Rating : ratings 0.0%

Pencegahan Diabetes dengan Terapi Farmakologi

(09-Jul-2010)
Oleh: ARI
Print Preview
Pencegahan Diabetes dengan Terapi FarmakologiKalbe.co.id - Latihan fisik yang dilakukan dengan intensitas sedang-tinggi dan menurunkan berat badan jelas terbukti efektif dalam menurunkan risiko diabetes tetapi tidak setiap pasien dapat mengikuti perubahan pola hidup tersebut, pada pasien pasien tersebut atau yang mengalami progresifitas meskipun telah berhasil mengalami penurunan berat badan, pilihan terapi tambahan tampaknya dibutuhkan. Beberapa agen farmakologi telah dipelajari dalam penelitian clinical diabetes prevention trials, berikut review dari beberapa agen untuk pencegahan diabetes tipe 2.

Metformin
Metformin merupakan obat yang paling banyak dipelajari untuk mencegah terjadinya diabetes. Dalam penelitian Diabetes Prevention Program  dengan melibatkan 3.234 partisipan dengan berat bedan berlebih, meningkatnya toleransi glukosa, membagi secara acak 3 intervensi partisipan yaitu Intensive Lifesytle Intervention (ILS), metformin dan plasebo. ILS jelas terbukti menurunkan insiden diabetes hingga 58%, tetapi didapatkan pula pasien yang mendapatkan metformin (850mg, 2x/hari) menurunkan kejadian diabetes sebesar 31 % dibandingkan plasebo. Metformin juga paling efektif pada partisipan dengan obesitas (BMI awal > 35 kg/m2) dimana mampu menurunkan insiden diabetes hingga 53% dan pada partisipan dibawah usia 45 tahun memperlihatkan penurunan hingga 44%, tetapi metformin hanya sedikit memberikan benefit pada partisipan berusia tua antara 60-85 tahun. Efektivitas metformin pada pasien dengan penurunan berat badan  rata rata sebesar 1,7 kg akan menurunkan insiden hingga 64 %. Hal yang penting setelah rata rata 10 tahun diikuti, partisipan kelompok metformin rata rata mengalami penurunan berat badan sebesar 2,5 kg dan menurunkan risiko diabetes 18 % dibandingkan kelompok kontrol.

Secara umum metformin yang telah luas tersedia, dengan harga yang relatif ekonomis dan dapat ditoleransi dengan baik serta dilandasi hasil penelitian ini menjadikan metformin disarankan sebagai pendekatan terapi pada orang dengan risiko diabetes terutama dengan usia muda dan dengan berat badan berlebih.

Acarbose
Acarbose (a glucosidase inhibitor) telah diteliti pada Study to Prevent Non Insulin Dependent Diabetes (STOP-NIDDM) yang secara acak melibatkan 1.429 partisipan dengan gangguan toleransi glukosa, mendapatkan acarbose 100 mg atau plasebo, diberikan 3 kali/hari selama rata rata 3,3 tahun. Dalam penelitian ini subjek pada kelompok acarbose mengalami penurunan insiden diabetes sebesar 25%, meskipun 1/3  pada kelompok acarbose tidak dapat menyelesaikan penelitian karena efek samping pada saluran cerna, sehingga hasil penelitian ini masih cukup sulit untuk dilakukan interpretasi dan aplikasi secara klinis mesih belum cukup jelas.

Thiazolidinedione (TZD)
TZD juga telah beberapa kali diteliti melihat potensinya sebagai agen yang dapat mencegah diabetes, ditahun petama penelitian menggunakan troglitazone insiden diabetes menurun hingga 75 % sebelum akhirnya penelitian dihentikan karena terbukti hepatotoksik. Rosiglitazone  juga telah diteliti dalam Diabetes Reduction Assessment with Ramipril dan Rosiglitazone Medication (DREAM), suatu penelitian besar berskala internasional membandingkan secara acak pasien risiko tinggi  (gangguan glukosa puasa, gangguan toleransi glukosa maupun keduanya) mendapatkan rosiglitazone 8 mg perhari  atau plasebo, setelah rata rata 3 tahun  insiden diabetes pada kelompok rosiglitazone menurun 62% dibandingkan plasebo. Intoleransi glukosa menjadi normal pada 50 % kelompok rosiglitazone dibandingkan 30% pada kelompok plasebo.

Meskipun pada kelompok rosiglitazone didapatkan beberapa efek samping berupa kenaikan berat badan dan terjadi edema perifer, dimana terjadi kenaikan berat badan rata rata 2,2 kg dibandingkan plasebo, beberapa peneliti juga memberikan perhatian terhadap kontroversi potensi kardiotoksik rosiglitazone dan laporan terjadinya kejadian fraktur pada pasien yang mendapatkan pengobatan sehingga kedua hal tersebut mengurangi antusiasme klinisi dalam dunia kedokteran untuk digunakan rutin sebagai agen farmakologi mencegah diabetes tipe 2.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/metrix_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/metrix_(120x50)
Calendar of Events