Zinc merupakan mineral yang mempunyai potensi untuk meningkatkan status imunologi, mencegah dan memperpendek waktu diare. Efek zinc sebagai imunomodulator ini diperkirakan memberikan manfaat untuk membantu mempercepat penyembuhan infeksi maupun mencegah kekambuhan, zinc membantu meningkatkan daya tahan tubuh melalui langkah-langkah yang diawali dengan mobilisasi dan skuestrasi dari zinc pada jaringan kaya zinc-metallomethionin, selanjutnya akan mempercepat upregulasi sintesis protein sebagai bahan untuk imun spesifik, serta aktivasi dari makrofag, limfosit, dan sel NK.
Anak-anak dengan status zinc yang baik secara umum mempunyai respon imunologis lebih baik jika dibandingkan dengan anak-anak dengan status zinc yang lebih jelek. Jika dari data saat ini penggunaan zinc merupakan salah satu acuan dalam penanganan diare, bagaimana halnya manfaat zinc untuk kasus pneumonia ?
Manfaat zinc dalam mencegah terjadinya pneumonia diantaranya dibuktikan dalam studi yang dilakukan oleh Brooks WA.dkk., dan dipublikasikan dalam Jurnal The Lancet. Dalam studi yang melibatkan sebanyak 270 anak-anak dengan pneumonia ini, rentang usia antara 2 – 23 bulan, masing-masing diberikan preparat zinc 20 mg per hari atau mendapat plasebo, yang ditambahkan pada terapi antibiotik menunjukkan bahwa pada kelompok yang mendapat preparat zinc terjadi penurunan darajat keparahan dari pneumonia-nya serta terjadi penurunan gejala-gejala pneumonia yang lebih bermakna jika dibandingkan dengan kelompok anak yang mendapat plasebo.Sedangkan studi yang lain adalah studi yang melibatkan sebanyak 1665 anak dengan rentang usia 60 hari - 12 bulan, yang selanjutnya diacak untuk mendapatkan zinc sebanyak 70 mg/ minggu atau mendapat plasebo selama 12 bulan. Subyek dinilai setiap minggu dengan beberapa parameter yang diukur adalah meliputi: kejadian diare dan pneumonia, serta kejadian infeksi saluran nafas.Dalam studi tersebut terbukti suplementasi zinc mampu mencegah terjadinya diare (95% CI 0,94(0,88-0,99;p=0,03), mencegah pneumonia berat (95% CI 0,51(0,3-0,88);p=0,016), maupun mencegah kematian (95% CI 0,15(0,3-0,67);p=0,013).
Dari studi tersebut penulis menyimpulkan bahwa: suplementasi zinc 20 mgper hari atau sebesar 70 mg per minggunya, mampu menurunkan kejadian pneumonia serta kematian pada anak-anak.