Katarak dan Perkembangan Operasinya
dr. S.M. Akmam, dr. Zainal Azhar
Bagian Mata, Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia
/RSCM
Jakarta.
Kata katarak berasal dari bahasa Latin, cataracta, atau
dalam bahasa Yunani, kataraktes, yang artinya terjun seperti
air. Kata ini. ditafsirkan dari buku-buku Arab "Nuzul El Ma"
yang berarti air terjun. Istilah ini dipakai oleh orang Arab
sebab orang-orang dengan kelainan ini mempunyai penglihatan
yang seolah-olah terhalang oleh air terjun. Oleh Constantin
Africanus seorang biarawan Chartago (tahun 10I8 -- I085)
yang mengajar di Sarlerno, buku ini diterjemahkan dan di-
perkenalkan ke benua Eropah.
Sampai saat ini kata katarak digunakan dan berarti sesuatu
kekeruhan yang terjadi pada lensa mata. Berbagai macam
istilah dipakai untuk kelainan ini seperti dalam bahasa Jerman
"Star" atau "starblind
"
, dalam bahasa Inggris "stone blind".
Tetapi saat ini kalangan dunia kedokteran umumnya memakai
istilah katarak.
Apakah katarak ?
Katarak adalah menjadi keruhnya lensa mata. Berbagai
teori dan pendapat pernah dikemukakan para ahli untuk
menerangkan sebab-sebab terjadinya katarak tetapi tidak
satupun yang dapat menerangkan dengan memuaskan. Saat ini
umumnya para ahli sepakat bahwa sebab-sebab katarak se-
sungguhnya amatlah kompleks dan dipengaruhi banyak faktor.
Tetapi pada dasarnya hilangnya kejernihan lensa dapat
terjadi akibat gangguan struktur lensa yang berupa serabut-
serabut yang membentuk sistem koloid dimana sejumlah besar
air terikat di dalamnya. Gangguan ini mungkin terjadi dalam
2 bentuk yaitu :
·
kekeruhan karena sembab.-- akibat penimbunan air dian-
tara susunan serabut-serabut lensa atau absorbsi intraseluler
yang biasanya ditentukan oleh tekanan osmosis.
·
kekeruhan karena penggumpalan (koagulasi).--
adalah
suatu perubahan kimiawi dari kandungan protein lensa
dimana protein lensa yang semula larut dalam air menjadi
tidak larut dalam air.
Mengapa terjadi katarak ?
Untuk memahami mengapa terjadi katarak sebaiknya kita
secara sepintas lalu mengingat kembali bahwa lensa mata
manusia menjalani fase-fase sesuai dengan perkembangan
manusia itu sendiri.
Dimulai dari masa kehidupan janin sampai kehidupan bayi
dan dewasa sampai usia tua, maka lensa dipengaruhi oleh ber-
bagai faktor yang dapat mengganggu kejernihannya sehingga
terjadi katarak. Duke Elder mencoba membuat ikhtisar dari
penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan katarak sbb. :
1. Sebab-sebab biologik :
(a)
Karena usia tua. Seperti juga
pada seluruh makhluk hidup maka lensa pun mengalami
proses tua dimana dalam keadaan ini ia menjadi katarak.
(b)
Pengaruh genetik. Pengaruh genetik dikatakan berhubung-
an dengan proses degenerasi yang timbul pada lensa.
2. Sebab-sebab imunologik : Badan manusia mempunyai
kemampuan membentuk antibodi spesifik terhadap salah satu
dari protein-protein lensa. Oleh sebab-sebab tertentu dapat
terjadi sensitisasi secara tidak disengaja oleh protein lensa
yang menyebabkan terbentuknya antibodi tersebut. Bila hal
ini terjadi maka dapat menimbulkan katarak.
3. Sebab-sebab fungsional : Akomodasi yang sangat kuat
mempunyai efek yang buruk terhadap serabut-serabut lensa
dan cenderung memudahkan terjadinya kekeruhan pada lensa.
Ini dapat terlihat pada keadaan-keadaan seperti intoksikasi
ergot, keadaan tetani dan aparathyroidisme.
4. Gangguan
yang
bersifat lokal terhadap lensa : Dapat
berupa
(a)
Gangguan nutrisi pada lensa,
(b)
Gangguan permea-
bilitas kapsul lensa,
(c)
Efek radiasi dari cahaya matahari.
5. Gangguan metabolisme umum : defisiensi vitamin dan
gangguan endokrin dapat menyebabkan katarak misalnya
seperti pada penyakit diabetes melitus atau hyperparathyroi-
dea.
Siapakah penderita katarak ?
Dari sekian banyak penyebab katarak, maka proses tua me-
rupakan salah satu penyebab katarak yang paling besar pada
manusia. Katarak yang disebabkan karena usia tua disebut
katarak senilis. Pada keadaan ini umummya katarak baru
timbul pada waktu pasien berusia 50 tahun ke atas. Kadang-
kadang dapat juga katarak itu timbul sebelum pasien berusia
50 tahun. Pada keadaan ini biasanya katarak ini disebut se-
bagai katarak presenilis. Sedangkan bila katarak timbul pada
usia di bawah 40 tahun, bisanya disebut sebagai katarak
juvenilis. Apabila katarak tampak seketika sesudah bayi di-
lahirkan maka ini disebut sebagai katarak kongenital.
Berapakah banyaknya penderita katarak ?
Katarak senilis sangat sering ditemukan pada manusia, bahkan
26 Cermin Dunia Kedokteran No. 21, 1981
dapat dikatakan sebagai suatu hal yang dapat dipastikan
timbulnya dengan bertambahnya usia penderita. Horlacher
mendapatkan bahwa 65% dari seluruh individu antara usia
51 -- 60 tahun menderita katarak, sedangkan Barth menemu-
kan bahwa 96% dari individu di atas usia 60 tahun mem-
punyai kekeruhan lensa yang dapat terlihat jelas pada pe-
.meriksaan dengan "slit lamp".
Pada daftar di bawah ini tampak besarnya pertambahan
jumlah penderita katarak dengan bertambahnya usia.
Umur
4I - 50th.
5I--60 th.
6I--70 th.
> 70 th
Andersen
38,2 %
65,1 %
85,0 %
92,0 %
Gradle
34,1 %
66,2 %
68,4 %
90,9 %
Cinotti
Patti
63,3 %
58,6 %
83,2 %
93,1 %
Dari angka-angka di atas tampaklah bahwa katarak merupa-
kan salah satu penyebab terbesar menurunnya tajam peng-
lihatan menusia pada usia produktif yaitu sekitar 40 - 55 tahun.
Oleh karena itu patutlah kelainan ini mendapat perhatian
yang wajar oleh dokter pada umumnya.
Kapankah seorang penderita katarak harus menjalani operasi ?
Sesungguhnya amat sulit untuk memberi batasan yang tegas
kapan seseorang penderita katarak harus dioperasi. Hal ini
amat bergantung kepada usia, keadaan umum penderita, jenis
pekerjaan, ada tidaknya penyulit-penyulit pada mata seperti
uveitis, glaukoma dll.
·Katarak kongenital.
Pada katarak kongenital banyak ahli-ahli seperti Falls, Owens,
Hughes, Cordes dll. berpendapat bahwa sebaiknya operasi
dilakukan sesudah bayi sekurang-kurangnya berusia 2 tahun.
Dengan menunggu sampai usia 2 tahun, diharapkan operasi
akan lebih mudah karena ukuran bola mata lebih besar dan
manipulasi operasi yang lebih mudah.
Sebaliknya Stallard berpendapat bahwa pada katarak
kongenital yang total sebaiknya operasi dilakukan pada waktu
bayi berusia 7 bulan sebab operasi pada usia yang lebih tua
akan menyebabkan ambliopia (penurunan kemampuan peng-
lihatan).
·
Katarak senilis
Tidak ada batasan yang tegas pada ketajaman penglihatan
berapa seorang penderita katarak harus menjalani operasi.
Pada dasarnya hal ini tergantung pada 2 faktor penting yaitu :
(1) Pengalaman pembedah tentang hasil-hasil operasi sebelum-
nya, dan (2) Kebutuhan penderita akan tajam penglihatan
yang baik agar ia dapat melakukan pekerjaannya.
Jadi patokan yang menjadi dasar adalah bila penderita
telah merasakan bahwa dengan penglihatannya saat itu ia
telah tidak mampu melakukan pekerjaannya dengan baik.
Bagaimana operasi katarak dilakukan ?
Sejak zaman kedokteran purba katarak telah dikenal oleh
para tabib kuno. Dengan berkembangnya teknologi dan ilmu
kedokteran maka teknik dan cara operasi katarak pun menga-
lami perubahan demi perubahan.
Susruta dan Characa ahli pengobatan India kuno melakukan
operasi penusukan katarak dengan jarum dan mendorong
lensa yang katarak tersebut ke rongga vitreous sehingga pupil
menjadi bebas. Demikian juga Celsus seorang tabib Yunani
kuno dalam bukunya "De Medicina libri octo" mengemukakan
teknik operasi yang hampir sama dengan yang dikemukakan
oleh Susruta. Cara ini masih tetap dianut berabab-abad ke-
mudian misalnya oleh Johann Christian Juengken di Charite
Hospital Berlin (1863).
Awal dari pembedahan katarak modern dimulai oleh
Jaques Daviel (1696 - 1762) dimana ia memperkenalkan tek-
nik sayatan pada limbus kornea bagian bawah dan dengan
pinset yang halus katarak tersebut diekstraksi keluar. Iridek-
tomi hanya dilakukannya jika lensa dianggapnya terlalu besar.
Hal ini dilakukan tanpa mengindahkan dasar-dasar aseptik
maupun antiseptik sehingga sudah tentu banyak terjadi pe-
nyulit-penyulit pasca bedah.
Cara-cara pembedahan yang asepsis dan penggunaan obat-
obat antiseptik pada pembedahan katarak pertama kali di-
perkenalkan oleh Alfred Carl Graefe (1830 - 1899) seorang
kemenakan dari Prof. Albrecht von Graefe. Dari 1074 operasi
katarak yang dilakukannya hanya ditemukan 10 kasus dengan
penyulit infeksi pasca bedah.
Sangat sulit mengetahui siapa yang sesungguhnya menjadi
pelopor pembedahan katarak intra-kapsuler, sebab pada
masa sebelumnya biasanya operasi katarak intra- maupun
ekstra-kapsuler dilakukan para pembedah tergantung pada
keadaan dan ketrampilan pembedahnya.
Georg Joseph Beer
(1795) secara rutin melakukan pembedahan katarak intra-
kapsuler.
Albert Terson (1870) adalah yang pertama menggunakan
forceps lensa untuk mengeluarkan lensa. Alat ini diperbaiki
oleh berbagai ahli yang kemudian disempurnakan oleh Arruga
sehingga menjadi sangat terkenal di Eropa pada saat itu.
Ignacio Barraquer memperkenalkan alat yang dinamakan-
nya erisiphake yaitu suatu alat yang memegang lensa dengan
daya vakum. Lensa yang terhisap dengan cara ini dapat ditarik
keluar. Operasi ini dinamakannya phacoerisis.
Pada tahun 1961 terjadi revolusi dalam cara melakukan
ekstraksi katarak. Tadeuz Krwawics memperkenalkan cara
ekstraksi dengan pendinginan (
"
cryoextraction"). Alat ini
disempurnakan oleh Dutch Bellow. Mula-mula pendinginan
dilakukan dengan CO
2
kemudian dipergunakan juga N
2
cair
dan Freon, sebagai gas pendingin. Cara ekstraksi lensa ini
banyak dipakai oleh dokter mata saat ini dalam melakukan
pembedahan katarak. Alat ini terdiri dari suatu tabung berisi
gas pendingin dengan pipa yang menyalurkan gas pendingin
tersebut ke sebuah jarum ekstraksi. Sesudah dilakukan sayatan
sehingga kornea terbuka, maka jarum pendingin dilekatkan
pada permukaan lensa sambil gas pendingin dialirkan. Bebe-
rapa saat kemudian sebagian lensa yang bersentuhan dengan
jarum menjadi turut membeku dan lekat pada jarum. Dengan
cara ini lensa tersebut diekstraksi keluar.
Metoda pembedahan katarak yang paling mutakhir dan
masih terus diteliti hingga saat ini adalah penggunaan getaran
suara ultra untuk menghancurkan nukleus lensa, dikombinasi
dengan penghisapan atau irigasi massa lensa. Cara ini dikenal
dengan nama "Phaco emulsification and aspiration" atau
Cermin Dunia Kedokteran No. 21, 1981 27
"Phacofragmentation and irrigation". Pelopor teknik operasi
ini antara lain Kelman di Amerika Serikat dan Dardenne di
Eropah. Mereka menggunakan jarum yang dapat menimbulkan
getaran ultra sonik yang dapat menghancurkan nukleus lensa
yang padat. Sebelum itu dengan pisau yang tajam, kapsul
anterior lensa dikoyak. Lalu jarum ultrasonik ditusukkan ke
dalam lensa, sekaligus menghancurkan dan menghisap massa
lensa keluar. Cara ini dapat dilakukan sedemikian halus dan
teliti sehingga kapsul posterior lensa dapat dibiarkan tanpa
cacad. Dengan teknik ini maka luka sayatan dapat dibuat
sekecil mungkin sehingga penyulit maupun iritasi pasca bedah
sangat kecil.
Berbagai teknik telah dikembangkan oleh para ahli sesuai
dengan kemajuan teknologi, dimana semakin lama operasi
katarak semakin baik hasilnya. Kelak pada suatu ketika
mungkin operasi katarak hanyalah merupakan- operasi ringan
dimana penderita setelah dioperasi dapat langsung pulang dan
dapat bekerja kembali tanpa perawatan di rumah sakit.
TAHUKAH ANDA...............?
Tahun ini merupakan tahun Internasional Penderita Cacat. Tahukah anda berapa
banyak jumlah penderita cacat di Indonesia ? Di bawah ini kami kutipkan angka-
angka resmi untuk tahun 1977. Sekedar untuk memberi gambaran kuantitatif.
PERKIRAAN JUMLAH PENDUDUK DALAM PERMASALAHAN KESEJAHTERAAN SOSIAL, 1977
Dikutip dari : Peta Pembangunan Sosial Indonesia, 1930 -- 1978, Biro Pusat Statistik.
28 Cermin Dunia Kedokteran No. 21, 1981