Dari studi observasional, suplementasi kalsium mungkin dapat melindungi terhadap penyakit kardiovaskuler, dan penemuan ini dianggap konsisten dimana intervensi suplementasi kalsium menunjukkan perbaikan dari beberapa faktor risiko gangguan kardiovaskuler. Namun sebaliknya suplementasi kalsium dosis tinggi khususnya padamanula akan meningkatkan kalsifikasi pembuluh darah dan meningkatkan mortalitas pada pasien dengan gagal ginjal, baik yang predialisis maupun dialisis. Dan selanjutnya dari studi acak tersamar ganda selama 5 tahun, suplementasi kalsium pada wanita lanjut usia dilaporkanmungkin meningkatkan risiko infark miokard serta kejadian kardiovaskuler. Namun bagaimana menurut meta-analisis ? apakah suplementasi kalsium dosis tinggi tetap meningkatkan risiko kejadian kardiovaskuler ?
Suplementasi kalsium dengan dosis lebih dari 500 mg perhari tanpa disertai dengan asupan vitamin D, sering dihubungkan dengan peningkatan risiko infark miokard pada manula. Hal itu terungkap dari hasil meta-analisis yang dilakukan oleh Mark J. Bolland, dan telah dipublikasikan dalam British Medical Journal 2010. Dalam meta-analisis tersebut diikutkan sebanyak 15 uji klinis yang memenuhi persyaratan dan dilakukan dalam kurun waktu 1966 - Maret 2010, dengan disain acak, dan dengan asupan kalsium >500 mg per hari dibandingkan dengan plasebo dengan total jumlah sampel sekitar 20.072 subyek. Reantang waktu suplementasi kalsium antara 2,7-4,3 tahun. Dari lima studi menunjukkan sebanyak 143 pasien yang mengkonsumsi kalsium dosis tinggi mendapatkan serangan infark miokard dibandingkan dengan 111 pasien pada kelompok yang mengkonsumsi plasebo (HR 1,31; 95% CI 1,02-1,67; p=0,035). Peningkatan yang tidak bermakna terjadi pada insidensi stroke (1,20; 0,96-1,50; p=0,11). Sedangkan dari data meta-analisis secara keseluruhan menunjukkan hasil yang tidak berbeda, sebanyak 296 pasien mendapatkan serangan infark miokard (166 pada kelompok kalsium, dan 130 padakelompok plasebo). Dengan risiko relatif sebesar 1,27; 95% CI 1,01-1,59; p=0,038).
Dalam kesimpulannya Mark J. Bolland, dkk. menympaikan bahwa suplementasi kalsium (tanpa disertai dengan pemberian vitamin D) pada manula berhubungan dengan peningkatan risiko infark miokard. Diperlukan evaluasi ulang tentang penggunaan kalsium untuk manajemen osteoporosis.