Cermin Dunia Kedokteran No. 73, 1991
2
Dalam pelajaran-pelajaran tentang vitamin selalu diterangkan bahwa
unsur-unsur non-kalori ini harus terdapat dalam makanan sehari-hari agar
tubuh dapat berfungsi dengan baik.
Unsur-unsur ini harus diperoleh dari luar oleh karena tubuh tidak dapat
membuatnya sendiri.
Kekurangan vitamin akan menimbulkan gangguan fungsi atau perubahan
patologis yang dikenal sebagai gejala-gejala defisiensi vitamin.
Disepakati bahwa umumnya vitamin itu berfungsi sebagai bio-katalisator
atau ko-enzim yang mempermudah berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia.
Untuk menghindari defisiensi hanya diperlukan unsur-unsur vital tersebut
dalam jumlah yang kecil sekali, yaitu dalam orde mikrogram atau milligram.
Oleh National Institute of Health dari Amerika Serikat pada tahun 1941
ditetapkan kesatuan RDA (recommended daily allowance) untuk vitamin dan
elemen-elemen pelacak (trace elements) dengan pengertian bahwa bila seseorang
memakan unsur-unsur tadi dalam jumlah yang dianjurkan, tidak akan terjadi
defisiensi akan vitamin atau elemen tersebut.
Pertanyaan yang dewasa ini timbul ialah: apakah tingkat kesehatan tubuh
sudah optimal walaupun tidak terdapat gejala-gejala defisiensi???
Untuk menetapkan batas-batas atau patokan-patokan tingkat kesehatan
yang optimal memang sulit sekali.
Dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam berbagai cabang
ilmu kesehatan, maka diharapkan dalam tingkat kesehatan optimal ini termasuk
juga bebas akan penyakit-penyakit degeneratip yang pada umumnya timbul
pada usia lanjut. Dalam kelompok penyakit ini termasuk pula beberapa jenis
tumor ganas.
Dalam dekade terakhir ini ditemukan radikal-radikal bebas (free radicals)
yang dianggap berperan dalam beberapa penyakit degeneratip. Dianggap bahwa
produksi radikal bebas yang tak terkendalikan dalam tubuh akan dapat
mengoksidasi dan merusak komponen-komponen vital, seperti lapisan lipid
dalam membran sel dan makromolekul-makromolekul seperti DNA.
Para peneliti kemudian mencari unsur-unsur dalam makanan yang dapat
meredam oksidasi berlebihan ini dan ditemukan bahwa vitamin-vitamin dan
elemen pelacak, yang secara kimia bersifat sebagai anti-oksidan, seperti vitamin
C, Beta-karoten, vitamin E dan Selenium dapat berperan sebagai pemulung
(scavenger) radikal bebas atau dapat menghentikan proses-proses oksidatip
yang menjadi reaksi berantai.
Dalam Cermin Dunia Kedoktran nomor ini oleh pakar pakar gizi akan
diuraikan pengertian tentang radikal bebas dan penggunaan vitamin sebagai
antioksidan
.
OLH