
Kalbe.co.id - Data-data terbaru dari peneltian S
PARCL (
Stroke Prevention by Aggressive Reduction in Cholesterol Levels) memperlihatkan bahwa pemberian atorvastatin pada pasien-pasien stroke menurunkan risiko kejadian penyakit jantung koroner (PJK), serta menurunkan kejadian stroke berulang.
Penelitian SPARCL dilakukan oleh dr. Pierre Amarenco dan rekan dari
Denis Diderot University, Paris, Perancis, melibatkan 4.731 pasien yang tidak menderita PJK pada
baseline, sehingga setiap kejadian PJK selama penelitian ini berlangsung merupakan kejadian PJK baru (serangan pertama). Penelitian ini berjalan dengan
follow-up selama 4,9 tahun. Pasien secara acak diberikan terapi atorvastatin 80 mg atau plasebo.
Selama
follow-up, para peneliti menemukan bahwa pasien-pasien yang menerima terapi plasebo mengalami kejadian koroner mayor dan kejadian PJK (yang didefinisikan sebagai kejadian koroner plus revaskularisasi, angina tidak stabil, atau angina/iskemia yang memerlukan rawat inap) lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang diberikan atorvastatin 80 mg. Pemberian atorvastatin 80 mg dalam penelitian ini menurunkan risiko kejadian koroner mayor sebesar 35% dan risiko PJK sebesar 42%.
Dr. Pierre Amarenco menambahkan bahwa penurunan risiko relatif kejadian kardiovaskular mayor pada pasien-pasien ini dua kali lebih besar dibandingkan kejadian stroke berulang. Dari
follow-up penelitian SPARCLE ini, para ahli menyimpulkan bahwa pemberian atorvastatin dapat menurunkan risiko PJK dan stroke berulang pada pasien-pasien yang baru mengalami stroke.
Dalam penelitian SPARCLE pemberian atorvastatin dapat menurunkan risiko PJK dan stroke berulang pada pasien-pasien yang baru mengalami stroke.