Rating : ratings 0.0%

Studi Preklinis: Efek Suplementasi Asam Folat Terhadap Risiko Kanker Kolorektal

(24-Jun-2011)
Oleh: IWA
Print Preview
Studi Preklinis: Efek Suplementasi Asam Folat Terhadap Risiko Kanker KolorektalKalbe.co.id - Di Amerika Utara, tren pajanan asam folat semasa janin dan awal kehidupan bayi memperlihatkan peningkatan bermakna berkenaan dengan fortifikasi asam folat, meluasnya penggunaan asam folat sebagai suplemen, dan meningkatnya suplementasi asam folat sekitar masa konsepsi. Para peneliti dari Universitas Toronto, Kanada, yang dipimpin oleh dr. Sie, hendak mengetahui apakah suplementasi asam folat berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Untuk itu, mereka melakukan sebuah studi preklinis, yang hasilnya dipublikasikan di jurnal Gut 2011. 

Dalam studi tersebut, sejumlah tikus betina dikelompokkan menjadi dua: kelompok diet kontrol dan kelompok diet suplemental (2,5x kontrol). Diet diberikan menjelang kawin, selama kehamilan, dan semasa menyusui. Pada masa menyusui, anak-anak tikus dari setiap kelompok diet maternal secara acak dibagi lagi ke dalam kelompok diet kontrol dan kelompok diet suplemental (n=55 pada masing-masing kelompok, baik kelompok induk tikus maupun kelompok anak tikus). Diet diberikan selama 31 minggu dan kanker kolorektal diinduksi dengan azoxymethane saat anak tikus berusia 5 minggu. Pada nekropsi, sejumlah parameter kanker kolorektal, sebagaimana tingkat proliferasi epitel kolorektal, apoptosis, dan metilasi DNA global, diukur pada anak-anak tikus.  

Hasilnya, suplementasi asam folat maternal semasa kehamilan secara bermakna menurunkan risiko kanker kolorektal sebesar 64% pada keturunannya (OR 0,36; 95% CI 0,18 - 0,71; p=0,003). Anak-anak tikus kelompok diet kontrol yang diberi suplementasi asam folat pasca-penyapihan memperlihatkan multiplikasi tumor yang jauh lebih tinggi dibanding kelompok lainnya (p <0,05). Suplementasi asam folat maternal dan pasca-penyapihan berinteraksi menurunkan proliferasi epitel kolorektal (p <0,05). Suplementasi asam folat maternal maupun pasca-penyapihan secara bermakna mengurangi kerusakan DNA pada kolon dan rektum (p <0,05). Suplementasi asam folat maternal secara bermakna meningkatkan metilasi DNA global (p=0,007), sementara suplementasi asam folat pasca-penyapihan secara bermakna menurunkan metilasi DNA global (p <0,001).  

Simpulannya, suplementasi asam folat dapat mencegah perkembangan kanker kolorektal pada keturunan dengan cara meningkatkan metilasi DNA global, menurunkan proliferasi epitel, dan mengurangi kerusakan DNA pada kolon dan rektum.

 

Image adopted from colon-cancer101.com


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/bioplacenton_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
Calendar of Events