Rating : ratings 0.0%

Lycopene Menghambat Progresivitas BPH (Benign Prostate Hyperplasia)

(24-Mar-2011)
Oleh: HLA
Print Preview
Lycopene Menghambat Progresivitas BPH (Benign Prostate Hyperplasia)Kalbe.co.id - BPH (Benign Prostate Hyerplasia) merupakan penyakit yang sering dijumpai pada orang lanjut usia dan faktor risiko untuk terjadinya kanker prostat di kemudian hari. BPH terjadi pada 50% pria pada usia 50 tahun dan meningkat menjadi 90% pada usia 80 tahun ke atas. Gejala klinis dilaporkan bermanifestasi pada 25-50% pria pada usia tersebut. Gejala-gejala yang dapat dijumpai adalah frekuensi (sering buang air kecil tetapi jumlahnya sedikit), urgensi (rasa ingin buang air kecil), hesitancy (kesulitan memulai buang air kecil), pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap, straining (mengedan), berkurangnya aliran urin, dribbling (jumlah urin sedikit karena aliran kurang).

Lycopene merupakan komponen nutrisional yang menjanjikan untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa asupan lycopene secara teratur dan tingginya kadar karotenoid dalam darah berkaitan dengan menurunnya risiko terjadi kanker prostat. Studi eksperimental menunjukkan lycopene menghambat pertumbuhan tumor prostat dan proliferasi sel kanker prostat. Bukti klinis mengenai manfaat lycopene untuk prostat terbatas pada pasien dengan kanker prostat atau neoplasia prostat intraepitelial high grade. Kemungkinan manfaat lycopene pada pasien dengan BPH yang berisiko terjadinya kanker prostat pernah disebutkan sebelumnya tapi belum diteliti.

Studi awal (acak, buta ganda, kontrol plasebo) dilakukan oleh Schwarz dan rekan-rekan yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition tahun 2008 meneliti apakah asupan suplemen lycopene menghambat perkembangan penyakit pada pasien dengan BPH, memperbaiki petanda klinis diagnostik dan gejala BPH. Empat puluh pasien dengan BPH mendapatkan suplemen lycopene 15 mg/hari atau plasebo selama 6 bulan. Yang dinilai adalah efeknya terhadap status karotenoid, petanda klinis diagnostik proliferasi prostat, dan gejala penyakit. Primary endpoint studi ini adalah penghambatan atau penurunan kenaikan kadar prostate specific antigen (PSA) dalam serum.

Setelah suplementasi selama 6 bulan, terjadi penurunan kadar PSA (sebanyak 0,74 μg/L) pada kelompok yang mendapat lycopene (p < 0,05) sedangkan pada kelompok plasebo, tidak terdapat perubahan. Kadar lycopene dalam plasma meningkat pada kelompok yang mendapat lycopene (p < 0,0001) tetapi tidak mempengaruhi kadar karotenoid lain (termasuk ß-karoten, lutein, zeaxanthin, ß-cryptoxanthin) dalam plasma. Prostat membesar pada kelompok plasebo setelah dinilai dengan trans-rectal ultrasonography (TRUS) dengan p < 0,05 dan digital rectal examination (DRE) dengan nilai p < 0,01. Prostat tidak membesar pada kelompok yang mendapat lycopene. Gejala penyakit yang dinilai dengan International Prostate Symptom Score (IPSS) membaik pada kedua kelompok dan lebih bermakna pada kelompok yang mendapat lycopene.

Kesimpulan dari para peneliti berdasarkan studi pilot ini adalah lycopene dapat menghambat perkembangan penyakit BPH dan memperbaiki gejala BPH pada pasien.

Image adopt from www.eng.ege.edu.tr 

 


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/glisodin120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/glisodin120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/ferofort_(120x50)
Calendar of Events