Rating : ratings 0.0%

Ramipril - Efek Renoprotektif pada Pasien Obesitas dengan Proteinuria

(18-May-2011)
Oleh: YYA
Print Preview
Ramipril - Efek Renoprotektif pada Pasien Obesitas dengan ProteinuriaKalbe.co.id - Ramipril, obat anti-hipertensi golongan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme), bersifat renoprotektif pada pasien-pasien obestitas dengan proteinuria. Efek renoproteksi ramipril terjadi pada semua tingkatan IMT (Indeks Massa Tubuh), namun paling besar manfaatnya dijumpai pada pasien-pasien obesitas. Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh dr. Carmine Zoccali dan rekan dari Consiglio Nazionale delle Ricerche, Istituto di Biomedicina e di Immunologia Molecolare di Italia. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam the Journal of the American Society of Nephrology edisi bulan April 2011.

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti PJK (Penyakit Jantung Koroner), infark miokard dan penyakit arteri perifer, dan penyakit ginjal seperti PGK (Penyakit Ginjal Kronik). Hingga kini, penelitian mengenai tatalaksana nefropati yang berhubungan dengan obesitas masih sedikit dan karena itu diperlukan penelitian-penelitian klinik untuk mencari terapi yang tepat yang dapat menghambat progresifitas penyakit ginjal pada pasien-pasien dengan berat badan berlebih. Hal ini mendorong Dr. Carmine Zoccali dan rekan untuk melakukan suatu penelitian, dengan menggunakan data-data dari penelitian REIN (the Ramipril Efficacy In Nephropathy) dengan tujuan untuk mengetahui efek berat badan berlebih terhadap kejadian penyakit ginjal dan efek terapi ramipril terhadap progresifitas penyakit ginjal.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Carmine Zoccali dan rekan adalah penelitian acak, tersamar ganda, kontrol-plasebo, dan merupakan analisa post-hoc dari penelitian REIN yang pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini melibatkan 337 pasien. Dari semua pasien dalam penelitian ini, 105 (31,1%) pasien memiliki berat badan berlebih dan  dan 49 (14.5%) adalah penderita obesitas.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa diantara pasien-pasien yang diterapi dengan plasebo, pasien obesitas memiliki kejadian ESRD (End-Stage Renal Disease) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien-pasien dengan IMT normal dan pasien dengan berat badan berlebih. Terapi dengan ramipril disertai dengan angka kejadian penyakit ginjal yang lebih sedikit. Manfaat ramipril ini lebih nyata pada pasien-pasien obesitas.
 
Para ahli menyimpulkan bahwa obesitas meningkatkan risiko kejadian penyakit ginjal, dan terapi menggunakan ramipril dapat mengurangi peningkatan risiko ini. Selain itu, manfaat pemberian ramipril terhadap penurunan risiko penyakit ginjal lebih nyata pada pasien dengan obesitas dibandingkan dengan pasien yang tidak obesitas. Para ahli mengakui bahwa penelitian ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya bahwa penelitian ini merupakan penelitian post-hoc dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya (REIN) dan manfaat terapi ramipril belum tentu memberikan hasil yang sama pada pasien dengan etnis yang lain (selain etnis Kaukasian). Dr. Carmine Zoccali mengatakan bahwa obat antihipertensi golongan penghambat ACE dapat direkomendasikan bagi pasien obesitas untuk menurunkan risiko progresifitas penyakit ginjal.


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/bioplacenton_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/broadced_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/climadan-120x50
Calendar of Events