
Kalbe.co.id - Sebagaimana disampaikan Dr. Marelize Eekhoff & Dr. Oosterwerf dari Universitas
VU Medical Center Amsterdam, Netherland pada simposium / pertemuan tahunan ke-92 organisasi Endokrinologi (
The Endocrine Society's 92nd Annual Meeting) di San Diego, Amerika di bulan Juni 2010, terdapat bukti bahwa pada orang dewasa lanjut usia umumnya memiliki kadar/level vitamin D dan inadekuat vitamin D menjadi faktor resiko terhadap sindroma metabolik, suatu keadaan yang dialami pada 1 dari 4 orang dewasa.
Ditemukan prevalensi sebesar 48 % dari defisiensi vitamin D, dalam studi yang melibatkan sekitar 1.300 pria dan wanita di Belanda dengan usia 65 tahun keatas. Hasil studi menunjukkan sekitar 37 % dari partisipan subyek tersebut mempunyai sindroma metabolik, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kegemukan, profil kolesterol yang abnormal dan kadar gula darah yang tinggi.
Subyek dengan kadar vitamin D darah (serum
25-hydroxyvitamin D) kurang dari 50 nanomol per liter, mengalami insufisiensi vitamin D lebih mengalami sidroma metabolik dibandingkan orang/subyek yang mempunyai kadar level vitamin D diatas 50 nmol/liter (OR=1,32; 95% CI, 1,02-1,71). Kenaikan resiko terjadi dari 2 keadaan yang menyertai sindroma metabolik yakni HDL atau kolesterol "baik" yang rendah (OR=1,58; 95% CI, 1,26-1,99) dan besarnya ukuran lingkaran pinggang (OR=1,55; 95% CI, 1,24-1,94).
Tidak ditemukan perbedaan resiko antara pria dan wanita menurut para peneliti tersebut. Dalam studi ini subyek merupakan partisipan dalam studi lanjut usia longitudinal (
The Longitudinal Aging Study Amsterdam) .
Simpulan studi menunjukkan defisiensi vitamin Vitamin D, dengan kadar dibawah 50 nmol/L menunjukkan terjadinya peningkatan faktor resiko terhadap keadaan sindroma metabolik dibandingkan level diatas 50 nmol /L.