
Kalbe.co.id - Pemberian ondansetron dapat mencegah perawatan di rumah sakit hingga 50 % pada anak-anak dengan gangguan saluran pencernaan yang datang ke
Paediatric Emergency Department (PED). Pernyataan ini merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh Universitas Emory, Atlanta, Georgia dan telah disampaikan dalam
Pediatric Academic Societies (PAS)
Annual Meeting 2009.
Dilakukan evaluasi terhadap 34.117 anak-anak dengan usia 3 bulan hingga 18 tahun yang datang ke 2 unit PED dalam kurun waktu 3 tahun dengan diagnosa gastroenteritis atau muntah. Ondansetron selama ini telah menjadi salah satu obat pilihan pada unit PED akan tetapi belum ada yang menganalisa seberapa besar efeknya terhadap kembalinya pasien anak ke unit PED ini.
Dari sejumlah pasien anak di atas, 56 % pasien (19.857 pasien) diberikan ondansetron saat masuk PED, dimana 85,7 % nya diberikan dalam sediaan oral dan 14,3 % diberikan dalam bentuk sediaan injeksi. Sejumlah 33 % pasien ini diberikan resep ondansetron saat hendak pulang.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan ternyata terlihat bahwa pada kelompok yang diberikan ondansetron memiliki frekuensi kunjungan PED berikutnya lebih jarang jika dibandingkan kelompok yang tidak diberikan terapi ondansetron.
Hasil analisis juga tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dalam hal diagnosis banding pada saat perawatan di RS antara kelompok ondansetron dan kelompok kontrol.
Kesimpulan dari studi skala besar ini adalah bahwa pemberian ondansetron pada unit PED dapat menurunkan frekuensi kunjungan berikutnya pada anak dengan kelainan gastroenteritis dan muntah. Pemberian ondansetron juga tidak memberikan efek “masking” yang dapat menutupi diagnosis penyakit yang sebenarnya.