Rating : ratings 0.0%

Studi Terbaru. Atomoxetine Efektif dan Aman untuk ADHD Anak

(18-Jul-2011)
Oleh: IWA
Print Preview
Studi Terbaru. Atomoxetine Efektif dan Aman untuk ADHD AnakKalbe.co.id - ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan neurobehavioural/gangguan fisik di otak. Terdapat beberapa gejala ADHD, yakni diantaranya: gangguan perhatian (inattention) dengan ciri kurang dapat memusatkan perhatian. Pada umumnya juga terdapat beberapa ciri lain yang terlihat pada penderita ADHD, diantaranya sulit berkonsentrasi dalam suatu aktivitas, dan cenderung terus bergerak. 

Penderita selalu pindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain, dan tak dapat menyelesaikan satu pekerjaan, bahkan dengan yang paling sederhana sekali pun, secara tuntas, sehingga sering melakukan kesalahan akibat kecerobohan, sulit menerima pelajaran, dan perhatiannya akan mulai teralihkan. Selain itu pula terdapat hiperaktivitas, dengan ciri seperti kesukaran dalam duduk diam, sering menggerak-gerakkan kaki dan tangannya, selalu tergesa-gesa, sulit bermain dengan tenang, serta berlebihan dalam berbicara. Keadaan impulsivitas (mudah terangsang) juga ditemukan dan dicirikan dengan adanya  kesulitan dalam menunggu giliran, sering mengganggu teman, dan sering menginterupsi pembicaraan orang lain, serta dalam menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan tersebut selesai diajukan.

Penatalaksanan terhadap gangguan ADHD ini memerlukan penanganan yang komprehensif baik dari aspek segi psikologi, neurologi, dan juga tentunya dengan pengobatan secara medikamentosa. Salah satu pengobatan dengan medikamentosa, adalah dengan menggunakan atomoxetine. Para peneliti dari Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Dr. Kratochvil dari Departemen Psikiatri, Universitas Nebraska, sebagaimana yang dipublikasi secara online dalam jurnal Pediatrics edisi Maret 2011, mengadakan penelitian secara buta ganda, acak dan kontrol plasebo dengan menggunakan atomoxetine, 

terhadap anak usia 5-6 tahun yang mengalami ADHD, untuk melihat efektivitas dan tolerabilitas preparat ini. Dari simpulan studi diketahui bahwa penggunaan Atomoxetine memberikan perbaikan terhadap gejala ADHD dibandingkan dengan placebo.

Studi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi efikasi dan tolerabilitas atomoxetine untuk pengobatan Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) pada anak usia 5–6 tahun. Metode studi selama 8 minggu, secara buta ganda, acak dan kontrol plasebo dengan atomoxetine terhadap 101 anak dengan kasus ADHD. Atomoxetine atau plasebo dititrasi dengan fleksibilitas dan dosis maksimal adalah 1,8 mg/kg perhari. Farmakoterapis mereview materi psikoedukasi ADHD dan strategi manajemen tingkah laku dengan para orang tua selama kunjungan studi. 

Hasil rerata penurunan ADHD-IV skor skala rating/Rating Scale scores secara bermakna pada orang tua (P=0,009) dan guru (P=0,02) didapatkan dengan menggunakan atomoxetine dibanding plasebo. Dari total 40% anak yang diobati atomoxetine memberikan respon berdasarkan kriteria Clinical Global Impression–Improvement Scale yang mengindikasikan lebih banyak perbaikan, apabila dibandingkan dengan 22% anak yang mendapatkan plasebo. Penurunan nafsu makan, gangguan cerna dan sedasi yang lebih terdapat pada kelompok atomoxetine dibandingkan  plasebo, meskipun respon pada anak-anak ini dapat lebih kuat ataupun lemah pada sebagian anak lainnya.

Kesimpulan dengan  studi acak dan terkontrol  Atomoxetine yang pertama kali pada anak dengan usia  5–6 tahun ini,  Atomoxetine secara umum dapat ditoleransi dan dapat menurunkan gejala anak ADHD, berdasarkan laporan dari para orang tua dan gurunya.

 

Image adopted from www.adhd.edublogs.org


Bookmark and Share

Related Articles:

Calendar of Events