background image
PENGOBATAN ATHEROSCLEROSIS
Oleh :
Dokter B. Soeharto
Bagian Farmakologi
F.K.U.I., Jakarta.-
Masalah atherosclerosis sekarang dianggap sebagai
masalah terpenting dalam usaha manusia memerangi
penderitaan dan memperpanjang hidup.
Menurut data-data statistik di negara-negara maju,
penyakit atherosclerotis memang merupakan penye-
bab kematian utama (CHARLIER, 1971).
Bagaimanakah pengobatan atherosclerosis ?
Sebenarnya hingga saat ini belum ada pengobatan
yang spesifik untuk atherosclerosis, karena faktor-
faktor yang berperanan penting dalam patogenesis
penyakit ini banyak sekali. Tindakan-tindakan pengo-
batan yang dilakukan selama ini hanyalah terbatas
pada usaha menghilangkan atau mengurangi faktor-
faktor penyebah itu, yaitu :
1. Pengobatan diitetik.
2. Pengobatan penyakit-penyakit metabolik seperti
diabetes mellitus, hypothyroidism, obesitas dan
sebagainya.
3. Pengobatan hipertensi.
4. Memperbanyak kerja fisik (olah raga teratur).
5. Menghentikan merokok.
6. Mengatasi/menghilangkan "stress" psikis.
7. Pengobatan hiperlipemia (penggunaan obat-obat
anti-hyperlipemia).
Perlu diingat bahwa patogenesis atherosclerosis
bersifat chronic, perlu waktu bertahun-tahun untuk
sampai
menimbulkan gejala-gejala tertentu. Jadi
mudah
dipahami
bila
pengobatannyapun
perlu
dilakukan untuk jangka waktu lama, bertahun-tahun
bahkan mungkin seumur hidup ; supaya manfaatnya
dapat dirasakan.
ad.1. Makanan bagaimanakah yang dianjurkan untuk
penderita atherosclerosis ?
Bila segala fasilitas pemeriksaan hiperlipemia
tersedia, maka pengobatan diitetik lebih dapat
disesuaikan
dengan jenis hiperlipemia yang
dihadapi.
Hal ini antara lain berhubungan dengan adanya
perbedaan toleransi terhadap glucosa pada
jenis-jenis hiperlipemia.
Tentu saja ini juga tergantung pada adanya
penyakit-penyakit lain
pada
penderita itu
seperti diabetes mellitus, hipertensi dan sebagai-
nya.
ad.2. Penyakit-penyakit yang menyebabkan gangguan
pada metabolisme lemak perlu ditanggulangi.
ad.d. Hipertensi diturunkan dengan obat-obat anti-
hipertensi.
ad.4. Bagaimanakah pengaruh olahraga (kerja fisik)
yang teratur terhadap proses atherosclerosis ,
Pengaruh olahraga teratur terhadap metabolis-
me sel-sel tubuh dapat ditinjau dari beberapa
sudut. Berikut ini adalah hasil-hasil penyelidik-
an tentang akibat olahraga yang dilaporkan :
1. Penurunan kadar trigliserida dan cholesterol
dalam plasma
2. Efisiensi penggunaan oxygen dalam metabo-
lisme otot diperbaiki (CHARLIER, 1971),
sehingga setelah seorang terlatih, tonus syaraf
simpatis berkurang sehingga tachycardia (ker-
ja jantung) dan hipertensi juga berkurang --
keseimbangan
kebutuhan dan penyediaan
oxygen pulih kembali, dan nyeri angina
pectoris disembuhkan.
Atas dasar itu maka dapat diterangkan mengapa
kapasitas kerja penderita angina pectoris dapat
ditingkatkan bila mereka dilatih teratur melaku-
kan olahraga yang masih dalam batas-batas tole
ransinya.
ad. 5 Dianjurkan kepada penderita untuk mengu-
dan 6. rangi/membatasi kedua faktor ini.
ad;7; Obat-obat apakah yang tergolong dalam obat-
obat anti-hiperlipemia dan bagaimanakan cara
kerjanya ?
Sebenarnya cukup banyak obat-obat yang
berkhasiat anti-hiperlimia,tetapi hanya beberapa
saja
yang digunakan dalam klinik, karena
sebagian obat-obat ini terlalu toxik.
Berikut ini adalah obat-obat yang digunakan
dalam klinik.
Akhirnya tidak boleh-dilupakan bahwa masalah
atherosclerosis sebenarnya menyangkut masalah
penyempitan arteri yang selanjutnya menggang-
gu pengaliran zat-zat makanan dan oxygen
untuk jaringan-jaringan tubuh, sehingga pengo-
batan
atherosclerosis
sebenarnya
bertujuan
memperbaiki metabolisme sel-sel jaringan tubuh
tersebut.
Semua ini akan sia-sia bila penyakit-penyakit
yang berakibat defisiensi zat makanan dan
hipoxia tidak diobati.
Cholesterol dalam tubuh berasal dari 2 sumber
yaitu cholesterol exogen, yang berasal dari
makanan dan cholesterol endogen, yang dibuat
oleh tubuh sendiri.
Pada umumnya khasiat obat-obat anti-hipelipe-
mia berdasar pengurangan penyerapan choleste-
rol exogen, menghambat sintesa cholesterol
dan/atau
mempercepat metabolisme/ekskresi-
nya.
11
background image
Menghambat absorpsi dan re-absorpsi cholesterol
dan empedu
: Cholesteramin.
: Sitosterol.
-- Memperbesar exkresi coprosterol dan empedu
: D-Thyroxin.
: Neomycin.
-- Menghambat sintesa cholesterol dalam tubuh
: Asam nikotinat (dan derivat-derivatnya).
: Clofibrat.
-- Merangsang lipoprotein-lipase
: Clofibrat.
-- Menghambat sintesa VLDL (very
low density
lipoprotein) dalam hepar
: Clofibrat.
Dosis dan kekhasiatan obat-obat ini dapat dilihat
pada tabel I.
KEPUSTAKAAN :
CHARLIER, R. : Antianginal drugs, Springer-Verlag,
Berlin, 1971.
FREDERICKSON, D.S. and BRESLOW, J.L.:
Primary Hyperlipoproteinemia in lnfants, Ann.
Rev. Med. 1973, 24 315-324.
HARPER, H.A. ; Rev. Physiol. Chem. 13th nd. Lange
Med. Publ. Los Altos, Calif. 1971.
KEYS, A. : Diet and the Epidemiology of Coronary
Heart Disease, JAMA, 1957, 164, 1912.
KUO, P.T. : Atherosclerosis in Cardiac and Vascular
Diseases.
(CONN, H.L. and HORWITZ, 0., editors) Vol. 11,
Lea Febiger, Philadelpia, 1971, p. 978-1017.
WHO Technical Report Ser. No. 143, 1958.
WOLF, S. (editor) : Distribution of Atherosclerosis in
Various.
Populations, in Advances in Expl. Med. and Biol.
Vol. 16 B, Plenum Press 1972 -- New York --
London, p.30.
TABEL 1. OBAT-OBAT ANTILIPEMIA
OBAT
DOSIS
Cara Kerja
Berkhasiat
terhadap type
Jenis lemak plasma yang
diturunkan kadarnya
D-Thyroxin
Asam nikotinat (NIASIN)
Nikotinil Tertrat (Derivat
Beta-Piridilkarbinol)
Clofibrat
Cholesteramin
4
8 mg.
3
6 gram
2,5 5 gram
2 gram
10
16 gram
Mempercepat katabolisme dan
exkresi cholesterol dan derivat-
derivatnya lewat usus.
Menghambat sintesa cholesterol
Mempercepat oxidasi
cholesterol.
sama dengan Niasin
Mempertinggi aktivitas
enzim lipoprotein lipase
Sintesa cholesterol dihambat
Mempertinggi kadar thyroxin
bebas dalam plasma
Menghambat absorpsi dan
re-absorpsi cholesterol dan asam
empedu di usus.
II
II, IV
II, IV
III, IV, V
II
Cholesterol
Trigliserida (kadang-kadang)
Cholesterol
Trigliserida
Fosfolipid
sama dengan Niasin
Cholesterol
Triglyserida
Cholesterol
12