background image
KANKER
Tinjauan beberapa segi masalahnya
oleh
dokter Sudarto Pringgoutomo
Ahli
Patologi
Lektor Kepala FKUI
Anggota Executive Committee Asian Federation
of Organization on Cancer Research and Control.
Penyakit kanker bukanlah penyakit yang baru
dikenal, tetapi masih tetap menantang kita karena
meskipun sudah banyak yang diketahui, namun masih
lebih banyak lagi seluk-beluknya yang belum kita
ketahui.
Sudah banyak sekali biaya yang dikeluarkan dalam
usaha manusia untuk menaklukkan penyakit ini,
terlebih-lebih di negara dimana penyakit kanker
menduduki tempat utama dalam
urutan penyebab
kematian. Perlu diingat bahwa penyakit kanker bukan
penyakit tunggal, tetapi penyakit yang banyak sekali
macamnya.
Dapat
dikatakan
bahwa sedemikian
banyak unsur/sel yang menyusun tubuh kita, sede-
mikian banyak pula jenis kanker yang dapat timbul.
Pandangan orang awam terhadap kanker
Orang awam yang terpelajar mungkin menganggap
kanker sebagai berikut: Penyakit
mulai dengan
tonjolan yang menyebar dengan menginfiltrasi jaringan
sekitarnya dan dibawa oleh darah dan getah bening
ke tempat-tempat yang jauh. Dirasakan nyeri dan
menyebabkan penurunan berat badan banyak.
Umumnya tidak disadari bahwa kanker karena
struktur dan asalnya tidaklah secara intrinsik nyeri.
Jaringan kanker tidak mengandung saraf atau ujung-
ujung saraf perasa. Tetapi memang kanker dapat
menimbulkan rasa nyeri, secara tak langsung, dengan
jalan menginvasi atau menekan jaringan sekitar yang
memiliki persarafan, dengan menyebabkan pelebaran
bagian saluran pencernaan atau kandung kencing
karena obstruksi yang ditimbulkan atau juga karena
menekan langsung pada sabut-sabut saraf.
Maka ciri khas kanker ialah bahwa pada tingkat dini
tidak disertai rasa nyeri, dan nyeri biasanya bukan
tanda pertama malahan kadang-kadang rasa nyeri
tidak timbul selama menderita kanker. Demikian
juga penurunan berat badan tidak harus menyertai
kanker dan kebanyakan merupakan gejala stadium
lanjut, bukan stadium dini.
Manifestasi pertama kanker dapat berupa hemoragi,
batuk-batuk yang menetap, serangan mirip influensa,
gangguan pencernaan, ikterus, kebiasaan buang air
besar/kecil yang abnormal dan banyak lagi gejala
dan tanda lain.
Pandangan klinikus terhadap kanker
Kita di Indonesia masih belum memiliki data
statistik yang tegas tentang kanker. Tetapi di Inggris
misalnya diketahui bahwa 20% dari penderita yang
masuk rumah sakit untuk dirawat ialah karena
kanker atau disangka menderita kanker.
Klinikus yang menjumpai kasus kanker memandang-
nya sebagai masalah diagnosis dan terapi. Masalah
pertama ialah: membedakan keadaan kanker dengan
bukan kanker; kedua: menentukan jenis dan penye-
baran kanker; ketiga: memutuskan cara pengobatan
yang paling tepat. Dalam memecahkan masalah ter-
sebut ia ditolong oleh ahli patologi. Klinikus dan
ahli patologi kedua-duanya mendasarkan pandangan-
nya pada pengalaman-pengalaman yang didapat dengan
jenis kanker yang sama pada pasien-pasien lain.
Apabila
keterangan-keterangan
telah
terkumpul
kemudian klinikus menentukan tindakan pengobatan
yang setepat-tepatnya. Yang khas dalam hal ini
ialah bahwa ahli bedah mengarahkan ketrampilannya
untuk "mengambil" jaringan kanker sebersih-bersih-
nya dari tubuh; ahli radiologi memfokuskan sinarnya
setepat-tepatnya pada jaringan kanker dengan menjaga
agar kerusakan pada jaringan sehat sesedikit-dikitnya;
sedangkan ahli khemoterapi mencari dan meneliti
respons sebaik-baiknya terhadap obat-obatnya.
Pandangan ahli patologi terhadap kanker
Masalah utama bagi ahli patologl ialah: Apakah
benar kanker? Apabila demikian sudah sejauh mana
penyebarannya dan bagaimana kira-kira perangainya
kemudian. Jika ahli patologi telah dapat menjawab
ketiga pertanyaan tersebut kiranya ia telah melaksa-
nakan tugasnya terhadap pasien.
Sifat (nature) kanker
Kanker ditandai oleh perubahan fundamentil dalam
biologi sel, khususnya nukleus, dan ciri ini ditrans-
misikan dari sel ke sel melalui generasi-generasi
lanjutnya secara tak terbatas. Sel demikian memiliki
derajat pertumbuhan yang mandiri yang lebih besar
daripada yang dimiliki oleh sel asalnya.
Sel neoplastik dapatdikenal dari perubahan-perubahan
dalam strukturnya, metabolismenya, sifat dan pola
pertumbuhannya, dari perubahan dalam fungsi atau
dalam hubungan imunologiknya dengan bagian-bagian
lain tubuh. Sebagai halnya dengan semua sel, demi-
kian juga sel neoplastik ini bergantung pada "viability"
host. Apabila host
mati, kanker juga mati. Maka sel
kanker ialah sel yang sangat abnormal dan sifat
kanker bergantung pada ciri-ciri khas sel yang mem-
bentuk tumor tersebut. Kita mengenal tiga ciri
kanker:
1. multiplikasi seluler,
2. sifat invasif,
3. otonomi.
Kanker dapat dianggap sebagai kumpulan (massa)
sel yang berbeda tidak saja dari sel normal, tetapi
5
background image
juga yang satu dengan yang lain dan dimana terus-
menerus timbul bentuk baru sebagai hasil pembelahan
sel yang ireguler. Kecepatan tumbuh massa tumor
ditentukan oleh kecepatan tumbuh masing-masing
sel, tetapi sel-sel yang tercepat tumbuhnya itulah
yang mendapat keadaan yang menguntungkan. Maka
sel-sel yang paling ganas yang terus-menerus "memim-
pin" kecepatan tumbuh massa tumor.
Asal kanker
Sel kanker yang menimbulkan koloni sel-sel kanker
dapat timbul di setiap tempat di tubuh, pada setiap
saat, dari sel yang dapat berproliferasi. Sel yang tidak
dapat berproliferasi tidak dapat menimbulkan kanker.
Meskipun neoplasma dapat timbul dalam daerah
yang secara histologik tampak normal, biasanya ada
tanda-tanda yang menunjukkan kelainan tumbuh
sebelumnya, misalnya hipoplasia, hiperplasia,
meta-
plasia atau displasia yang berarti perubahan pola, dan
dalam hal demikian perubahan neoplastiknya dapat
secara tiba-tiba atau bertahapan.
Diakui bahwa belum banyak yang diketahui mengenai
stadium terdini kanker, tetapi beberapa faktor yang
dianggap sebagai penyebabnya antaranya ialah:
1. faktor kimia
:
a. eksogen : - hydrokarbon polisiklik
aromatik
- senyawa azo
- amine aromatik
- nitrosamine
- urethane
b. endogen : - hormon - terutama
.
estrogen
- cholesterol
2. faktor fisika
- radiasi ion
- radiasi U.V.
- terbakar (luka)
3. genetik
:
- abnormalitas khromosom
- defek genetik
4. virus :
- lekemia dan limfosarkoma pada mencit,
unggas dan ternak
- papillomatosis
- tumor mamma pada mencit
- tumor ginjal pada katak
- fibroma pada kelinci
Distribusi kanker
Jenis kanker yang menonjol tinggi jumlahnya atau
menonjol rendah jumlahnya sangat berbeda dalam
negara yang satu dengan negara yang lain.
Dapat dicatat disini bahwa:
1. kanker lambung tinggi jumlahnya di Skandinavia,
Iceland dan Jepang.
2. kanker hati primer tinggi di Afrika Selatan dan
Barat.
3. kanker nasopharynx tinggi di negara Cina.
4. kanker kandung kencing tinggi di Mesir,
5. kanker payudara rendah. frekwensinya di Jepang.
6. kanker cervix rendah di Israel dan pada wanita
Jahudi dimanapun.
7. kanker kulit rendah pada Negro.
8. kanker prostat rendah di Jepang dan Cina.
Menengok ke negara tetangga yang terdekat yakni
Singapura, kita temukan data berikut:
Kanker telah merupakan masalah kesehatan yang
utama dan merupakan urutan kedua dalam sebab
kematian sesudah penyakit kardiovaskuler. Lima jenis
kanker yang tersering ditemukan pada pria ialah:
1. paru-paru, 2. lambung, 3. hati, 4. nasopharynx,
5. oesophagus.
Pada wanita urutannya sbb.: 1. payudara, 2. cervix
uteri, 3. lambung, 4. paru-paru, 5. colon.
Dibandingkan dengan negara-negara Barat, Singapura
mempunyai "ratio incidence" yang lebih tinggi bagi
kanker nasopharynx, oesophagus, lambung dan hati,
sedangkan ratio lebih rendah bagi kanker colon,
rectum, payudara, prostat dan kulit.
Bagaimanakah pola kanker di Indonesia? Kita
masih belum mempunyai data statistik seperti yang
dimiliki oleh Singapura, namun dari angka-angka
yang didapat dari rumah-rumah sakit dan pusat-pusat
Patologi di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung,
Semarang dan Denpasar dapat dicatat hal-hal berikut :
(relative site incidence)
MEDAN
PALEMBANG
JAKARTA
5249 - 5 Thn.
BANDUNG
5435 - 10 Thn.
SEMARANG
DENPASAR
824 - 3 Thn.
250 - 3½ Thn. 1738 - 5 Thn.
777 - 5 Thn.
1.
Kulit
1 3.2%
a. repr.
24.4%
payudara
13.6%
cervic
17.09%.
cervic
22.0%
cervic
25.35%
2.
cervic
12.5
kl. g.b.
21.2
kl, g.b.
9.69
payudara
10.76 nasoph. 15.1 kulit 11.58
3.
payudara
9.0
jar. lunak
14.8
kulit
9.29
kulit 10.05 kulit 14.5 kl. g.b. 11.18
4.
kl. g.b
8.0
payudara
11.2
nasoph.
7.80
jar. limfoid
7.64 payudara 11.0 penis 9.39
5.
nasoph.
6.1
fr. dig.
10.8
cervic
5.62
ovarium
5.24 hati 5.7
payudara 7.85
6
background image
Melihat angka-angka tersebut dapat dikatakan bahwa
kanker cervix dan payudara merupakan jenis yang
tersering ditemukan pada wanita, sedangkan kanker
kulit untuk kedua jenis kelamin, pria dan wanita,
menduduki tempat teratas. Perlu dicatat disini tinggi-
nya frekwensi kanker penis pada pria Bali dan ini
dihubungkan dengan tidak disunatnya mereka karena
agama HindulBuda tidak mengharuskan sunat seperti
halnya agama lslam.
Melihat angka di Jakarta dan Bandung saja, kita
lihat gambaran pada pria dan wanita sbb.:
JAKARTA
% payudara
13.15 payudara
5.62 cervix
4.77 kulit
3.60 kl. getah bening
2.97 ovarium
2.05 nasopharynx
2.01 rectum
1.65 thyroid
1.34 limfosarkoma
1.23 jaringan lunak
BANDUNG
%
27.40 cervic
17.17 payudara
8.41 ovarium
7.43 kulit
4.42 jaringan limfoid
3.57 choriocarcinoma
3.51 rectum
2.83 nasopharynx
.2.33 corpus uteri
2.01 hati
Dari angka-angka tersebut dapat ditarik kesimpulan
dengan mengingat keaktifan bagian-bagian klinik di
rumah sakit yang mengirimkan sediaan ke pusat
Patologi serta konsentrasi material tertentu di pusat
Patologi tersebut bahwa kanker kulit bagi pria
,
dan
wanita menduduki tempat pertama sedangkan. ke-
ganasan pada wanita kanker cervix dan payudara
menduduki tempat teratas. Terhadap kanker
,
hati
dispekulasikan adanya hubungan dengan gizi atau
makanan, tetapi melihat perbedaan frekwensi yang
cukup besar antara pria dan wanita tentu ada faktor
lain yang juga berperanan.
Terhadap penyakit kanker berlaku juga semboyan:
mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena
itu perlu mengetahui adanya kanker sedini-dininya
untuk kemudian mengobati setepat-tepatnya dan
dengan demikian dapat dicapai hasil sebaik-baiknya.
WASPADALAH TERHADAP PENYAKIT KANKER
KENALILAH KE 7 TANDA PERINGATAN BERIKUT :
W
aktu menelan susah atau pencernaan yang terganggu
A
danya perubahan dari biasanya dari buang air besar/kencing
S
erak-serak atau batuk-batuk yang menetap
P
erdarahan atau pengNuaran getah yang abnormal
A
pabila luka (koreng) tak mau sembuh-sembuh
D
ungkul/tonjolan dipayudara atau ditampat lain
A
ndeng-andeng (tahi Ialat) yang berubah warnanya atau terasa gatal
%
kl. getah bening
6.09
nasopharynx
5.75
kulit
4.52
hati
3.72
li mfosarkoma
2.74
.rectum
2.74
larynx
1.38
usus besar
1.36
jaringan lunak
1.34
melanoma
1.01
%
kulit
14.38
jaringan limfoid 12.96
hati
8.17
rectum
7.24
nasopharynx
6.80
mata
5.23
melanoma
3.67
jaringan lunak
3.47
rongga hidung
3.33
gl. parotis
2.59
Trans
-
pulmin
7