CAPD
Saya ingin menanyakan mengenai CAPD, dan informasinya ada program dari Kalbe untuk CAPD
N (50) -
Bandar Lampung
JAWABAN
Oleh:
Kepada Bp. N (50 tahun)
Terimakasih atas pertanyaan yang Anda berikan. Jika
dari informasi yang anda sampaikan, berarti Anda baru memulai program
hemodialisis sejak beberapa hari yang lalu (tepatnya tanggal 24 Agustus
2010).
Sebagai informasi awal, kami ingin menyampaikan bahwa pada pasien dengan
penyakit ginjal tahap akhir atau gagal ginjal kronis, pilihan terapi tidak
selamanya hanya hemodialisis (HD atau yang dikenal awam sebagai cuci
darah). Saat ini tersedia 3 pilihan terapi untuk pasien dengan gagal ginjal
kronis yaitu Hemodialisis, Peritoneal Dialisis (PD) dan Transplantasi
Ginjal. Ketiga terapi ini sifatnya lebih berintegrasi satu sama lain dan
bukan saling menggantikan. Oleh karena itu ketiga terapi ini dikatakan
Integrated Renal Replacement Therapy.
Pilihan terapi yang terbaik memang masih dipegang oleh Transplantasi
Ginjal. Karena dalam hal ini terapi transplantasi ginjal dapat mengganti
keseluruhan fungsi ginjal yang rusak (fungsi produksi urin, membuang sisa
metabolisme dan racun dari tubuh, produksi hormon pembentuk sel darah
merah, aktivasi vitamin D, dan masih banyak fungsi lainnya). Tetapi
kelemahan dari terapi transplantasi ginjal ini adalah mahal, sulitnya
mendapatkan donor yang cocok dengan pasien dan setelah tearpi transplantasi
ginjal, pasien harus meminum obat-obat anti-rejeksi yang harganya juga
mahal dan juga terkait dengan banyak efek samping.
Untuk menggantikan sebagian fungsi ginjal yang rusak terutama fungsi
produksi urin dan pengeluaran sisa metabolisme dan zat beracun dari dalam
tubuh, terapi yang tersedia adalah Hemodialisis dan Peritoneal Dialisis.
Peritoneal Dialisis adalah salah satu metode dimana pembuangan sisa
metabolisme dan toksin terjadi pada membran peritoneum tubuh pasien
(membran peritoneum adalah suatu selaput yang membatasi antara organ-organ
dalam perut pasien dan rongga perut). Secara sederhana, dalam rongga perut
pasien akan dimasukkan cairan beberapa kali dalam sehari dan dalam jangka
waktu tertentu cairan tersebut dibiarkan di dalam rongga perut pasien untuk
memastikan terjadinya proses pembuangan sisa metabolisme dan toksin.
Selanjutnya cairan akan dibuang dan diganti dengan cairan yang baru. Proses
ini berlangsung setiap hari, 7 hari dalam seminggu. Jadi dapat dibilang
proses ini berlangsung terus menerus, oleh karena itu dikatakan Continous
Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). CAPD ini memberikan efek
keseimbangan pada tubuh pasien karena pengeluaran toksin dan sisa air
terjadi terus-menerus.
Pasien akan sangat terbantu dengan metode peritoneal dialisis ini karena
disini pasien akan diajarkan untuk mengerjakan secara mandiri dengan teknik
aseptik yang tepat. Keuntungannya pasien akan mempunyai lebih banyak waktu
di rumah, tidak bergantung dengan mesin, masih dapat bekerja dan tidak
terganggu aktivitas hidupnya sehari-hari.
Selain itu masih banyak lagi keuntungan CAPD jika dibandingkan dengan HD
misal tidak harus terpapar dengan darah (menghindari risiko infeksi
hepatitis B, hepatitis C), mengurangi tusukan jarum, status kimia darah
pasien yang stabil dan keuntungan-keuntungan lainnya.
Jadi jika saya boleh menyarankan, anda dapat mencoba metode CAPD untuk
terapi pengganti ginjal anda terutama jika anda orang yang masih aktif
bekerja dan mempunyai gaya hidup yang mandiri. Untuk informasi selengkapnya
mengenai CAPD, anda dapat menghubungi KECC dengan Contact Person Iis di
Nomor telpon 021-42873888-89 extension 1927. Semoga informasi yang saya
berikan bermanfaat.
Demikian yang dapat yang saya informasikan. Terimakasih.
Salam,
Dr. Anggi P. Sitompul