background image
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Efek Farmakologi dan Fitokimia
Komponen Penyusun Jamu Keputihan
Dian Sundari, M. Wien Winarno
Pusat Penelitian dan Pen gembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, Jakarta
PENDAHULUAN
Keputihan yaitu keluarnya cairan atau lendir putih keku-
ningan pada permukaan vulva. Penyakit ini menyebabkan ke-
luhan yang sering dijumpai pada wanita, yaitu rasa gatal, panas
dan lecet di daerah vulva vaginalis, kadang-kadang sampai
terjadi udema. Penyebab penyakit ini adalah protozoa, biasanya,
Trichomonas vaginalis; di samping itu dapat disebabkan oleh
jamur, umumnya Candida albicans; penyakit ini biasanya di-
sebut kandidiasis vaginalis
(1,2)
.
Untuk mengatasi ini secara empink di antaranya digunakan
jamu produksi yang ada di pasanan dengan bermacam-macam
nama dan cukup dikenal masyanakat. Jamu-jamu demikian
digunakan untuk mengobati keputihan, mencegah dan meng-
obati keluannya lendir, mengurangi rasa lesu dan merawat ke-
sehatan rahim.
Dalam Pedoman Rasionalisasi Komposisi Obat Tradisional
disebutkan simplisia penyusun jamu keputihan mempunyai
kegunaan sebagai : antiseptik, penenang, anti kembung dan
simplisia yang mengandung aroma
(3)
.
Langkah-Iangkah dan Ditjen Pemeriksaan Obat dan Ma-
kanan, Depkes RI. khususnya Direktorat Pengawasan Obat
Tradisional dalam menangani obat tradisional, salah satunya
adalah menjamin keamanan dan kebenaran khasiat obat tra-
disiona1
(4)
tetapi informasi mengenai keamanan dan kebenaran
khasiat masih langka.
Untuk mengetahui keamanan dan kebenaran khasiat jamu
keputihan, telah dilakukan pemeriksaan kerasionalan komposisi
jamu tersebut dan beberapa pabrik jamu yang beredar di Jakarta.
Makalah ini mencoba membahas kebenaran kegunaan kom-
posisi jamu untuk keputihan seperti yang tertera dalam etiket
melalui pendekatan efek farmakologi eksperimen dan mempe-
lajari bahan yang dikandung simplisianya. Perlu diingat bahwa
caram pendekatan ini masih mempunyai kekurangan-kekurang-
an; untuk itu saran dan kritik sebagai masukan akan diterima.
Selain itu sampel yang diambil merupakan sebagian saja dari
jamu yang beredar.
ABSTRAK
Keputihan merup penyakit yang sering dijumpai pada wanita. Penggunaan jamu
untuk mengobati keputihan, telah lama dan sering dikenal oleh masyarakat.
Untuk mengetahui kebenaran khasiat dari jamu tersebut, telah dilakukan pendekat-
an efek farmakologi dan fitokimianya dan beberapa jamu keputihan yang beredar di
Jakarta.
Dari hasil pemeriksaan telah dikumpulkan 13 produk jamu keputihan dan 8 per-
usahaan. Bila dilihat dan komposisi tanaman yang digunakan terdapat 31 tanaman. Salah
satu tanaman yaitu; Piper betle L. terbukti dapat menghambat pertumbuhan candida
albicans (penyebab keputihan) dan sebagian tanaman lainnya mengandung minyak atsiri
yang diduga bersifat anti jamur.
Cermin Dunia Kedokteran No. 108, 1996 17
background image
BAHAN DAN CARA KERJA
Bahan yang diperiksa dan dibahas adalah sampel produk
jamu untuk keputihan yang dikeluarkan oleh pabrik-pabrik jamu
yang beredar di Jakarta.
Data diperoleh dengan mencatat komponen-komponen jamu
yang tercantum pada etiket kemudian ditelaah. Untuk melihat
keamanan khasiat ditelusuri
a) Pustaka untuk memperoleh bukti eksperimen khasiat. Pe-
nyebab keputihan adalah protozoa dan atau jamur, sehingga
untuk melihat kebenaran khasiat ditelusuri pustaka yang mene-
rangkan daya antiprotozoa atau daya antijamur simplisia atau
b) Pustaka informasi kandungan kimia komponen dan ditelu-
suri pustaka tentang khasiat kandungan kimia yang mendasari
pengobatan keputihan untuk mencari khasiat antiprotozoa atau
anti jamurnya.
Penulis membatasi penelusuran pustaka hanya yang mene-
rangkan khasiat anti jamurnya saja.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Telah dikumpulkan 13 produk jamu untuk keputihan dan 8
perusahaan jamu (Lampiran/Daftar 1). Dan 13 produk tersebut
terdapat 31 tanaman yang digunakan (Daftar 2).
Daftar 2. Tanaman-tanajnan penyusun jamu untuk keputihan
No.
Nama latin
Nama daerah
Bagian yang
digunakan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Alyxia reinwardtii BI.
Bueckea
.
frutescens L.
Boessenbergia pandurala Roxb.
Carum copticum Benth.
Centella asiatica Urban.
Conundrum sativum L.
Criptocariya massoy Kostr.
Curcumu dome.tica Vahl.
Curcuma xanthorrhiza Roxb.
Elephantopus scaber L
Ficus deltoideu L.
Foeniculum vulgare Mill.
Guazuma ulmifolia Lamk.
Helicteres isora L.
Jasminum pubescens Wilid.
Kaempferia angustifolia Rosc.
Myristica fragrans Hout.
Orthosiphon aristatus Miq.
Parameria glandulifera Benth.
Parkia roxburghii G. Don.
Piper betle L.
Piper cubeba L.
Piper retrnfractum L.
Piper nigrum L.
Plantago major L.
Pluchea indica Less
Psidium guajava L.
Punica granatum L.
Quercus lusitanica L.
Rheum. angustifolia Baill.
Stachytarpheta indica (L) Vahl.
pulosari
jungrahab
temu kunci
mungsi
pegagan
ketumbar
masoyi
kunyit
temu lawak
tapak liman
tabat barito
adas
jati belanda
kayu ules
panca suda
kunci pepet
pala
kumis kucing
kayu rapat
kedawung
sirih
kemukus
cabe jawa
merica
daun sendok
beluntas
jambu biji
delima
majakan
-
remek getih
Wit batang
daun
rimpang
buah
harba
buah
Wit batang
rimpang
rimpang
daun
daun
buah
daun
buah
daun
rimpang
biji
daun
Wit batang
biji
daun
buah
buah
buah
daun
daun
daun
Wit buah
Wit batang
buah
daun
Secara in vitro telah dicoba 3 tanaman yaitu Centella asia-
tica Urban, Pluchea indica Less dan Punica granatum L. ter-
hadap jamur Candida albicans, ternyata ketiga tanaman tidak
mengharnbat pertumbuhan Candida a1bicans
(5,6,7)
, sedang Piper
betle L. mempunyai daya hambat Candida a1bicans
(13)
,meskipun
secara in vivo masih perlu dibuktikan.
Simplisia penyusun jamu keputihan mungkin ditujukan pada
gejala keputihan yang ditimbulkan misalnya adanya rasa gatal
dan panas serta adanya radang akibat infeksi jamur. Beberapa
simplisia mengandung minyak atsiri dan curcumin (Daftar 3),
yang diduga bersifat analgetik dan anti radang. Simplisia tersebut
mungkin meringankan gejala klinis saja, sedangkan penyebab
keputihan sendiri belum diatasi.
Daftar 3. Tanaman dalam komponen jamu keputihan yang mengandung
minyak atsiri, bersifat analgetik dan anti radang
No. Nama
tanaman
Sifat
Kandungan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
Alyxia reinwardtii BI.
Baeckea
.
frutesens L
Boesenbergia pandurata Roxb.
Carum copticum Benth.
Centella asiatica Urban.
Coriandrum sativum L
Criptocarya massoy Kostrm.
Curcuma domestica Vahl.
Curcuma xanthorrhiza Roxb.
Foeniculum vulgare Mill.
Kaempferia angustifolia L.
Myristica fragrans Houl.
Piper betle L.
Piper cubeba L
Piper retrnfractum L
Piper nigrum L
Pluchea indica Less.
­
a (21)
­
b (21)
b (21)
­
­
a,b (16,21)
a,b (17,21)
­
­
a,b (18,21)
­
­
­
­
a,b (21)
minyak atsiri (14)
minyak atsiri (15)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (15)
minyak atsiri (20)
minyak atsiri,
curcumin (19)
minyak atsiri,
curcumin (19)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (20)
minyak atsiri (18)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (19)
minyak atsiri (19)
Keterangan:
a = analgesik
b = anti inflamasi
angka dalam kurung menunjukkan lileratur
Ada beberapa tanaman lain yang secara in vitro terbukti
dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans karena kan-
dungan minyak atsirinya yang berkhasiat, yaitu: Acorus calamus
(bentuk minyak atsiri)
(8)
, Sida rhombbifolia L. (bentuk ekstrak)
(9)
,
Capsicum frutescens (bentuk ekstrak)
(10)
, Allium sativum L. (ben-
tuk infus)
(11)
, Andrographis paniculata Nees. (bentuk infus)
(12)
,
Kaempferia galanga L. (bentuk ekstrak)
(22)
, Abrusprecatorius L.
(bentuk ekstrak)
(23)
, Zingiber officinale Roxb. (bentuk minyak
atsiri)
(24)
. Namun demikian simplisia-simplisia tersebut tidak
digunakan dalam ramuan produksi jamu keputihan. Hal ini
mungkin karena komponen simplisia yang tercantum pada etiket
jamu keputihan secara empiris telah dipakai dan diyakini kha-
siatnya oleh pembuatnya/pengusaha.
Salah satu kelemahan dalam tulisan ini adalah tidak dapat
menyebutkan seluruh komponen masing-masing jamu, yang
dicatat hanya simplisia yang tercantum dalam etiket. Dan 13
produk jamu keputihan, hanya 2 produk (No. 1 dan 12) yang
menyebut komposisi jamu secara lengkap, 11 produk lainnya
hanya menyebutkan dalam etiket "bahan-bahan lain sampai
100%" atau corrigent. Hal ini mungkin berkaitan dengan kera-
hasiaan, sehingga informasi keamanan dan khasiat tidak bisa
terungkap dengan lengkap.
Dalam makalah ini belum ditelaah masing-masing sim-
Cermin Dunia Kedokteran No. 108, 1996
18
background image
plisia, yang mungkin berpengaruh potensiasi atau sinergis atau
mungkin juga antagonis di antara masing-masing komposisi
jamu. Penulis juga belum menemukan penelitian anti jamur
terutama terhadap Candida albicans sebagai penyebab kepu-
tihan pada produk jamu keputihan yang beredar, sehingga perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut.
KESIMPULAN
Belum banyak dilakukan penelitian atas tanaman penyusun
jamu keputihan, terutama penelitian terhadap jamur Candida
albicans. Hanya 4 tanaman yang telah diteliti yaitu : Centella
asiatica Urban., Pluchea indica Lesss, Punica granatum L.;
ketiga tanaman tersebut tidak bersifat anti jamur Candida albi-
cans; sedangkan Piper betle L. dapat menghambat pertumbuhan
jamur Candida albicans.
KEPUSTAKAAN
1. Prawirohardjo S. Radang dan beberapa penyakit lain pada alat genitalia
wanita. Ilmu Kandungan.Yayasan Bina Pustaka Jakarta. 1992. hal. 214-
220.
2. Suprihatin SD. Candida dan candidiasis pada manusia. Fakultas Ke-
dokteran UI. 1982.
3. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Rasionalisasi Komposisi Obat Tra-
disional. 1993.
4. Departemen Kesehatan RI. Kcbijaksanaan Umum Direktorat Jenderal
Pengawasan Obat dan Makanan di Bidang Obat Tradisional. 1984.
5. Endang Adriyani. Uji khasiat sediaan daun pegagan (C. asiarica (L) Urb.)
terhadap S. aureus, E. coli dan C. albicans secara in vitro. Skripsi Fakultas
Farmasi UGM. 1987.
6. Darmawan. Uji aktivitas antibakteri dan antifungi beberapa tanarnan suku
Compositae. Sknpsi Fakultas Farmasi UGM. 1992.
7. Sri Indrarini. Gambaran antimikroba dan kulit buah delima (P. granatum
var. alba L.) terhadap C. albican.c, E. coli, S. aureu.c, B. cere' don usaha
pembuatan sediaannya. Skripsi Junisan Farmasi FMIPA Unpad. 19') I.
8. Shadab Qamar, F.M. Chaudhani. Antifungal activity of some essential oils
from local plants. Pak. J. Sci. Ind. Res. 1991 (Jan); 34(1).
9. Tyas Ekowati P. Daya hambat ekstrak buah Capsicum frutescens L.
terhadap pertumbuhan Candida albicans. Skripsi Fakultas Farmasi Unair.
1987.
10. Herni Harti. Efek antimikrobaekstrak daun sidoguri (Sida rhombifolial.)
terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans serta sknining
fitokimianya. Sknipsi Fakultas Farmasi UGM. 1992.
11. Rahayu. Pengaruh infusa umbi lapis Alliu,n sativum L. terhadap pertum
buhan Candida albicans dan Aspergilus niger. Skripsi Fakultas Farmasi
Unair. 1992.
12. Lili Hamzah. Uji daya antijamur dan infus herba sambiloto terhadap be
berapajamurpenyebab penyakit kulit. Sknipsi Jurusan Farmasi FMIPA UI.
1994.
13. Dedi Sutardi. Uji daya antimikroba supositoria vagina minyak atsiri daun
sirih (Piper betle L.) terhadap Candida albi cans. Skripsi Jurusan Farmasi
JFMIPA Unpad. 1994.
14. Departemen Kesehatan RI. Materia Medika Indonesia 1. 1977.
15. Departemen Kesehatan RI. Matena Medika Indonesia IV. 1980.
16. Eny Madyawati. Pengarub pra perlakuan seduhan rimpang kunyit (C.
domestica Vahl.) dosis tinggi terhadap daya analgetik parasetamol pada
mencit betina. Skripsi Fakultas Farmasi UGM. 1987.
17. Adi Pratisto. Pengaruh pra perlakuan nmpang temulawak (C. xanthorrhiza
Roxb.) terhadap daya analgetika parasetamol. Skripsi Fakulta.s Farmasi
UGM. 1987.
18. Umi Saptorini. Efek sedatif seduhan biji pala (M. fragrans Hour.) pada
mencit (penelitian pendahuluan). Sknipsi Fakultas Farmasi UGM. 1980.
19. Departemen Kesehatan RI. Vademekum Bahan Obat Alam. 1989.
20. Sudarman Mardisiswojo. Rajakmangunsudaro H. Cabe Puyang Wanisan
Nenek Moyang. Balai Pustaka Jakarta. 1987.
21. Puslitbang Farmasi, Badan Litbang Kes. Depkes RI. Hasil Penelitian Ta-
naman Obat di Puslitbang Farmasi 1974­1989. 1990.
22. Dien Ariani dkk. Skrining daya anti mikroba rimpang Kuempterta galanga
L. PPOT Uiiiversitas Widya Mandala Surabaya. 1994.
23. Banihang Prayogo, dkk. Aktivitas antimikroba daun Abrus precatorlus.
Warta Tumbuhan Obat Indonesia 1993; 2(2): 49.
24. Elm Yulinah. Penapisan aktivitas minyak dan ZingiberoJjicinale terhadap
bakteri dan jamur. Buku Panduan Simposium Penelitian Bahan Obat
Alami VIII dan Muktamar Perhipba VI, Bogor 24­24 Nop. 1994.
Lampiran
Daftar 1. Daftar komposisi jamu untuk keputihan yang tercantum pada
etiket
No.
Komposisi Kegunaan/khasiat
1
Curcuma domesticae rhiz. 20%
Retrofracti fructus 10%
Myristicae semen 5%
Lsorae fructus 20%
Bahan-bahan lain sampai 100%
­ untuk wanita yang menderita ke-
putihan
­ muka pucat dan Iesu
­ perut sakit
Pantangan : jangan makan makan-
an yang bersifat amis, panas dan
gorengan
2
Granati fructus cortex 5%
Carophyllum 3%
Elephantopi fol. 10%
Gallae 5%
Ingredients 100%
­ mengobati keputihan
­ mengurangi rasa lesu
­ menjadikan wajah cerah berseri
3
Panduratae rhiz.
Kaempheria angustifolia rhiz.
Criptocariae cortex
Coriandri fructus
Bahan-bahan lain
­ mengobati keputihan
4
Boesenbergiae rhiz. 20%
C. domesticae rhiz. 30%
Granati Paricaropium 20%
Elephantopi herba 20%
Corrigents 100%
­ mencegah/mengobati keputihan
­ mencegah/mengobati keluarnya
lendir
5
Foeniculi fructus 5%
Alyxiae cortec 5%
Cubebae fructus 5%
Piperis nigri f'ruct. 5%
Bahan-bahan lain sampai 100%
­ menghilangkan keputihan
­ menghilangkan bau tidak sedap
pada vagina
­ meningkatkan gairah dan vitalitas
6
Cubebae fructus 6%
Coriandri fructus 6%
Foeniculi fructus 6%
Baeckeae foL 10%
Bahan-bahan lain sampai 100%
­ mengobati keputihan
­ merawat kesehatan rahim
7
Alyx cort. 8%
Gallae 8%
Park. semen 8%
Param. cortex 4%
Centella herb. 8%
C. domesticae rhiz. 4%
Foeniculi Eruct. 8%
Coptic fruc:t. 4%
Rhei radix 4%
Stachytarph indiefol. 4%
Psidi fol. 6%
Jasmin pubes fo!. 12%
Guazum fol. 8%
Ficus delt. fol. 8%
Curcumae rhiz. 6%
­ mencegah dan mengobati kepu-
tihan, muka pucat dan badan te-
rasa malas
8
Curcumae rhiz. 10%
Granati fruct. cort. 10%
Piperis folium 10%
Boesenbergiae rhiz. 5%
Elephantopi fol. 5% '
Bahan-bahan lain sampai 100%
­ mengobati keputihan dengan ba-
nyak mengeluarkan darah putih,
terasa gatal, perut sakit. kepala
pusing dan wajah pucat.
9 Pil
hitam
:
Eleocarpiu fruct.
­ mengobati keputihan
Cermin Dunia Kedokteran No. 108, 1996 19
background image
10
11
Rhus semiliata, Eruct.
Pil coklat :
Ficus deltoidea.to!.
Granati.fructus curt.
Orthosiphonis fal.
Parameriae cortex
Bahan-bahan lain
Cubebae.fructus 4%
Parameriae cortex 4%
Centella herb. 4%
Guazumae fu!. 8%
C. domesticae rhiz. 8%
Bahan-bahan lain sampai 100%
Elephantopi fol. 20%
- merukunkan hubungan suami
Istri
- mencegah/mengobati keputihan
- memelihara kesehatan dan mem
perbaiki peredaran darah
- mengobati keputihan
12
13
Pluchea fol. 20%
Plantaginis fol. 4%
Cubebae fruct. 4%
Bahan-bahan lain sampai 100%
Elephantopi folium 20%
Centella herba 15%
Piper belle folium 15%
Gallae 80%
Curcuma damesticue rhiz. 20%
Curcunw dome.cticae rhiz. 5%
Myristicae .cenren 5%
Retrofracli fructus 20%
Isorae fructus 15%
Bahan lain sampai 100%
- merawat rahim agar jauh dari pe
nyakit
- mengobati keputihan
- mengobati rasa gatal dan ban
- muka pucat dan lesu
- mencegah keputihan
- untuk wanita penderita keputihan
- perut rasa sakit
- badan lesu dan lemas
Cermin Dunia Kedokteran No. 108, 1996
20