background image
Ilmu penyakit darah (hematologi) pada
masa kini tidak lagi dipandang sebagai suatu
sudut ilmu kedokteran yang kurang berman-
faat karena kelemahannya dalam menghasilkan
penyembuhan si penderita, berkat kemajuan
yang pesat terutama dalam ilmu penyakit darah
khususnya.
Pada dasarnya hematoIogi bersangkut paut
erat dalam manifestasi tiap-tiap penyakit yang
sampai beberapa tahun yang lampau belum di-
fahami secara menyeluruh mengenai arti pe-
rubahan-perubahan hematologik yang ikut serta
pada penyakit tsb. MisaInya komplikasi melena
pada tifus abdominalis dengan penurunan kadar
trombosit yang seolah-olah tidak berarti karena
sangat ringan tidak dihubungkan dengan sebab
perdarahan melena sebenarnya dan pada umumnya
diperkirakan disebabkan kerusakan jaringan pada
pIaques Peyeri serta pembuluh-pembuluh darah
di sekitarnya.
Bahwasanya hubungan antara hematologi
dan manifestasi gambaran penyakit sudah Iama
disadari oleh seorang dokter tercermin pada
pemeriksaan rutin pada tiap-tiap penderita, dengan
selaIu diikutsertakannya pemeriksaan laju en-
dapan darah merah, hemoglobin, lekosit dan
hitung jenis. Alangkah baiknya bila selaIu di-
lakukan pemeriksaan trombosit dalam tindakan
rutin ini karena manfaatnya pada kasus-kasus
perdarahan yang aktif maupun yang beIum ma-
nifes.
Diantara kemajuan-kemajuan yang meng-
gembirakan dalam ilmu penyakit darah adaIah
perbaikan dalam prognosa anemia aplastik dengan
kemungkinan transplantasi sumsum tulang. Di-
bantu dengan kemampuan kita untuk meman-
faatkan transfusi dari berbagai komponen darah
dan antibiotika yang ampuh maka diharapkan
dapat diwujudkan masa yang lebih cerah untuk
penderita anemi aplastik tsb.
Kemajuan lain yang tidak kurang artinya
adaIah keberhasiIan kita dalam pengobatan pe-
nyakit lekemi akut. Tahun-tahun akhir ini Iebih
banyak diperoIeh remisi dari pada yang sudah-
sudah serta lebih lama remisi tersebut dapat
dipertahankan atau diperoleh kembali secara
berulang-ulang sampai 3-4 tahun lamanya. Se-
mua ini dimungkinkan karena pengalaman kita
untuk memilih kombinasi sitostatika yang efek-
tif yang disesuaikan dengan kepekaan sel-sel
Iekemi menurut siklus pematangannya. Begitu
pula halnya dengan penderita limfoma malignum
yang akhir-akhir ini amat banyak mengunjungi
poliklinik
hematologi, Bagian Penyakit Dalam,
RSCM. Penderita-penderita tsb. telah banyak
merasakan manfaat cara pengobatan yang sekarang
dilaksanakan berdasarkan pengetahuan dan pe-
meriksaan mendaIam mengenai sito-imunologik
penyakit kelenjar getah bening ini. Pada waktu
sekarang sudah dapat disisihkan beberapa jenis
tertentu antara lain T sel, B sel, dan nol sel tipe
limfoma malignum masing-masing dengan im-
plikasi kerentanannya terhadap pengobatan deng-
an sitostatika. Dengan bekal pengalaman yang
berharga tersebut maka kami lebih cenderung
bersama dengan beberapa pusat dunia kedokter-
an untuk merubah pandangan kita bahwa lim-
foma malignum selayaknya tidak lagi dianggap
sebagai suatu keganasan, melainkan suatu ke-
lainan reaksi yang abnormaI dari sel penghuni
kelenjar-kelenjar getah bening terhadap infeksi
virus yang tercermin dalam pemeriksaan sito-
imunologik tersebut di atas.
Akhirnya
disinggung
di sini kemajuan
daIam pengeIolaan dan pemeriksaan hemostasis
pada tiap-tiap perdarahan yang patologik yang
timbuI pada gawat penyakit dan sering membawa
bahaya maut bagi si penderita. Kurang Iebih
3 tahun yang lalu perdarahan yang tidak berhen-
ti waIaupun sudah diberi antikoagulansia dari
jenis vitamin K serta darah segar merupakan
suatu masaIah yan
,
g amat ditakutkan. Sejak pe-
ngertian kita mengenai kelainan-kelainan seperti
disseminated intravascular coagulation (D.I.C.),
primary fibrinoIysis, prothrombin complex de-
ficiency dIl. menjadi cukup, maka dengan pe-
ngobatan yang efektif dan adekwat perdarahan
patologik ini tidak Iagi berakhir secara fatal.
Karena kompIikasi perdarahan umumnya dapat
timbul setiap saat, sedangkan penangguIangannya
perlu sehangat mungkin, maka untuk kasus-
kasus perdarahan patologik oleh Subbagian He-
matologi, bagian Penyakit Dalam, RSCM, di-
sediakan pelayanan 24 jam. Dapat juga dikemuka-
kan di sini bahwa pengobatan yang tidak tepat
mengandung risiko yang berat; sebagai contoh
D.I.C. yang diberi darah segar dapat diumpamakan
seperti memadamkan api yang menyala dengan
siraman bensin.
Dalam edisi ini dimuat beberapa tulisan
mengenai penyakit darah yang menarik serta
berfaedah untuk dibaca dan sekaligus memberi-
kan kesan-kesan yang nyata mengenai keadaan
ilmu penyakit darah pada masa sekarang.
Dr. Soeparman
Subbagian Hematologi
Bagian Penyakit Dalam RSCM, Jakarta.
6 Cermin Dunia Kedokteran No.18, 1980