Rating : ratings 0.0%

Hubungan Kadar Vitamin D Dengan Risiko Kanker Kolorektal

(03-Aug-2010)
Oleh: IWA
Print Preview
Hubungan Kadar Vitamin D Dengan Risiko Kanker KolorektalKalbe.co.id - Sebagaimana penelitian sebelumnya yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2009, mengenai kaitan konsentrasi Vitamin D dengan resiko kanker Kolorektal.Para peneliti dari kurang lebih 10 negara di Eropa Barat yang dipimpin oleh Dr. Jenab, peneliti senior dari Lifestyle and Cancer Group, International Agency for Research on Cancer, Lyon, Perancis  juga menyimpulkan bahwa ada hubungan antara kekurangan vitamin D dengan resiko kanker Kolorektal pada populasi orang di Eropa, sebagaimana dipublikasikan dalam British Medical Journal 2010 ini.
 
Secara obyektif  riset  ini memeriksa hubungan antara prediagnosa konsentrasi vitamin D dalam sirkulasi, asupan diet Vitamin D dan Kalsium dengan resiko kanker Kolorektal pada populasi orang di Eropa. Adapun desain penelitian menggunakan  Nested case-control study.  Riset merupakan studi EPIC , secara kohort yang melibatkan lebih dari 520 000 peserta, dari  10 negara di Eropa Barat. Dari studi kohor ditemukan 1248 kasus  insidensi kanker Kolorektal, yang didapat sesudah melibatkan kohort dan kontrol.

Hasil pengukuran utama dari riset ini adalah  konsentrasi vitamin D (25-hydroxy-vitamin-D, 25-(OH)D) dalam sirkulasi yang diukur dengan immunoassay enzimatik. Diet dan gaya hidup diperoleh melalui kuesioner. Rasio rate insidensi dan 95% CI (confidence intervals) untuk risiko kanker kolorektal  dengan konsentrasi 25-(OH)D dan level asupan diet Kalsium dan vitamin D diperkirakan dari model Multivariate conditional logistic regression dengan penyesuaian diet potensial dan faktor temuan lainnya. Sebagai hasil riset ditemukan hubungan kuat secara respon dosis linear antara  konsentrasi 25-(OH)D dengan resiko  kanker kolorektal (trend P <0,001). Dibandingkan dengan konsentrasi level menengah dari 25-(OH)D (50,0-75,0 nmol/l), level yang lebih rendah dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi  (<25,0 nmol/l: rasio rate insidensi  1,32 (95% CI  confidence interval 0,87 sampai 2,01); 25,0-49,9 nmol/l: 1,28 (1,05 -1,56), dan konsentrasi tinggi berkaitan dengan rendahnya (75,0-99,9 nmol/l: 0,88 (0,68 to 1,13);  100,0 nmol/l: 0,77 (0,56 -1,06)). Pada analisa  quintile konsentrasi 25-(OH)D , pada pasien dengan quintile tinggi mempunyai  40% resiko lebih rendah terhadap kanker kolorektal daripada quintile terrendah (P<0,001). Analisa secara subgroup menunjukkan hubungan kuat untuk usus besar  (Kolon) namun bukan kanker rektum (P untuk heterogeneity adalah 0,048). Asupan diet dari Kalsium yang lebih besar dihubungkan dengan resiko kanker Kolorektal yang lebih rendah. Diet vitamin D tidak berhubungan dengan resiko penyakit.  Temuan tidak tergantung dari jenis kelamin dan juga tidak dipengaruhi oleh koreksi terhadap donor darah setiap bulannya. 

Simpulan dari riset ini, dari studi observasional yang besar ini mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara level prediagnosa  konsentrasi 25-(OH)D dengan resiko kanker kolorektal pada populasi orang di Eropa Barat. Dan selanjutnya penelitian secara randomisasi diperlukan untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi 25-(OH)D dalam sirkulasi dapat efektif menurunkan terjadinya resiko kanker kolorektal tersebut.


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/osfit_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
Calendar of Events