background image
64
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
BCTUSBL
Stem cell
telah menjadi fokus perhatian baik bagi kalangan peneliti maupun khalayak umum karena potensinya
dalam terapi berbasis sel. Mengingat isu etis yang melingkupi penggunaan
embryonic stem cell
,
adult stem cell
menjadi alternatif pilihan untuk maksud tersebut. Penggunaan
mesenchymal stem cell
dari darah tali pusat men-
jadi preferensi sebagian peneliti karena sifat plastisitasnya yang tinggi dan imunogenisitasnya yang rendah.
Dengan perlakuan yang tepat,
mesenchymal stem cell
ini dapat berkembang menjadi berbagai sel dan selanjutnya
dapat dipakai sebagai sumber transplantasi sel untuk terapi berbasis sel. Untuk bisa melangkah ke penggunaan
mesenchymal stem cell
sebagai terapi rutin pada manusia, berbagai usaha dilakukan untuk mengkultur
mesen-
chymal stem cell
dalam medium xeno-free sebagai upaya mencegah transfer patogen hewan ke manusia.
Kata Kunci : Stem cell, adult stem cell, mesenchymal stem cell, terapi berbasis sel.
Karakteristik Biologis dan Diferensiasi
Stem Cell : Fokus pada
Mesenchymal Stem Cell
Ovsvm!Bjoj-!!Cpfokbnjo!Tfujbxbo-!!Gfssz!Tboesb
Tufn!Dfmm!Ejwjtjpo-!!Tufn!Dfmm!boe!Dbodfs!Jotujuvuf-!!Lbmcf!Qibsnbdfvujdbm!Dpnqboz!Kblbsub-!!Joepoftjb
Qfoebivmvbo
Selama bertahun-tahun para peneliti mencari dan men-
coba memahami mengapa sebagian sel dan organ tu-
buh manusia mampu memperbaiki diri sedangkan sel
dan organ-organ lainnya tidak. Sekarang, pencarian itu
difokuskan ke bidang
stem cell
.
Stem cell
adalah jenis sel
khusus dengan kemampuan membentuk ulang di-rinya
dan dalam saat yang bersamaan membentuk sel yang
terspesialisasi. Meskipun kebanyakan sel dalam tubuh
seperti jantung maupun hati telah terbentuk khusus un-
tuk memenuhi fungsi tertentu,
stem cell
selalu berada
dalam keadaan tidak terdiferensiasi sampai ada sinyal
tertentu yang mengarahkannya berdiferensiasi menjadi
sel jenis tertentu. Kemampuannya untuk berproliferasi
bersamaan dengan kemampuannya berdiferensiasi men-
jadi jenis sel tertentu inilah yang membuatnya unik.
1,2
Terdapat dua kelompok utama
stem cell
menurut sum-
bernya, yaitu
embryonic stem cell
yang diisolasi dari
in-
ner cell mass embrio
, dan
adult stem cell
yang diiso-
lasi dari jaringan dewasa. Seperti telah diperkirakan
sebelumnya, dewasa ini makin banyak bukti mendukung
dugaan kehadiran
stem cell
pada organ dan jaringan,
dan bahwa sel-sel jenis ini memiliki kemampuan untuk
berkembang jauh melebihi yang dulu dibayangkan. Se-
jauh mana potensi sel ini dapat dikembangkan untuk
kepentingan terapi manusia masih belum jelas, namun
pertanyaan-pertanyaan tersebut membuka kemungkin-
an bagi pemanfaatan stem cell di masa datang.
1,2,3
Bevmu!Tufn!Dfmm
!wfstvt!
Fncszpojd!Tufn!Dfmm
Sejak berhasilnya isolasi
stem cell
dari embrio manu-
sia oleh Thomson pada 1998, prospek kegunaannya
dalam terapi sel telah menarik perhatian kalangan
peneliti maupun khalayak umum.
Stem cell
jenis ini di-
peroleh dari
inner cell mass blastocyst
. Mirip seperti
yang telah dibuktikan dengan penelitian pada tikus,
hu-
man embryonic stem cell
telah terbukti sangat primitif,
dapat berproliferasi tanpa batas, dan memiliki kemam-
puan untuk menurunkan galur semua jenis sel dewa-
sa.
4
Namun karena proses isolasinya berarti meng-
ganggu perkembangan embrio, minat para peneliti
mendapat tentangan dari para politisi dan pemerhati
masalah etika penelitian.
3,5
Lebih jauh lagi,
tumorioge-
nicity
dari
embryonic stem cell
haruslah jelas sebelum
melangkah lebih jauh ke tahap terapi.
6
Sejak itu minat penelitian terhadap
adult stem cell
mening-
kat pesat.
Adult stem cell
sebagai sumber
stem cell
dewa-
sa relatif aman dari isu etis. Di luar perdebatan mengenai
seberapa plastis dan efektif
adult stem cell
dibandingkan
dengan
embryonic stem cell
,
adult stem cell
lebih mu-
dah dijumpai di berbagai organ dan jaringan dewasa de-
ngan tingkat ekspansi yang juga tinggi, dan secara teknis
lebih mudah diisolasi dibandingkan dengan teknik isolasi
embryonic stem cell
dari
inner cell mass blastocyst
.
6,7,8
Adult stem cell
seperti semua tipe
stem cell
yang lain,
memiliki setidaknya dua karakter khusus. Yang perta-
ma, mereka mampu membuat salinan sel yang identik
Hasil Penelitian
background image
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
65
dengan dirinya sendiri untuk periode waktu yang lama.
Kedua, mampu berdiferensiasi menjadi jenis sel matur
dengan karakteristik morfologis dan fungsi tertentu.
Tidak diketahui asal muasal yang pasti dari
adult stem
cell
ini; beberapa peneliti mengajukan hipotesis bahwa
stem cell
yang dicegah untuk berdiferensiasi ini dise-
bar dan diletakkan dengan mekanisme tertentu yang
belum diketahui selama periode perkembangan fetal.
Adult stem cell
haruslah
clonogenic
, artinya harus
mampu menghasilkan sekumpulan turunan sel yang
identik secara genetik, yang kemudian berkembang
menjadi semua sel yang tepat sesuai dengan jaringan
di tempat ia berada.
1,2,7
Tidak seperti
embryonic stem cell
yang memiliki ke-
mampuan tak terbatas untuk berdiferensiasi menjadi
sel apapun dalam jaringan,
adult stem cell
meskipun
masih bersifat pluripoten diperkirakan telah berkurang
kemampuan diferensiasinya dan telah menjadi lebih
spesifik untuk berdiferensisasi menjadi sel tertentu yang
kesemuanya berkontribusi untuk regenerasi jaringan
lokal. Contohnya,
gastrointestinal crypt cells
di sistem
pencernaan,
oval cells
di dalam hati, dan
pneumocytes
tipe II di dalam paru-paru, dan berbagai
subset stem cell
di dalam sumsum tulang, darah tepi, otak, korda spina-
lis, pulpa gigi, pembuluh darah, otot rangka, epitel kulit,
kornea, retina dan pankreas.
1,7
Qmbtujtjubt!Bevmu!Tufn!Dfmm
Perkembangan lebih lanjut menunjukkan fenomena plas-
tisitas
adult stem cell
, yang berarti bahwa
adult stem cell
dari jaringan dewasa yang sudah terarah menjadi jarin-
gan tertentu, masih mampu berdiferensiasi menjadi sel
bagian dari suatu jaringan lain. Pada saat ini belum ada
istilah baku untuk menyebut fenomena ini dalam literatur
ilmiah. Maka sering disebut sebagai plastisitas, diferen-
siasi
unorthodox
, maupun transdiferensiasi.
1,7,9
Bukti keberadaan fenomena transdifferensiasi pada
adult stem cell
datang dari penelitian yang memakai
teknik
transplantasi whole bone marrow
. Pada peme-
riksaan histologis jaringan hasil transplantasi di bebe-
rapa organ resipien,dijumpai kehadiran sel donor yang
berdiferensiasi menjadi sel endotel, sel otot rangka, sel
otot jantung, sel oval di hati, hepatosit, dan sel di sys-
tem saraf pusat.
7,9
Tampaknya, dengan sinyal
micro-
environment
yang sesuai,
adult stem cell
dari sumsum
tulang mampu bertransdiferensiasi menjadi berbagai
macam sel dari organ yang berbeda-beda.
1,7,9
Ij qpuftjt!nflbojtnf!usbotejgfsfotjbtj
Semua penelitian yang menyelidiki fenomena plastisi-
tas
stem cell
umumnya menggunakan model jaringan
yang terjejas untuk menginduksi mekanisme "
homing
"
dan
diferensiasi stem cell
. Kerusakan jaringan tampak-
nya menciptakan lingkungan yang sesuai bagi peruba-
han orientasi diferensiasi ini. Tampaknya lingkungan
jaringan
extrahematopoietic
yang terbentuk setelah
apoptosis atau nekrosis (seperti keseimbangan sito-
kin maupun keadaan
matriks ekstraseluler
) memung-
kinkan engraftment yang sesuai bagi stem cell yang
sedang beredar di aliran darah. Yang tidak diketahui
adalah apakah stem cell melewati fase jaringan spe-
sifik sebelum maturasi, baik melalui transdiferensiasi
maupun fusi sel.
1,9
Ejgfsfotjbtj!mbohtvoh!ebo!ubl!mbohtvoh
Terdapat beberapa mekanisme yang masih menjadi
spekulasi untuk fenomena transdiferensiasi ini. Pada
penelitian menggunakan
stem cell
dari sumsum tulang,
salah satu dugaannya adalah bahwa ketika ditrans-
plantasikan, sebenarnya kumpulan sel ini membawa
sekelompok populasi sel yang sangat pluripotent, yang
belum terarah menjadi sel darah. Atau mereka adalah
hematopoietic stem cell yang dapat bertransdiferensia-
si. Sel yang sudah terarah telah memulai rangkaian dife-
rensiasi terminal yang diduga disebabkan oleh peruba-
han konformasi DNA. Transdiferensiasi menunjukkan
kemampuan dari sebuah sel yang sudah terarah untuk
mengubah pola ekspresi gennya menjadi sel yang betul-
betul berbeda dengan karakter asalnya, dan ini dapat
terjadi langsung maupun tak langsung. Transdiferen-
siasi tak langsung berarti
stem cell
berde-diferensiasi
diikuti proses maturasi ke jalur alternatif. Transdiferen-
siasi langsung berarti terdapat transisi langsung pada
pola ekspresi gen sel tersebut.
9,10
Yang harus diingat adalah bahwa transdiferensiasi in vivo
tidaklah harus berlangsung dalam keadaan pato-logis.
Hal ini merupakan mekanisme yang normal terjadi pada
tumbuhan dan hewan, contohnya yang terjadi pada amfi-
bi selama regenerasi tungkai. Di tahap
in vitro
,
progenitor
oligodendrosit
dapat diprogram ulang menjadi stem cell
saraf ketika dipelihara dalam kultur berkepadatan rendah
dan dalam medium yang serum-free.
11
Gvtj!tfm
Mekanisme alternatif untuk plastisitas adalah terjadinya
fusi sel antara
hematopoietic stem cell
dengan
non-he-
matopoietic stem cell
membentuk heterokarion, dengan
demikian mengubah pola ekspresi gen dari pola asli sel
sumsum tulang menjadi pola ekspresi pasangan fusinya.
Contohnya,
fusi in vitro fibroblast
dengan myoblast dike-
tahui menghasilkan ekspresi mRNA yang spesifik untuk
myocyte dengan nuklei yang spesifik untuk fibroblast.
7,9
Nftfodiznbm!Tufn!Dfmm!ej!Ebsbi!Ubmj!Qvtbu
Mesenchymal stem cell
pertama kali dikarakteristikkan
background image
66
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
maan yaitu : tumbuh di kultur sebagai sel yang melekat
dengan lama hidup tertentu, dan memiliki kemampuan
untuk berdiferensiasi menjadi
osteoblast, chondroblast
,
dan
adipocyte
dalam respon terhadap stimuli yang te-
pat.
12,13,14
Secara histologis,
mesenchymal stem cell
memiliki bentuk fusiform, fibroblast-like, dan pada fase
pertumbuhan
in vitro
awal membentuk koloni.
8
Dari identifikasi karakter imunologis, spektrum sitokin
yang luas (contohnya
fibroblast growth factor-2
[FGF-
2], FGF-4,
platelet derived growth factor-BB
[PDGF-BB],
leukemia inhibitory factor
) dan teknik isolasi (contoh :
elektromagnetik dan secara fisik) telah digunakan un-
tuk mengidentifikasi dan mengekspansi
mesenchymal
stem cells
. Dengan
flow cytometry
, sel ini menunjuk-
kan hasil negatif terhadap CD3, CD7, CD19, CD34,
CD45, CD117, CD133, dan CD135, mengindikasikan
bahwa sel kelompok ini bukanlah berasal dari sel he-
matopoetik. Sel jenis ini juga menunjukkan hasil negatif
terhadap reseptor matriks CD31 (PECAM-1), CD62L
(L-selectin), dan CD62P (P-selectin), dan negatif untuk
CD33, CD90, dan HLA-DR.
8,12,13,14
Mesenchymal stem cells
yang diperoleh dari darah
tali pusat diketahui positif untuk integrin CD29 ( 1-in-
tegrin), CD49b ( -2 integrin), CD49d ( -4 integrin),
dan CD51 ( -v integrin); positif untuk reseptor matriks
CD44 (reseptor hialuronat), CD58 (LFA-3), dan CD105
(endoglin); dan positif HLA-ABC.8,12,13 Selain itu untuk
marker mesenchymal stem cell manusia : SH-2, SH-3,
dan SH-4, sel-sel ini memberikan hasil positif kuat.
12,13
Lvmuvs!kbohlb!qbokboh!
nftfodiznbm!tufn!dfmm!jo!wjusp
Dalam kondisi kultur yang mengandung
fetal bovine
serum (FBS),
mesenchymal stem cell
dari donor muda
dapat menjalani 24-40 kali penggandaan populasi
(
population doublings
, PD)
in vitro
sedangkan potensi
proliferasi dari donor yang lebih tua terlihat lebih ren-
dah. Setelah itu,
mesenchymal stem cell
menunjukkan
penghentian pertumbuhan yang berhubungan dengan
fenomena penuaan sel. Hal ini disebabkan oleh be-
berapa faktor termasuk pemendekan telomer yang
progresif selama subkultur kontinu
in vitro
karena ti-
dak aktifnya aktivitas telomerase. Penuaan replikatif ini
dapat diatasi dengan memaksa ekspresi gen
human
telomerase reverse transcriptase
(hTERT) sehingga
mengembalikan aktivitas telomerase.
12,13
Qpufotj!ebo!qfsmblvbo!zboh!ejcvuvilbo!vouvl!ejgf.
sfotjbtj!
nftfodiznbm!tufn!dfmm
Banyak ilmuwan dari berbagai lembaga telah melaku-
kan kultur
mesenchymal stem cell
, masing-masing
dengan metode mereka sendiri. Umumnya media
kultur yang digunakan adalah media standar dengan
oleh Friedstein dkk lebih dari 30 tahun yang lalu, dan didefi-
nisikan sebagai sel yang multipoten, yang mampu ber-
diferensiasi menjadi beberapa jalur termasuk kartilago,
tulang, tendon, otot, ligamen, dan jaringan lemak.
9,12,13
Meskipun merupakan sumber utama
mesenchymal
stem cell
, sumsum tulang melibatkan prosedur isolasi
yang sangat invasif. Selain itu, jumlah, potensi diferen-
siasi, dan umur maksimum
mesenchymal stem cell
dari sumsum tulang menurun dengan bertambahnya
usia donor.
15
Perkembangan selanjutnya mengarahkan
minat isolasi
mesenchymal stem cell
pada sumber al-
ternatif seperti darah tali pusat yang proses isolasinya
lebih tidak invasif tanpa membahayakan ibu maupun
bayinya.
16,17,18
Kern dkk membandingkan
mesenchymal
stem cell
dari sumsum tulang, darah tali pusat dan jarin-
gan lemak. Ia menemukan bahwa meskipun ketiga sum-
ber ini secara morfologis dan fenotip imunologis memi-
liki karakteristik
mesenchymal stem cell
yang identik,
mesenchymal stem cell
dari darah tali pusat memiliki
kemampuan untuk dikultur dalam periode terlama, dan
menunjukkan kemampuan proliferasi tertinggi sehingga
dapat diekspansi dalam jumlah yang banyak.
14
Nftfodiznbm!tufn!dfmm!ebsj!ebsbi!ubmj!qvtbu!nfnj.
mjlj!jnvophfojtjubt!zboh!sfoebi
Salah satu masalah yang timbul dari
grafting sel
adalah adanya reaksi penolakan dari
host
terhadap
sel
transplant allogeneic
yang
mismatched
. Penelitian
membuktikan bahwa
mesenchymal stem cell
dari da-
rah tali pusat dapat mencegah penolakan allogeneic
pada manusia maupun hewan coba. Penemuan ini
didukung pula oleh bukti-bukti kultur
in vitro
. Terdapat
tiga mekanisme yang berkontribusi terhadap kejadian
ini. Pertama,
mesenchymal stem cell
dari darah tali pu-
sat adalah sel yang
hypoimmunogenic
, dengan kekura-
ngan molekul
Major Histocompatibility Complex
(MHC)
kelas II dan ekspresi molekul yang menstimulasinya.
Kedua,
mesenchymal stem cell
dari darah tali pusat
mencegah respon sel T secara tidak langsung melalui
modulasi sel dendritik dan secara langsung meng-
ganggu fungsi sel
Natural Killer
(NK) dan fungsi sel T
Cluster of Differentiation
4 (CD4
+
) dan CD8
+
. Ketiga,
mesenchymal stem cell
dari darah tali pusat mengin-
duksi
microenvironment
lokal yang supresif terhadap
produksi
prostaglandin
dan
interleukin
-10 seperti juga
ekspresi
indoleamin 2,3,-dioksigenase
yang mendeple-
si keseimbangan triptofan. Bradley dkk menunjukkan
keuntungan lain pemakaian
stem cell
dari darah tali
pusat adalah tidak membutuhkan ketepatan Human
Leukocyte Antigen (HLA) 100%.
19,20
Lbsblufs!cjpmphjt!Nftfodiznbm!tufn!dfmm
Mesenchymal stem cell
yang ditumbuhkan di berbagai
laboratorium dengan berbagai teknik memiliki 2 kesa-
background image
cdk 161/vol.35 no.2 Mar-Apr 2008
67
suplemen
fibroblast growth factor
(FGF) untuk menun-
jang proliferasi sel, antibiotik untuk mengatasi kontami-
nasi, serta serum baik dari
bovine
(
fetal bovine serum
,
FBS) maupun
calf
(
fetal calf serum
, FCS). Kondisi mi-
croenvironment tampaknya betul-betul berpengaruh
pada potensi diferensiasi maupun transdiferensiasi
mesenchymal stem cell
dari darah tali pusat manusia.
Implikasinya, kultur sel
in vitro
harus mampu meniru
kondisi yang terjadi secara
in vivo
untuk memastikan
validitas peristiwa di laboratorium semirip mungkin
dengan yang terjadi dalam tubuh.
12,13,18
Perlakuan dengan medium dan faktor penginduksi
yang berbeda memberikan hasil diferensiasi
mesen-
chymal stem cell
menjadi berbeda pula, seperti akan
diuraikan di bawah ini.
a. Diferensiasi osteogenik
Medium osteogenik terdiri dari Iscove Modified
Dulbecco's Medium (IMDM) disuplementasi de-
ngan deksametason, asam askorbat, gliserol, atau
gliserofosfat.
b. Diferensiasi chondrogenik
Medium yang umum dipakai terdiri dari Dulbecco's
Modified Eagle's Medium (DMEM) tinggi glukosa
disuplementasi dengan deksametason, sodium pi-
rofosfat, prolin, Tumor Growth Factor (TGF)- insu-
lin, transferin, asam seleneic, Bovine Serum Albu-
min (BSA), dan asam linoleat.
c. Diferensiasi adipogenik
Menggunakan IMDM disuplementasi FBS, deksa-
metason, bovine insulin, 1-metil-3-isobutilamin, dan
indometasin.
d. Diferensiasi neurogenik
Medium IMDM disuplementasi dengan basic Fibro-
blast Growth Factor (bFGF), asam retinoat, beta
mercaptoethanol (BME), setelah dicuci dengan me-
dium D-Hanks kemudian ditambahkan DMSO dan
beta hidroxy anisole (BHA)
e. Diferensasi hepatogenik
Menggunakan IMDM disuplementasi dengan FBS,
penisilin dan streptomisin. Selanjutnya digunakan
medium IMDM disuplementasi FBS, FGF-4, dan pe-
nisilin-streptomisin.
17,21
Lvmuvs!
nftfodiznbm! tufn! dfmm
! ebmbn! mjohlvohbo!
yfop.gsff
Penggunaan
mesenchymal stem cell
dalam terapi
berbasis sel memerlukan pengembangan protokol
kultur
xeno-free
. Meskipun bukan persyaratan formal
dari badan resmi seperti FDA, terdapat peningkatan
perhatian pada kemungkinan transmisi infeksi partikel
seperti virus dan prion dari hewan ke manusia. Bebe-
rapa laporan telah menunjukkan bahwa
mesenchymal
stem cell
dapat dikultur dengan suplementasi serum
manusia tanpa efek merugikan dalam proliferasi mau-
pun potensi diferensiasinya secara
in vitro
.
12,13,16
LFTJNQVMBO
Stem cell
memiliki potensi untuk dikembangkan se-
bagai salah satu alternatif terapi berbasis sel.
Me-
senchymal stem cell
dari darah tali pusat kini banyak
dipakai sebagai alternatif sumber
stem cell
karena
aman dari isu etis maupun kekhawatiran tentang po-
tensi tumoriogenisitasnya. Dengan perlakuan yang
tepat, sel ini dapat dikembangkan menjadi berbagai
jenis sel. Usaha-usaha optimalisasi kultur sel kini ten-
gah dikembangkan untuk merespon kebutuhan terapi
yang aman dari cemaran patogen.
EBGUBS!QVTUBLB
1. Kirschstein R, Skirboll LR. Stem Cells : Scientific progress and future
research directions. Washington: National Institute of Health, 2001.
2. National Institute of Health. Stem Cell information : The national insti-
tute of health resource for stem cell research. Cited March 3, 2007.
http://stemcells.nih.giv/info/basic/basics1.asp
3. Wikipedia. Stem Cell. Cited March 3, 2007. http://en.wikipedia.org/
wiki/Stem_cell
4. Thomson JA, Itzkovitz-Eldor J, Shapiro SS, dkk. Embryonic stem cells
lines derived from human blastocyst. Science. 1998; 282: 1145-7.
5. Setiawan B. Aplikasi terapeutik embryonic stem cell pada berbagai
penyakit degeneratif. Cermin Dunia Kedokt. 2006; 153: 5-8
6. Yen BL, Huang HI, Chien CC, dkk. Isolation of multipotent cells from hu-
man term placenta. Stem Cells 2005; 23: 3-9.
7. Kuehnle I, Goodel MA. The therapeutic potential of stem cell from adult.
BMJ 2005; 235: 372-6.
8. Lee OK. Kuo TK, Chen WM, dkk. Isolation of multipotent mesenchymal
stem cells from umbilical cord blood. Blood 2004; 103: 1669-75
9. Herzog EL, Chai L, Krause DS. Plasticity of marrow derived stem cells.
Blood 2003; 102: 3483-93.
10. Song L, Webb NE, Song Y, Tuan RS. Isolation and functional analysis of
candidate genes regulating mesenchymal stem cell self-renewal and
multipotency. Stem Cells 2006; 24: 1707-18.
11.Stocum DL. Development:a tail of differentiation. Science 2002; 298:
1901-3.
12. Kassem M. Mesenchymal stem cells : Biological characteristics and
potential clinical applications. Cloning Stem cells 2004; 6: 369-73.
13. Kassem M, Kristiansen M, Abdallah BM. Mesenchymal stem cells:
cell biology and potential use in therapy. Basic Clin Pharmacol Toxicol.
2004; 95: 209-14.
14. Kern S, Eichler H, Stoeve J, dkk. Comparative analysis of mesenchymal
stem cells from bone marrow, umbilical cord blood or adipose tissue.
Stem Cells 2006; 24: 1294-301.
15. D'Ippolito G, Scghiller PC, Ricordi C, dkk. Age-related osteogenic poten-
tial of mesenchymal stromal stem cells from human vertebral bone
marrow. J Bone Miner Res. 1999; 14: 1115-22.
16. de Wynter EA. What is the future for cord blood stem cells? Cytotech-
nology 2003; 41: 133-8.
17. Kang XQ, Zang WJ, Bao LJ, dkk. Differentiating characterization of hu-
man umbilical cord blood-derived mesenchymal stem cells in vitro. Cell
Bio Int. 2006; 30: 569-75.
18. Prayogo R, Wijaya MT. Kultur dan potensi stem cell dari darah tali
pusat. Cermin Dunia Kedokt. 2006; 153: 26-8.
19. Ryan JM, Barry FP, Murphy JM, Mahon BP. Mesenchymal stem cell
avoid allogeneic rejection. J Inflamm (London). 2005; 2:8
20. Bradley MB, Cairo MS. Cord blood immunology and stem cells trans-
plantation. Human Immunol. 2005; 66: 431-46.
21. Goodwin HS, Bicknese AR, Chien SN, dkk. Multilineage differentiation ac-
tivity by cells isolated from umbilical cord blood: Expression of bone, fat
and neural markers. Biol Blood Marrow Transplant. 2001; 7: 581-8.