PERAWATAN KULIT PADA USIA LANJUT
KATA PENGANTAR
Dalam praktek sehari-hari, seorang dokter mungkin berhadapan dengan wanita-wanita yang memerlukan pertolongan untuk perawatan kulitnya.
Dibawah ini telah dibahas secara singkat anatomi dan
fisiologi
kulit serta pengaturan kadar lemak dan kadar air
Lemak dan air
merupakan
dua zat
penting yang
sangat menentukan sifat-sifat kulit.
Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman sejawat dalam menghadapi persoalan ini.
Redaksi
Kulit
manusia terdiri dari dua bagian;
bagian atas yang disebut
"
epidermis" dan
bagian bawah yang disebut
"
endodermis
"
atau "dermis
"
saja. Masing-masing bagian
terdiri lagi atas
berapa lapisan. Yang
paling penting untuk pembahasan pera-
watan kulit ialah lapisan teratas epidermis
yang bemama
"
stratum corneum".
Stratum corneum atau lapisan tanduk
terdiri atas sel-sel
keratin yang mati dan
tak berinti, yang secara periodik terlepas
dari pennukaan kulit untuk digantikan
dengan sel-sel lain berasal dari lapisan-
lapisan dibawahnya.
Dalam kulit terdapat pori-pori untuk
penyaluran keringat keluar dan folikel-
folikel
rambut yang memiliki kelenjar-
kelenjar lemak. Lemak atau sebum yang
dibentuk oleh kelenjar-kelenjar tersebut
selain
meminyaki rambut
yang bersang-
kutan juga berfungsi sebagai pelumas per-
mukaan kulit disekitarnya. Pelumasan ini
bertujuan membuat kulit halus dan flek-
sibel, sehingga mengurangi friksi dan men-
cegah kulit menjadi retak. Akan tetapi
sebum tidak dapat mencegah kulit menja-
di
kering, oleh karena keringnya kulit
adalah akibat rendahnya kadar air dida-
lam stratum corneum. Selaput yang di-
bentuk diatas permukaan kulit tidak cu-
kup oklusip untuk mencegah penguapan
air
melalui kulit.
Fleksibilitas
kulit berhubungan lang-
sung dengan kadar air dalam stratum
corneum.
Air adalah plasticiser paling
effektip bagi kulit dan kulit yang telah
retak dapat menjadi nonnal kembali jika
titik
embun udara disekitarnya berada
diatas suatu tingkat kritis.
Titik embun adalah suhu udara dimana
uap air mulai mengembun menjadi te-
tetesan-tetesan yang terlihat
Berapa banyak air dibutuhkan kulit
untuk bersifat tetap lunak dan fleksibel ?.
Kulit
mengandung antara 10 sampai
30 persen air. Untuk bersifat cukup lunak
dan fleksibel stratum corneum harus me-
ngandung
paling sedikit 10 persen air.
Dibawah angka ini kulit akan mulai terasa
kasar, bersisik dan rapuh.
Masalah kulit kering pada dasarnya
adalah
masalah pengangkutan air secu-
kupnya kedalam lapisan tanduk atau
mencegah kehilangan terlalu banyak air
yang berdifusi keluar.
Bagaimana kulit menjaga keseimbang-
an airnya ?
Air dapat berdifusi perlahan-lahan keatas
dari jaringan-jaringan
kulit
yang lebih
dalam atau dari lapisan-lapisan bawah
epidermis.
Kecepatan difusi ini diatur
oleh suatu mekanisme yang tersusun ra-
pih
dan bagian utamanya merupakan
suatu sekat epidermal yang kuat dan
serupa plastik dengan tugas utama mena-
han air.
Tampaknya lapisan penyekat itu adalah
identik dengan stratum corneum. Difusi
air adalah suatu proses keseimbangan; jika
ada air meninggalkan permukaan kulit
maka akan ada air lagi yang dibebaskan
oleh kulit bagian bawah untuk mengganti-
kannya. Sekat itu berperanan sebagai
katup (valve), yang membuka dan me-
nutup sesuai dengan perbedaan-perbedaan
konsentrasi dan suhu pada kedua sisi
selaput kulit.
Pada suhu tinggi air akan ditarik ke-
permukaan sebagai keringat untuk men-
dinginkan kulit. Ini menghasilkan suatu
kelembaban relatip yang tinggi, yang ber-
tahan diatas permukaan kulit dan mence-
gah kehilangan air lebih banyak melalui
epidermis.
Untuk mengatur keseimbangan air secara
effektip
maka stratum corneum dileng-
kapi dengan komponen-komponen peng-
ikat
air,
yang terdiri atas senyawa-
senyawa organik dan anorganik yang
didalam air. Zat-zat ini membantu stra-
tum corneum menahan air dan ikut meng-
hindarkan kadar air turun dibawah batas
minimal 10 persen itu.
JACOBI menggambarkan campuran zat-
zat tersebut sebagai
"
faktor pembasah
alamiah
"
.
Menurut IDSON didalam stra-
tum corneum masih terdapat
"
lipoidal
agents
"
yang berperanan mencegah zat-
zat
higroskopik tersebut larut terbawa
oleh air bila kulit dimasukkan kedalam-
nya.
Dari uraian diatas dapat ditarik kesim-
pulan bahwa kulit sehat yang berfungsi
normal
memenuhi syara-syarat sebagai
berikut.
1.
Memiliki kelenjar lemak dalam jumlah
yang wajar dan yang menghasilkan
sekret (sebum) dalam batas-batas wajar
pula;
tidak terlalu berlebih hingga
membuat kulit tampak berlemak atau
bahkan sampai menimbulkan jerawat,
tetapi juga tidak terlalu sedikit sehing-
ga kulit tetap licin, halus dan fleksibel.
2.
Stratum
corneum memiliki
cukup
komponen-komponen pengikat air, se-
hingga kulit dapat mempertahankan
kadar airnya yang wajar untuk bersifat
tetap lunak dan plastis.
Pada kulit tua terjadi degerasi kelen-
jar-kelenjar lemak, hingga sekresi sebum
menjadi jauh berkurang. Ini berakibat
pelumasan kulit terganggu dan kulit men-
jadi
kasar dan bersisik. Disamping itu
"
lipoidal agents
"
yang melindungi kom-
ponen-komponen higroskopik didalam
stratum corneum juga berkurang, sehing-
ga stratum comeum tidak mampu lagi
mempertahankan kadar air yang wajar
didalam kulit. Ini berakibat jumlah air
yang meninggalkan permukaan kulit me-
lalui penguapan lebih besar daripada jum-
lah air yang dapat menggantikannya
.
Al-
hasil kulit akan menjadi kering dan retak-
retak.
Salah satu usaha untuk mencegah stra-
tum corneum kehilangan terlampau ba-
nyak air ialah dengan menutup permu-
kaan kulit untuk menghambat penguapan
air.
Zat menutup atau oklusan paling effektp
adalah vaselin, karena vaselin membentuk
suatu selaput tipis yang kontinu dan
bersifat
hidrofob.
Akan tetapi oleh ka-
rena vaselin memberi rasa berlemak pada
10
OBAT BARU
CLINDAMYCIN :
[7(S) - chloro - 7 - deoxylincomycin]
antibiotika derivat lincomycin
hasil-hasil percobaan
in vitro
dan
in
vivo
menunjukkan bahwa clindamycin
effektip terhadap :
vivo
menunjukkan bahwa clindamycin
effektip terhadap:
beta-hemolytic streptococci
diplococcus pneumonia
alpha-hemolytic strep tococci
sebagian
besar strain-strain
staph. aureus
tidak effektip terhadap :
H. influenzae
N. gonorrheia
Strep. faecalis
semua bakteri Gram ( )
Clindamycin. HC1 telah disetujui oleh
FDA untuk digunakan dalam klinik
dan hanya tersedia untuk pemberian
secara
per oral; penyuntikan Clin-
damycin. HC 1 secara lM menimbulkan
rasa nyeri hebat disebabkan iritasi lo-
kal.
Clindamycin 2 PO
4
sangat
baik
untuk penyuntikan secara lM akan
tetapi clindamycin 2 PO
4
sendiri ti-
dak memiliki sifat antibakteri; effek
antibakteri ini baru timbul setelah
senyawa itu dihidrolisa menjadi Clin-
damycin basa
Pada bayi dan anak-anak Clindamy-
cin 2 PO
4
yang diberikan secara sun-
tikan IM diserap lebih cepat dan meng-
hasilkan
puncak kadar plasma yang
lebih tinggi serta diexkresi lebih cepat
dalam urine dari pada penyuntikannya
pada orang dewasa
Penggunaan Clindamycin sama dengan
Lincomycin
dosis
yang dianjurkan untuk orang
dewasa 150 450 mg setiap 6 jam dan
untuk anak-anak 8 20 mg untuk
tiap-tiap kg berat badan sehari
terbagi
dalam beberapa dosis
toksisitas :
kadang-kadang timbul ge-
jala-gejala gastro-intestinal akan tetapi
lebih jarang menimbulkan diare diban-
ding dengan lincomycin
dapat menimbulkan gejala-gejala a/lergi
kepada mereka yang hypersensitip
leucopenia yang bersifat semen tara
dapat menaikkan nilai alkali phospha-
tase dan serum transaminase
cross-resistance : dengan lincomycin
kulit, dan juga oleh karena vaselin sukar
diemulsikan sehingga sukar dicuci dari
kulit,
maka dipandang dari sudut kosme-
tik vaselin kurang estetik untuk dipakai
dalam bentuk aslinya.
Okludan yang paling digemari dunia kos-
metik adalah yang berbentuk cream.
Cream adalah suatu emulsi yang ter-
bentuk dari komponen-komponen mi-
nyak dan air. Emulsi ini dapat bersifat
minyak dalam air atau O/W (oil in water)
atau bersifat air dalam minyak atau W/O
(water in oil).
Bagian lemak didalam cream dapat mem-
bentuk suatu selaput oklusip diatas per-
mukaan kulit sedangkan airnya dapat
meresap kedalam stratum corneum dan
membantu rehidrasi lapisan tanduk itu.
Lagi pula lemaknya membantu sebum
membuat kulit lebih halus dan lebih
fleksibel.
Pada kulit tua sekresi sebum
sangat
menurun. Cream semacam ini di-
sebut
"
emollient cream
"
.
Disamping usaha rehidrasi kulit secara
fisik seperti diatas dapat pula diusahakan
terapi
hormonal, yaitu dengan penam-
bahan pregnenolon, suatu steroid dengan
aktivitas estrogenik, pada cream tersebut.
Pada umumnya steroid ini dipakai dalam
kadar 0.5% dalam bentuk pregnenolon
asetat. Telah terbukti bahwa zat ini dapat
menghilangkan
keriput-keriput
melalui
rehidrasi dan pengencangan kulit.
Hormon lain yang juga sering dipergu-
nakan adalah progesteron. Steroid ini
dianggap dapat memperbaiki fungsi kelen-
jar-kelenjar lemak.
PDU.
Kepustakaan :
1.
IDSON, B. : Dry Skin Emolliency, Drug
Cosmetic Industry, III, No. 2, 28, 1972.
2.
BARNETT, G. : Cosmetics Science and
Technology, 2nd. ed., VoL I, Wiley Inter-
science,
New York, 1972, pp. 27 and 105.
3.
HARRY, R.G.: Modern Cosmeticologu,
5th. ed., Leonard Hill, London, 1962, pp. 1
-- 22.
4.
DE NAVARRE, M.G. : The Chemistry and
Manufature of Cosmetics, 2nd. ed., VoL II,
D.
Van Nostrand Coy, Inc., New York,
1962, pp. 278.
5.
JAKOBI, O.K.: as quoted by IDSON
(1972).
ooOoo
1
1