
Kalbe.co.id - Indonesia harus lebih mengembangkan
Knowledge Based Economy dibandingkan
Resource Based, demikian usul Senior Advisor PT Kalbe Farma Tbk dalam presentasinya di hadapan para peserta acara Halal Bi Halal & CEO Forum. Tema dari acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) /
Indonesia Stock Exchange, Bapepam-LK kali ini adalah "
Economy & Political Outlook 2010". Acara yang dibuka oleh Menteri Keuangan RI, Ibu DR Sri Mulyani Indrawati ini, menghadirkan para pembicara -selain dr Boen- adalah: Bpk Fauzi Ichsan,
SVP Senior Economist / Global Research Standard Chartered Bank dan Bpk. DR Eep Syaifulloh Fatah, seorang pengamat politik.
Riset dan inovasi sebagai ujung tombakUntuk mewujudkan cita-cita menjadikan pola ekonomi Indonesia berlandaskan
knowledge, sangat dibutuhkan riset dan inovasi. Sayangnya, lanjut founder Kalbe Group ini, saat ini budget riset di Indonesia sangatlah kecil. Hal ini mengurangi ketertarikan investor untuk mengembangkan riset/industri biotek di Indonesia. Merujuk dari salah satu riset yang telah dilakukan, Amerika Serikat, menurut dr Boen, memiliki
attractiveness index 6,88 (skala 1 - 7) disusul dengan China (6,1), India (5,58), Russia (5,56). Negara Asia lainnya yang termasuk dalam list 16 besar negara-negara yang paling menarik untuk industri biotek adalah Taiwan (4,86) dan Singapura (3,85).
Litbang, kreativitas dan inovasi, kunci untuk meningkatkan Kesejahteraan BangsaSelanjutnya, dr Boen mengusulkan 2 point untuk bisa ditindaklanjuti bersama, yaitu:
1. Dana Penelitian secara bertahap harus ditingkatkan dari 0,1% GDP (Rp. 3 trilyun) pada tahun 2008 menjadi 1%GDP (60 trilyun rupiah) pada tahun 2015. Dari total 60 trilyun rupiah tersebut, 50% dari APBN sedangkan 50% sisanya dari industri. Sebagai perbandingan di Amerika Serikat di mana peraturannya sudah sangat kondusif, kalangan industri memiliki porsi sumbangan pembiayaan penelitian yang lebih besar. Pemerintah Indonesia sendiri pun sudah mulai melakukan insentif penelitian, misalnya telah dikeluarkannya
PP35/2007 mengenai Peningkatan Perekayasaan, Inovasi dan Difusi Teknologi, yang sayangnya sampai saat ini belum bisa diterapkan karena belum memiliki aturan pelaksanaannya.
2. Pemerintah, dunia usaha dan dunia akademis harus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk merangsang kreativitas dan inovasi masyarakat. Namun dalam melaksanakan ini perlu diperhatikan bahwa:
a. Semua kemampuan kreatif dan inovatif tersimpan dalam otak kita
b. Kemampuan menyerap, menyimpan, mengelola dan menyimpulkan informasi pada setiap individu berbeda
SEHINGGA
c. Pendidikan harus secepatnya disesuaikan dan diarahkan kepada minat, bakat dan kemampuan para siswa dan siswi
Acara berakhir pada pukul 12:30 WIB yang diakhiri dengan ramah tamah. Sampai ketemu pada acara sejenis berikutnya.