Rating : ratings 0.0%

Setelah Pemasangan Drug-eluting Stent (DES), Tiga Antiplatelet Lebih Baik

(09-Mar-2010)
Oleh: YYA
Print Preview
Setelah Pemasangan Drug-eluting Stent (DES), Tiga Antiplatelet Lebih Baik Kalbe.co.id - Pemberian tiga antiplatelet lebih efektif dibandingkan dengan terapi dua macam obat dalam mengurangi kejadian iskemik setelah pemasangan drug-eluting stent (DES). Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian observasional DECREASE (Drug-Eluting stenting followed by Cilostazol treatment REduces Adverse Serious cardiac Events) yang dipublikasikan dalam jurnal the American Heart Journal edisi bulan Februari 2010.

Dr. Seung-Jung Park dkk dari the University of Ulsan College of Medicine di Seoul, Korea Selatan, menemukan bahwa bila diberikan secara bersamaan, cilosatazol memberikan efek tambahan pada obat antiplatelet aspirin dan clopidogrel dalam menghambat aktivasi platelet. Cilostazol adalah obat antiplatelet yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai terapi klaudikasio intermiten.

Beliau melakukan penelitian DECREASE, yang bertujuan membandingkan efektifitas dan keamanan jangka panjang terapi 3 antiplatelet (aspirin plus klopidogrel plus cilostazol) dengan terapi 2 antiplatelet (aspirin plus klopidogrel) setelah pemasangan DES. Dari 3.099 pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini, 1.443 pasien menerima tiga macam terapi antiplatelet (kelompok terapi 3 antiplatelet), yang terdiri dari: aspirin 200 mg sehari; clopidogrel 300 mg sebagai loading dose, dilanjutkan dengan 75 mg sehari; dan cilostazol dengan loading dose 200 mg, dilanjutkan dengan 100 mg, dua kali sehari. Sedangkan kelompok lain (kelompok terapi 2 antiplatelet), menerima aspirin dan clopidogrel saja. Terapi aspirin diberikan tanpa batasan waktu, clopidogrel diberikan paling sedikit selama 6 bulan dan cilostazol diberikan paling sedikit selama 4 minggu. Follow-up berlangsung selama 12 bulan.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa angka kejadian infark miokard, trombosis stent dan angka kematian lebih rendah di kelompok yang diterapi dengan 3 antiplatelet dibandingkan dengan kelompok terapi 2 antiplatelet. Setelah penyesuaian, angka kejadian kematian tidak berbeda bermakna, namun penurunan angka kejadian infark miokard dan trombosis stent secara bermakna lebih besar di kelompok terapi 3 antiplatelet dibandingkan dengan di kelompok terapi 2 antiplatelet. Angka kejadian perdarahan antara kedua kelompok tidak berbeda bermakna.
 
Para peneliti menyimpulkan bahwa pemberian 3 antiplatelet setelah pemasangan DES lebih efektif menurunkan angka kejadian infark miokard dan trombosis pasca stent dibandingkan dengan terapi 2 antiplatelet. Efek menguntungkan penambahan cilostazol ini diperkirakan terjadi karena cilostazol memiliki efek terhadap pembuluh darah seperti penghambatan pembentukan plak atheroma, efek vasodilatasi serta perbaikan profil lemak.

Dalam penelitian ini, pemberian terapi 3 antiplatelet menurunkan angka kejadian infark miokard serta trombosis karena stent lebih baik dibandingkan terapi 2 antiplatelet. Penambahan cilostazol pada pasien yang diterapi dengan aspirin plus klopidogrel memberikan efek tambahan dalam menghambat aktivasi platelet.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/vbloc_(120x50)
Calendar of Events