
Kalbe.co.id - Sebagaimana riset selular yang dilakukan oleh Dr. Sahra dan rekan dari Universitas Nice Sophia, Perancis, diketahui kombinasi metformin, suatu agen antidiabetes dan
2- deoxyglucose/deoksi glukosa, disingkat 2DG dapat menginduksi terjadinya apoptosis p53 terhadap sel kanker prostat. Hal ini dipublikasi dalam jurnal
online Cancer Research bulan Maret 2010.
Sasaran metabolisme sel kanker merupakan suatu hal yang menjanjikan dalam strategi untuk memerangi kanker. Metformin, yang sudah dikenal sebagai agen anti diabetes ternyata memiliki efek antitumor dan antiproliferatif.
Dalam studi ini, penambahan kombinasi metformin dengan
2-deoxyglucose (2DG) dapat menghambat respirasi mitokondria dan glikolisis pada sel kanker prostat, dimana terjadi efek deplesi ATP yang kuat. Kombinasi dari dua macam obat ini memberikan efek yang menekan sel kanker apabila dibandingkan dengan tidak menggunakan kombinasi seperti hanya menggunakan metformin atau 2DG saja. Adapun dengan penghambat sekitar 96% dari viabilitas pada LNCaP sel kanker prostat, yang lebih kuat dibandingkan pada sel epitel prostat yang masih normal
Pada tingkat selular, kombinasi metformin dan 2DG menginduksi apoptosis
p53-dependent melalui sensor energi jalur AMP kinase, dan mengekspresi kembali fungsi p53 dalam
p53-deficient prostate cancer cells yang mengembalikan kembali aktivitas dari caspase-3. Sebagai tambahan pada proses apoptosis, kedua kombinasi metformin dan 2DG menghentikan sel kanker prostat pada fase G2-M. Proses penghentian G2-M bersifat independen terhadap p53 dan berkolerasi dengan penurunan yang lebih kuat dari viabilitas sel.
Terakhir diketahui juga bahwa metformin menghambat 2DG yang menginduksi proses autofagia (
autophagy), menurunkan ekspresi reseptor beclin 1 dan memicu pengganti proses sel hidup menjadi sel mati.
Kesimpulan penelitian ini, penghentian metabolisme sel kanker dimungkinkan dengan pemberian kombinasi metformin yang dikenal sebagai antidiabetes agen dan 2
-deoxyglucose dalam pengobatan anti kanker.