background image
Artikel
HASIL PENELITIAN
Penelitian Kecacatan Pasien Kusta
di RSK Sitanala,Tangerang
Petrus Tarusaraya, Paulus Wahyudi Halim
Rumah Sakit Kusta Sitanala, Tangerang, Indonesia
PENDAHULUAN
Penyakit kusta adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh
Mycobacterium leprae, menyerang pada bagian badan yang
ABSTRAK
Hasil penelitian dari 1153 penderita kusta di Unit Rawat Jalan RSK Sitanala selama
sien baru yang cacat adalah 84 dari 113 orang
at adalah 761 dari 1040 (73,17%); laki-laki
g (76,39%) dan wanita 227 dari 344 orang
ia produktif 19­55 tahun (76,10%).
dingin, terutama kulit, saluran napas atas, saraf tepi, testes dan
mata bagian anterior
(1)
. Deformitas yang terjadi pada penderita
kusta adalah sebagai berikut
(2)
:
1) Wajah: muka seperti topeng, fasies leonina. wrinkling face,
lagopthalmos, madarosis, ulkus. kornea, kekeruhan kornea,
perforated nose, depressed nose, nodul pada telinga dan lobule
yang membesar.
) Tan
2
gan: claw hand, wrist drop, ulkus, absorbsi jari-jari,
osongnya interosseous space dan
drop foot, inversi kaki, claw toes,
abso
I CACAT
Cacat Tangan dan Kaki
Tingkat 0: Tidak ada anestesia, tidak nampak deformitas dan
kerusakan. Tingkat 1: Terdapat anestesia, tetapi tidak tampak
deformitas dan kerusakan. Tingkat 2: Terdapat deformitas atau
kerusakan (adanya ulkus, absorbsi, disorganisasi, kekakuan sendi
dan mutilasi).
dan visus < 6/60, tidak dapat meng-
jarak 6 meter.
ingin mendapatkan gambaran
yang paling banyak terjadi pada penderita kusta, se-
nnya.
RIAL DAN METODA
ini dilakukan pada seluruh pasien kusta yang da-
tang
nylon.
3) Untuk pemeriksaan sersibilitas kornea digunakan kapas.
Metode
Pasien mula-mula diregistrasi nama, nomor Medical Record,
umur, jenis kelamin, tipe kusta, pasien baru dan pasien lama di-
bagi aktif atau sudah RFT (Released from treatment)/COT
thumb web contracture, k
a tangan.
edem
3) Kaki: ulkus plantar,
rbsi jari-jari, collaps foot, edema kaki dan callus.
4) Deformitas lain berupa: ginekomastia dan perforasi pa-
latum.
KLASIFIKAS
(3)
Cacat Mata
Tingkat 0: Tidak ada problem mata akibat kusta, dan tidak
ada kelainan visus. Tingkat 1: Adanya problem mata akibat
kusta, tetapi visus tidak terlalu jelek > 6/60. Tingkat 2: Adanya
roblem mata akibat kusta,
p
hitung jari tangan pemeriksa dari
Pada penelitian ini penulis
kecacatan
hingga dapat memberi input dan saran-saran pencegahan pada
bagian-bagian/divisi-divisi yang terkait, guna dilakukan pro-
gram penanggulanga
MATE
aterial
M
1) Penelitian
berobat selama bulan Maret 1996 di Unit Rawat Jalan RSK
Sitanala Tangerang.
2) Untuk pemeriksaan sensibilitas tangan dan kaki digunakan
bulan Maret 1996 adalah sebagai berikut: Pa
(74,34%), sedangkan pasien lama yang cac
lebih banyak cacat yaitu 618 dari 809 oran
(65,99%). Kecacatan banyak terjadi pada us
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997
5
background image
(Completion of treatment cure), dan tempat tinggal penderita.
Pasien baru adalah pasien kusta yang pertama kali berobat
dan didiagnosis di RSK Sitanala Tangerang, sedangkan pasien
lama adalah:
1) Pasien penyakit kusta aktif (lama aktif) yang masih diberi
obat MDT (Multi Drug Treatment) secara teratur.
2) Pasien lama inaktif, sudah selesai pemberian MDT (sudah di
RFT/COT).
Untuk tes sensibilitas tangan dan kaki digunakan nylon yang
dipasang pada pegangan spuit atau jari-jari roda sepeda. (Benang
nylon yang digunakan berbeda-beda diameternya). Untuk tela-
pak kaki digunakan nylon menekuk di bawah kekuatan 10 gram
tekanan, sedangkan pada tangan digunakan benang nylon de-
ngan kekuatan 2­5 gram tekanan
(4)
. Nylon yang digunakan se-
baiknya 1 g tekanan untuk tes sensibilitas tangan
(5)
. Sedangkan
tes motoris dilakukan oleh fisioterapis dengan cara voluntary
muscle test (VMT), untuk meneliti kekuatan otot-otot yang
diperiksa.
Kemudian pasien diperiksa untuk mencari tanda-tanda
berikut :
Mata
·
Madarosis: alis penderita tidak ada.
·
Lagopthalmos: kelopak mata tidak dapat menutup rapat,
sehingga tampak konjungtiva dan kornea bila mata dipejamkan.
·
Anestesia kornea: kornea disentuh dengan kapas, penderita
tidak berkedip.
·
Iridosiklitis: injeksi perikorneal, mata merah, silau dan visus
menurun.
·
Kelainan kornea: dengan melihat kornea sudah tidak bening
lagi.
·
Kelainan visus < 6/60: penderita disuruh menutup satu mata
dengan telapak tangan, mata yang satunya tidak dapat meng-
hitung jari tangan pemeriksa dari jarak 6 meter.
Wajah
·
Megalobule: cuping telinga membesar.
·
Saddle nose: pangkal hidung cekung.
·
Wrinkling face/sagging face: kulit wajah berkeriput se-
hingga menyerupai orang tua.
Tangan
·
Ulnar claw hand: jari 4 dan 5 bengkok/kiting bila penderita
disuruh menggerakkan jari tangannya, tetapi masih bisa di-
luruskan secara pasif.
·
Median claw hand : jari 2 dan 3 bengkok/kiting, masih bisa
diluruskan secara pasif.
·
Claw thumb: ibu jan tidak dapat diluruskan.
·
Atrophy web: otot-otot di dorsum manus antara jari 1 dan 2
kosong.
·
Drop hand: gerakan dorsofleksi pergelangan tangan tidak
ada.
·
Anestesia palmar: dengan menekankan nylon 2 g pada
telapak tangan sampai bengkok, penderita tidak berasa.
·
Kontraktur jari-jari: jari-jari kiting tidak dapat diluruskan.
·
Mutilasi: Jari-jari tangan hilang.
·
Absorbsi: Jari-jari tangan memendek, masih tampak sisa
kuku.
·
Ulkus tangan: bisa dilihat dengan mudah.
Kaki
·
Anestesia kaki: dengan menekankan nylon 10 g sampai
bengkok pada telapak kaki penderita tidak merasa.
·
Foot drop: kaki tidak dapat di dorsofleksikan.
·
Claw toe: Tampakjari-jani kaki menekuk ke bawah.
·
Ulkus simpel: tampak ulkus tidak dalam, tidak ada tanda-
tanda radang, tidak keluar cairan jika tepi ulkus ditekan.
·
Ulkus komplikata: ulkus agak dalam, ada tanda-tanda radang
jika tepi ulkus ditekan akan mengeluarkan cairan, kadang-ka-
dang berbau.
·
Deformitas kaki: Jika bentuk kaki tidak normal, contohnya
kaki pendek dan sebagainya.
·
Amputasi kaki: salah satu atau kedua kaki telah dipotong.
·
Static ulcer: ulkus di daerah tungkai bawah, terjadi akibat
vaskulanisasi yang jelek.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada penelitian kami, jumlah penderita kusta yang cacat 845
(73,29%), dari 1153 orang yang diperiksa. Pasien baru yang cacat
84 orang (74,34%), dan pasien lama 761(73,17%) (Tabel 1).
Tabel 1. Menunjukkan distribusi jenis kelamin, jumlah kasus dan type MH.
Kasus
Sex
Type
MH
Jumlah
Baru
Lama
Aktif
RFT L P LL BL BB BT TT
Cacat
845 84 761 662 99 618 227 164 469 98 101 13
(74,34%)
(73,17%)
(73,56%) (70,71%) (76,40%) (65,99%) (89,62%) (73,74%)
(63,64%)
(65,58%) (50%)
Tddak cacat
308
29
279
238
4
191
117
19
167
56
53
13
Jumlah
penderita
1153
113
1040
900
140
809
344
183
636
154
154
26
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997
6
background image
Laki-laki (76,40%) lebih banyak cacat dari wanita (65,99%)
dan kebanyakan terjadi pada tipe Borderline, hal ini sesuai
dengan pendapat Yawalkar S.J.
(2)
. Banyak saraf yang terserang
pada tipe Lepromatous, tetapi kerusakan saraf lebih sedikit dari
tipe Borderline
(6)
; sehingga untuk mencegah terjadinya cacat
lebih berat perlu ditegakkan klasifikasi yang tepat, dan mereka
yang tergolong Borderline (BT, BB, BL) perlu pengawasan yang
lebih seksama untuk mencegah terjadinya kecacatan. Menurut
P. Fritschi pasien kusta mengalami kecacatan sebanyak 20­25%
(7)
,
hal ini bertentangan dengan temuan kami; mungkin pasien da-
tang ke RSK Sitanala untuk minta ditanggulangi cacatnya, ka-
rena RSK Sitanala merupakan pusat rehabilitasi.
Jumlah penderita yang cacat terbanyak adalah golongan
produktif (19­55 tahun), sedangkan prosentase cacat yang ter-
banyak adalah di atas usia produktif>56 tahun (88,17%) (Tabel
2), hal ini disebabkan mereka yang sudah menderita penyakit
kusta lama dan kurang pengetahuan/tidak memperhatikan cacat-
nya. Hal ini sesuai dengan pendapat Yawalkar S.J. yang paling
banyak terserang kusta adalah 20­50 tahun meskipun dapat
menyerang semua umur
(2)
. Prosentase penderita kusta yang ber-
kunjung ke Unit Rawat jalan RSK Sitanala cukup tinggi, tetapi
ini tidak mencerminkan prosentase cacat kusta di lapangan,
karena RSK Sitanala memang merupakan pusat rehabilitasi.
Tabel 2. Tabel distribusi cacat menurut umur.
0-5 th
6-14 th
15-18 th
19-55 th
> 56 th
Cacat
1 (25%) 60 (52,17%) 97 (66,44%) 605
(76,10%) 82 (88,17%)
Tidak
cacat
3 55
49
190
11
Jumlah
penderita
4 115
146
795
93
Pada mata tampak kelainan yang terbanyak adalah madaro-
sis kanan sebanyak 115 orang (13,61%) dan madarosis kiri 113
orang (13,37%). Karena madarosis tidak langsung mempenga-
ruhi visus penderita, maka kelainan ini tidak dimasukkan dalam
evaluasi tingkat cacat mata menurut WHO
(3)
. Sedangkan visus
< 6/60 kami temukan pada 43 pasien tanpa kelainan lain dari
matanya, sehingga kami anggap sebagai myopia biasa, dan di-
masukkan dalam evaluasi cacat menurut WHO tingkat 0 (Lam
piran 1 dan 2).
Cacat mata tingkat 2 hanya sedikit (1,12%) dan laki-laki
lebih banyak cacat dibandingkan dengan wanita, dan kasus
lama aktif ternyata lebih banyak dari kasus baru dan kasus lama
inaktif. Cacat mata tingkat 1 lebih banyak pada tipe borderline.
Madarosis atau hilangnya alis mata terutama bagian lateral se-
ring terdapat pada tipe lepromatous karena kerusakan folikel
rambut. Mungkin untuk wanita tidak banyak pengaruhnya, ka-
rena dapat menggunakan pensil alis, sedang bagi laki-laki dilaku-
kan graft dari rambut temporal
(2)
. Pada wajah kelainan mega-
lobule yang paling sering ditemukan, terbanyak pada laki-laki
tipe BL dan LL (Lampiran 1).
Cacat tangan yang terbanyak adalah anestesia palmar kanan
341 kasus (40,36%) dan palmar kiri 326 kasus (38,58%). Ter-
nyata cacat tingkat 2 lebih banyak terjadi pada pasien lama mau-
pun pasien baru dan pada laki-laki lebih banyak dari wanita;
sedangkan yang terbanyak cacat adalah tipe Borderline (Lam
piran 1). Cacat kaki yang terbanyak adalah anestesia kaki
kanan 465 kasus (55,03%) dan kaki kiri 446 kasus (55,15%)
(Lampiran 1).
Kebanyakan pasien yang berobat di RSK Sitanala Tange-
rang berasal dari Jawa Barat, terutama Tangerang, diikuti Kara-
wang dan Bekasi (Tabel 3). Sedangkan prosentase cacatnya
hampir sama. Pasien dan propinsi lain dilayani oleh rumah sakit
kusta daerah mereka masing-masing.
Tabel 3. Distribusi cacat menurut propinsi.
Jabar
DKI
Jaya
Jateng
Jatim
Lain
n % n % n % n % n %
Cacat
574 73,5 236 72 39 20 74,07 5 71 43 10 83,33
Tidak cacat 207 26,5 90 27,61 7 25,93 2 28,57
2 16,66
Jumlah 781
100 326
100 27 100 7 100 12 100
KESIMPULAN
Cacat kusta yang banyak terdapat di RSK Sitanala Tange-
rang, berupa cacat tingkat 1 pada kaki, sehingga untuk mencegah
terjadinya dan berlanjutnya cacat tersebut, perlu dilakukan pe-
nyuluhan yang intensif dan pemakaian alas kaki yang sesuai.
KEPUSTAKAAN
1. Binford CH, Meyer WM. Leprosy. Dalam: A Window on Leprosy. Gandhi
Memorial Leprosy Foundation. Silver Jubilee Commemorative Volume,
1978 : 153­60.
2. Yawalkar SJ. Leprosy. Ciba Geigy Limited Basle. Switzerland, 1994
92­102;
3. WHO. A Guide to Leprosy Control. Second Ed. Geneva, 1988: 101­2.
4. Brandsma JW. Prevenzione delle invalidataed interventi correttivi. Nozioni
Generali. Dalam Nunzi E, Leiker DL. Manuale Di Leprologia Ocsi
Bologna. 1990 : 229.
5. De Rijk AJ, Byass P. Field comparison of log and 1 g filaments for
sensory testing of hands in Ethiopia leprosy patients. Leprosy Review
1994: 333­40.
6. Brand PW. Deformity in Leprosy. Dalam Cochrane RG. Leprosy in
Theory and Practice. Bristol: John Wright Sons Ltd. 1964 : 447­96.
7. Fritschi EP. The scope of corrective surgery in leprosy. Dalam: A Window
on Leprosy. Gandhi Memorial Foundation. Silver Jubilee Commemorative
Volume. 1978 : 270­91.
background image
Lampiran 1. Hasil pemeriksaan cacat penderita kusta di Unit Rawat Jalan RSK Sitanala Maret 1996
Kasus
Sex
Type
MH
Baru
Lama
L
P
LL
BL
BB
BT
TT
Total
Aktif RFT
Jumlah penderita
Cacat
Tidak cacat
Madarosis kanan
Madarosis kiri
Lagohpthalmos kanan
Lagohpthalmos kiri
Anastesi kornea kanan
Anastesi kornea kiri
Iridosiklitis kanan
Iridosiklitis kin
Kelainan kornea kanan
Kelainan komea kiri
Visus kanan
Visus kiri
Megalobule kanan
Megalobule kiri
Wrinkling kanan
Wrinkling kiri
Saddle nose
Ulnarclaw hand kanan
Ulnar claw hand kiri 1
Median claw hand kanan
Median claw hand kiri
Claw thumb kanan
Claw thumb kiri
Web atrophy kanan
Web atrophy kiri
Drop hand kanan
Drop hand kiri
Anastesi palm kanan
Anastesi palm kiri
Kontraktur jan kanan
Kontraktur jari kiri
Kontraktur thumb kanan
Kontraktur thumb kin
Kontraktur wrist kanan
Kontraktur wrist kiri
Mutilasi kanan
Mutilasi kiri
Absorpsi kanan
Absorpsi kiri
Ulkus tangan kanan
Ulkus tangan kiri
Anastesi plantar kanan
Anastesi plantar kiri
Foot drop kanan
Foot drop kin
Claw toe kanan
Claw toe kin
Ulkus simple kanan
Ulkus simple kiri
Ulkus compl. kanan
Ulkus compl. kin
Deformitas kaki kanan
Deformitas kaki kin
Amputasi kaki kanan
Amputasi kaki kin
Static ulcer kanan
Static ulcer kiri
113
84
29
19
19
3
3
1
1
3
2
0
1
1
3
39
40
2
2
0
17
18
8
9
6
5
10
10
1
1
35
35
5
7
3
4
0
0
2
1
4
4
2
1
50
56
1
3
1
4
7
6
5
4
4
4
2
1
4
3
1040
761
279
96
94
24
22
4
3
15
15
2
3
10
6
325
325
38
38
2
235
212
76
75
54
55
109
112
3
4
306
291
53
47
23
17
2
2
22
19
47
37
13
13
415
390
26
13
28
23
68
78
34
40
20
16
10
6
12
18
900
-
662
238
84
80
18
15
4
1
13
13
2
2
8
5
296
296
33
33
1
189
171
54
53
37
36
82
83
1
3
260
242
39
31
16
11
2
2
16
13
36
27
10
9
356
329
17
12
18
15
50
56
24
29
12
8
6
5
9
12
140
99
41
12
131
6
7
0
2
2
2
0
1
2
1
29
29
5
5
1
46
41
22
22
17
19
27
29
2
1
46
49
14
16
7
6
0
0
6
6
11
10
3
4
59
61
9
1
10
8
18
22
10
11
8
8
4
I
3
6
809
618
191
85
82
17
17
3
4
11
10
1
3
5
5
289
290
27
27
1
174
174
64
67
41
45
93
96
2
3
252
243
45
42
19
17
2
2
17
15
32
27
10
11
335
320
21
13
19
18
52
58
27
27
13
13
9
4
13
16
344
227
117
30
31
10
8
2
0
7
7
1
1
6
4
75
75
13
13
1
78
56
20
17
19
15
26
26
2
2
89
83
13
12
7
4
0
0
7
5
19
14
5
3
130
126
6
3
12
9
23
26
12
17
11
7
3
3
3
5
183
164
19
73
73
2
2
0
0
4
4
0
0
1
0
106
106
20
20
2
56
43
20
19
17
14
28
26
1
2
73
59
21
14
10
8
0
0
11
11
20
15
5
2
102
93
2
3
5
4
17
18
10
9
9
5
7
3
9
9
636
469
167
36
34
13
15
2
3
12
12
2
3
6
5
200
200
15
15
0
127
122
40
40
26
29
54
60
3
0
186
189
22
25
9
8
2
2
7
6
17
17
4
6
253
244
16
7
14
13
33
40
17
17
8
7
3
1
5
7
154
98
56
1
1
4
2
1
0
1
1
0
0
2
1
37
38
4
4
0
29
24
7
8
3
4
10
13
0
2
40
40
3
4
0
0
0
0
1
1
4
2
2
2
47
48
1
2
2
3
5
6
2
5
I
I
0
I
1
2
154
101
53
5
5
8
6
1
1
1
0
0
I
1
2
18
18
1
1
0
37
37
16
17
14
13
24
23
0
1
38
36
12
11
7
5
0
0
5
2
9
7
4
4
58
58
6
4
8
7
18
19
10
12
5
7
2
2
1
3
26
13
13
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
1
1
3
3
0
0
0
3
4
1
0
0
0
3
0
0
0
4
2
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
5
3
2
0
2
0
2
1
0
1
I
0
0
0
0
0
1153
845
308
115
113
27
25
5
4
18
17
2
4
11
9
364
365
40
40
2
252
230
84
84
60
60
119
122
4
5
341
326
58
54
26
21
2
2
24
20
51
41
15
14
465
446
27
16
31
27
75
84
39
44
24
20
12
7
16
21
Jumlah cacat
484 4046 3285
761 3328 1202 1193 2259
423 611 44
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997
8
background image
Lampiran 2. Distribusi cacat menurut lokasi di tubuh penderita
Jumlah kasus
Kasus
Sex
Type MH
Baru Lama
L
P
LL
BL
BB
BT
TT
Jumlah
%
Jml % Jml %
Akti
f
%
RF
T
% Jml % Jml % JmI % JmI % JmI % JmI % JmI
%
Cacat Tk.0
1099 95.32 106 93 81 993 95 48 863 95 89 130 92 86 776 95 92 323
939 178 97 27 604 9497 149 96 75 143 92.86 25 96 15
mum Tk 1
41 3.56
4 3.54 17 3 56 29 3 22
8
571 26 3.21 15 4.36
4 2 19 25 3.93
1 1 95
9 5 84
0
0
Tk 2
13 1 12
3 2 65 10 0 96
8 0.89
2 1.43
7 0.87
6 1.74
I 0.54
7
I I
2
1 3
2
1.3
I
1 85
Total
1153
100 113 100 104
100 900
100 140
100 809
100 344
100 183
100 636
100
154
100 154
100 26
100
Cacat Tk.0
633
549 64 56.64 569 54 71 502 55 78 67 47.86 424 52 41 209 60.76 86 4699 351 55 19 88 57 14 90 58.44 18 69 23
tangan Tk 1
I45 12 58 17 15.04 128 12.31 118 13 1 1 10 7 143 110
136 35 10.17 25 13 66 93 14 62 19 12 34
8 5 195
0
0
Tk.2
375 32 53 32 28.32 343 32 98 280 31 11 63
45 275 33.99 100 29.07 72 39.34 192 30.19 47 30.52 56 36 36
8 30.77
Total
1153
100 113 100 104
100 900
100 140
100 809
100 344
100 183
100 636
I00
154
100 154
100 26
100
Cacat Tk.0
588 5099 52 4602 536 51 54 475 52 78 61 43 57 407 50.31 181 52.62 70 38 25 330 51.89 91 5909 79 51 3 18 69 23
kaki Tk 1
350 30.36 40 35.4 309 29 71 280 31 11 29 2071 250
309 99 28.78 62 33 88 203 31 92 46 29.87 37 2403
I 3.846
Tk.2
215 18 65 21 18.58 195 18.75 145 16.11 50 35.71 152 18 79 64
186 51 27 87 103 16 45 17 1104 38 24.68
7 26 92
Total
1153
100 113 100 104
0
100 900
100 140
100 809
100 344
100 183
100 636
100 154
100 154
100 26
100
Keterangan
Menurut WHO perhitungan cacat kusta pada mats, tangan dun kaki tidak ditentukan pasien tersebut cacat unilateral atau bilateral, cukup dinvatakan bahwa
pasien mempunyai kecacatan.
Kalender Peristiwa
September
10­13,
1997
- KURSUS PENYEGARAN III DAN LOKAKARYA
PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT
KANKER BAGI DOKTER UMUM
Sekr.: Bagian Patologi Anatomik
FK Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya 6
Jakarta, INDONESIA
Desember 17­20,1997 - KONGRES NASIONAL III PERHIMPUNAN ONKO-
LOGI INDONESIA
Medan, INDONESIA
Sekr.: Bagian Patologi Anatomik
FK Universitas Sumatera Utara
Jl. Dr. Mansur 5
Medan, INDONESIA
Tel. : (61)811746/816264
Fax : (61)816264
Email : fkusu@idola.ned.id
Agustus 4­7, 1998 - 4th ASIAN CLINICAL ONCOLOGY SOCIETY INTER-
NATIONAL CONFERENCE
Jakarta, INDONESIA
Secr. :
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
JI. Salemba Raya 6, Jakarta, INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997
9