TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Pengaruh Doxazosin
terhadap Lemak Darah
Delvac Oceandy
Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya
PENDAHULUAN
Doxazosin adalah obat antihipertensi golongan penyekat
reseptor . Obat ini dilaporkan mempunyai efek terapeutik yang
tinggi terhadap hipertensi dan mempunyai efek yang meng-
untungkan pada keseimbangan kadar lemak darah.
Telah diketahui bahwa peningkatan kadar kolesterol darah
banyak dialami penderita hipertensi. Pada beberapa penelitian
di Norwegia, Belanda, Selandia Baru dan Inggris, pada kurang
lebih 5000 pasien hipertensi didapatkan sekitar 9l% di antaranya
mengalami hiperlipidemia
(1)
.
Hal ini semakin diperberat dengan banyaknya obat antihiper-
tensi yang mempunyai efek meningkatkan kadar lemak darah
seperti obat penyekat reseptor dan diuretik
(1)
. Lebih jauh lagi
beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek tidak diinginkan
pada profil lemak darah dan suatu obat dapat meniadakan penga-
ruh keadaan normotensi terhadap pencegahan penyakit jantung
koroner.
Efek yang tidak diinginkan dan obat-obat antihipertensi pada
lemak darah dapat menerangkan mengapa pemakaian obat anti-
hipertensi tidak dapat menurunkan angka kematian akibat penya-
kit jantung koroner. Meskipun dengan pengendalian hipertensi
angka kematian akibat stroke bisa diturunkan sampai 38-43%,
tetapi insiden penyakit jantung koroner hanya turun sebesar 8%.
Pada kenyataannya kematian akibat penyakit jantung koroner
masih tetap menduduki posisi pertama sebagai penyebab ke-
matian penderita hipertensi. Oleh karena itu jelaslah bahwa tujuan
akhir pengelolaan hipertensi seharusnya tidak hanya pada penu-
runan tekanan darah saja tetapi juga pengelolaan peningkatan
kadar kolesterol darah.
FARMAKOLOGI
Doxazosin adalah derivat quinazoline yang struktur kimia-
nya mirip dengan prazosin. Bekerja pada reseptor
1
pos sinaptik
dan menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi tahanan
vaskular perifer tanpa mengakibatkan reflex takhikardia. Diban-
dingkan dengan prazosin, doxazosin mempunyai onset aktivitas
yang lebih lambat dan waktu paruh yang lebih panjang
(2-4)
.
Rumus Bangun Doxazosin dan Prazosin
Dalam dosis 1 mg sampai 16 mg per hari doxazosin dapat
diterima tubuh dengan baik, tetapi beberapa penelitian lain me-
nyebutkan bahwa doxazosin efektif dalam dosis 0,5 mg sampai
4 mg sehari. Karena waktu paruhnya yang panjang, maka sebaik-
nya digunakan dalam dosis satu kali sehari
(5)
.
Indikasi pemakaian doxazosi n adalah keadaan hipertensi
mulai hipertensi ringan, sedang sampai berat. Obat ini diindikasi-
Cermin Dunia Kedokteran No. 116, 1997 13
kan juga untuk payah jantung kongestif akibat hipertensi
(6)
.
Mekanisme kerjanya adalah dilatasi arteri dan vena perifer me-
lalui penghambatan reseptor
1
aderenergik. Tidak disebutkan
adanya kontra indikasi khusus dalam pemakaian obat ini.
Doxazosin dapat diserap dengan baik oleh usus. Pada pema-
kaian oral hampir semua fraksi obat dapat diabsorpsi usus. Obat
ini 90% terikat pada protein plasma dan mempunyai volume
distribusi sebesar 1 L/kg
(6-8)
.
Pada pemakaian oral dengan dosis sekali sehari doxazosin
mencapai konsentrasi puncak dalam plasma setelah 3 sampai 4
jam. Setelah itu obat ini mengalami metabolisme di hati dan
hanya 5% yang diekskresi dalam bentuk yang tak berubah. Se-
dangkan bioavailabilitas obat ini adalah 65%. Ekskresi obat ini
terutama melalui feses
(7,8)
.
Di antara obat-obat penyekat reseptor
1,
doxazosin mem-
punyai waktu paruh terpanjang. Dari berbagai penelitian dilapor-
kan bahwa waktu paruh doxazosin mencapai 22 jam sehingga
efektif pada pemakaian satu kali sehari
(8)
.
EFEK SAMPING
Hipotensi postural sering terjadi pada pemakaian awal, se-
hingga dianjurkan penderita sebaiknya berbaring dan diobservasi
selama 2 jam pada pemakaian awal obat ini
(6)
.
Langdon melaporkan dan 4027 penderita yang diterapi
dengan doxazosin terdapat 17,5% pasien yang mengalami efek
samping obat dan 4,8% harus dihentikan pengobatannya. Pusing
(dizziness) dialami oleh 5,8% pasien, disusul oleh nyeri kepala
(4,2%), kelelahan (2,4%), nausea (1,7%), palpitasi (1,6%),
somnolensia (1,4%), edema (1,2%) dan hipotensi ortostatik
(0,7%). Efek samping pada penderita usia tua tidak berbeda jauh
dengan yang dialami oleh penderita muda
(3)
.
PENELITIAN-PENELITIAN KLINIS TENTANG PEMA
KAIAN DOXAZOSIN
Beberapa penelitian klinis telah membuktikan bahwa selain
menurunkan tekanan darah, doxazosin juga menurunkan kadar
kolesterol total, LDL dan trigliserida, serta menaikkan kadar
HDL dan rasio HDL/kolesterol total.
Seperti diketahui LDL (Low Density Lipoprotein) adalah
jenis lipoprotein yang berperan besar dalam pembentukan
aterosklerosis (penimbunan lemak pada dinding pembuluh
darah). Sedangkan HDL(High Density Lipoprotein) diketahui
bersifat ateroprotektif, artinya HDL ini mampu membongkar
timbunan lemak pada dinding pembuluh darah untuk dibawa ke
hati dan dimetabolisir. Maka profil lemak darah ideal adalah yang
mengandung LDL rendah dan HDL tinggi.
Di Norwegia telah dilakukan penelitian terbuka tanpa
kelompok kontrol terhadap penderita hipertensi esensial yang
mendapat terapi dengan doxazosin. Laporan awal setelah 12
minggu pengobatan pada 573 penderita memberikan hasil yang
bermakna terhadap penurunan kolesterol total (-6,7%) dan
trigliserida (-19,8%), serta peningkatan HDL (+2,5%) dan rasio
HDL/total kolesterol (+9,7%). Tekanan darah turun secara ber-
makna (- 13/-9 mmHg)
(9)
.
Penelitian lain dilakukan di Inggris oleh Langdon dkk ter-
hadap 4027 pasien dengan hipertensi sedang. Setelah mendapat
terapi dengan doxazosin selama 10 minggu terdapat perubahan
bermakna yaitu penurunan total kolesterol (-4,1%), peningkatan
HDL (+ 2,8%) dan penurunan trigliserida (-8,4%). Dan di-
simpulkan juga penurunan resiko penyakit jantung koroner
dalam jangka waktu 10 tahun sebesar 20,48% dengan pemakaian
obat ini
(3)
.
Demikian pula studi di Belanda pada 326 penderita hiper-
tensi yang diterapi dengan doxazosin selama 10 minggu menun-
jukkan perbaikan profil lemak darahnya. Di samping itu dengan
dosis rata-rata 2,6 mg per hari disebutkan pula bahwa obat ini
efektif menurunkan tekanan darah sistolik/diastolik sebesar 16,4/
13,5 mmHg
(10)
.
Talseth dkk. di Norwegia membandingkan efek terapi doxa-
zosin pada 83 pasien dengan atenolol (penyekat reseptor ) pada
81 pasien. Seluruh pasien menderita hipertensi ringan sampai
sedang. Setelah 3 tahun pemakaian, atenolol secara bermakna
mengakibatkan bradikardia, sementara doxazosin mampu mem-
pertahankan denyut nadi pada batas normal. Doxazosin juga
membuat profil lemak darah menjadi lebih baik pada tahun
pertama, kedua maupun ketiga pemakaian obat ini. Pada akhir
penelitian didapatkan kadar HDL pada kelompok doxazosin
meningkat 3,7%, sedangkan pada kelompok atenolol menurun-
kan l1%. Trigliserida dan LDL pada kelompok doxazosin menu-
run sebesar 6,0% dan 3,3%, sementara itu pada kelompok
atenolol meningkat 22,5% dan 0,4%. Untuk ratio HDL/total ko-
lesterol kelompok doxazosin meningkat 6,0 dan menurun 10,0%
pada atenolol. Data di alas menunjukkan bahwa efek doxazosin
pada lemak darah juga terjadi pada pemakaian jangka panjang
(11)
.
Tabel 1. Perbandingan efektifltas berbagai obat antihipertensi setelah
12
minggu
pemakaian.
Obat
Tekanan sistolik
(mmHg)
Tekanan diastolik
(mmHg)
Chlorthalidone
Acebutolol
Enalapril
Amlodipine
Doxazosin
22,0
20,0
18,0
17,6
16,0
13,1
13,7
12,5
12,8
12,0
Pada Tabel 1 dapat dilihat perbandingan efektifitas pemakai-
an beberapa obat antihipertensi terhadap penurunan tekanan
darah. Sedangkan Tabel 2 membandingkan pengaruh berbagai
jenis obat antihipertensi terhadap profil lemak darah. Data ter-
sebut merupakan rangkuman dan berbagai penelitian yang telah
dilakukan.
PEMBAHASAN
Telah lama diketahui bahwa hipertensi dan hiperlipidemia
adalah dua faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner di
samping merokok, diabetes, dan obesitas. Faktor-faktor risiko
yang disebutkan di atas tergolong faktor yang dapat dikendalikan,
sehingga perlu dicari metode penanganan yang tepat untuk
mengurangi risiko timbulnya penyakit jantung koroner.
Telah diketahui pula bahwa keadaan hiperlipidemia lebih
sering didapatkan pada seseorang penderita hipertensi. Tetapi
Cermin Dunia Kedokteran No. 116, 1997
14
Tabel 2. Pengaruh berbagai obat antihipertensi terhadap lemak darah
Obat kol
sterol
rigliserida
LDL
HDL
HDL/Total
Kolesterol
Thiazide
n-blocker
ACE inhibitor
Ca blocker
ISA n-blocker
a/(3-blocker
a,-inhibitor
ACE = angiotensin converting enzyme
ISA = Intrinsic Sympatomimetic activity
ternyata beberapa obat antihipertensi mempunyai efek mening-
katkan kadar lemak darah seperti misalnya obat-obat gol thiazide
dan penyekat reseptor .
Doxazosin, obat golongan penyekat reseptor adrenergik,
memberikan keuntungan ganda dalam penanganan penderita
hipertensi. ini disebabkan karena doxazosin selain menurunkan
tekanan darah, juga memperbaiki profil lemak darah seseorang.
Sehingga dengan doxazosin dapat mengendalikan dua faktor ri-
siko penyakit jantung koroner secara bersamaan.
Didapatkan data dari berbagai kepustakaan yang melaporkan
studi klinis penggunaan doxazosin di berbagai pusat penelitian
di seluruh dunia. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan me-
libatkan antara 100 sampai sekitar 4000 penderita hipertensi.
Lama pengamatan antara 10 sampai 12 minggu dengan pem-
berian doxazosin 2-4 mg per hari. Penurunan tekanan darah sisto-
lik maupun diastolik adalah sekitar 15-20 mmHg. Perubahan
profil lemak darah ditunjukkan pada seluruh penelitian, yaitu
penurunan LDL, penurunan yang tajam dan trigliserida dan pe-
ningkatan HDL. Perubahan ini jelas menurunkan risiko penyakit
jantung koroner mengingat LDL bersifat aterogenik dan HDL
bers protektif terhadap proses aterosklerotik.
Dari berbagai studi in vitro maupun in vivo disebutkan bahwa
pengaruh doxazosin pada metabolisme lemak adalah sebagai
berikut
(1)
:
·
Meningkatkan aktivitas LDL reseptor di hati
·
Menurunkan sintesis LDL seluler
·
Mengurangi sintesis dan sekresi VLDL (Very Low Density
Lipoprotein)
·
Meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase
·
Menurunkan absorpsi kolesterol intestinal
Dengan peningkatan aktivitas LDL reseptor hati, berkurang-
nya sintesis VLDL oleh hati, serta menurunnya sintesis LDL
seluler ekstra hepatik maka kadar LDL pada darah akan diturun-
kan. Hal ini dapat ditimbulkan doxazosin dengan jalan mem-
pengaruhi metabolisme asam lemak di hati yaitu dengan meng-
hambat aktivitas enzim HMG CoA reduktase dan pergantian
sintesis lemak hepatik menjadi oksigenasi asam lemak
(1)
.
Efek samping pemakaian doxazosin walaupun ada namun
hanya menyerang sebagian kecil pemakainya. Dan hanya 2-6%
saja yang harus menghentikan pemakaian karena efek yang tak
diinginkan.
RINGKASAN
Tujuan akhir penatalaksanaan hipertensi seharusnya bukan
hanya untuk menurunkan tekanan darah saja, tetapi juga bagai-
mana menanggulangi secara efektif peningkatan kadar kolesterol
dan faktor-faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner lain-
nya.
Pada beberapa penelitian klinis, diperlihatkan bahwa doxa-
zosin mempunyai efektifitas menurunkan tekanan darah. Dan
dalam pemakaiannya doxazosin dapat menurunkan kadar LDL,
kadar trigliserida serta meningkatkan kadar HDL darah.
Doxazosin menghambat timbulnya penyakit jantung koroner
dengan mengendalikan dua faktor risiko secara bersamaan, yaitu
hipertensi dan dislipidemia.
KEPUSTAKAAN
1. Pool JL. Effecs of doxazosin on serum lipids A review of the clinical
data and molecular basis for altered lipid metabolism. Am Heart J 1991;
121: 251-60.
2. Corral JL, Lopez NC, Pecorelli A, Rincon LA, Teran VD. Doxazosin in
the treatment of mild or moderate essential hypertension: An echo-
cardiographic study. Am Heart J 1991; 121: 352
3. Langdon CG. Doxazosin : A study in a cohort of patidnts with hyperten-
sion in general practice-an interim report. Am Heart J 1991; 121: 268-
73.
4: DiBianco R, Parker JO, Chakko 5, et al. Doxazosin for the treatment of
chronic congestive heart fai1ure : Results of a randomized double-blind
and placebo-controlled study. Am Heart J 1991; 121: 372-80.
5. Fukiyama K, Omae T, limura O, et al. A double blind comparative study
of doxazosin and prazosin in the treatment of essential hypertension. Am
Heart J 1991; 121: 317-22.
6. Olson JM. Clinical pharmacology made ridiculously simple. lnt. ed
Singapore: McGraw Hill. 1993; 63-4.
7. Miura Y, Watanabe M, Yoshinaga K. An evaluation of the efficacy and
safety of doxazosin in hypertension associated with renal dysfunction. Am
Heart J 1991; 121: 381-8.
8. Silva H, Fonseca R, Marshall D. Doxazosin in the treatment of essential
hypertension in general medical practice in Latin America. Am Heart J
1991; 121: 329-35.
9. Holme IM, Fauchal P, Rugstad HE, Stokke HP. Preliminary results at the
Norwegian doxazosin postmarketing surveillance study: a 12-week
experience. Am Heart J 1991; 121: 260-7.
10. Naber RBV. An open noncomparative study of doxazosin in essential
hypertension: experience in general practice in the Netherlands. Am Heart
J 1991; 121: 273-9.
11. Talseth T, Westlie L, Daae L. Doxazosin and atenolol as monotherapy in
mild and moderate hypertension: a randomized, parallel study with a 3-
year follow up. Am Heart J 1991; 121: 280-5.
Even a hair casts a shadow
Cermin Dunia Kedokteran No. 116, 1997 15