
Kalbe.co.id - FDA Amerika telah menyetujui pemberian rosuvastatin untuk mengurangi risiko stroke, infark miokard dan prosedur revaskularisasi, pada pasien yang memiliki kadar kolesterol LDL (
Low-Density Lipoprotein) normal dan tidak memiliki penyakit jantung koroner (PJK), namun memiliki peningkatan risiko berdasarkan usia, kadar
C-reactive protein (CRP) dan sekurang-kurangnya memiliki satu faktor risiko penyakit jantung.
Persetujuan ini didasarkan pada rapat komite penasihat obat-obatan endokrinologi dan metabolik FDA (
the FDA's Endocrinologic and Metabolic Drugs Advisory Committee) Desember 2009. Para panelis menganggap telah tersedia data yang cukup mengenai efektifitas rosuvastatin dalam menurunkan risiko pada pasien pria ≥50 tahun dan wanita ≥60 tahun yang memiliki kadar kolesterol LDL puasa <130 mg/dL, hs-CRP ≥2,0 mg/dL, trigliserida <500 mg/dL, tanpa riwayat penyakit kardiovaskular, serebrovaskular maupun penyaktit jantung koroner.
Keputusan FDA in didasarkan pada hasil penelitian
Justification for the Use of Statins in Primary Prevention: an Intervention Trial Evaluating Rosuvastatin (JUPITER). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa rosuvastatin menurunkan kadar CRP sebesar 37%, kadar LDL sebesar 50%, infark miokard nonfatal 55%, stroke nonfatal sebesar 48%, rawat inap serta revaskularisasi 47% dan kematian karena semua sebab 20%. Pemberian rosuvastatin dalam penelitian ini ditoleransi dengan baik.
FDA Amerika telah menyetujui pemberian rosuvastatin untuk mengurangi risiko stroke, infark miokard dan prosedur revaskularisasi, pada pasien yang memiliki kadar kolesterol LDL (
Low-Density Lipoprotein) normal dan tidak memiliki penyakit jantung koroner (PJK), namun memiliki peningkatan risiko berdasarkan usia, kadar
C-reactive protein (CRP) dan sekurang-kurangnya memiliki satu faktor risiko penyakit jantung.