background image
Aspek Dasar Fungsi Dan Organisasi
Kedokteran Olahraga
dr. Sadoso Sumosardjuno
Pusat Kesehatan Olahraga DKI
Jakarta
PENDAHULUAN
Sebelum membicarakan inti dari persoalan ini kami bicara-
kan dahulu definisi dari Kedokteran olahraga. Menurut definisi
terakhir, kedokteran olahraga berarti aplikasi dari ilmu penge-
tahuan medik pada olahraga dan aktivitas fisik pada umumnya,
untuk mengadakan pencegahan dan pengobat.an pada kemung-
kinan-kemungkinan yang terjadi dalam olahraga, guna meme-
lihara keadaan yang sehat, serta menghindari terjadinya cedera
yang disebabkan oleh latihan-latihan fisik yang berlebihan,
atau kurang cukupnya latihan-latihan fisik. Dari definisi ini,
maka jelaslah bahwa kedokteran olahraga tidak hanya berman-
faat bagi atlit saja tetapi diperlukan juga oleh seluruh rakyat
yang sehat dan yang cedera meliputi semua golonganumur.
Dua puluh tahun terakhir ini kedokteran olahraga ber-
kembang dengan pesat terutama di Eropa dan Amerika, sejajar
dengan pengetahuan-pengetahuan medik yang lain. Akhir-akhir
ini kita banyak mendengar tentang penyakit sosial yang baru,
ialah penyakit
HYPOKINETIK,
yang disebabkan karena keku-
rangan aktivitas fisik. Hal ini menimbulkan resiko-resiko yang
besar pada pathogenesis dari penyakit-penyakit lain yang serius,
misalnya pada penyakit metabolisme, penyakit jantung dan
peredaran darah serta penyakit sistema lokomotor. Sebagai
contoh yang jelas, seorang yang kurang aktifitas fisiknya akan
lebih sering mengalami penyakit-penyakit coronair dan penya-
kit-penyakit degeneratif dari pembuluh-pembuluh darahperifer,
jika dibandingkan dengan orang-orang dengan aktivitas fisik
yang cukup. Maka aktivitas yang cukup baik, yaitu olahraga
secara biologik sangat besar artinya dalam mencegah terjadinya
penyakit-penyakit hy.pokinetik tadi, atau dengan perkataan
lain dapat membuat seseorang mencapai kesehatan yang opti-
mal.
FUNGSI KEDOKTERAN OLAHRAGA
olahraga hanya mencakup
Apiikasi dari pengetahuan
pada dasarnya adalah :
(ii) Memelihara kesehatan
Menentukan kapasitas per-
dasar ini membuat program
menjalani aktivitas
kesehatan dan ke -
trampilan para atlit, terutama kapasitas pembawaannya untuk
suatu performance. Ada yang mengatakan bahwa aktivitas
olahraga ditentukan keadaan biologik yang didapat secara
genetik. Maka terdapatlah seseorang yang memiliki kemampuan
berolahraga demikian tinggi sehingga dapat mencapai suatu
prestasi yang melebihi orang lain. Dengan perkataan lain dapat
dikatakan bahwa seseorang tersebut mempunyai bakat lebih
dari orang lain.Bakat-bakat yang dimiliki oleh seseorang ini da-
pat disempurnakan dengan latihan-latihan sehingga bakat yang
telah ada ini menjadi lebih sempurna dan akhirnya orang terse-
but dapat menjadi juara dalam sesuatu cabang olahraga.
Hal ini akan lebih baik lagi kalau ada persaingan-persaingan.
Dalam hal ini, adanya fasilitas-fasilitas yang cukup, disertai
ahli-ahli olahraga yang cukup banyak, akan lebih membantu
menyempurnakan bakat-bakat yang telah ada.
Seleksi medik bertujuan mengetahui bakat seseorang atlit
dan kemudian menentukan atau memberikan petunjuk cabang
olahraga yang mana paling sesuai untuk atlit tersebut. Juga
untuk rnengetahui kesehatan atlit tersebut, dengan jalan peme-
riksaan medik dan evaluasi fungsionil. Kemudian atlit yang
telah diperiksa tadi harus dikontrol secara teratur, untuk men-
jaga kesehatannya dan untuk mengetahui adaptasi dari badan-
nya terhadap latihan-latihan yang dijalankan. Pengontrolan
yang teratur itu sangat penting, terutama dari segi adaptasi
fisiologiknya terhadap latihan-latihan yang dilakukannya.
ORGANISASI
Untuk mencapai tujuan tersebut diatas maka harus ada
dokter-dokter yang mempunyai keahlian dalam bidang kedok-
teran olahraga disamping laboratorium dengan peralatan yang
cukup serta kerja sama yang erat sekali dengan para ahli/sarja-
na-sarjana olahraga. Hanya dengan jalan demikian maka kedok-
teran olahraga ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Juga pengobatan pada cedera olahraga serta rehabilitasi dari
atlit yang mengalami cedera merupakan suatu aspek fundamen-
til yang penting pula. Hal ini mencakup problem-problem
tentang penentuan diagnosis sedini mungkin, pencegahan ter-
hadap cedera dan pengobatan dari atlit-atlit yang mengalami
cedera sebagai akibat dari functional overloading. Ini biasanya
meliputi persendian, otot-otot dan tendo. Hanya dengan jalan
membuat diagnose sedini mungkin dan pengobatan yang tepat
pada waktunya dapat dicegah seseorang atlit yang telah cedera
menjadi kurang sempurna untuk berolahraga lagi.
Pada prakteknya kedokteran
PERFORMANCE SPORTS
saja.
medik pada performance sport
(i) Seleksi medik dari para atlit.
yang optimal dari para atlit. (iii)
formance dari para atlit, dan atas
latihan.
Seleksi medik pada waktu permulaan
olahraga bertujuan menentukan keadaan
8
Cermin Dunia Kedokteran No. 12, 1978
background image
BAGAN ORGAMSASI PUSAT KEDOKTERAN OLAHRAGA
Karena tugas dokter olahraga harus kontinu dan tidak ber-
diri sendiri, perlu adanya kerjasama yang erat antara dokter-
dokter olahraga, para pelatih dan ahli-ahli olahraga/sarjana-
sarjana olahraga serta para atlit. Jadi sekali lagi kami tekankan
bahwa pada organisasi ilmiah keolahragaan perlu secara mutlak
adanya kerjasama yang erat antara dokter olahraga pelatih dan
atlit. Dalam hal ini sangat penting artinya tukar-menukar
informasi, saling percaya mempercayai dan saling mengisi
pengetahuan olahraga diantara ketiga unsur tadi secara teratur.
Tetapi sayang sekali kerjasama yang baik ini kadang-kadang
tidak kami dapati antara ketiga unsur tadi. Sering terjadi dokter-
dokter olahraga merasa segan atau rasa tidak percaya kepada
pelatih dan begitu pula sebaliknya. Sebenarnya kedokteran
olahraga sangat luas, mencakup keahlian-keahlian dalam
bi-
dang penyakit dalam, orthopaedi, kardiologi, psychologi,
fisiologi, ilmu gizi dan lain-lain. Dan dokter-dokter yang berke-
cimpung dalam kedokteran olahraga harus mengetahui ka-
rakteristika setiap cabang olahraga serta harus mengetahui pula
methodologi dari latihan-latihan berbagai cabang olahraga.
Jelaslah disini bahwa pada prakteknya tidak ada seorang dok-
terpun yang qualified dalam seluruh bagian dari kedokteran
olahraga ini. Jadi cara yang paling baik dalam sebuah Pusat
Kedokteran Olahraga ialah banyak dokter yang bekerja dengan
keahliannya masing-masing dan terkoordinir sehingga merupa-
kan suatu team. Dan team ini harus secara kontinu bekerja
sama dengan para sarjana-sarjana olahraga dan para ahli dari
berbagai cabang olahraga. Tugas para dokter yang bekerja pada
pusat kedokteran olahraga ini antara lain adalah :
q Ilmu kedokteran pencegahan dalam bidang olahraga.
q Pengobatan dalam bidang olahraga.
Cermin Dunia Kedokteran No. 12, 1978
9
background image
BAGAN JALANNYA PEMERIKSAAN PADA PUSAT KEDOKTERAN OLAHRAGA
q Memberikan pendidikan dan instruksi mengenai kesehatan.
q Penelitian dalam bidang olahraga.
Pusat kedokteran olahraga dapat terletak dalam gelanggang
olahraga; dapat pula terletak dalam suatu rumah sakit yang
besar; atau dalam klinik-klinik dari universitas dan sebagainya.
Dalam pusat kedokteran olahraga ini tersimpan data-data dari
atlit-atlit berbagai cabang olahraga. Dalam prakteknya hal ini
sangat penting, karena kita dapat mengikuti perkembangan
para atlit dalam jangka waktu tertentu serta membandingkan
hasil-hasil pemeriksaan klinik ,
fungsionil dan sebagainya.
Selanjutnya dokter yang bekerja pada pusat kedokteran olah-
raga harus mengetahui secara mendetail mengenai para atlitnya.
Dengan adanya pusat kedokteran olahraga maka ada pengaruh
psychologis yang baik terhadap atlit. Ada pula cara lain dalam
mengorganisir pelayanan medik pada para atlit yaitu mengada-
kan pelayanan medik pada setiap cabang olahraga.. Jadi pada
prakteknya seorang dokter atau beberapa orang dokter ber-
tugas mengawasi suatu cabang olahraga. Tetapi kadang-kadang
mendapat kesukaran karena sangat terbatasnya waktu dari para
dokter sehingga dokter tersebut hanya secara sporadik dapat
mengawasi cabang olahraga tersebut. Memang di beberapa da-
erah masih terdapat kesukaran dalam mengorganisir pusat
kedokteran olahraga dan sering pula terbentur pada kesukaran
keuangan. Jika terdapat kesukaran-kesukaran tersebut maka
dapatlah memanfaatkan alat-alat yang ada, misalnya meminjam
laboratorium fisiologi dari fakultas kedokteran atau dari ang-
katan udara, yang biasanya mempunyai peralatan yang cukup
untuk mengadakan pemeriksaan terhadap para pilot.
KESIMPULAN
Tugas dari dokter olahraga makin lama makin berkembang,
mencakup sebagian dari berbagai cabang ilmu kedokteran yang
kemudian dimanfaatkan dalam performance sport. Dalam
menjalankan tugasnya, para dokter olahraga baik dalam bidang
pencegahan, penelitian dan lain-lain harus bekerja sama dengan
para ahli olahraga/sarjana-sarjana olahraga. Dengan kerjasama
seperti tersebut diatas, maka dapat diadakan suatu organisasi
dari pusat kedokteran olahraga yang sangat bermanfaat bagi
pembinaan olahraga.
10
Cermin Dunia Kedokteran No. 12, 1978