Rating : ratings 0.0%

Sitagliptin Monoterapi lebih Superior Dibandingkan Voglibose Tunggal pada Pasien Diabetes tipe 2

(08-Jul-2010)
Oleh: ARI
Print Preview
Sitagliptin Monoterapi lebih Superior Dibandingkan Voglibose Tunggal pada Pasien Diabetes tipe 2Kalbe.co.id - Sitagliptin phosphate telah diakui oleh FDA tahun 2006 sebagai terapi pada pasien diabetes tipe 2 sebagai terapi tunggal atau kombinasi dalam metformin atau thiazolidinediones berdasarkan 4 uji klinik acak buta ganda dengan kontrol plasebo yang melibatkan lebih dari 2.000 pasien DM tipe 2. Sitagliptin merupakan bentuk oral penghambat selektif terhadap DPP4 (dipeptidyl peptidase-4) yang memiliki kerja sebagai glukoregulator endogen peptide atau dikenal sebagai incretin.

Sitagliptin sebagai terapi tunggal baik dosis 100 atau 200 mg perhari secara bermakna menurunkan kadar HbA1c, dengan laporan efek samping ringan dan tidak bermakna meningkatkan kejadian hipoglikemia.  Hasil penelitian pada pasien DM tipe 2 yang tidak terkontrol dengan metformin dosis 1.500 mg perhari penambahan sitagliptin 100 mg perhari mampu mencapai target kadar HbA1c dibawah 7 % sebesar 47 % dibandingkan kelompok plasebo, demikian pula pada kondisi pasien yang tidak terkontrol dengan terapi tunggal pioglitazone 30 atau 45 mg perhari dan kemudian ditambahkan dengan kombinasi sitagliptin dosis 100 mg secara bermakna mencapai target kadar HbA1c dibawah 7 % sebesar 45,4 % dibandingkan pioglitazone tunggal 23%.

Dalam journal nature review produk baru dengan perbandingan OHO lainnya terutama dalam pelaporan efek samping, kelemahan golongan insulin secretagogue berupa kenaikan berat badan dan hipoglikemia, golongan α glucosidase inhibitor seringkali dilaporkan kejadian efek samping pada saluran cerna yang membatasi toleransinya, sedangkan golongan thiazolidinedione adanya retensi cairan yang menjadi masalah pada beberapa pasien, sedangkan sitagliptin dari data yang ada kejadian hipoglikemia dan tidak terjadinya kenaikan berat badan memberikan gambaran profil produk OHO yang menarik meskipun penelitian jangka panjang masih diperlukan.   

Mengenai efektivitas sitagliptin, jika dibandingkan dengan metformin tunggal tetap metformin tunggal lebih efektif untuk semua golongan DPP4 inhibitor, tetapi dibandingkan dengan OHO golongan lain masih belum cukup uji klinik perbandingan langsung, tetapi berikut ini penelitian terbaru yang dilaporkan dalam abstrak Diabetes Obesity and Metabolism 2010, sitagliptin dibandingkan sebagai terapi tunggal dengan golongan voglibose (Voglib) golongan alpha glucosidase inhibitor yang dipasarkan oleh Mascot Health Series, dimana uji klinik multisenter ini dilakukan di Jepang dengan disain buta ganda dengan tujuan melihat perbandingan keamanan dan efektivitas dari sitagliptin dengan voglibose sebagai terapi tunggal pada pasien diabetes tipe 2. Total populasi adalah 319 pasien, dimana pasien terbagi antara kelompok yang mendapatkan dosis sitagliptin dosis sekali sehari (50 mg) atau tiga kali sehari dari voglibose (0,2 mg). Setelah 12 minggu terapi sitagliptin terlihat lebih efektif dalam menurunkan kadar HbA1c, kadar gula darah puasa dan 2 jam PP dibandingkan voglibose dari nilai dasar. Kejadian efek samping hipoglikemia dan efek samping serius lainnya sebanding pada kedua kelompok. Sedangkan kejadian efek samping pada saluran cerna lebih rendah pada kelompok yang mendapatkan sitagliptin.

Hasil penelitian ini mengindikasikan pemberian sitagliptin monoterapi lebih superior dibandingkan voglibose tunggal pada pasien diabetes tipe 2.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/metrix_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/glidabet_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/metrix_(120x50)
Calendar of Events