Hasil pengukuran utama dari riset ini adalah konsentrasi vitamin D (25-hydroxy-vitamin-D, 25-(OH)D) dalam sirkulasi yang diukur dengan immunoassay enzimatik. Diet dan gaya hidup diperoleh melalui kuesioner. Rasio rate insidensi dan 95% CI (confidence intervals) untuk risiko kanker kolorektal dengan konsentrasi 25-(OH)D dan level asupan diet Kalsium dan vitamin D diperkirakan dari model Multivariate conditional logistic regression dengan penyesuaian diet potensial dan faktor temuan lainnya. Sebagai hasil riset ditemukan hubungan kuat secara respon dosis linear antara konsentrasi 25-(OH)D dengan resiko kanker kolorektal (trend P <0,001). Dibandingkan dengan konsentrasi level menengah dari 25-(OH)D (50,0-75,0 nmol/l), level yang lebih rendah dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi (<25,0 nmol/l: rasio rate insidensi 1,32 (95% CI confidence interval 0,87 sampai 2,01); 25,0-49,9 nmol/l: 1,28 (1,05 -1,56), dan konsentrasi tinggi berkaitan dengan rendahnya (75,0-99,9 nmol/l: 0,88 (0,68 to 1,13); 100,0 nmol/l: 0,77 (0,56 -1,06)). Pada analisa quintile konsentrasi 25-(OH)D , pada pasien dengan quintile tinggi mempunyai 40% resiko lebih rendah terhadap kanker kolorektal daripada quintile terrendah (P<0,001). Analisa secara subgroup menunjukkan hubungan kuat untuk usus besar (Kolon) namun bukan kanker rektum (P untuk heterogeneity adalah 0,048). Asupan diet dari Kalsium yang lebih besar dihubungkan dengan resiko kanker Kolorektal yang lebih rendah. Diet vitamin D tidak berhubungan dengan resiko penyakit. Temuan tidak tergantung dari jenis kelamin dan juga tidak dipengaruhi oleh koreksi terhadap donor darah setiap bulannya.
Simpulan dari riset ini, dari studi observasional yang besar ini mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara level prediagnosa konsentrasi 25-(OH)D dengan resiko kanker kolorektal pada populasi orang di Eropa Barat. Dan selanjutnya penelitian secara randomisasi diperlukan untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi 25-(OH)D dalam sirkulasi dapat efektif menurunkan terjadinya resiko kanker kolorektal tersebut.