Flora usus merupakan bagian dari ekosistem yang kompleks dan banyak komposisi dari bakteri usus yang tetap tidak teridentifikasikan. Namun, terdapat bukti yang kuat bahwa flora usus mempengaruhi perkembangan sistem imun setelah kelahiran. Stimulasi seluruh flora usus oleh prebiotik mungkin merupakan metode yang lebih efektif dalam mengubah perkembangan imunitas dibandingkan dengan menambahkan satu spesies bakteri ke dalam ekosistem usus. Namun, hasil yang positif pada penggunaan probiotik telah dilaporkan.
Garssen dkk, menganalisa efek FOS/GOS terhadap respon imun 84 bayi yang berusia 6 bulan dan mempunyai risiko alergi. Bayi yang mendapatkan FOS/GOS mengalami penurunan yang bermakna pada kadar IgE, IgG1, IgG2, dan IgG3 total, tanpa mengubah kadar IgG4. Kadar IgG1 spesifik dalam protein susu sapi lebih rendah secara bermakna pada bayi yang diberikan FOS/GOS dibandingkan dengan bayi yang diberikan plasebo (maltodextrin). Kadar Ig tidak berbeda antara bayi dengan atau tanpa AD. Kadar Ig spesifik-DTP setelah pemberian vaksin DTP tidak berbeda antara anak-anak yang diberikan suplementasi FOS/GOS dengan yang diberikan plasebo.
Suplementasi FOS/GOS, yang dapat menurunkan insiden AD pada bayi yang memiliki risiko penyakit alergi, akan mendukung regulasi mekanisme imunitas alami secara tepat, dengan menurunkan kadar Ig total, menurunkan respon IgG1 spesifik terhadap alergen dalam susu sapi, dan menjaga induksi respon protektif dari imunisasi. Kebalikan dengan isotipe lainnya, IgG4 cenderung meingkat, dimana keadaan ini mungkin merupakan indikasi adanya peningkatan sel T regulasi dan induksi toleransi, yang penting untuk penghambatan dan pencegahan respon imun yang berlebihan seperti pada alergi.
Dari studi tersebut menunjukkan sebanyak 9,8% bayi yang mendapatkan prebiotik dan 23,1% bayi yang mendapatkan plasebo mengalami dermatitis atopik (AD). Tingkat keparahan AD tidak dipengaruhi oleh makanan. Suplemen prebiotik berhubungan dengan jumlah bifidobacteria dalam feses yang lebih banyak secara bermakna dibandingkan dengan kelompok plasebo, namun tidak terdapat perbedaan jumlah lactobacilli yang bermakna.
Prebiotik memiliki efek yang menguntungkan dalam mencegah timbulnya dermatitis atopik (AD) pada populasi bayi risiko tinggi. Walaupun mekanisme efek ini membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun tampaknya oligosakarida mengontrol perkembangan imunitas setelah kelahiran melalui pengubahan flora usus dan memiliki peran potensial dalam pencegahan alergi selama masa pertumbuhan.
Image adopted from www.prescriptionworld.org