HASIL PENELITIAN
Kadar Lemak Darah
pada Pekerja Bergilir di Suatu Instalasi
Pengeksporan Minyak dan Gas Bumi
Sudjoko Kuswadji
Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia
ABSTRAK
Sejumlah 323 rekam medis pemeriksaan kesehatan berkala pekerja sebuah instalasi
pengeksporan minyak dan gas bumi dari tahun 1991 sampai 1993 diteliti. Pekerja yang
berusia kurang dari 35 tahun diperiksa sekali dalam 3 tahun, yang berusia antara 3545
tahun diperiksa sekali dalam dua tahun dan yang berusia 45 tahun ke atas diperiksa sekali
dalam setahun. Tujuannya ialah untuk menemukan suatu hipotesis tentang faktor tingginya
kadar lemak darah pada pekerja bergilir (shift). Semua pekerja adalah laki-laki, berusia
antara 25 sampai 54 tahun. Rata-rata usia mereka adalah 40.36 (SD = 4.62). Masa kerja
mereka di perusahaan ini berkisar antara 1 sampai 20 tahun, dengan rata-rata inasa kerja
13.71 tahun (SD = 3.76). Sesuai dengan sifat pekerjaannya 143 pekeija (44.3%) bekerja
bergilir siang dan malam (shift), sedangkan sisanya 180 orang (55.7%) hanya bekerja pada
siang hari saja. Sebanyak 5 orang (1.5%) mengaku bujang (belum menikah atau duda),
sedangkan sisanya mengaku berstatus menikah (98.5%). Menurut struktur kepangkatan-
nya 16 pekerja (5%) adalah senior staff, 71 orang (22%) adalah junior staff dan 236
orang (73.1%) adalah non staff
Kadar kolesterol rata-rata seluruh pekerja (N = 323) didapatkan 207.47 mg/dl (SD =
43.96), kadar trigliserida ditemukan 155.87 mg/dI (SD = 77.03), kadar HDL ditemukan
32.55 mg/dl (SD = 9.35), kadar LDL ditemukan 143.86 mg/dl (SD = 41.63). ratio ko-
lesterol/HDL rata-rata didapatkan 6.85 (SD = 2.40), ratio LDL/HDL rata-rata didapatkan
4.79 (SD = 2.04). Rata-rata kadar kolesterol pekerja siang hari (209.14 mg/dl) tidak
banyak berbeda dengan rata-rata kadar kolesterol pekerja bergilir (205.37 mg/dI). Kadar
trigliserida pekerja siang hari (158.40 mg/dl) dan pekerja bergilir (152.68 mg/dl).
Penemuan ini mendukung beberapa penelitian sebelumnya. Kadar HDL pada pekerja
siang hari (34.01 mg/dl) ternyatajauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja malam
hari (30.71 mg/dl). (p = 0.0018).
Kadar HDL pekerja bergilir di instalasi pengeksporan minyak dan gas bumi jauh
lebih rendah dibandingkan dengan rekannya yang bekerja pada siang hari. Ada
kemungkinan hal ini disebabkan oleh kebiasaan makan yang keliru, kurangnya gerakan,
kebiasaan merokok dan sifat jadwal kerja bergilir. Penelitian lebih lanjut dengan
melakukan perubahan sistem kerja, perubahan diet, mengurangi rokok, menggiatkan
olahraga mungkin diperlukan untuk memperbaiki keadaan ini.
Kata kunci: kolesterol, shift, industri minyak
Cermin Dunia Kedokteran No. 102, 1995 19
PENDAHULUAN
Penyakit jantung koroner telah menjadi pembunuh utama
beberapa bangsa di dunia. Dari sekian banyak faktor risiko, ka-
dar kolesterol yang tinggi merupakan faktor utama. Semakin
tinggi kadar kolesterol darah, semakin tinggi risiko untuk men-
derita penyakit jantung vaskuler dan kemungkinan untuk me-
ninggal akibat penyakit itu. Risiko itu dapat diturunkan dengan
jalan menurunkan kadar kolesterol. Kolesterol dalam tubuh ter-
bungkus oleh apoprotein agar dapat diangkut ke dalam sirkulasi,
membentuk lipoprotein. Lipoprotein dapat mengangkut kolesterol
dan trigliserida. Sebagian lipoprotein disebut low density lipo-
protein (LDL). LDL ini kaya akan kolesterol. Yang lain disebut
dengan high density lipoprotein (HDL). HDL ini sebagian besar
terdiri atas protein saja. LDL sering disebut dengan kolesterol
buruk, sementara HDL disebut dengan kolesterol baik.
Beberapa penelitian belakangan ini menunjukkan, bahwa
banyak kenaikan penyakit jantung koroner pada pekerja bergilir.
Beberapa penelitian tadi ada yang menyebutkan tentang adanya
gangguan lipoprotein padapekerjabergilir, namun sayang jarang
yang mengaitkannya dengan diet mereka. Pada penelitian 12
orang pekerja bergilir dan 13 orang pekerja siang hari selama
enam bulan, ditemukan bahwa kadar kolesterol total dan trigli-
serida tidak berubah secara bermakna. Ratio antara lipoprotein
apoB dan apoA-1 naik 18% pada pekerja bergilir,sementara pada
pekerja siang hari hanya naik 5%. Perubahan ratio tadi berkaitan
dengan perubahan diet tinggi serat di kalangan mereka
(1)
.
Kolesterol bersama-sama dengan beberapa faktor risiko
penyakit jantung koroner lainnya, seperti merokok, tekanan
darah tinggi, inaktivitas, kegemukan dan diabetes merupakan
beberapa faktor yang masih mungkmn diubah. Ada beberapa
faktor lain yang tidak mungkin diubah, seperti usia, jenis kela-
min dan riwayat keluarga. Meskipun upaya menurunkan kadar
kolesterol hanyalah sebagian kecil dan upaya mengurangi
angka morbiditas penyakit jantung koroner, faktor pekerjaan
dalam upaya itu belum pernah diperhitungkan.
Penelitian berikut ini mencoba mengaitkan profil lemak
yang diperiksa (kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL)
dengan pekerjaan regu bergilir. Penelitian ini diharapkan dapat
mengenal faktor penyulit pada regu bergilir dalam upaya pe-
nurunan kadar kolesterol.
BAHAN DAN CARA
Bahan penelitian ialah hasil pemeriksaan kesehatan
berkala semua pekerja yang bekerja di suatu instalasi
pengeksporan minyak dan gas bumi selama tahun 19911993
(cross sectional, population based). Pekerja yang berusia
kurang dari 35 tahun diperiksa sekali dalam 3 tahun, yang
berusia antara 3545 tahun diperiksa sekali dalam dua tahun
dan yang berusia 45 tahun ke atas diperiksa sekali dalam
setahun. Dari sejumlah 358 buah rekam medis pemeriksaan
berkala, terpilih 323 rekam medis (90.22%). Sejumlah 35
rekam medis yang tidak lengkap dikeluarkan dari penelitian.
Rekam medis ini mencatat identifikasi (nama, pekerjaan,
dçpartemen), usia, masa kerja, jadual (shift), beban kerja (pe-
kerja fisik ringan, sedang dan berat), pangkat (non staff, junior
staff senior staff), antropometrik (tinggi badan, berat badan),
faktor risiko penyakit jantung koroner (riwayat, diabetes, mero-
kok, olahraga), profit lemak darah (kolesterol, triglisenida,
HDL, LDL, ratio kolesterol/HDL, ratio LDL/HDL), gula darah,
asam urat darah, profil fungsi hati (GGT, AST, ALT), tekanan
darah (sistolik, diastolik), fungsi paru (FVC, FEVI, ratio FEVI/
FVC, PEFR) dan beberapa data pemeriksaan lainnya. Pada
penelitian ini hanya digunakan data profil lemak darah.
Identifikasi, jadwal kerja, faktor risiko penyakit jantung
koroner ditanyakan dalam bentuk kuesioner. Usia, masa kerja,
indeks berat badan, LDL, ratio kolesterol/HDL, ratio LDL/HDL
dan ratio FEVI/FVC dihitung dengan rumus pada program
komputer Lotus 201. Usia dan masa kerja dihitung secara teliti
sampai berapa hari pada saat tanggal pemeriksaan. Data dalam
hari kemudian dibagi 365 agar menjadi tahun. Data tanggal lahir
dan tanggal mulai bekerja diperoleh dari bagian personalia
perusahaan. Indeks berat badan dihitung dengan rumus berat
badan dalam kg/tinggi badan dalam meter pangkat dua. LDL di-
hitung dengan rumus total kolesterol (HDL + trigliserida/5).
Pengukuran berat badan dilakukan dengan baju kerja
sehari-hari tanpa sepatu, tanpa helm dan tanpa kopel rim. Alat
yang dipakai ialah timbangan badan elektronik Krupp yang
teliti sampai 0.5 kilogram. Pengukuran tinggi badan dilakukan
dengan mistar logam yang teliti sampai 1 sentimeter.
Pemeriksaan lemak darah, gula darah, asam urat, fungsi hati
dilakukan dengan memeriksa serum pekerja pada alat Reflotron
yang dikalibrasi sekali sehari pada pagi hari. Serum diambil
dari vena kubiti dalam keadaan puasa sejak pukul 22 malam
sebelumnya. Tekanan darah diukur dengan sfigmomanometen
air raksa, pada lengan kiri, posisi duduk, yang dilakukan pada
akhir pemeniksaan Rontgen, EKG, spirometri dari laborato-
rium. Tekanan diastolik ditetapkan pada bunyi Korotkoffke 4.
Fungsi panu diperiksa dengan alat Vitalograph yang dikalibrasi
sekali sehari pada pagi hari.
Semua data kemudian dimasukkan dalam komputer dalam
format Lotus 201. Data ini kemudian dikonversikan dalam for-
mat Epi Info 5 dan format PC SAS. Deskripsi statistik di
lakukan dengan membandingkan rata-rata variabel numerik,
secara keseluruhan, pada pekerja siang hari dan pada pekerja
bergilir. Selain itu dilakukan pula pengelompokan faktor risiko
kolesterol, triglisenida, HDL, LDL, ratio kolesterol/HDL dan
ratio LDL/HDL. Faktor risiko ini kemudian ditabulasi silang
dengan jadual kerja bergilir (shift).
HASIL
Karakteristik Populasi
Semua hasil pemeriksaan kesehatan berkala sejak 1991
sampai dengan 1993 berasal dari 323 (N) pekerja laki-laki, oleh
karena di lokasi pengolahan minyak dan gas bumi ini tidak di-
perkenankan adanya pekerja wanita. Mereka berusia antara 25
sampai 54 tahun. Rata-rata usia mereka adalah 40,36 tahun
(SD = 4.62). Masa kerja mereka di perusahaan ini berkisar
antara 1 sampai 20 tahun, dengan rata-rata masa keija 13.71
tahun (SD = 3.76).
Karyawan bekerja di beberapa bagian: produksi 56 orang
(17.3%), pemeliharaan 104 orang (32.2%), pemadam api 55
orang (17.0%), keamanan 23 orang (7.1%), pengapalan 25 orang
(7.7%), administrasi 15 orang (4.6%), gudang 25 orang (7.7%),
bangunan 6 orang (1.9%), rekayasa 8 orang (2.5%) dan tele-
komunikasi 6 orang (1.9%). Sesuai dengan sifat pekerjaannya
143 pekerja (44.3%) bekerja bergilir siang dan malam (shift),
sedangkan sisanya 180 orang (55.7%) hanya bekerja pada siang
hari saja.Jadwal bergilir pekerja pada umumnya adalah 1 minggu
siang, I minggu malam dan I minggu libur. Selama bekerja
mereka tinggal di tempat terpencil di lokasi industri dan makan
di kantin perusahaan. Mereka dinas siang selama 12 jam, dan
dinas malam selama 12 jam juga. Selama 1 minggu pekerja
pulang ke rumah tinggal dan makan bersama keluarga mereka.
Sebanyak 5 orang (1.5%) mengaku bujang (belum menikah
atau duda), sedangkan sisanya mengaku berstatus menikah
(98.5%). Menurut struktur kepangkatannya 16 pekerja (5%)
adalah senior staff, 71 orang (22%) adalah junior staff dan 236
orang (73.1%) adalah non staff.
Lemak Darah
Kadar kolesterol rata-rata seluruh pekerja (ii = 323) dida-
patkan 207.47 mg/dl (SD = 43.96), kadar trigliserida ditemukan
155.87 mg/dI (SD = 77.03), kadar HDL ditemukan 32.55 mg/dl
(SD = 9.35), kadar LDL ditemukan 143.86 mg/dl (SD = 41.63),
ratio kolesterol/HDL rata-rata didapatkan 6.85 (SD = 2.40), ratio
LDL/HDL rata-rata didapatkan 4.79 (SD = 2.04).
Menurut jadual kerjanya siang hari dan regu bergilir
kadar kolesterol, triglisenida, HDL, LDL, ratio kolesterol/HDL
dan ratio LDL/HDL dapat dilihat di tabel 1.
Tabel 1. Rata-rata Kadar Kolesterol, Trigliserida, H1)L, LDL, Ratio
Kolesterol/HDL, Ratio LDLIHDL Kelompok Regu Siang Hari
dan
Regu
Bergilir
Kelompok Terendah
Tertinggi
Rata-rata
SD
Siang hari (N = 180)
Kolesterol
Trigliserida
HDL
LDL
Kolesterol/HDL
LDL/HDL
Bergilir (N = 143)
Kolesterol
Trigliserida
HDL
LDL
Kolesterol/HDL
LDL/HDL
103
70
10
23.3
2.64
0.77
115
70
10
61.80
2.27
0.86
391
600
56
342.3
19.80
16.91
338
533
80.9
269.90
13.57
10.83
209.14 a)
158.40 b)
34.01 c)***
134.64 d)
6.56 e)**
4.55 f)
205.37
152.68
30.71
144.12
7.19
5.08
43.53
77.87
8.90
41.84
2.34
2.03
44.55
76.09
9.59
41.50
2.42
2.00
Keterangan:
a) Cochran p = 0.4462;
b) Cochran p = 0,5078;
c) Cochran p = 0.0018;***
d) Cochran p = 0.9191;
e) Cochran p = 0.0197; **
f) Cochran p = 0.0207.
Klasifikasi kadar kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, ratio
ko1esteroI/HDL dan ratio LDL/HDL dapat dilihat pada tabel 2,
3, 4, 5, 6, 7.
Tabel 2. Kadar Kolesterol pada Pekerja Siang dan Pekerja Bergilir
Kadar Kolesterol
Pekerja siang Pekerja bergilir Jumlah
< 200 mg/dl (diharapkan)
200240 mg/dl (perbatasan)
> 240 mg/dl (tak diharapkan)
74
72
34
7!
47
25
145
119
59
Jumlah 180
143
323
Keterangan :
Chi square = 2.48; df = 2; p = 0.28.
Tabel 3. Kadar Trigliserida pada Pekerja Siang dan Pekerja Bergilir
Kadar Trigliserida
Pekerja siang Pekerja bergilir Jumlah
< 200 mg/dl (diharapkan)
200240 mg/dl (perbatasan)
> 400 mg/dl (tak diharapkan)
148
28
4
118
22
3
266
50
7
Jumlah 180
143
323
Keterangan :
Chi square = 0,01; df = 2; p = 0.99.
Tabel 4. Kadar HDL pada Pekerja Siang dan Pekerja Bergilir
Kadar HDL
Pekerja siang Pekerja bergilir Jumlah
< 45 mg/dl (diharapkan)
3545 mg/dl (perbatasan)
> 35 mg/dl (tak diharapkan)
25
50
105
6***
32
105
31
82
210
Jumlah 180
143
323
Keterangan :
Chi square = 11.51; df = 2; p = 0.0031.
Tabel 5. Kadar LDL pada Pekerja Siang dan Pekerja Bergilir
Kadar LDL
Pekerja siang Pekerja bergilir Jumlah
< 130 mg/dl (diharapkan)
130160 mg/dl (perbatasan)
> 160 mg/dl (tak diharapkan)
57
66
57
58
38
47
115
104
104
Jumlah 180
143
323
Keterangan :
Chi square = 4.33; df = 2; p = 0.11.
Tabel 6. Ratio Kolesterol/HDL pada Pekerja Siang dan Pekerja Bergilir
Kadar Kolestero/HDL
Pekerja siang Pekerja bergilir Jumlah
< 4.5 mg/dl (diharapkan)
4.55.5
(perbatasan)
>
5.5
(tak
diharapkan)
23
39
118
15
22
106
38
61
224
Jumlah 180
143
323
Keterangan :
Chi square = 2.86; df = 2; p = 0.23.
Tabel 7. Ratio LDL/HDL pada Pekerja Siang dan Pekcrja Bergilir
Kadar Kolestero/HDL
Pekerja siang Pekerja bergilir Jumlah
< 3 mg/dl (diharapkan)
35
(perbatasan)
>
5
(tak
diharapkan)
34
86
60
17
65
61
51
151
121
Jumlah 180
143
323
Keterangan :
Chi square = 4.42: df = 2; p = 0.10.
Cermin Dunia Kedokteran No. 102, 1995 21
DISKUSI
Peranan HDL
Kolesterol adalah bahan pembangun sel tubuh manusia.
LDL yang mengangkut kolesterol melekat sendiri pada per-
mukaan set yang selanjutnya masuk ke dalamnya. Jika terlalu
banyak LDL dalam darah, bila sel hati (reseptor LDL) tak
mampu menerima LDL dan bila terlalu sedikit reseptor dalam
hati, tubuh akan mengalami kejenuhan kolesterol dan LDL.
Kolestenil lalu akan mengendap dalam dinding pembuluh
darah. HDL selanjutnya akan mengikis penimbunan kolesterol
itu. HDL akan melindungi tubuh terhadap aterosklerosis
(2)
.
Kolesterol tinggi disebabkan oleh faktor genetik dan peri-
laku atau keduanya. Gen tubuh dapat menciptakan set yang tidak
mampu mengeluarkan LDL dari tubuh secara efisien. Merokok,
banyak makan lemak dan inaktivitas dapat juga menyebabkan
tingginya kolesterol.
Cara yang paling mudah untuk mengenal bahaya ini ialah
dengan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala.
Di antara beberapa parameter pemeriksaan (kolesterol, tniglise-
rida, HDL, LDL, ratio kolesterol/HDL dan ratio LDL/HDL
(3)
.
HDL merupakan parameter yang terpenting. Beberapa peneliti-
an menunjukkan, bahwa meskipun kadar kolesterol normal,
risiko diserang penyakit jantung koroner akan masih ada jika
kadar HDLnya rendah.
Profil Semua Pekerja
Kadar kolesterol rata-rata seturuh pekerja (N = 323) di-
dapatkan 207.47 mg/dl (SD = 43.96), kadar triglisenida ditemu-
kan 155.87 mg/dl (SD =77.03), kadar HDL ditemukan 32.55 mg/
dl (SD =9.35), kadar LDL ditemukan 143.86 mg/dl (SD =41.63),
ratio kolesterol HDL rata-rata didapatkan 6.85 (SD = 2.40), ratio
LDL/HDL rata-rata didapatkan 4.79 (SD = 2.04). Hasil pe-
meriksaan umum ini menunjukkan bahwa profit lemak darah
pekerja di perusahaari ini tidak sesuai dengan harapan. Hampir
semua pemeriksaan mempertihatkan kadar yang tidak memuas-
kan (Tabel 8).
Tabel 8. Penafsiran Hasil Pemeriksaan Beberapa Unsur Lemak Darah
(Dalam mg/dl)
Pemeriksaan Sebaiknya Perbatasan Kurang
Baik
Kolesterol total
Trigliserida
HDL
LDL
Kolesterol/HDL
LDL/HDL
< 200
> 45
< 200
< 130
< 4.5
< 3
200 240
35 45
200 400
130 160
4.5 5,5
3 5
> 240
< 35
> 400
> 160
> 5.5
> 5
Beberapa pekerja diketahui mengidap hiperlipidemia
kongenital dengan serum yang keruh dan kadar kolesterol atau
trigliserida yang tinggi. Faktor sangat menonjol yang menjadi
penyebab tingginya profit tadi ada pada kebiasaan makan.
Makanan yang disediakan oleb perusahaan jasa boga banyak
mengandung lemak jenuh; tradisi makanan ini merupakan wa-
risan dari para tenaga asing yang pernah bekerja di sana. Ke-
biasaan makan ini tidak mudah diubah.
Pekerja Bergilir
Pekerja regu bergilir mengalami ancaman beberapa ganggu-an
kesehatan, antara lain kesulitan tidur, gangguan saturan pen-
cernaan, gangguan emosi, cenderung merokok dan minum mi-
numan keras/alkohol, dan gangguan sosial seperti perceraian.
Beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa pekerja ber-
gilir yang menderita diabetes juga akan mengalami kesulitan
dalam mengendalikan kadar gula darahnya(6). Hal ini menunjuk-
kan bahwa pekerja bergitir diperkirakan akan mengalami
gangguan metabotisme, seperti temak, protein dan karbohidrat.
Pada penetitian ini ditemukan rata-rata kadar kolesterol
pekerja siang hari (209.14 mg/dt) tidak banyak berbeda dengan
rata-rata kadar kolesterol pekerja bergilir (205.37 mgl/dl). De-
mikian juga dengan kadar trigliserida pekerja siang hari
(158.40 mg/dl) dan pekerja bergilir (152.68 mg/dl). Keadaan
ini mendukung beberapa penelitian sebelumnya.
Kadar HDL pada pekerja siang hari (34.01 mg/dl) ternyata
jauh tebih tinggi dibandingkan dengan pekerja malam hari
(30.71 mg/dl). (p =0.0018). Perbedaan ini tentu saja menimbul-
kan banyak pertanyaan. HDL dapat dipengaruhi oleh beberapa
hal seperti tercantum dalam Tabel 9.
Tabel 9. Beberapa Hal yang Mempengaruhi Kadar HDL Darah
Kelompok Pengaruh
Menaikkan
Menurunkan
Genetik
Lingkungan
Perilaku
Obat
Tanpa diabetes Wanita
45 tahun
?
Tidak merokok
Olahraga aerobik
Berat badan normal
Anti hiperlipidemia
Diabetes
Pria 45 tahun
Wanita menopause
Penyakit Tangier
(7)
?
Merokok
Inaktivitas
Kegemukan
Antihipertensi
Untuk menyingkirkan beberapa faktor tadi di luar faktor
bergilir dilihat distribusi frekuensi penderita diabetes, perokok,
kebiasaan olahraga dan indeks berat badan pada kelompok ber-
gilir dan siang hari (Tabel 10). Dari tabel itu tampak jelas bahwa
penderita diabetes, hipertensi, perokok, non olahragawan dan
obesitas terbagi sama rata. (p > 0.01). Dengan perkataan lain
rendahnya kadar HDL pada pekerja bergilir benar-benar semata-
mata disebabkan oleh sifat pekerjaan bergilir.
Tabel 10. Distribusi Penderita Diabetes, Hipertensi, Perokok, Non Olah-
ragawan dan Obesitas pada Pekerja Siang dan Bergilir
Jadwal pekerja Diabetes Hipertensi Perokok Non Olahraga Obesitas
Siang
Bergilir
8
9 a)
3
1 b)
78
67 c)
155
122 d)
68
65 e)
Jumlah 17
4
145
277
133
Keterangan :
a) p = 0.62; b) p =0.63; c) p = 0.60; d) p = 0.96; e) p = 0.20
Satu-satunya upaya untuk mengetahui penyebah rendahnya
kadar HDL pada pekerja bergilir ini ialah dengan meneliti ma-
kanan yang disediakan untuk mereka. Pekerja bergilir memang
diberi jatah makan tengah malam; mereka sering memesan
makanan tertentu yang tidak sesuai dengan menu, seperti steak,
telur mata sapi dan lain-lain. Makanan itu umumnya banyak
mengandung kolesterol.
Cermin Dunia Kedokteran No. 102, 1995
22
Kebiasaan berolahraga sukar ditanamkan pada pekerja ber-
gilir, sebab waktu mereka sangat terbatas. Jam kerja yang 12 jam
sehari (perkecualian dari Menteri Tenaga Kerja) ternyata sangat
melelahkan. Pekerjaan bergilir pada umumnya dilakukan oleh
operator, pemadam api dan petugas keamanan. Pekerjaan mereka
tidak banyak memerlukan kegiatan fisik, sehingga tidak me-
rangsang timbulnya HDL. Pekerjaan di tempat terpencil pada
malam hari juga akan merangsang pekerja untuk merokok.
Kebiasaan ini juga menambah berkurangnya kadar HDL.
Penelitian lebih lanjut mengenai hubungan pekerja shift
dengan rendahnya kadar HDL perlu dilakukan. Masalah efek-
tivitas biaya perlu dipertimbangkan, mengingat mengubah
perilaku seseorang bukan masalah yang gampang
(8)
.
KESIMPULAN
Kadar HDL pekerja bergilir di instalasi pengeksporan mi-
nyak dan gas bumi jauh Iebih rendah dibandingkan dengan
rekannya yang bekerja pada siang hari. Ada kemungkinan hal
ini disebabkan oleh kebiasaan makan yang keliru, kurangnya
gerakan, kebiasaan merokok dan sifat jadual kerja bergilir. Pe-
nelitian Iebih lanjut dengan melakukan perubahan sistem kerja,
perubahan diet, mengurangi rokok, menggiatkan olahraga
mungkin diperlukan untuk memperbaiki keadaan ini.
KEPUSTAKAAN
1. Knutson A, Andersson H, Berglund U. Serum lipoprotein in day and shift
workers: a prospective study. BJIM 1990; 47: 1324.
2. Rader DJ et at. Very tow high density lipoprotein without coronary athero-
sclerosis. Lancet 1993; 342: 145557.
3. Byrne KP. Understanding and Managing Cholesterol. Human Kinetics
Books. 1991. 245.
4. National Cholesterol Educational Program. Report of the expert panel on
detection, evaluation and treatment of high blood cholesterol in adults.
Bethesda, MD: National Institutes of Health; 1988. NIH Publ No. 88-2925.
5. ----, Cholesterol. Medical Essay, Supplement to Mayo Clinic Health
Letter, June 1993. 18.
6. Koh D, Koh K, Tan YT, Jeyaratnam J. Diabetes mellitus and fitness for
employment. J Occup Med Singapore. (July) 1993; 5(2): 8793.
7. Durrington PN. How HDL protects against atheroma. Lancet (Nov.) 1993:
342: 1315-16.
8. Wilson MG, Edmunson J, DeJoy DM. Cost effectiveness of worksite choles-
terol screening and intervention programs. Occup Med 1992; 34(6): 64249.
Kalender Kegiatan llmiah
20 21 September 1995 INTERNASIONAL SYMPOSIUM
BIOCHEMISTRY AND MOLECULAR BIOLOGY AP-
PROACHES ON AGEING
Bandung
Jayakarta Suite Hotel, Bandung, INDONESIA
Secr. : Dept. Of Biochemistry
Medical Faculty, University of Padjajaran
JI. Ir. H. Juanda 248
Bandung 40135, INDONESIA
Tel. : (62-22) 2501953
Fax : (62-22) 2504642, 231130
15 17 November 1995 KONGRES NASIONAL I dan PERTEMUAN IL-
MIAH II IKATAN DOKTER KESEHATAN KERJA
INDONESIA
World Trade Center, Surabaya, INDONESIA
Sekr. : JI. Cikini 16 FK Unair
Jakarta 10320 Gedung BMS Lt. 3
Tel. : (021) 3153115 JI. Prof. Dr. Moetopo 47
Fax : (021) 3102913 Surabaya
Tel. : (031) 40251 pes. 52
Fax : (031) 522472
Cermin Dunia Kedokteran No. 102, 1995 23