
Kalbe.co.id - Sebagaimana informasi yang dimuat dalam
J. Clin. Oncol 27, 2009 mengenai interaksi obat dilakukan oleh Dr. Te loo dan rekan dari Netherland, pada anak leukemia dalam hal ini Acute Lymphoblastic Leukemia, menunjukkan peningkatan toksisitas dari Vincristin, sehingga pemberian bersamaan kedua preparat tersebut perlu dihindari.
Preparat Vincristin sebagai salah satu pengobatan pada anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut /acute lymphoblastic leukemia (ALL). Adapun efek samping yang sering ditemukan adalah konstipasi dan neurotoksik perifer dan sentral. Beberapa obat dapat mempengaruhi metabolisme dari Vincristin dan mungkin berpotensi menyebabkan efek samping. Kelompok obat-obatan yang berinteraksi dengan metabolisme Vincristin adalah derivat azole, suatu antifungal. Beberapa kasus yang dilaporkan menunjukkan bahwa pemberian derivat azole dan vincristin akan meningkatkan toksisitas. Studi yang menyelidiki toksisitas pada pasien yang mendapatkan vincristin dengan atau tanpa derivat azole masih kurang dan terbatas. Dengan alasan ini, peneliti yang dipimpin Dr Te Loo melakukan analisa retrospektif terhadap neurotoksisitas yang diinduksi oleh vincristine dengan dan tanpa pemberian derivat azole, masing-masing dengan jumlah subyek sebanyak 20 pada tiap kelompok pasien.
Sebanyak 20 pasien anak dengan ALL dilibatkan dalam studi ini. Toksisitas Vincristin diurut secara retrospektif berdasarkan the National Cancer Institute toxicity scale tanpa melihat informasi terhadap medikasi. Analisa statistik diperlihatkan dengan menggunakan tes Wilcoxon Signed Rank dan tes McNemar.
Sebagai hasil studi, pasien yang menerima Vincristin dengan kombinasi profilaksis derivat azole mengalami keluhan konstipasi dan neurotoksik perifer yang signifikan (masing-masing dengan nilai P = 0,001 dan P< 0,001). Sebanyak 3 pasien (15%) yang diobati dengan derivate azole mengalami toksisitas yang berat dan memerlukan penanganan di unit ICU anak. Vincristin menginduksi toksisitas SSP seperti konvulsi, ensefalopati dll yang terjadi pada 6 orang pasien (30%). Kesemua pasien-pasien ini menggunakan vincristin yang juga mendapatkan derivat azole. Toksisitas pada Susunan Saraf Pusat tidak diobservasi pada pasien yang hanya menerima Vincristine tunggal saja. (P = 0 ,014). Karena menyebabkan toksisitas yang berat, pengobatan dengan Vincristin dapat dikurangi secara signifikan dengan 50% dosis normal pada sejumlah pasien.
Kesimpulan dari studi menunjukkan bahwa toksisitas Vincristin cukup signifikan meningkat bila dikombinasi dengan pengobatan yang menggunakan derivat azole dan dapat membahayakan keselamatan hidup. Perlu dihindari penggunaan kombinasi derivat azole dan vincristin pada pasien Leukemia limfoblastik Akut secara bersamaan .