Rating : ratings 0.0%

Misoprostol Vaginal Supositoria Mengurangi Nyeri Histeroskopi Tanpa Anestesia

(01-Sep-2010)
Oleh: KTW
Print Preview
Misoprostol Vaginal Supositoria Mengurangi Nyeri Histeroskopi Tanpa AnestesiaKalbe.co.id - Wanita infertil yang menjalani histeroskopi untuk pemeriksaan intrauterin tanpa anestesia, merasakan nyeri yang lebih ringan pada saat pemeriksaan jika diberikan misoprostol intravaginal sehari sebelumnya.Temuan ini telah dilaporkan pada Jurnal Fertility and Sterility Agustus 2010 ini, oleh Dr.Luis Hamberto Sordia-Hernandez dan kolega dari Rumah Sakit Universitario, "Jose E. Gonzalez," Universidad Autonoma de Nuevo Leon, Mexico.

Jika dilakukan di ruang periksa biaya histerskopi menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan jika dilakuan di ruang operasi, seperti yang disampaikan oleh Dr. Sordia-Hernandez, dan tentunya hal ini menguntungkan bagi negara-negara berkembang dimana sumber daya sarana-nya sangat terbatas.Dia dan kelompoknya menunjukkan bahwa histeroskopi dapat diterima jika dilakukan di ruang pemeriksaan, dilakukan. "Sayangnya, nyeri yang diakibatkan dari prosedur tersebut merupakan penyebab keterbatasan jika untuk dilakukan secara luas".

Tim juga melakukan studi yang membandingkan pemberian misoprostol oral dan vaginal dengan plasebo dalam mem-fasilitasi histeroskopi diagnostik dalam ruang periksa pada 62 wanita infertil. Para wanita secara berurutan mengkonsumsi misoprostol peroral dengan dosis 600 mcg (200 mcg setiap 8 jam) dimulai 24 jam sebelum tindakan histeroskopi, atau misoprostol yang diberikan secara vaginal supositoria dengan dosis 400 mcg (200 mcg setiap 12 jam dimulai 24 jam sebelum prosedur tindakan; atau mengkonsumsi plasebo secara oral (satu pil setiap 8 jam) dimulai 24 jam sebelum prosedur tindakan. Nyeri pelvik, dinilai oleh pasien dengan VAS (Visual Analog Scale) dengan 10 poin dilakukan segera setalah prosedur histeroskopi selesai, memberikan hasil masing-masing 6,04; 2,85 dan 7,50  dari ketiga kelompok (p<0,001), seperti dilaporkan oleh Dr. Sordia-Hernandez dan kolega.

Selain itu, mereka menemukan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan dalam tiga kelompok itu masing-masing 5,5; 2,7 dan 6,3 menit. Waktu yang paling pendek diperlukan untuk pemeriksaan histeroskopi adalah pada kelompok yang mendapat misoprostol intravaginal yang mungkin disebabkan adanya penurunan resistensi serviks serta sehingga memperpendek waktu pemesangan instrumen. Sebanyak tujuh pasien yang mendapatkan misoprostol peroral dilaporkan terjadi efek samping dibanding dengan tiga orang yang mendapat misoprostol vaginal supositoria.

Dalam publikasi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa misoprostol vaginal supositoria dapat digunakan untuk memfasilitasi tindakan histeroskopi dalam skala lebih luas yang dilakukan dalam ruang periksa untuk pemeriksaan infertilitas. Dr. Sordia-Hernandez menambahkan: "Dalam studi tersebut peneliti hanya mengikutkan pasien yang menjalani histeroskopi untuk diagnosis infertilitas, namun cara ini dapat juga digunakan untuk kondisi patologi intrauterin pada pasien dengan perdarahan vagina, pasien transisi masa menopause dengan perdarahan, dan pada wanita posca menopause yang dicurigai adanya penyakit intra uterus.


Bookmark and Share

Related Articles:

Calendar of Events