
Kalbe.co.id - Studi klinis yang dilakukan oleh Dr. Legault dan rekan, menunjukkan bahwa penggunaan SERM seperti Tamoxifen dan Raloxifene memberikan efek kognitif yang hampir sama atau serupa sebagaimana yang dipublikasi pada
Journal of Clinical Oncology vol 27, tahun 2009.
Sebagai latar belakang untuk membandingkan efek dari 2 macam SERM (
Selective estrogen receptor modulators) yaitu tamoxifen dan raloxifen, secara umum dan fungsi kognitif pada domain yang spesifik.
Studi yang dilakukan oleh
The National Surgical Adjuvant Breast and Bowel Project's Study of Tamoxifen and Raloxifene (STAR) secara randomisasi dengan membandingkan tamoxifen 20 mg/hari atau raloxifene 60 mg/hari pada wanita paska menopause dengan peningkatan risiko terhadap kanker payudara. Sebanyak 1.498 wanita yang secara randomisasi disertakan dalam studi STAR adalah yang berusia 65 tahun keatas, yang tidak di diagnosa menderita dementia, dan diikutkan juga pada studi
Cognition in the Study of Tamoxifen and Raloxifene (Co-STAR), studi ini dimulai 18 bulan setelah studi STAR dimulai.
A cognitive test battery modeled after the one used in the Women's Health Initiative Study of Cognitive Aging (WHISCA) diberikan. Teknisi yang dilatih dalam memberikan the battery dan di re-sertifikasi setiap 6 bulan . Analisa dikumpulkan pada seluruh partisipan dan sebanyak 273 wanita yang menyelesaikan secara lengkap
the first cognitive battery sebelum mereka mulai memakai pengobatan.
Hasil yang ditemukan, secara keseluruhan tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada skor kognitif rerata diantara kedua grup selama mereka melakukan kunjungan dan kontrol kembali. Namun memang ditemukan adanya perbedaan efek waktu yang cukup signifikan pada pengukuran kognitif kali kunjungan yang ketiga.
Kesimpulan dari studi, menunjukkan bahwa penggunaan Tamoxifen dan raloxifen berkaitan dengan fungsi kognitif dengan pola serupa.