
Kalbe.co.id - Studi fase II dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Perancis dipimpin Dr. Bougnoux dkk., yang dipublikasi dalam
British Journal of Cancer 2009, vol 101 menemukan bahwa DHA (
Docosahexaenoic acid) Omega- 3 memberikan perbaikan terhadap pengobatan kemoterapi anthracycline (regimen FEC) pada kanker payudara yang mengalami metastasis.
Adapun sebagai latar belakang studi penelitian, kanker payudara akan mengancam kehidupan dan menyebabkan kematian, apabila sudah terjadi metastasis visceral. Pada tahapan ini, pengobatan anti kanker yang diberikan bertujuan mengurangi gejala dan menunda kematian tanpa menimbulkan penambahan toksisitas tentunya. Berdasarkan tingkat perlindungan antioksidan yang berbeda-beda, sel-sel tumor dapat dibuat lebih sensitif terhadap kemoterapi daripada sel bukan tumor, ketika lipid membran sel diperkaya asam dokosahexaenoat (
Docosahexaenoic acid/DHA). Menggunakan desain studi terbuka (open-label), satu kelompok tangan (
single-arm) fase II untuk mengevaluasi keamanan dan efikasi dalam hal ini response rate, sebagai tujuan utama primer (primary end point), dengan pemberian 1,8gram DHA perhari pada kemoterapi menggunakan regimen
anthracycline (FEC) pada penderita kanker payudara sejumlah 25 pasien (n=25) yang mengalami metastasis visceral secara cepat. Sebagai tujuan sekunder adalah melihat
time to progression (TTP) dan
overall survival (OS).
Hasil studi Dr. Bougnoux secara obyektif response rate adalah 44%. Dengan rerata waktu
follow-up adalah 31 bulan (range : 2–96 bulan ), angka TTP median adalah 6 bulan, sedangkan
Median Overall survival adalah 22 bulan dan mencapai 34 bulan pada sebagian subpopulasi pasien (n=12) pada DHA yang tinggi didalam plasma. Toksisitas secara umum yang ditemukan pada grade 3 / 4 adalah neutropenia (80%).
Kesimpulan studi tersebut, pemberian DHA selama pengobatan kemoterapi menghindari terjadi efek samping dan dapat meningkatkan perbaikan hasil pengobatan kemoterapi bila kadar DHA tinggi dalam plasma, dan ini secara potensial akan meningkatkan sensitivitas kemoterapi terhadap sel tumor / kanker tersebut.