1,92
1,02-3,61
0,043
7
Klinis
Rasio pinggang-
pinggul (waist-hip) 0,1
1,34 1,06-1,69 0,014 Kalikan
29
Metabolik
HDL-kolesterol
0,1 mM
0,87
0,81-0,94
< 0,001 Kalikan
-14
Anion gap
1 mM
1,10
1,04-1,166 0,001
Kalikan
1
Komposisi
tubuh
VAT:SAT <
0,45
1,0
0
0,45-0,83
0,82
0,38-1,76
0,613
-2
0,83-1,59
1,40
0,62-3,18
0,416
3
>
1,59
3,70
1,44-9,55
0,007
13
Trunk:limb fat
ratio 1,0
1,72
1,12-2,66
0,014
Kalikan
5
Leg fat ratio >
21,4
1,0
-16
14,5-21,4
1,27
0,57-2,87
0,559
-14
8,8-14,5
2,32
1,00-5,40
0,051
-8
<
8,8
5,04
1,90-13,35
0,001
0
H
di k i b h
i
t i i b l
d k
k t
Skala ringan-berat
Skor lipodistrofi
0
< 0
1
0-9,9
2
10-14,9
3
15-22,9
4
23
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
19
TINJAUAN PUSTAKA
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
TINJAUAN PUSTAKA
Kebanyakan kasus terjadi pada ODHA yang diterapi dengan
Protease Inhibitor (PI).
13,17
Heath et al (2001)
17
mendapatkan
kejadian lipodistrofi terkait dengan bertambahnya usia (AOR
1,03; 95% CI 1,01; 1,04), penggunaan terapi alternatif (AOR
1,46; 95% CI 1,06; 2,01), pengunaan PI (AOR 2,63, 95% CI,
1,89; 3,66) dan lamanya penggunaan stavudine dibandingkan
lamivudine (AOR 1,32, 95% CI; 1,13; 1,53).
Gambar 1. Buffalo hump (punuk kerbau): salah satu bentuk lipodis-
trofi di daerah dorsoservikal (www.virusmyth.com/ aids/ pics/buffalo.jpg)
Meskipun belum ada petunjuk praktis pemeriksaan dan diag-
nosis lipodistrofi, Behrens (2006) mengemukakan cara yang
dapat dipakai dalam penentuan kasus dan penilaian lipodistrofi
(tabel 4).
16
Gambar 2. Gambaran potongan melintang ODHA dengan lipodistrofi.
Terlihat akumulasi lemak viseral, namun di satu sisi, terjadi lipoatrofi atau
penipisan jaringan lemak subkutan terutama di daerah muka (Sumber:
www.gfmer.ch/.../gendis_ detail_list.php?cat3=582)
Tabel 4. Definisi kasus dan sistem penilaian lipodistrofi (Behrens,
2006)
16
Menurut Carr & Law (2003) model ini memiliki sensitivitas 79% (95% CI, 70-85%) dan
spesifisitas 80% (95% CI, 71-87%).
* Skor lipodistrofi final didapatkan dengan menambahkan skor dari setiap variabel dan
dibagi 43 (konstanta). Skor final > 0 berarti lipodistrofi sedangkan < 0, berarti tidak ada
lipodistrofi.
CDC: Center for Disease Control and Prevention; HDL: high-density lipoprotein; VAT:
visceral adipose tissue; SAT: subcutaneous adipose tissue.
Derajat ringan-beratnya lipodistrofi dapat diukur dengan patokan
tertentu (tabel 5).
Tabel 5. Derajat lipodistrofi menurut Carr dan Law (2003)
18
Harus diakui bahwa sampai saat ini, belum ada kesepakatan
tentang patokan pengukuran dan diagnosis lipodistrofi. Selain
itu, beberapa butir parameter pengukuran menggunakan teknik
radiologi (CT, MRI) sehingga dari segi klinis memiliki kesulitan
tersendiri.
Protease Inhibitor dan ARV penyebab lipodistrofi dan lipoatrofi
Protease inhibitor termasuk HAART dan secara nyata, bersama-
sama dengan golongan NRTI dan NNRTI telah menurunkan
morbiditas dan mortalitas HIV dan AIDS secara nyata. Protease
inhibitor menghambat enzim protease HIV yang berfungsi
memotong poliprotein gag-pol virus menjadi subunit fungsional.
Bila protease dihambat dan fungsi proteolitik enzim tersebut
dicegah maka akan terbentuk partikel virus yang tidak infektif.
19
Studi tentang lipodistrofi pada anak-anak di Senegal
20
dan
Brazil
21
menunjukkan bahwa frekuensi lipodistrofi tertinggi pada
anak yang mendapat PI. Dari 30% anak yang mendapat PI, 60%
terkena lipodistrofi dan dislipidemia; dan 53,3% menderita
lipodistrofi dari 80% anak yang mendapatkan HAART. Anak-
anak yang mendapat HAART dengan PI memiliki prosentase
yang besar terkena lipodistrofi campuran.
21
Dari studi Senegal
didapatkan bahwa lama rata-rata pengobatan dengan HAART
5,4 tahun dan ARV yang diberikan terutama zidovudine, stavu-
dine dan PI. Prevalensi lipodistrofi sedang dan berat sebesar
31,1% (95% CI, 24,3-37,9).
20
Orang terinfeksi HIV mengalami peradangan kronis di seluruh
tubuh, akibatnya tubuh memberikan reaksi, juga terhadap
metabolisme lemak dan glukosa, sehingga sering dikaitkan
dengan sindrom metabolik. Komplikasi metabolik infeksi HIV
dan HAART terutama PI adalah karena resistensi insulin yang
menyebabkan penurunan kapasitas jaringan adipose perifer
untuk menyimpan lemak, dan lemak yang beredar disimpan di
daerah viseral. Hal ini menyebabkan rasio lemak viseral (perut)
dan pinggul meningkat sedangkan di tempat lain terjadi atrofi
lemak subkutan terutama daerah wajah dan paha.
22-23
Perubahan kadar kolesterol, trigliserid dan glukosa plasma juga
sering terlihat.
24
Stres oksidatif yang diinduksi oleh NRTI dan PI
pada sel lemak mungkin salah satu faktor utama terbentuknya
lipodistrofi.
25-29
Caron et al (2009) menunjukkan bahwa PI me-
nurunkan ekspresi PPARgamma, mekanisme genetik untuk
program diferensiasi dan sensitifitas insulin, yang pada akhirnya
menyebabkan lipoatrofi.
30
Stavudine dan lamivudine, golongan
NRTI analog timidin, memiliki faktor risiko besar menimbulkan
lipodistrofi, beberapa penelitian membuktikan sekaligus meng-
anjurkan agar penggunaan analog timidin diganti dengan analog
non-timidin, misalnya abacavir atau tenofovir.
31-33
Simpulan
Di era HAART saat ini, angka kematian AIDS telah turun drastis.
Karena pengobatan dengan HAART berlangsung lama, sedangkan
beberapa obat HAART, seperti PI dan NRTI atau NNRTI memiliki
efek samping pada sistem kardiovaskuler, maka timbul persoalan
baru dalam kualitas hidup ODHA. Tindakan pencegahan seperti
penurunan faktor risiko melalui diet, pengobatan hipertensi, hiper-
kolesterolemia dan diabetes mellitus pra-pengobatan ARV perlu
dibiasakan. Di samping itu, perlu juga dilakukan perubahan pem-
berian ARV yang "pro-lipodistrofi" seperti stavudine, lamivudine
(NRTI) dengan lopinavir, dan ritonavir (PI) ke abacavir, atau tenofovir.
DAFTAR PUSTAKA
1. UNAIDS. AIDS epidemic update 2007. UNAIDS Switzerland.
2. Hoffmann C, Fiona M. ART 2006. Perspective in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying Publisher. Paris. pp: 89-93.
3. Delta: a randomized double-blind controlled trial comparing combinations of zidovudine plus didanosine or zalcitabine with zidovudine alone in
HIV-infected individuals. Lancet 1996; 348: 283-91.
4. Hammer SM, Katzenstein DA, Hughes MD et al. A trial comparing nucleoside monotherapy with combination therapy in HIV-infected adults with
CD4 cell counts from 200 to 500 per cubic millimeter. N Engl J Med 1996; 335: 1081-90.
5. Pallela FJ, Delaney KM, Moorman AC, Loveless MO, Fuhrer J, Satten GA, et al. Declining morbidity and mortality among patients with advanced
human immunodeficiency virus infection. N Eng J Med 1998; 338:853-60.
6. Egger M, Margaret M, Genevičve C, Andrew NP et al. Prognosis oh HIV-1-infected patients starting highly active antiretroviral therapy: a
collaborative analysis of prospective studies. Lancet 2002, 360: 119-28.
7. Hoffmann C, Fiona M. ART 2006. Perspective in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying Publisher. Paris. pp: 94-129.
8. da Silva EFR, Giuseppe B. New Options in the Treatment of Lipid Disorders in HIV-Infected Patients. The Open AIDS Journal 2009, 3, 31-7.
9. Krings P, Till N. HIV and cardiac disease in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (eds.) Flying Publisher. Paris. pp: 619-27.
10. The Data Collection on Adverse Events of Anti-HIV Drugs (DAD) Study Group. Combination Antiretroviral Therapy and the Risk of Myocardial
Infarction. N Engl J Med 2003; 349:1993-2003.
11. Morgello S, Mahboob R, Yakoushina T, et al. Autopsy findings in a HIV-infected population over 2 decades. Arch Pathol Lab Med 2002; 126:
182-90.
12. Kotler DP, Rosenbaum K, Wang J, Pierson RN. Studies of body composition and fat distribution in HIV-infected and control subjects. J Acquir
Immune Defic Syndr Human Retrovirol 1999; 20: 228-37.
13. Carr A, Samaras K, Burton S, Law M, Freund J, Chisholm DJ, Cooper DA. A syndrome of peripheral lipodystrophy, hyperlipidemia, and insulin
resistance in patients receiving HIV protease inhibitors. AIDS 1998; 12:F51-8.
14. Miller KD, Jones E, Yanovski JA, Shankar R, Feuerstein I, Falloon J. Visceral abdominal-fat accumulation associated with use of indinavir. Lancet
1998; 12: F51-8.
15. Rosenburg HE, Mulder J, Stepowitz KA, Giordano MF. `Protease paunch' in HIV+ persons receiving protease inhibitor therapy: Incidence, risks and
endocrinologic evaluation. 5th Confererence on Retroviruses and Opportunistic Infections. Chicago. IL, USA, 1998 (Abstract 408).
16. Behrens G, Reinhold ES. Lipodystrophy syndrome in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying Publisher. Paris. pp:
301-16.
17. Heath KV, Robert SH, Keith JC, Marianne H, Valerie M, Michael V O'Shaughnessy, Julio SGM. Lipodystrophy-associated morphological, cholesterol
and triglyceride abnormalities in a population-based HIV/AIDS treatment database. AIDS 2001, 15:231-9.
18. Carr A, Law M. An objective lipodystrophy severity grading scale derived from the Lipodystrophy Case Definition Score. J Acquir Immune Defic
Syndr 2003; 33: 571-6.
19. Hoffmann C, Fiona M. ART 2006. Overview of antiretroviral agents in HIV Medicine 2006. Hoffmann C, Jürgen KR, Bernd SK (Eds.) Flying
Publisher. Paris. pp: 115-22.
20. Mercier S, Gueye NF, Cournil A, Fontbonne A, Copin N, Ndiaye I, Dupuy AM, Cames C, Sow PS, Ndoye I, Delaporte E, Simondon KB. Lipodystrophy
and metabolic disorders in HIV-1-infected adults on 4- to 9-year antiretroviral therapy in Senegal: a case-control study. J Acquir Immune Defic Syndr.
2009; 51 (2): 224-30.
21. Sarni RO, de Souza FI, Battistini TR, Pitta TS, Fernandes AP, Tardini PC, Fonseca FL, Dos Santos VP, Lopez FA. Lipodystrophy in children and
adolescents with acquired immunodeficiency syndrome and its relationship with the antiretroviral therapy employed. J Pediatr (Rio J). 2009; 85 (4):
329-34.
22. Barbaro G, Iacobellis G. Metabolic syndrome associated with HIV and highly active antiretroviral therapy. Curr Diab Rep. 2009; 9 (1): 37-42.
23. Unachukwu CN, Uchenna DI, Young EE. Endocrine and metabolic disorders associated with human immune deficiency virus infection. West Afr J
Med. 2009; 28 (1): 3-9.
24. da Silva EFR, Katia C B, David S L. Lipid Profile, Cardiovascular Risk Factors and Metabolic Syndrome in a Group of AIDS Patients. Arq Bras Cardiol
2009;
93(2):107-11.
25. M. Caron, M. Auclair, A. Vissian, C. Vigouroux, and J. Capeau. Contribution of mitochondrial dysfunction and oxidative stress to cellular premature
senescence induced by antiretroviral thymidine analogues. Antiviral Therapy, 2008: 13, 1: 2738.
26. A. Rudich, R. Ben-Romano, S. Etzion, and N. Bashan. Cellular mechanisms of insulin resistance, lipodystrophy and atherosclerosis induced by HIV
protease inhibitors. Acta Physiologica Scandinavica, 2005; 183, 1: 7588.
27. C. Lagathu, B. Eustace, M. Prot, et al. Some HIV antiretrovirals increase oxidative stress and alter chemokine, cytokine or adiponectin production in
human adipocytes and macrophages. Antiviral Therapy. 2007; 12, 4: 489500.
28. M. Caron, M. Auclair, B. Donadille, et al. Human lipodystrophies linked to mutations in A-type lamins and to HIV protease inhibitor therapy are both
associated with prelamin A accumulation, oxidative stress and premature cellular senescence. Cell Death and Differentiation 2007; 14, 10: 175967.
29. R. Ben-Romano, A. Rudich, S. Etzion, et al. Nelfinavir induces adipocyte insulin resistance through the induction of oxidative stress: differential
protective effect of antioxidant agents. Antiviral Therapy. 2006; 11, 8: 105160.
30. Caron M, Vigouroux C, Bastard JP, Capeau J. Antiretroviral-Related Adipocyte Dysfunction and Lipodystrophy in HIV-Infected Patients: Alteration
of the PPARgamma-Dependent Pathways. PPAR Res. 2009; 2009: 507141.
31. van Vonderen MG, van Agtmael MA, Hassink EA, Milinkovic A, Brinkman K, Geerlings SE, Ristola M, van Eeden A, Danner SA, Reiss P; MEDICLAS
study group. Zidovudine/lamivudine for HIV-1 infection contributes to limb fat loss. PLoS One. 2009 May 21;4(5):e5647.
32. Tebas P, Zhang J, Hafner R, Tashima K, Shevitz A, Yarasheski K, Berzins B, Owens S, Forand J, Evans S, Murphy R. Peripheral and visceral fat changes
following a treatment switch to a non-thymidine analogue or a nucleoside-sparing regimen. J Antimicrob Chemother. 2009; 63 (5): 998-1005.
33. Gerschenson M, Kim C, Berzins B, Taiwo B, Libutti DE, Choi J, Chen D, Weinstein J, Shore J, da Silva B, Belsey E, McComsey GA, Murphy RL.
Mitochondrial function, morphology and metabolic parameters improve after switching from stavudine to a tenofovir-containing regimen. J
Antimicrob Chemother. 2009; 63 (6): 1244-50.
20
Menurut Carr & Law (2003) model ini memiliki sensitivitas 79% (95% CI 70-85%) dan
Parameter OR 95% CI Nilai p Skor*
Demografi
Gender Laki-laki
1,0
0
Perempuan
9,33 3,86-22,52
<
0,001 22
Usia (tahun)
<40
1.0
0
>
40
2,02
1,20-3,4
0,008
7
Lamanya infeksi
HIV <4
tahun
1.0
0
> 4 tahun 3,11
1,69-5,71
< 0,001 11
Kategori CDC
A
1,0
0
B
1,32
0,73-2,39
0,361
3
C
1,92
1,02-3,61
0,043
7
Klinis
Rasio pinggang-
pinggul (waist-hip) 0,1
1,34 1,06-1,69 0,014 Kalikan
29
Metabolik
HDL-kolesterol
0,1 mM
0,87
0,81-0,94
< 0,001 Kalikan
-14
Anion gap
1 mM
1,10
1,04-1,166 0,001
Kalikan
1
Komposisi
tubuh
VAT:SAT <
0,45
1,0
0
0,45-0,83
0,82
0,38-1,76
0,613
-2
0,83-1,59
1,40
0,62-3,18
0,416
3
>
1,59
3,70
1,44-9,55
0,007
13
Trunk:limb fat
ratio 1,0
1,72
1,12-2,66
0,014
Kalikan
5
Leg fat ratio >
21,4
1,0
-16
14,5-21,4
1,27
0,57-2,87
0,559
-14
8,8-14,5
2,32
1,00-5,40
0,051
-8
<
8,8
5,04
1,90-13,35
0,001
0
H
di k i b h
i
t i i b l
d k
k t
Skala ringan-berat
Skor lipodistrofi
0
< 0
1
0-9,9
2
10-14,9
3
15-22,9
4
23