background image
dokter Asri Rasad M.Sc. Ph.D.
Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran U.I .
Pendahuluan
Dengan perkembangan teknologi dewasa ini, manusia
akan bertambah banyak menghirup udara yang kotor,
memakan dan meminum barang-barang yang dibubuhi
berbagai macam zat kimia sebagai pewarna, pengawet,
pemberi rasa enak dan memakai beraneka ragam
alat kecantikan berupa ramuan zat-zat kimia. Tidak
mustahil bahwa diantara zat-zat kimia yang masuk
kedalam tubuh manusia itu baik melalui kulit, per-
napasan maupun mulut ada yang bersifat karsinoge-
nik, yaitu menimbulkan kanker.
Memang ternyata bahwa kanker makin lama makin
merupakan soal kesehatan masyarakat yang penting.
Pengobatan kanker atau tumor ganas itu ada yang
memakai obat-obat kimia (terapi kimia), ada yang
memakai sinar (radio terapi) atau dengan pembedahan.
Akhir-akhir ini pengobatan kanker dengan cara immu-
nologi sudah dimulai pula. Banyak negara yang
sedang berkembang tidak cukup mempunyai fasilitas
dan tenaga ahli untuk melakukan terapi sinar atau
pembedahan, sehingga pengobatan denqan obat-obat
kimia lebih banyak dilakukan. Cara ini relatif lebih
murah dan dapat diberikan oleh dokter umum. Oleh
karena itu alangkah baiknya kalau dokter-dokter itu
mempelajari lebih mendalam mengenai sifat-sifat dan
cara kerja obat-obat kanker itu, sehingga ia tidak
ragu-ragu memakai dan memilih obat yang sesuai
dengan macam tumor ganas yang diobatinya. Dalam
masa tiga puluh tahun yang akhir ini penyelidikan
obat-obat anti-kanker sudah banyak mencapai kemaju-
an. Pada umumnya obat anti-kanker itu mencoba
membunuh atau menghentikan berkembang biaknya
sel-sel tumor itu.
Biologi sel
Untuk dapat lebih mengerti kerja obat-obat anti-
kanker itu baiklah kita lebih dahulu memahami
proses perkembang-biakan sel dan funqsi sel. Sel itu
mempunyai fungsi intern dan extern. Fungsi intern
ialah untuk keperluan sel itu sendiri seperti fungsi
metabolik untuk enersi dan sintesa zat-zat khusus
untuk sel tersebut sesuai dengan diferensiasi sel-sel
didalam tubuh. Fungsi extern misalnya pembuatan
insulin oleh sel pankreas, sintesa hemoglobin oleh sel
darah merah, pembuatan hormon-hormon oleh sel
hipofisa dan sebagainya.
Pada sel-sel yang cepat mati dan perlu diperbaharui,
seperti sel kulit, rambut, mukosa usus maka fungsi
intern lainnya ialah mitosis, yaitu memperbanyak
diri dengan repplikasi. Tumor ganas itu berkembang
biak cepat sekali maka dari itu obat anti-kanker
itu banyak ditujukan kepada proses mitosis sel tumor
ganas tersebut.
Sel tumor itu berbeda dari pada sel-sel normal, yaitu
kekurangan dalam perlengkapan biokimianya untuk
menjadi sel dewasa yang terdiferensiasi. Selain dari
pada itu sel tumor kehilangan kepekaannya terhadap
zat dan faktor pengontrol pertumbuhan, seperti
inhibisi-kontak dan mekanisme "humoral feedback".
Proses pembelahan sel itu dimulai dengan fase G-1.
Dalam periode ini banyak dibentuk RNA dan protein
baru dan molekul-molekul lainnya. Pada akhir periode
ini dibentuklah molekul-molekul yang diperlukan
untuk pembuatan DNA.
Banyak sel jaringan yang tinggal dalam fase ini dan
tidak dapat berdiferensiasi dan tinggal sebagai "stem
cell". Stem sell ini dapat membelah jika mendapat
rangsang. Sesudah fase G-1 datanglah fase S.
Pada fase ini terjadi sintesa DNA baru yang kemudian
merupakan komplimenter dari DNA lama sehirigga
terbentuk "double helix". Sel yang sampai kepada
fase S akan terus menginjak ke fase selanjutnya
dalam siklus mitosis. Sesudah fase S tibalah fase
G-2 yang pendek. Dalam fase ini banyak dibuat
protein sytoplasma, kemungkinan besar juga histon
dan protein-protein lainnya yang berhubungan dengan
DNA dan sel membran. Lalu datanglah fase mitosis
(M). Fase M ini lamanya hanya kira-kira 1 jam saja.
Sesudah mitosis selesai, maka sel anak tumor tersebut
dapat mengalami tiga kemungkinan:
1. Sel anak itu dapat mati karena ada cacat atau
defect sehingga tidak mampu menjalankan proses
metabolik untuk mempertahankan hidupnya.
Ada 20--80% dari sel anak itu yang mati dan sel
mati itu merupakan "ghost cells" yang terlihat
pada sediaan jaringan tumor. Salah satu tujuan
(target) dari obat anti-kanker itu ialah mempercepat
kematian sel-sel tersebut.
2. Ada sel anak yang terus membelah diri. Sel-sel
inilah yang bertanggung jawab terhadap pembesar-
an jaringan tumor itu. Sel ini amat peka terhadap
zat-zat anti-DNA dan zat-zat inhibitor enzim.
3. Ada sebagian kecil sel anak tumor itu masuk ke-
dalamf ase G-1 yang panjang dan sel-sel ini merupa-
kan kumpulan sel-sel yang tidur (dormant) yang
nanti dapat berkembang biak bila mendapat rang-
sang. Sel-sel ini tidak peka terhadap obat-obat
anti-kanker karena aktifitas metabolismenya rendah
sekali. Sel-sel ini akan lebih peka terhadap obat-
obat anti=kanker kalau sel-sel itu dapat didorong
masuk ke fase S, dimana sel-sel itu lebih aktif.
Ada pendapat bahwa beberapa macam hormon
dapat mendorong sel tumor yang "dormant" itu
masuk ke fase S dan menjadi lebih aktif, sehingga
lebih peka terhadap pengobatan.
12
background image
Zat pengalkil (alkylating agents)
Zat pengalkil mempunyai gugus alkil yang dapat
menggantikan tempat atom H pada suatu molekul
atau gugus alkil itu dapat ditambahkan kepada suatu
atom dalam keadaan valensi rendah misalnya amine
tertiair dengan gugus alkil menjadi amine quartenair.
Bila zat pengalkil itu bereaksi dengan DNA, maka
struktur DNA itu akan berubah, sehingga fungsinya
akan terganggu. lnilah dasar kerja biokimia dari
zat-zat pengalkil yang dipakai sebagai obat kanker.
Diantaranya adalah:
Methylbis ( ­ chlorethyl) Amine HCI (Mustargen),
Chlorambucil
(Leukeran),
Melphalan (Alkeran),
Cyclophosphamide (Endoxan, Cytoxan), Triethyle-
nethiophosphamide (TSPA, Thio-TEPA) dan Bussul-
fan (Myleran).
Antimetabolit
Antimetabolit adalah persenyawaan yang mempunyai
struktur hampir sama dengan substrat suatu enzim,
sehingga antimetabolit itu dapat bereaksi dengan
enzim tersebut. Kompleks enzim-antimetabolit itu
menyebabkan enzim tidak menjalankan fungsinya
yang normal.
Antimetabolit itu disebut juga sebagai antagonis
metabolik. Antimetabolit yang dipakai sebagai obat
kanker adalah antimetabolit yang menghambat peker-
jaan enzim-enzim yang mempunyai peranan dalam
pembentukan (biosintesa) DNA dan RNA. Dengan
demikian sel itu tidak dapat berkembang biak dan
berfungsi normal, sehingga sel-sel itu akhirnya mati.
Diantara antimetabolit yang dipakai adalah: 6-mer -
captopurine, 6-thioguanine, metrotraxate, 5-fluoroura-
cil, hydroxyurea dan arabinosylcytosine.
Antibiotika
Antibiotika ialah persenyawaan yang dapat mengham-
bat pertumbuhan mikroorganisme atau sel. Caranya
ialah dengan mengikat kepada DNA, sehingga DNA
itu tidak dapatberfungsi untuk
membuat RNA.
Tanpa produksi RNA, maka sintesa protein/enzim
tidak dapat terjadi.
Antibiotika yang dipakai sebagai obat kanker dianta-
ranya ialah: adriamycin, dactinomycin, daunorubicin,
mythramycin dan bleomycin.
Persenyawaan steroid
Pemberian hormon steroid dalam dosis yang tidak
fisiologis menimbulkan ketidak-seimbangan hormon-
hormon didalam badan. Ternyata hal ini dapat mem-
pengaruhi pertumbuhan sel-sel kanker. dalam jaringan-
jaringan yang peka kepada hormon. Mekanisme kerja
hormon itu uniuk mempengaruhi pertumbuhan sel-
sel belumlah jelas . Ada yang berpendapat bahwa
pengaruh hormon itu pada membran sel yang mem-
punyai receptor-receptor untuk stimulasi pertumbuh-
an. Hormon-hormon yang dipakai dalam pengobatan
kanker ialah:
androgen (testosteron propionat, fluoxymesterone),
estrogen (diethylstilbestrol, ethynil estradiol), pro-
1 3
background image
gestin (hydroxyprogesteron caproate, 6-methylhy-
droxyprogesteron),
persenyawaan
adrenal
cortex
(cortisone acetate, prednisone, dexamethasone, me-
thylprednisolone, hydrocortisone).
Obat-obat lainnya
L-asparaginase adalah enzim yang menghidrolisa as-
paragine menjadi aspartat. Ada sel-sel kanker tertentu
memerlukan asparagine dari luar untuk pertumbuhan-
nya, karena sel itu sendiri tidak mampu membuatnya.
Jika asparagine yang ada didalam darah dihidrolisa
oleh enzim asparaginase menjadi aspartat, maka sel
itu tidak dapat tumbuh dan akhirnya mati.
Oleh karena itu L-asparaginase itu terpakai sebagai
obat kanker tertentu. Vinca alkalbid (vinblastin,
vincristine) menghancurkan serat "spindle", sehingga
pembelahan sel terhalang.
Procarbazine menyebabkan depolimerisasi DNA, se-
hingga fungsi DNA itu terganggu dan dengan demikian
perkembang-biakan sel itupun terganggu.
1-3-bis (-chlorethyl)-1-nitrosourea (BCNU) ternyata
baik sekali dalam pengobatan lymphoma dan leuke-
mia akut. Cara kerjanya belum diketahui dengan jelas.
1, 1-Dichloro-2-(0-chlorophenyl)-2-(p-chlorophenyl)-
ethane (o,p-DDD) menghambat produksi glucocorti-
coid dan 17-ketosteroid dan mempengaruhi metabo-
lisme dan konjugasinya diperiferi. Persenyawaan ini
terpakai dalam pengobatan carcinoma adrenal cortex.
Aminoglutethimide juga mempunyai efek terhadap
aktivitas adrenal. Streptozotocin mempunyai efek
terhadap sel pankreas dan terpakai dalam pengontrol-
an hipoglikemi pada pasien dengan tumor yang
memproduksi insulin.
Pada waktu ini pengobatan beberapa macam kanker
tidak dilakukan dengan satu macam obat saja, tetapi
dengan kombinasi beberapa macam obat yang memberi
hasil lebih baik.
KEPUSTAKAAN
1. Jerome B. Block, Highlighting Cancer Chemothe-
rapy Reports, Ca-A Cancer Journal for Clinicians.
Vol. 23, No. 2, p. 1120, 1973.
2. A Raventos, Looking at Cancer, Ca-A Cancer Jour-
nal for Clinicians, Vol.23, No.2, p.122, 1973.
3. lrwin H. Krakoff, Cancer Chemotheraputic Agents,
Ca-A Cancer Journal for Clinicians, Vol.23, No.4,
p. 209, 1973.
4. P. Emmot, Biochemische aspecten van de chemo-
therapie van kanker, dalam buku Chemotherapie
van maligne gezwellen, Stafleuss Wetenschappelijke
Uitgeversmaatschappy N.V. Leiden, 1965.
chepalexin
Antibiotik golongan Cephalosporin.
Bersifat bakterisid terhadap kuman-kuman yang
sensitif.
Spektrum
antibakteri,
meliputi
kuman-kuman
Gram + dan kuman-kuman Gram --. Diantara
kuman-kuman yang sensitif terhadap Cephalexin
adalah :
Staph. aureus
C. diphtheriae
Str. pyogenes
T. pallida
Str. viridans
E. Coli
D. pneumoniae
H. pertussis
Clostridia sp.
Neisseriae
Pasteurella sp.
Proteus mirabilis
Salmonella sp.
Shigella sp.
Vibrio sp.
Juga effektif terhadap kuman-kuman yang (tahan)
penicillin.
Memiliki struktur dasar yang mirip penicillin.
Jarang menimbulkan efek samping, efek samping
terjadi hanya pada kira-kira 2% kasus; umumnya
berupa keluhan-keluhan nausea,
muntah, diare
dan sakit perut.
Dapat digunakan pada sebagian besar penderita
yang allergis terhadap penicillin; Allergi-silang
(cross-allergy)
dengan penicillin
kira-kira pada
10--20% kasus.
Dapat digunakan per-oral, karena absorpsi lewat
saluran pencernaan baik sekali.
Seperti halnya antibiotika lain yang berspektrum
luas, superinfeksi dapat terjadi pada penggunaan
Cephalexin.
14