background image
68
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
Ekspansi
Endothelial Progenitor Cell
Gsjtdb-!!Dbspmjof!U/!Tbsekpop-!!Gfssz!Tboesb
Tufn!Dfmm!Ejwjtjpo-!!Tufn!Dfmm!boe!Dbodfs!Jotujuvuf-!!Lbmcf!Qibsnbdfvujdbm!Dpnqboz!Kblbsub-!!Joepoftjb
QFOEBIVMVBO
Kerusakan atau disfungsi sel endotel merupakan sti-
mulus utama untuk terjadinya arterosklerosis
1
. Hal ini
menyebabkan terjadinya gangguan aliran darah yang
dapat berakibat fatal seperti ditemukan pada penyakit
distrofi muskular, gagal ginjal akut (CRF), dan
stroke
2
.
Tidak hanya itu, arterosklerosis pada pembuluh darah
jantung (kardiovaskular) menyebabkan
infark miokard
akut yang juga termasuk dalam daftar penyakit utama
penyebab kematian di dunia.
Ditemukannya
Endothelial Progenitor Cell
(EPC) mem-
bawa implikasi besar dalam dunia ilmiah dan kedok-
teran.
EPC
dapat memediasi terjadinya pembentukan
pembuluh darah baru (neovaskularisasi dan angioge-
nesis) dan menjaga integritas pembuluh darah
3
. De-
ngan demikian transplantasi
EPC
menjadi suatu alter-
natif terapi untuk mengatasi penyakit akibat gangguan
pembuluh darah
4
.
EPC dapat diisolasi dari berbagai sumber, antara lain
darah tali pusat
1,5,6
, darah tepi
1,3,7
, sumsum tulang
1,8,9
dan juga pada jaringan tubuh lainnya, seperti jari-
ngan lemak, hati, jantung, limpa, dan saluran pencer-
naan
10,11
. Namun, jumlah
EPC
yang sangat terbatas
dari berbagai sumber tersebut membatasi penggu-
naan
EPC
sebagai terapi. Oleh karena itu, diperlukan
upaya untuk memperbanyak
EPC
dengan cara meng-
kultur secara
in vitro
(ekspansi) untuk memenuhi jum-
lah kebutuhan dalam terapi.
Lbsblufsjtujl!ebo!qfsbo!FQD
EPC
merupakan sel yang memiliki karakteristik seperti
sel
punca
(
stem cell
), namun memiliki kemampuan prolif-
BCTUSBL
Ditemukannya
EPC
membawa pengaruh yang besar dalam terapi penyakit pembuluh darah. Keterbatasan jum-
lah
EPC
dalam sirkulasi darah menjadi hambatan utama dalam pengembangan
EPC
sebagai produk terapi sel.
Berbagai upaya telah dilakukan dalam meningkatkan jumlah
EPC
dengan cara mengkultur secara
in vitro
untuk
mendapatkan jumlah
EPC
yang dibutuhkan. Dalam artikel ini, akan diuraikan mengenai karakteristik, berbagai
upaya ekspansi EPC dan metode yang sekarang ini digunakan untuk mengidentifikasi dan menghitung
EPC
.
Kata kunci : EPC, sel punca, ekspansi, identifikasi, Endothelial Progenitor Cell.
erasi dan diferensiasi yang lebih terbatas. Sel ini bersifat
unipoten, yaitu dapat berdiferensiasi menjadi sel endotel
matang.
EPC
memiliki peran penting dalam pembentu-
kan pembuluh darah dan remodelisasi sel endotelial pada
pembuluh darah yang mengalami kerusakan
12-15
.
EPC
didefinisikan sebagai bagian dari sel berinti tung-
gal (
mononucelar cell
atau
MNC
) yang memiliki molekul
penanda sel punca hematopoietik, yaitu CD34, suatu
glikoprotein yang memediasi pelekatan sel punca pada
matriks ekstraseluler sumsum tulang dan CD133,
suatu glikoprotein yang dilaporkan merupakan molekul
penanda untuk sel punca yang lebih primitif dibanding-
kan CD34, sampai saat ini fungsi dari molekul CD 133
masih belum diketahui dengan pasti
16
.
EPC
yang telah
mengalami diferensiasi menjadi sel yang lebih matang
secara berangsur-angsur akan kehilangan ekspresi
CD34.
EPC
juga dilaporkan memiliki molekul penanda
sel endotelial, yaitu KDR (
Kinase Insert Domain Re-
ceptor
), suatu protein yang berperan penting dalam
menstimulasi proliferasi, perkembangan pembuluh
darah baru (
sprouting
), dan angiogenesis.
EPC
juga
berperan dalam pelekatan dan interaksi antar sel
17,18
.
Beberapa molekul penanda sel endotelial matang lain-
nya yang dapat dimiliki oleh
EPC
antara lain sebagai
berikut: CD31 (
Platelet endothelial cell adhesion mol-
ecule-1
), berperan dalam pelekatan sel endotel dan
merupakan molekul yang berperan dalam proses mi-
grasi leukosit melalui jaringan interseluler sel-sel en-
dotel; CD146 (P1H12), berperan dalam memediasi
pelekatan antar sel endotel
19,20
;
Von Willebrand factor
(vWF), berperan dalam proses koagulasi darah; Tie-2
berperan dalam pematangan jaringan sel endotel se-
Hasil Penelitian
background image
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
69
lama
vaskulogenesis
atau
angiogenesis
; dan
Endothe-
lial nitric oxide synthase
(NOS), berperan dalam pen-
gaturan fungsi pembuluh darah
7
.
EPC
dapat berperan dalam proses yang bersifat fisio-
logis maupun patologis. Dalam proses yang bersifat
fisiologis,
EPC
merupakan sel progenitor yang memi-
liki kemampuan untuk membelah dan berdiferensiasi
menjadi sel endotelial matang
13
. Dengan demikian
EPC
ikut menjaga integritas pembuluh darah melalui
fungsinya dalam menggantikan sel-sel endotel yang
rusak (reendotelialisasi) dan pembentukan pembuluh
darah baru
21,22
. Dalam proses yang bersifat patologis,
EPC turut berperan dalam angiogenesis pada penyakit
tumor sehingga dapat menyebabkan semakin cepat-
nya pertumbuhan tumor
11
.
Vqbzb!fltqbotj!
FQD
Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa
EPC
dapat diisolasi dari berbagai sumber, dengan jumlah
EPCs
<1% dalam jumlah total sel mononuklear pada
sumsum tulang dan < 0.01% dalam peredaran darah
perifer
15
. Sedangkan jumlah
EPC
yang dibutuhkan un-
tuk digunakan dalam terapi manusia dewasa cukup
besar jumlahnya. Dilaporkan bahwa diperlukan kurang
lebih 3x108 sampai 6x108 sel yang berarti dibutuh-
kan 8,5-120 liter darah perifer untuk memperoleh
EPC
dalam jumlah cukup
15,23
.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, maka banyak
penelitian telah dilaksanakan dalam upaya mengeks-
pansi jumlah
EPC
. Penelitian akhir-akhir ini mengemu-
kakan beberapa proses penting yang menjadi kom-
ponen utama dalam metode ekspansi jumlah
EPC
.
Proses tersebut dimulai dengan proses isolasi
EPC
,
proses kultur dengan menggunakan beberapa jenis
media, dan proses penentuan jumlah
EPC
yang ber-
hasil dikumpulkan. Masing-masing proses di atas akan
diuraikan secara singkat sebagai berikut.
Jtpmbtj!
FQD
Berbagai metode isolasi sel yang akan diekspansi di
antaranya yaitu metode isolasi sel berdasarkan karak-
teristik inti selnya dan molekul penanda yang terletak
pada permukaan sel.
Metode isolasi sel yang paling sederhana adalah de-ngan
menggunakan metode sentrifugasi untuk memisahkan
fraksi sel berinti tunggal (MNC) dari sel-sel lain di dalam
darah. Sel yang disentrifugasi dalam suatu gradien den-
gan massa tertentu akan dapat dipisahkan berdasar-
kan densitasnya. Metode ini akan memisahkan sel yang
densitasnya lebih tinggi seperti sel darah merah dan sel
granulosit dengan sel yang densitasnya lebih rendah sep-
erti MNC, di dalamnya termasuk sel punca, progenitor,
limfosit, dan monosit. Salah satu reagen yang sering di-
gunakan dalam metode ini adalah
Ficoll
.
Metode isolasi lainnya adalah berdasarkan molekul
penanda pada permukaan sel yang bertujuan untuk
mendapatkan fraksi sel yang lebih spesifik dibanding-
kan metode sentrifugasi. Prinsip dari metode ini antara
lain melalui reaksi pemisahan berdasarkan kompleks
antara antigen dan antibodi. Antigen yang digunakan
dalam metode ini adalah molekul penanda permukaan
sel yang akan diisolasi, dan antibodi spesifik terhadap
antigen yang digunakan berada dalam keadaan teri-
kat dengan
magnetik microbeads
. Pemisahan dilaku-
kan dalam medan magnet, oleh karena itu metode ini
disebut separasi imunomagnetik. Untuk metode ini,
diperlukan beberapa perangkat instrumen tambahan
seperti
magnetik microbeads
beserta perangkat un-
tuk separasi, antara lain kolom dan separator. Kolom
disisipkan di antara separator, yang merupakan me-
dan magnet kuat, sehingga sel dengan antigen terten-
tu yang sudah diikat oleh antibodi pada microbeads
akan tertahan di kolom dan dapat dipisahkan untuk
digunakan lebih lanjut. Proses ini dapat digunakan un-
tuk mendapatkan fraksi sel yang memiliki molekul pe-
nanda tertentu (seleksi positif) atau sebaliknya (seleksi
negatif). Aplikasi penggunaan separasi imunomagnetik
dalam pengisolasian kandidat sel EPC yang sudah di-
lakukan antara lain untuk mendapatkan fraksi sel yang
memiliki molekul penanda CD14, CD34, CD133, atau
CD146 untuk digunakan dalam proses selanjutnya
15
.
Berbagai metode isolasi dan fraksi sel yang dihasilkan be-
serta sumber pustakanya dapat dilihat pada ubcfm!2.
Ubcfm!2!!Nfupef!jtpmbtj!ebo!gsbltj!tfm!zboh!ejibtjmlbo!vouvl!fltqbotj!
FQD
Lvmuvs0!Fltqbotj!
FQD
Dalam upaya ekspansi jumlah
EPC
secara
in vitro
pada umumnya digunakan media basal beserta kom-
binasi bahan tambahan yang ditujukan untuk mening-
katkan proliferasi sel dan diferensiasinya menjadi
EPC
.
Media basal yang umum digunakan antara lain
Endo-
Metode
Sentrifugasi
(densitas-gradien)
Separasi imunomagnetik
Fraksi sel
MNC
CD14
CD34
CD133
CD146
Sumber pustaka
24-28
29
16,18,30
21,31
32
background image
70
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
menyerupai pembuluh darah secara
in vitro
.
Bermacam-macamnya pendefinisian
EPC
(Tabel 2)
menyebabkan bervariasinya jumlah
EPC
yang diperoleh
dari studi-studi yang telah dilakukan. Berdasarkan mor-
fologinya, jumlah
EPC
pada 1 ml darah manusia dewasa
segar adalah 1,6x10
5
sampai 3x10
5
sel
31,34
. Sedangkan
berdasarkan fenotipenya (CD133+/KDR+), dilaporkan
jumlah EPC pada peredaran darah tepi dewasa normal
yaitu sekitar 0,002% dari total sel mononuklear atau
rata-rata 66 sel/ml17. Oleh karena itu standarisasi
dalam pendefinisian EPC sangat diperlukan.
Uboubohbo!ebmbn!fltqbotj!FQD
Hingga saat ini, upaya ekspansi
EPC
masih dipersulit
dengan adanya berbagai tantangan. Tantangan terse-
but di antaranya adalah mencari pengganti komponen
hewan dalam komposisi media kultur untuk mengeks-
pansi
EPC
. Komponen hewan dalam media kultur, di-
mana belum teridentifikasi dengan jelas komposisinya,
berpotensi sebagai pembawa agen/mikroorganisme
patogen, menimbulkan reaksi penolakan imun pada re-
sipien, serta juga dapat menyebabkan hasil kultur ber-
variasi pada setiap
batchnya
. Oleh karena itu, upaya
ekspansi
EPC
dengan tidak menggunakan komponen
dari spesies berbeda (
xeno free
) sangat diperlukan.
Tantangan lainnya dalam ekspansi adalah dapat menghasil-
kan
EPC
dalam jumlah besar sehingga dapat mencu-
kupi kebutuhan dalam terapi. Sehubungan dengan hal
ini, berbagai studi sudah dilakukan dan masih terus
dikembangkan untuk meningkatkan upaya ekspansi
EPC
yang sudah ada. Di antaranya adalah dengan
rekayasa genetik, yaitu transfer gen
human telom-
erase reverse transcriptase
(hTERT)
35,36
atau gen
penyandi faktor proangiogenesis seperti
vascular
endothelial growth factor
(VEGF) ke dalam
EPC
.
Tantangan lain yang tidak kalah pentingnya adalah
perlu ditentukannya karakteristik, baik morfologi,
fenotipe, atau batasan fungsional yang paling te-
pat dalam mendefinisikan EPC.
thelial Basal Medium-2
(EBM-2), M-199, dan
Iscove's
Modified Dulbecco's Medium
(IMDM)
1,7,8
. Komposisi
campuran medium tiap studi berbeda-beda. Media
basal tersebut umumnya ditambahi serum untuk
mendukung pertumbuhan sel dan antibiotik untuk
menghindari tumbuhnya kontaminasi
1
. Selain itu, me-
dia basal juga seringkali ditambah dengan berbagai
suplemen, seperti
bovine pituitary extract
atau
bovine
brain extract
, atau faktor-faktor pertumbuhan untuk
membantu pertumbuhan dan diferensiasi menjadi sel
endotelium, seperti
Vascular Endothelial Growth Fac-
tor
(VEGF),
basic Fibroblast Growth Factor
(b-FGF),
Epidermal Growth Factor
(EGF), dan
Insulinlike Growth
Factor -1
(IGF-1)
33
.
Qfofouvbo!kvnmbi!
FQD
Dilakukannya penentuan jumlah
EPC
pada peredaran da-
rah tepi manusia dapat memberikan informasi yang pen-
ting dalam keberhasilan pengkulturan
EPC
. Ditambah lagi,
jumlah
EPC
dapat digunakan sebagai penanda (
marker
)
biologi untuk mengevaluasi fungsi pembuluh darah
1
. teta-
pi metode penghitungan
EPC
yang telah digunakan pada
banyak studi menghasilkan variabilitas pada jumlah
EPC
yang telah dilaporkan, mengingat belum adanya definisi
tunggal di antara para peneliti untuk
EPC
. Beberapa stu-
di melaporkan beberapa variasi dalam definisi
EPC
yang
juga dipakai sebagai acuan dalam penghitungan jumlah
EPC
.
a. Berdasarkan morfologi
Sel berbentuk
spindle
dan membentuk koloni bulat
atau sel berbentuk
cobblestone
didefinisikan se-
bagai
EPC
.
b. Berdasarkan fenotipe, yaitu antigen permukaan sel.
Pada keba-nyakan studi,
EPC
diidentifikasi dan di-
hitung melalui
flowcytometry
, yaitu dengan identifi-
kasi sel-sel yang memiliki molekul penanda sel he-
matopoietik dan sel endotel, yaitu CD34, CD133,
dan KDR
9,12,22
.
c. Berdasarkan karakteristik fungsional
EPC
dapat dikarakterisasi secara fungsional melalui
beberapa metode, antara lain pengikatan dengan
lektin, kemampuan endositosis senyawa lipopro-
tein, atau kemampuan untuk membentuk struktur
Gambar 1 Sel berbentuk
spindle dengan koloni berbentuk bulat
dalam kultur
in vitro pada hari ke 5 (Kiri). Sel berbentuk cobble-
stone dalam kultur in vitro pada hari ke 19 (Kanan)
9
.
Kedua morfologi sel tersebut diklaim sebagai EPC
28,30
.
Jenis Analisa
Morfologi
Fenotipe
Fungsional
Keterangan
Sel berbentuk spindle
dengan koloni berbentuk bulat
(Gambar 1 kiri)
Sel berbentuk cobblestone
(Gambar 1 kanan)
CD146+
CD34+/CD45+
CD34+/VEGFR-2+ atau
CD133+/VEGFR-2+
Pengikatan dengan lektin dan
endositosis lipoprotein
Sumber pustaka
21,27,28
25,29,30
8,17,24
3,7
Ubcfm!3!!Nbdbn!kfojt!qfoefgjojtjbo!vouvl!qfohijuvohbo!FQD
background image
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
71
LFQVTUBLBBO
1. Hill J, Zalos G, Halcox JPJ, dkk. Circulating Endothelial Progenitor
Cells, Vascular Function, and Cardiovascular Risk. N Engl J Med.
2003;348;593-600
2. Choi JH, Kim KL, Huh W, dkk. Decreased number and impaired angio-
genic function of endothelial progenitor cells in patients with chronic
renal failure. Arterioscler Thromb Vasc Biol. 2004;24;1246 ­52.
3. Asahara T, Murohara T, Sullivan A, dkk. Isolation of Putative Progeni-
tor Endothelial Cells for Angiogenesis. Science. 1997;275;964-7.
4. Franz WM, Zaruba M, Theiss H, dkk. Stem-cell homing and tissue re-
generation in ischaemic cardiomyopathy. Lancet. 2003;362;675-6.
5. Murohara T, Ikeda H, Duan J, dkk. Transplated cord blood-derived
endothelial precursor cells augment postnatal neovascularization. J
Clin Invest. 2000; 105;1527-36.
6. Ingram DA, Mead LE, Tanaka H, dkk. Identification of a novel hierarchy
of endothelial progenitor cells utilizing human peripheral and umbilical
cord blood. Blood. 2004-04-1396.
7. Gulati R, Jevremovic D, Peterson TE, dkk. Diverse origin and function
of cells with endothelial phenotype obtained from adult human blood.
Circ Res. 2006; 93;1023-5.
8. Lin Y, Weisdorf DJ, Solovey A, dkk. Origin of circulating endothelial cells
and endothelial outgrowth from blood. J Clin Invest. 2000;105;71-7.
9. Yoder MC, Mead LE, Prater D, dkk. Re-defining endothelial progeni-
tor cells via clonal analysis and hematopoietic stem/progenitor cells
principals. Blood. 2007;109;1801-9.
10. Urbich C, Dimmeler S. Endothelial Progenitor cells. Characterization
and role in vascular biology. Circ Res. 2004;95;343-53.
11. Doyle B, Metharom P, Caplice NM. Endothelial Progenitor Cells. Endo-
thelium. 2006;13;403­10.
12. Lutun A, Verfaillie CM. Will the real EPC please stand up? Blood.
2007;109;1795-6.
13. Khakoo AY, Finkel T. Endothelial Progenitor Cells. Annu Rev Med.
2005;56;79-101.
14. Ribatti D. The discovery of endothelial progenitor cells An historical
review. Leukem Res. 2006;31:439-44.
15. Smadja DM, Cornet A, Emmerich J, dkk. Endothelial progenitor cells:
Characterization, in vitro expansion, and prospects for autologous cell
therapy. Cell Biol Toxicol. 2007;23: 223­39.
16. Peichev M, Naiyer AJ, Pereira D, dkk. Expression of VEGFR-2 and
AC133 by circulating human CD341 cells identifies a population of
functional endothelial precursors. Blood. 2000;95;952-8.
17. Sills AD, Blunden MJ, Mawdsley J, dkk. New flow cytometic technique
for the evaluation of circulating endothelial progenitor cell levels in
various disease groups. J Immuno Methods. 2006;316:107-15.
18. Bompais H, Chagraoui J, Canron X, dkk. Human endothelial cells
derived from circulating progenitor display specific functional prop-
erties compared with mature vessel wall endothelial cells. Blood.
2004;103;2577-2584.
19. George DF, Sabatier F, Blann A. Detection of Circulating Endothelial
Cells : CD146-based Magnetic Separation Enrichment or Flowcyto-
metric Assay? J of Clin Onco. 2007;25;e1-e2.
20. Woywodt A, Kirsch T, Haubitz M. Immunomagnetic isolation and FACS-
competing techniques for the enumeration of circulating endothelial
cells. Thromb Haemost. 2006;96;1-2.
21. Rustemeyer P, Wittkowski W, Greve B, dkk. Flow-cytometric Iden-
tification, Enumeration, Purification, and Expansion of CD133+ and
VEGF-R2+ Endothelial Progenitor Cells from Pheripheral Blood. J Im-
munoassay & Immunochemistry. 2007;28;13-23.
22. Fuchs S, Hermanns MI, Kirkpatrick CJ. Retention of a differentiated
endothelial phenotype by outgrowth endothelial cells isolated from hu-
man peripheral blood and expanded in long-term cultures. Cell Tissue
Res. 2006;326;79­92.
23. Kawamoto A, Gwon HC, Tkebuchava T, dkk. Intramyocardial transplan-
tation of autologous endothelial progenitor cells for therapeutic neo-
vascularization of myocardial ischemia. Circulation. 2003;107;461-
8.
24. Assmus B, Schachinger V, Teupe C, dkk. Transplantation of Progeni-
tor Cells and Regeneration Enhancement in Acute Myocardial Infarc-
tion (TOPCARE-AMI). Circulation. 2002;106;3009­17.
25. Hur J, Yoon CH, Kim HS, dkk. Characterization of two types of endo-
thelial progenitor cells and their different contributions to neovasculo-
genesis. Arterioscler Thromb Vasc Biol. 2004;24;288-93.
26. Aoki M, Yasutake M, Murohara T. Derivation of Functional Endothelial
Progenitor Cells from Human Umbilical Cord Blood Mononuclear Cells
Isolated by a Novel Cell Filtration Device. Stem Cell. 2004;22;994-
1002.
27. Kalka C, Masuda H, Takahashi T, dkk. Transplantation of ex vivo ex-
panded endothelial progenitor cells for therapeutic neovasculariza-
tion. PNAS. 2000;97;3422-7.
28. Holgado NL, Alberca M, Guijo FS, dkk. Short-term endothelial progeni-
tor cell colonies are composed of monocytes and do not acquire en-
dothelial markers. Cytotherapy. 2007;9;14- 22.
29. Yoon CH, Hur J, Park KW, dkk. Synergistic Neovascularization by
Mixed Transplantation of early Endothelial Progenitor Cells and Late
Outgrowth Endothelial Cells: The Role of Angiogenic Cytokines and
Matrix Metalloproteinases. Circulation. 2005;112;1618-27.
30. Timmermans F, Hauwermeiren FV, Smedt MD, dkk. Endothelial Out-
growth Cells Are Not Derived From CD133+ Cells or CD45+ He-
matopoietic Precursors. Arterioscler. Thromb. Vasc. Biol. 2007;
10.1161/ATVBAHA.107.144972.
31. Gehling UM, Ergušn SL, Schumacher U, dkk. In vitro differentiation
of endothelial cells from AC133-positive progenitor cells. Blood.
2000;95;3106-12.
32. Delorme B, Basire A, Gentile C, dkk. Presence of endothelial pro-
genitor cells, distinct from mature endothelial cells, within human
CD146+ blood cells. Thromb Haemost. 2005;94:1270-9.
33. Lenk K, Adams V, Lurz P, dkk. Therapeutical potential of blood-derived
progenitor cells in patients with peripheral arterial occlusive disease
and critical limb ischemia. European heart. 2005;26;1903-9.
34. Sharpe EE, Teleron AA, Li B, dkk. The origin and in vivo significance of
Murine and Human culture expanded endothelial progenitor cells. Am
J. Path. 2006;168;1710-21.
35. Smadja DM, Che IB, Emmerich J, dkk. PAR-1 activation has differ-
ent effects on the angiogenic activity of endothelial progenitor cells
derived from human adult and cord blood. J Thromb Haemost.
2006;4;2051­8.
36. Murasawa S, Llevadot J, Silver M, dkk. Constitutive human telomerase
reverse transcriptase expression enhances regenerative properties
of endothelial progenitor cells. Circulation. 2002;106;1133-9.