background image
ULASAN
Radiasi Ultraviolet dari Matahari
dan Risiko Kanker Kulit
Bunawas
Pusan Standardisasi dan Penelitian Keselamatan Radiasi, Badan Tenaga Atom Nasional, Jakarta
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari, Tuhan telah mencukupi
kebutuhan kita salah satunya sinar matahari sesuai dengan yang
diperlukan dan bermanfaat bagi tubuh. Sinar matahari yang
mengandung radiasi ultraviolet B (UVB) dalam jumlah kecil
sewaktu mengenai kulit dan diabsorbsi, akan merangsang proses
pembentukan vitamin D
3
. Oleh karena itu, dalam musim semi
(panas) di Eropa, orang pada berjemur untuk menyehatkan tubuh.
Namun semenjak dua dekade terakhir ini, sinar matahari
yang awal mulanya bersahabat merupakan ancaman tidak
langsung terhadap kesehatan. Ini terjadi karena akibat ulah kita
sendiri sehingga lapisan ozon di stratosphere yang berfungsi
untuk menyaring (memfilter) radiasi ultraviolet (UVR) dari
tahun ke tahun semakin tipis akibat polusi kimia chlorofluoro
carbon (CFC) yang berasal dari mesin pendingin (AC, kulkas)
dan industri. Menipisnya lapisan ozon, akan mengakibatkan
radiasi ultraviolet yang sampai di bumi intensitasnya semakin
tinggi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa setiap dekade
(semenjak tahun 1970) lapisan ozon berkurang 3% akan
menaikkan pajanan radiasi ultraviolet sebesar 12% pada
peanukaan bumi. Kenaikan tingkat intensitas radiasi ultraviolet
kbususnya UVB, akibat penipisan lapisan ozon di stratosphere
akan berdampak cukup serius terhadap makhluk hidup di bumi.
KONSEP DAN PAJANAN
Radiasi ultraviolet adalah radiasi elektromagnit pada
panjang gelombang antara 100 nm (setara dengan energi foton
sekitar 12 eV) sampai 400 nm (nano meter). Radiasi ultraviolet
yang dipancarkan oleh matahari dibagi dalam 3 daerah yaitu
UVA, UVB dan UVC bergantung pada panjang gelombang dan
efek biologi (Tabel 1).
Komisi Internasional bidang proteksi radiasi non ionisasi
(ICNIRP) dan Komisi Internasional Iluminasi (CIE) me-
rekomendasikan batasan maksimum untuk kulit yang dinyatakan
Tabel 1. Pembagian daerah radiasi ultraviolet (UVR) dan hubungannya
dengan
efek
biologi.
Daerah
Rentang
Spektrum(nm)
Efek biologi pada mata Efek biologi pada kulit
UVC
UVB
UVA
100 ­ 280
280 ­ 315
315 ­ 400
Foto keratin
Foto keratitis, katarak
Katarak
anemia kanker
Eritema kanker
Penggelapan pigment,
percepatan penuaan.
dengan dosis eritema minimum (MED) yang berhubungan
dengan pajanan radiasi UV. MED didefinisikan paparan radiant
dari radiasi monokromatik pada spektrum maksimum untuk
eritema (~ 200 nm) sekitar 150 ­ 2000 Jm
-2
bergantung jenis
kulit (Tabel 2). Seringkali paparan efektif 300 Jm
-2
digunakan
sebagai nilai 1 MED untuk keperluan proteksi kulit putih.
Tabel 2. Dosis eritema minimum untuk tipe kulit manusia.
Jenis
kulit
Warna
kulit
Kepakaan
terhadap
UV
Dosis UV
eritema mi-
nimum (Jm
-2
)
Warna yang timbul karena
terbakar oleh matahari
(sun burn)
I
II
III
IV
V
VI
Putih
Putih
Putih
Coklat
muda
Coklat
(sawo
Matang)
Coklat
tua,
hitam
Sangat
peka
Sangat
peka
Peka
Cukup
peka
Kurang
peka
Tidak
peka
150 ­ 300
250 ­ 350
300 ­ 500
450 ­ 600
600 ­ 1000
1000 ­ 2000
Selalu mudah terbakar,
tanpa kehitam-hitmnan
Mudah terbakar.
kehitam-hitaman minimal
Kebakaran sedang, perubahan
kulit ke coklat muda
Kebakaran minimal, perubahan
kulit ke sawo matang
Jarang terbakar, perubahan
warna ke coklat tua
Tidak terbakar, perubahan
Warna ke hitam
Radiasi ultraviolet UVR) sewaktu melewati lapisan ozon di
stratosphere sebagian besar diabsorbsi oleh ozon, sehingga
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999 9
background image
tinggal UVA dan UVB yang sampai di permukaan bumi dalam
jumlah yang sedikit. Sedang UVC berinteraksi secara fotolisis
dengan oksigen menghasilkan ozon. Mengingat efek biologi
radiasi ultraviolet B lebih besar dibandingkan radiasi ultraviolet
A, make konsentrasi pan pakar lingkungan dan epidemiologi
lingkungan dikhususkan untuk mengamati UVB dari waktu ke
waktu, meskipun prosentase radiasi ultraviolet A jauh lebih
tinggi dibandingkan UVB dengan perbandingan 95% dan 5%.
Radiasi ultraviolet yang sampai di permukaan bumi ber-
gantung pada garis lintang, ketinggian dan adanya awan atau
partikel aerosol. Daerah dekat equator, mempunyai intensitas
tertinggi dibandingkan belahan bumi utara maupun selatan
(Gambar 1).
Gambar 1. Perubahan intensitas radiasi ultraviolet fungsi garis lintang.
Keberadaan awan dan polusi udara (berupa asap atau partikel
uap air), dapat menurunkan UVB. Pengaruh adanya awan pada
iradiasi dari spiral dapat didekati dengan faktor pengali F:
F = 1 ­ 0,056 C
C adalah indek awan total yang berkisar antara 0 ­ 10. Nilai 10
untuk awan pekat yang menutupi langit total.
Untuk awan pekat, radiasi ultraviolet turun hingga 44%
untuk radiasi langsung. Perkiraan penurunan radiasi ultraviolet
B (UVB) karena awan berdasarkan pengukuran dengan satelit
dari hamburan batik UVB yaitu 30% pada 60° garis lintang, 10%
pada 20° dan 20% pada equator. Intensitas relatif radiasi ultra-
violet B dari waktu ke waktu tidak teap, maksimum pada siang
hari (pukul 12.00) dan minimum pada pagi dan sore hari (jam
06.00 dan 19.00), lihat Gambar 2.
Penduduk Eropa diperkirakan mendapat pajanan radiasi
UVB berkisar antara 210 ­ 390 MED, bergantung pada jenis
pekerjaan (di luar/di dalam ruangan), (Tabel 3).
Gambar 2. Perubahan radiasi UVB dari waktu ke waktu dan total harian
MED
di
Hongkong.
Tabe1 3. Perkiraan dosis tahunan dari UVB dari beberapa kegiatan.
Kegiatan
Dosis tahunan dari UVB (MED)
Bekerja di luar ruangan
(termasuk paparan pada weekend)
Bekerja di dalan ruangan
(termasuk paparan pada weekend)
Berlibur di Mediteran 2 minggu
Berjemur di pantai 15 jam
270
90
100
20
RISIKO KANKER KULIT
Pajanan sepanjang hidup (kronik) radiasi UV dari matahari
akan mengaldbatican perubahan struktm dan komposisi kulit,
hilangnya kelenturan kulit (elastosis) dan penebalan kulit
(keratoses). Radiasi UVB pada tingkat seluler (membran, pro-
win dan DNA), mungkin merusak DNA yang mempakan awal
dari keratinosites dan melanosites yang dalam perkembangan-
nya bisa menjadi kanker kulit.
Ada 3 jenis kanker kulit yang dapat dibedakan yaitu Basal
Cell Carcinoma (BCC), Squamos Cell Carcinoma (SCC) dan
Cutaneous Malignant Melanoma (CMM). Dari ketiga jenis
kanker tersebut, CMM yang berasal dari cell pigment (melano-
cytes) merupakan jenis tumor ganas. Sedangkan BCC dan SCC
berasal dari keratinocytes, adalah jenis tumor yang tidak ganas,
98% dapat disembuhkan.
Kamkteristik penduduk dengan risiko kanker kulit terbesar
adalah bila memiliki tahi lalat (moles) banyak, kulit putih dengan
bintik-bintik dan mudah terbakar oleh sinar matahari yaitu jenis
kulit I dan albino (Gambar 3).
Penelitian yang dilakukan oleh Prof. R.M. Mackie dari
Universitas Glasgow­Inggris, mendapatkan kebanyakan kanker
kulit pada daerah betis, tangan dan leher dengan tiga tipe yaitu
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999
10
background image
Gambar 3. Jenis kulit dengan risiko kanker kulit tinggi.
nodular, lentigo dan bintik dangkal menyebar (Gambar 4). Dari
ketiga tipe tersebut, tipe nodular yang paling berbahaya karena
cepat berkembang dan fatal.
Gambar 4. Tiga tipe kanker kulit
Penelitian yang dilakukan secara intensif oleh Badan
Proteksi Radiasi Nasional - Inggris (NRPB) sejak tahun 1970,
diperoleh data bahwa insidensi kanker kulit mengalami kenaik-
an setiap tahun (Gambar 5). Hal ini diyakini oleh pakar ling-
kungan, karena kenaikan pajanan radiasi ultraviolet dari matahari
akibat menipisnya lapisan ozon di stratosphere.
Gambar 5. Kenaikan insidensi kanker kulit di Inggris akibat radial UV,
dengan
mortality
30
­
50%.
Studi epidemiologik, yang dilakukan pada tahun 1994,
diperoleh informasi bahwa jenis basal cell carcinoma (BCC)
sering dijumpai pada kulit putih kaukasian (umumnya sekitar
90 kasus per 10
5
penduduk per tahun di Eropa barat laut), sekitar
15 kasus per 10
5
penduduk per tahun untuk jenis SCC dan 10
kasus per 10
5
penduduk per tahun untuk jenis CMM. Jumlah
kasus untuk penduduk Australia pada tahun 1994 sebesar 9,8
per 100.000 (pria) dan 5,0 per 100.000 (manila) per tahun untuk
jenis kanker kulit CMM dengan prosentase mortalitas antara 40
­ 60%. Risiko kanker kulit terbesar untuk semua jenis kulit,
adalah paparan radiasi UV pada masa kanak-kanak. Oleh
karena itu lindungilah anak-anak dari pajanan sinar matahari
PROTEKSI DIRI
Untuk melindungi diri dari radiasi UV salah satu cara yang
paling mudah dengan memakai pakaian yang berwarna gelap
(Tabel 4) atau dengan memakai lotion khusus dengan tabir surya
yang dapat dioleskan pada tangan, kaki maupun leher (Tabel 5)
karena pakaian yang terbuat dari katun maupun polyester cukup
efektif mengabsorbsi radiasi UV, demikian pula beberapa jenis
lotion, sehingga radiasi UV yang mengenai kulit dapat di-
minimalkan bergantung pada nilai SPF (Sun Protection Factor).
Nilai SPF adalah perbandingan antara dosis radiasi UV yang
diterima kulit tanpa pelindung cotton/lotion (ED) dengan dosis
radiasi UV yang diterima kulit dengan pelindung cotton/lotion
(ED
m
), dan dinyatakan dengan persamaan berikut :
ED
SPF = ­­­­­­
ED
m
Contoh untuk lotion dengan nilai SPF 10, maka radiasi UV yang
mengenai kulit hanya 1/10 dari radiasi UV yang datang dan yang
9/10 bagian diserap oleh lotion. Makin tinggi nilai SPF untuk
kain atau lotion, makin kecil radiasi UV yang mengenai kulit.
lni berarti makin aman dari bahaya radiasi UV (Tabel 6).
KESIMPULAN DAN SARAN
Mengingal setiap 1% penipisan lapisan ozon akihal polusi
Clorotluoro Carbon (CFC) dapat menaikkan risiko kanker kulit.
BCC 3% dan SCC sekitar 1,7%, perlu lebih ditingkatkan
kepedulian kita terhadap bumi yang kita huni ini dengan
memasyarakatkan program babas CFC yang diawali dari rumah
Tabel 4. Pangaruh warna terhadap penyerapan radiasi UV untuk pakai-
an
dari
katun
dan
polyester.
Kain Katun
Kain polyester
Warna SPF Warna SPF
Putih
Biru langit
Hitam
Biru laut
12
18
32
37
Putih
Merah jambu
Hijau
Merah tua
Hitam
16
19
19
29
34
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999 11
background image
Tabel 5. Beberepa Jenis lotion kulit dengan tabir
surya (Sun Screen).
KEPUSTAKAAN
Jenis lotion
Nilai SPF
Atas bedak Cempaka Sari, Sari Ayu
Lotion pelembab, Belia Marta Tilaar
Lotion pelembab dan pemutih. Citra
Lotion pelembab. Nivea Visage
lotion pelembab dan pemutih, Pond's
Lotion tubuh penghalang UW, Sanex
Lotion pelembab dan pemutih. Oil of Ulan
Lotion pelembab, L'Oreal Plenitude
Tidak dicantumkan
Tidak dicantumkan
Tidak dicantumkan
Tidak dicantumken
Tidak dicantunikan
Tidak dimmmrskan
15
15+
1. UNSCEAR, Ultraviolet Radiation: Exposures and Effects. United Nation,
General Assembly Vienna ­ Austria (1994).
2. NRPB, Health Effects From Ultraviolet Radiation Report of an Advi­
sory Group on Non­Ionising
Radiation. Doc NRPS 6(2) 1995; 7­190.
3. Driscoll CMH. Solar UVR Measurements. Radiation Remotion Dosi­
metry 64, 1996; 179­188.
4. Roy CR, Gies HP, Toomey SJ. Climatology of UVB and Ozon Variation
and the Global Solar UCW ­ Index. Int. Conggress
on Radiation Protec-
tion (IRPA 9) Vienna ­ Austria April 14­19, 1996.
5. Cesarini JP. Chronic Effects of UV on Human Skin. Int. Congr on Radia-
tion Remotion (IRPA 9) Vienna ­ Austria, April 14­19, 1996.
Tabel 6. Nilai SPF yang diekspresikan sebagai eritema efektif dari UVR
yang
diteruskan
dan
diabsorbsi.
6. De Gruijl FR. Van Der farm IC. Estimate of the Wavelength Dependency
of Ultraviolet Carcinogenais in Humans and its Relevance to the Risk
Assessment of A Stratospheric Ozon Deplection. Health Physics 67,1994;
319­325.
SPF Efektif UV yang dlserap (%)
Efektif UV yang diteruskan (%)
10
20
30
40
50
90
95
96,7
97,5
98
10
5,0
3,3
2,5
2,0
7. Cesarini JP. UV and Skin. The Biological Effects al UVA and UVB. Int.
Conggress on Radiation Protection (IRPA 9) Vienna ­Austria, April 14­
19, 1996.
8. Leung JKC, Ho WK. Tso MYW. Protection from Solar ultraviolet Ra-
diation in Hongkong. Int. Conggres on Radiation Protection (IRPA 9,
Vienna ­ Austria. April, 14­19, 1996.
kita sendiri. Sebaiknya produsen mencantumkan nilai SPF pada
produk lotion pelembab kulit, untuk lebih memberikan
kepercayaan pada konsumen.
9. Gries HP, Roy CR, Elliot G, Zongli W. Ultraviolet Radiation Protection
Factoirs for Clothing. Health Physic. 67, 1994; 131­139.
10. Gauijl FR Health Effects From Solar UV Radiation, Radiation Protection
Dosimetry 72.1997; 177­196.
The worst thing in the world is to die with a lot of money
Cermin Dunia Kedokteran No. 122, 1999
12