Dear Kalbe
Mohon informasi mengenai Klein Levin Syndrome (KLS). Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari situs wikipedia, orang yang terkena syndrome ini mempunyai waktu tidur yang berlebih, sering merasa lesu dan juga kehilangan rasa percaya diri (motivasi). Parahnya lagi dari apa yang saya baca syndrome ini sama sekali tidak bisa diobati.
Pertanyaan saya;
- Apakah benar KLS tidak bisa diobati?
- Dimana tempat untuk mengkolsutasikan hal ini?
- Seandainya ada obat yang bisa mengurangi syndrome ini. Obat apa yang harus di konsumsi?
Mohon informasinya. Hampir 4 bulan kebelakang waktu tidur telah menyita hampir seluruh kehidupan normal saya. Mohon bantuannya.
Terima Kasih Banyak.
R (22) -
Bandung
JAWABAN
Oleh: KTW
Departemen Medical, PT. Kalbe Farma Tbk.
Jakarta
Saudara R (22 tahun)
Kleine-levin syndrome (KLS) adalah suatu gangguan yang jarang terjadi, dan ditandai dengan adanya hipersomnia (tidur yang berlebihan), yang terjadi secara berulang dan periodik. Juga ditandai dengan gangguan kognitif (proses berpikir/intelektualitas) serta gangguan perilaku. Penyakit ini dilaporkan pertama kali pada tahun 1862 namun baru tahun 1925 sindrom ini dikumpulkan dan dilaporkan oleh Will Klein dan tahun 1929 oleh Max Levin. Disebutkan bahwa penyakit ini terutama terjadi pada laki-laki, dengan awitan adalah dewasa muda (10 – 30 tahun), dan dengan gejala kompulsif lebih menonjol daripada gangguan makan, serta ada kecenderungan hilangnya gejala secara spontan. Diperkirakan sekitar 60% kasus KLS ini dipicu oleh berbagai faktor terutama adalah infeksi (misal: infeksi saluran nafas atas, tonsilitis, ataupun infeksi saluran cerna) . Sedangkan lama penyakit KLS ini dari studi yang ada dapat diderita selama sekitar 0,5 – 41 tahun, namun angka tengah lama sakit adalah sekitar 8 tahun. Lama keluhan KLS setiap episode serangan adalah 2,5 – 80 hari dengan median 10 hari. Lama antar episode serangan adalah rata-rata 6 bulan.
Gejala KLS pada episode serangan terutama adalah waktu tidur yang berlebihan (hipersomnia dengan rentang 12 – 24 jam), serta gangguan fungsi intelektual (seperti: bicara abnormal, kebingungan, lupa/ amnesia, halusinasi, berpikir yang tidak realistik, dsb), perubahan perilaku (misal: gangguan makan, nafsu makan meningkat ataupun sebaliknya menurun), adanya keluhan depresi, gelisah, serta gangguan perilaku yang lain seperti: hiperseksual, serta kompulsif (perilaku yang dilakukan secara berulang; misal: menulis, bernyanyi, dsb).
Dari tindakan pemeriksaan KLS primer, jarang didapatkan gambaran kelainan klinis, pemeriksaan cairan otak dapat dilakukan untuk melihat ada/ tidaknya infeksi selaput otak, sedang pemeriksaan rekam otak (EEG) menunjukkan ¼ kasus didapatkan hasil rekam otak (EEG) yang normal, sedangkan data lain disebutkan sekitar 70% disertai dengan penurunan gelombang alfa yang non-spesifik. Pemeriksaan pencitraan otak (CT-scan maupun MRI) juga disebutkan hampir semua kasus KLS mempunyai struktur otak yang normal. Pemeriksaan hormonal (hormon pertumbuhan, melatonin, tiroid, kortisol) sebagian besar juga menunjukkan nilai yang normal.
Obat-obatan yang saat ini digunakan untuk kasus KLS primer diantaranya amphetamin dan lithium yang memberikan manfaat. Prospek untuk pemulihan tergantung dari berbagai hal, diantaranya: frekuensi serangan, lama serangan, komplikasi, dsb., namun dari beberapa artikel disebutkan kesembuhan ini sulit diperkirakan walaupun secara teoritis gejala KLS ini dapat secara spontan menghilang.
Untuk lebih memperjelas tentang keluhan anda, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke Bagian Neurologi rumah sakit terdekat ataupun rumah sakit yang dilengkapi dengan pelayanan gangguan tidur.
Demikian, semoga lekas sembuh.