background image
HASIL PENELITIAN
Variabel yang Mempengaruhi
Partisipasi Ibu Rumah Tangga
dalam Pelaksanaan Pemberantasan
Sarang Nyamuk
H. Holani Achmad
Subdirektorat Arbovirosis Direkto rat Jenderal PPM PLP
Departemen Kesehatan RI, Jakarta
LATAR BELAKANG
Dewasa ini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih
merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Walau-
pun selama Pelita V insidens dan angka kematian penyakit DBD
menunjukkan penurunan, namun penyebarannya masih terus
meluas ke daerah-daerah yang sebelumnya belum pemah ter-
jangkit. Hal ini terjadi karena vektornya tersebar luas di seluruh
pelosok tanah air serta makin meningkatnya mobilitas dan ke-
padatan penduduk.
Hasil survai vektor DBD yang dilakukan di 9 wilayah per-
kotaan di Indonesia pada tahun 1987 menunjukkan bahwa jentik
A. aegypti terdapat pada 1 di antara 3 rumah penduduk. Tempat
perindukan nyamuk yang paling potensial adalah tempat-tempat
penampungan air seperti bak mandi, tempayan dan drum. Dari
hasil survai tersebut di atas juga diketahui bahwa pengetahuan
masyarakat tentang penyakit DBD masih sangat kurang.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan ter-
hadap beberapa tokoh masyarakat di Kecamatan Wonosari
diketahui bahwa pada umumnya yang bertanggung jawab meng-
urus masalah rumah tangga, termasuk masalah kebersihan rumah,
pengadaan air bersih, menyapu halaman dan mencuci alat per-
lengkapan rumah tangga adalah kaum ibu. Itulah sebabnya yang
menjadi sasaran penelitian ini adalah ibu rumah tangga.
Kecamatan Wonosari termasuk wilayah yang sulit air ber-
sih. Di beberapa wilayah kota telah ada jaringan suplai air bersih
oleh PAM daerah, namun untuk wilayah desa pinggiran sekitar
kota air bersih diperoleh dan sumur gali milik masing-masing
penduduk yang kedalaman air tanahnya berkisar antara 20­25 m.
Air dan dasar sumur diambil dengan menggunakan timba. Bagi
penduduk yang tidak mempunyai sumur gali terpaksa minta air
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian guna mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh
adap partisipasi ibu rumah tangga dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD
ih di Kelurahan Karang Rejek Kecamatan
enelitian adalah cross sectional. Jumlah
diambil secara systematic random sampling
aitu Dukuh: Duwet, Siraman dan Gumuk.
ibu rumah tangga dalam PSN DBD,diuji
anggap berpengaruh, bila < 2 diang ap
ngaruhnya adalah pendidikan, penghasilan,
terh
di daerah yang sulit memperoleh air bers
Wonosari Kabupaten Gunung Kidul. Jenis p
sampel sebanyak 96 ibu rumah tangga yang
di 3 buah dukuh di Kelurahan Karang Rejek y
variabel yang berpengaruh terhadap partisipasi
dengan menghitung odd rationya. Bila X
z
>2 di
tidak berpengaruh. Variabel yang diuji pe
g
pekerjaan, kemudahan memperoleh air bersih, pengetahuan dan anjuran serta kunjungan
riabel yang berpengaruh terhadap partisipasi
ngkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang
petugas dalam PSN DBD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa va
ibu rumah tangga dalam PSN DBD adalah : ti
penyakit DBD, adanya anjuran serta kunju
rumah tangga.
ngan petugas ke rumah/tempat tinggal ibu
Cermin Dunia Kedokteran No. 119, 1997
9
background image
dari tetangganya yang memiliki sumur gali. Penduduk yang
memiliki sumur gali di Kecamatan Wonosari adalah sekitar
20%.
PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan-
nya dapat dirumuskan sebagai berikut: Variabel apa yang perlu
diperhatikan bila kita akan menggerakkan ibu rumah tangga
dalam kegiatan PSN, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang ber-
tempat tinggal di lokasi yang sulit diperoleh air bersih seperti
halnya di Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, se-
hingga ibu rumah tangga mau melaksanakannya. Pertanyaan ini
merupakan suatu masalah dan perlu memperoleh jawabannya.
TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui dan menganalisis variabel-variabel yang
mempengaruhi partisipasi ibu rumah tangga dalam pelaksanaan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Kecamatan Wonosari
Kabupaten Gunung Kidul.
MANFAAT PENELITIAN
a) Di bidang keilmuan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah penge-
tahuan tentang variabel yang berpengaruh terhadap partisipasi
ibu rumah tangga dalam gerakan PSN DBD.
b) Di bidang praktisi
Diharapkan basil penelitian ini dapat menjadi sumbangan
pemikiran terhadap pelaksanaan program PSN khususnya dalam
upaya peningkatan partisipasi ibu rumah tangga dalam kegiatan
PSN. Dengan dilaksanakannya kegiatan PSN secara teratur dan
terus menerus, diharapkan Angka Bebas Jentik akan mencapai
lebih dari 95%, sehingga penularan DBD dapat ditekan dan pada
gilirannya insidens DBD akan menurun.
BAHAN DAN CARA
a) Sasaran penelitian
Sasaran penelitian adalah ibu-ibu rumah tangga yang ber-
tempat tinggal di salah satu desa wilayah Kecamatan Wonosari
yang lokasi desanya dipilih secara purposif, sesuai dengan per-
syaratan penelitian, yaitu desa yang ibu-ibu rumah tangganya
aktif dalam PSN DBD.
b) Lokasi penelitian
Sesuai dengan tujuan penelitian maka terpilih desa Karang
Rejek Kecamatan Wonosari yang mempunyai ibu rumah tangga
aktif dalam kegiatan PSN. Hal ini ditunjukkan dengan Angka
Bebas Jentik (ABJ) selama tahun 1992 sebesar 95,4%.
c) Besar sampel
Besar sampel dihitung sesuai dengan rumus untuk peneliti-
an cross sectional yaitu: n = z
2
pq/d
2
untuk z = 0,05, p = 05 dan
d = 0,1. Dengan rumus di atas diperoleh sampel ibu rumah
yangga sebanyak = 96 orang.
d) Cara pengambilan sampel
Sampel diambil secara systematic random sampling. Cara-
nya dengan menyusun kerangka sampel yang terdiri dari seluruh
daftar nama Kepala Keluarga (KK) di 3 dukuh terpilih di desa
Karang Rejek Kecamatan Wonosari. Jumlah seluruh KK di 3
dukuh tersebut ada 315 KK.
Sampel pertama diambil secara acak dan untuk selanjutnya
diambil secara sistematik mulai dan sampel pertama hingga
sampai mencapai 97 buah sampel.
e) Cara pengumpulan data
Data sekunder berupa data/catatan daftar keluarga yang ada
di kecamatan dan kelurahan setempat. Data insiden penyakit
DBD dan hasil pemantauan jentik berkala diperoleh dari Kantor
Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul.
Data primer meliputi : pendidikan, pekerjaan, penghasilan,
cara memperoleh air bersih, pengetahuan ibu tentang DBD dan
anjuran-anjuran PSN dan petugas kesehatan serta data lain yang
dirasa perlu untuk kelengkapan penelitian, diperoleh dari hasil
pengamatan langsung dan wawancara berstruktur dengan ibu
rumah tangga setempat dengan menggunakan kuesioner yang
telah disiapkan, yang isinya disesuaikan dengan tujuan peneliti-
an.
f) Pelaksanaan penelitian
Pengumpulan data dan penelitian dilakukan langsung oleh
mahasiswa S2 FETP UGM semester II, dibantu oleh seorang
petugas kesehatan lingkungan puskesmas setempat dengan
bimbingan dan pengawasan langsung Dosen pembimbing La-
pangan dan Dosen keliling FETP UGM.
Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dan bulan Maret
sampai dengan April 1992.
g) Penyajian dan analisis data
Data yang terkumpul kemudian diolah secara manual dan
dianalisis dengan bantuan Epi Info. Untuk mengetahui variabel
yang berpengaruh dihitung odds rationya secara diskritif. Apa-
bila OR > 2 berpengaruh dan bila OR < 2 tidak berpengaruh. Data
disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
HASIL PENELITIAN
Hasil pengumpulan data 96 ibu-ibu rumah tangga di 3
dukuh (Dukuh Duwet, Siraman dan Gumuk), dapat dilihat pada
Tabel 1.
Dari Tabel 1 tampak bahwa variabel-variabel yang ber-
pengaruh terhadap pelaksanaan PSN Ibu rumah tangga di Ke-
lurahan Karang Rejek yang cukup bermakna adalah variabel
pengetahuan ibu tentang penyakit DBD (OR = 41,6, X2 = 10,8)
dan adanya anjuran serta kunjungan petugas PSN dari puskesmas
setempat (OR=10,8X2=5,86). Variabel lain seperti : pendidikan,
pekerjaan dan pendapatan ibu rumah tangga, penghasilan dan
kesulitan memperoleh air bersih tampaknya tidak berpengaruh
terhadap partisipasi ibu rumah dalam kegiatan PSN.
Gambaran partisipasi ibu rumah tangga di Kelurahan Ka-
rang Rejek dalam kegiatan-kegiatan PSN DBD dapat dilihat
pada Tabel 2.
Dari tabel 2 tampak bahwa semua ibu rumah tangga me-
nyambut baik/setuju terhadap anjuran-anjuran PSN yang di-
Cermin Dunia Kedokteran No. 119, 1997
10
background image
Tabel 1. Pengaruh beberapa variabel terhadap kegiatan PSN ibu rumah
tangga
di
Kelurahan
Karang
Rejek,
Kecamatan
Wonosari
Kelurahan Karang Rejek
Variabel
Perbandingan
kategori
variabel
OR X2
Pendidikan
Penghasilan
Pekerjaan
Pengetahuan
tentang DBD
Sumber Air
Anjuran/kunjungan
petugas
SD kurang
SMP ke atas
­Rp 90.000,­
+Rp 90.000,­
Taani
Bu Tani
Tinggi
Rendah
Mudah
Sukar
Ada
Tidak ada
0,49
0,56
1,51
41,6
1,17
10,9
2,08
0,16
0,10
30,16
0,04
5,86
Keterangan:
X2 = Chi square Mantel Haenszel
­ Pendidikan : rendah bila tidak tamat SD, tinggi bila tamat SD
­ Penghasilan: rendah bila kurang dari Rp 90.000/bulan, dan tinggi bila lebih
dari Rp 90.000/bulan
­ Pengetahuan : rendah bila tidak dapat menjelaskan tentang pencegahan
penyakit DBD, dan tinggi bila dapat menjelaskannya
­ Memperoleh air : sulit bila air tidak diperoleh dari sumur sendiri dan mudah
bila diperoleh dari sumur sendiri
Tabel 2. Gambaran bentuk kegiatan partisipasi ibu rumah tangga dalam
PSN
di
Kelurahan
Karang
Rejek
Kegiatan Uraian
kegiatan Jumlah
Proporsi
Penutupan
Container
Siklus
pengurasan
container
Cara membuang
sampah
Siklus
pembersihan
halaman
Tindakan
bila ada nyamuk
Sambutan
terhadap PSN
­ ditutup
­ tidak ditutup
­ tiap hari
­ 2­6 hari
­ tiap minggu
­ di halaman
­ di kali
­ dikubur
­ dibakar
­ tiap hari
­ 2­6 hari
­ tiap minggu
­ tidak bereaksi
­ berusaha membasmi
setuju
tidak ditutup
95
1
0
22
74
6
2
52
26
57
26
13
0
96
96
0
98,9%
1,1%
0
22,9%
77,0%
6,25%
2,08%
54,1%
27,0%
59,3%
27,1%
13,5%
0
100%
100%
0
sarankan oleh petugas kesehatan setempat. Reaksi ibu rumah
tangga di kelurahan tersebut bila ada nyamuk di rumahnya cukup
baik. Mereka telah berupaya untuk membasminya dengan ber-
bagai cara sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada.
Sikap ini sangat bermanfaat untuk pelaksanaan kegiatan PSN.
Hampir semua ibu rumah tangga menutup, menguras tempat
penyimpanan airnya serta mengubur/membakar sampah secara
berkala.
Tampaknya kegiatan pemberantasan sarang nyamuk me-
lalui kegiatan 3 M yaitu menutup, menguras tandon air serta
mengubur dan membakar sampah bagi ibu-ibu rumah tangga di
Kelurahan Karang Rejek telah men jadi suatu kebiasaan sehari-
hari, karena hampir semua ibu rumah tangga melakukannya se-
cara rutin.
Cara pembuangan sampah ibu-ibu rumah tangga di Kelu-
rahan Karang Rejek umumnya telah sesuai dengan persyaratan
kesehatan, yaitu dikubur (54,1%) dan dibakar (27,0%). Sisanya
(18,1%) tidak sesuai dengan persyaratan kesehatan, yaitu dengan
cara membuang di kali atau dibuang terbuka di halaman rumahnya.
Siklus pembersihan halaman rumah masing-masing ibu
rumah tangga, sebagian besar setiap hari (59,3%). Tak seorang-
pun dan ibu rumah tangga yang menyatakan tidak membersih-
kan halaman rumahnya.
Siklus pengurasan container oleh ibu rumah tangga di kelu-
rahan tersebut sebagian besar dilakukan setiap minggu (7 hari
sekali) (77,0%) dan yang menyatakan menguras 2­6 hari sekali
(22,9%).
Jumlah rata-rata kepemilikan tempat tandon air/container
yang dimiliki ibu rumah tangga di Kelurahan Karang Rejek
dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Jumlah kepemilikan container ibu-ibu rumah tangga di Kelurah-
an Karang Rejek
Kelompok Pemilikan Container
Jumlah Rumah
%
­ 1 buah
­ 2­3 buah
­ 4­5 buah
­ + 6 buah
10
76
10
0
10,42
79,16
10,42
0,0
Dari Tabel 3 tampak bahwa sebagian besar (79%) ibu rumah
tangga di Kelurahan Karang Rejek memiliki 2­3 buah tandon air.
Hal ini tampaknya berkaitan erat dengan kondisi alam yang sulit
air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Sumber informasi tentang PSN dan penyakit DBD sehingga
sebagian besar ibu rumah tangga di kelurahan tersebut faham dan
mengerti tentang penyakit DBD dan gerakan PSN DBD juga
digali dalam penelitian ini. Ada 4 variabel yang ditanyakan yang
diduga kuat berperan sebagai sumber informasi tentang penyakit
DBD dan gerakan PSN ini, yaitu: petugas kesehatan, mass media,
ibu PKK/Kader dan tetangga. Hasil perihal tersebut dapat dilihat
di Tabel 4.
Tabel 4. Sumber informasi PSN DBD ibu rumah tangga di Kelurahan
Karang Rejek Kecamatan Wonosari
Sumber Informasi
Jumlah
%
- Petugas kesehatan
- PKK/kader
- Mass Media
- Tetangga
50
12
8
26
52,08
12,50
8,33
27,08
Total 96
100.0
Dari Tabel 4 tampak bahwa sebagian besar mereka mem-
peroleh informasi tentang penyakit DBD dan gerakan PSN ter-
utama dan petugas kesehatan puskesmas (50%), kemudian dari
tetangga (27,08%) dan berikutnya dari ibu PKK/kader (12,5%).
KESIMPULAN
a) Variabel yang berpengaruh kuat terhadap penggerakan ibu
rumah tangga dalam PSN DBD di daerah yang sulit air bersih
seperti di Kecamatan Wonosari adalah: tingkat pengetahuan ibu
rumah tangga tentang penyakit DBD dan adanya anjuran serta
Cermin Dunia Kedokteran No. 119, 1997 11
background image
tempat tandon air, mengubur dan membakar sampah, maka
anjurkan upaya ini dalam pelaksanaan kegiatan PSN DBD.
kunjungan petugas secara rutin ke rumah/tempat tinggalnya.
Tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, besarnya penghasilan dan
kesulitan memperoleh air bersih tidak berpengaruh secara ber-
makna terhadap partisipasi ibu rumah tangga dalam kegiatan
PSN DBD.
c) Manfaatkan semaksimal mungkin petugas kesehatan pus-
kesmas, ibu PKK/kader dalam menyebar luaskan informasi
tentang penyakit DBD dan pentingnya pelaksanaan PSN DBD,
mengingat ibu-ibu rumah tangga sebagian besar mengaku mem-
peroleh informasi tentang hal ini dan mereka.
b) Bentuk kegiatan partisipasi ibu rumah tangga dalam PSN
DBD di Kecamatan Wonosari sebagian besar adalah dengan me-
nutup tempat tandon air dan mengurasnya secara rutin seminggu
sekali sertamengubur/membakar sampah di halaman rumahnya.
KEPUSTAKAAN
c) Informasi tentang penyakit DBD dan PSN DBD sebagian
besar mereka peroleh dari petugas kesehatan, tetangga dan ibu
PKK/kader.
1. Achmad H. Laporan hasil investigasi KLB DBD di Kecamatan Playen
Kabupaten Gunung Kidut, 1992. (tidak dipublikasikan)
2.
Balitbangkes. Strategi Penanggulangan DBD dengan peran serta
masyarakat Depkes RI, Jakarta, 1990.
SARAN
3. Campbell DT, Stanley JC. Experimental and Quasi experimental design
for research, Mc Nalley College Publ Co. Chicago, 1966.
a) Agar gerakan PSN DBD efektif, gencarkan penyuluhan
tentang penyakit DBD dan PSN DBD. Penyuluhan dan anjuran
PSN yang efektif tampaknya yang dilakukan melalui kunjungan
petugas/kader/ibu PKK ke rumahltempat tinggal ibu rumah
tangga.
4. Ditjen PPM-PLP. Penyakit DBD di Indonesia dan pemberantasannya.
Bahan Penataran Pemberantasan DBD Tingkat Propinsi, Jakarta, 1979.
5. Ditjen PPM-PLP. Pemberantasan nyamuk penular DBD, Depkes RI, Jakarta,
1992.
6. Djaja IM. Faktor-faktor resiko terjadinya Demam Berdarah, Aspek sosio
antropologi, UI Press, Depok, 1990.
b) Mengingat bentuk partisipasi ibu rumah tangga dalam ke-
giatan PSN DBD yang paling menonjol adalah menutup tempat-
7. Green L. (Cit. Sarwono S). Sosiologi Kesehatan, Gadiah Mada University
Press, Yogyakarta, 1993.
Kalender Peristiwa
September 13-17, 1997 - KONGRES NASIONAL VI DAN SIMPOSIUM INTERNA-
SIONAL PERKUMPULAN PERINATOLOGI INDONESIA
Hotel Manado Beach
Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
Sekr.: Perinasia
Telp.
: (021) 828 1243
Fax. : (021) 828 1243, 830 6130
Email : perinasi@centrin.net.id
Perinasia Cabang Sulawesi utara
Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Malalayang
Jl. Tana Wangko Raya
PO Box 66
Manado 96115
Telp.
: (0431) 859 091
Fax.
: (0431) 351 260
Email : perinasi@mdo.mega.net.id
Jl. Tebet Utara IA/22
Jakarta 12820
Cermin Dunia Kedokteran No. 119, 1997
12