Pengendalian Infeksi Nosokomial
di RSUD Dr. Soetomo,
Surabaya
Djoko Roeshadi, Alit Wlnarti
Panitia Medik Pengendalian Infeksi RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia
Prevention of nosocomial infection is primarily a matter of monitoring and improving
human practice, not killing germs more completely or buying better equipment and
supplies. (Haley)
PENDAHULUAN
Infeksi nosokomial sangat merugikan baik penderita mau-
pun rumah sakit. Secara definisi, infeksi nosokomial adalah
infeksi yang didapat karena penderita dirawat atau pernah di-
rawat di rumah sakit.
Dari data yang didapat dari surveilan WHO nyatalah bahwa
angka kejadiannya cukup tinggi : 5% tahun atau 9 juta orang dari
190 juta yang dirawat; angka kematiannya cukup tinggi : 1 juta/
tahun; dan juga merupakan pemborosan yang besar.
Program pengendalian infeksi nosokomial di RSUD Dr.
Soetomo dimulai Januari 1986; surveilan dilakukan baik oleh
dokter untuk luka operasi bersih, maupun oleh perawat untuk
semua jenis infeksi nosokomial.
KRONOLOGI
Program ini dimulai tahun 1985; selama ± 1 tahun oleh ang-
gota panitia hanya dilakukan penelaahan kepustakaan dengan
tujuan untuk memperoleh kesatuan pendapat tentang infeksi
nosokomial. Pada periode ini telah berhasil disusun standar, baik
standar pelaksanaan perasat perawatan, standar diagnosis, stan-
dar surveilan maupun standar organisasi. Standar ini dapat ter-
laksana pembuatannya setelah melalui miniseminar yang diha-
diri oleh semua wakil-wakil UPF sehingga dicapai kesepakatan.
Pada tahun itu juga telah dilakukan surveilan untuk memper-
oleh angka dasar kejadian infeksi luka operasi bersih di lingkup
UPF Bedah dan UPF Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Pada
tahun-tahun berikutnya telah dilakukan continuous surveillance
yang dilaksanakan baik oleh peserta PPDS I maupun perawat
khusus dari 5 UPF besar ditambah dengan UPF Saraf yang telah
dilatih secara khusus. Untuk pelaksanaan program, dibentuk juga
organisasi Dalin (Gambar 1).
Gambar 1. Bentuk Organisasi Panitla Pengendalian Infeksi Nosokomial
RSUD
Dr.
Soetomo.
MATERI DAN CARA
Surveilan infeksi luk operasi dilakukan UPF Bedah yang
dilaksanakan tileh semua peserta PPDS I; jenis surveilan adalah
continuous observation terhadap semua kasus bedah. Surveilan
untuk keseluruhan jenis infeksi nosokomial dilakukan oleh pe-
Cermin Dunia Kedokteran No. 82, 1993 13