
Kalbe.co.id - Kepedulian PT Kalbe Farma terhadap korban musibah jebolnya tanggul Situ Gintung di Cireundeu, Tangerang Selatan, Jumat (27/3) lalu, patut diacungi jempol. Melalui salah satu produk andalannya yaitu ENTROSTOP, menggelar gerakan simpatik (Gesit) dengan mendirikan posko bersama di lokasi kajadian. Rencananya program Gesit ENTROSTOP yang dibuka sejak Sabtu (28/3) akan berlangsung hingga Selasa (31/3).
Ariawan Eko Putranto Brand Manager ENTROSTOP mengatakan posko bersama ini bertujuan untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan kesetaraan terhadap masyarakat yang tertimpa bencana serta masalah sosial lainnya. Menurutnya posko bersama tersebut didukung oleh beberapa elemen masyarakat sekitar dan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat, mahasiswa pecinta alam (Ranita) serta tim Fatigon Hydro+ dan PT Bintang Toedjoe.
Selain itu, PT Kalbe Farma juga memperhatikan para relawan yang telah bekerja keras membantu pelaksanaan evakuasi dengan mendirikan ‘Posko Bebas Capek Fatigon’. Dengan berdirinya posko tersebut diharapakan dapat membantu memulihkan kembali stamina dan tenaga para relawan dari rasa capek setelah melakukan evakuasi.
Ariawan menambahkan setidaknya posko bersama ini melakukan tiga tahapan kegiatan. Tahap pertama yang dilakukan adalah melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat yang menjadi korban “tsunami kecil”, terutama mengenai kebutuhan kesehatan. Selanjutnya, tahap kedua adalah melakukan pelayanan kesehatan dengan membuka posko kesehatan dan kunjungan langsung ke masyarakat. Dan pada tahap ketiga, melakukan pengobatan massal serta membantu rehabilitasi dengan memberikan bantuan terutama bagi anak-anak sekolah.
Misalnya, Senin (30/3), Gesit ENTROSTOP, menggelar pengobatan massal di kampung Gintung, baik untuk kalangan anak-anak, orang dewasa dan manula. Pengobatan massal yang dimulai sejak pukul 13.00 wib ini mendapat sambutan antusias dari warga. Pengobatan massal ini ditujukan untuk mengobati penyakit yang timbul pasca bencana, seperti diare, gatal-gatal, flu dan luka ringan lainnya.
Dalam kegiatan pengobatan massal ini PT Kalbe Farma menurunkan empat tim medis untuk memberikan pengobatan kepada para korban yang mayoritas menderita sakit pasca bencana. Selain itu, Gesit ENTROSTOP juga memberikan makanan siap saji kepada para korban.
Pada Selasa (31/3) ini, kata Ariawan, ENTROSTOP bekerjasama dengan mahasiswa UIN dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) akan menggelar rehabilitasi terhadap siswa korban bencana. Para siswa tersebut nantinya akan diberikan santunan berupa alat tulis, seragam sekolah dan upaya rehabilitasi terhadap siswa yang mengalami trauma akibat bencana tersebut.
Oleh karenanya, ENTROSTOP yang telah lebih dari 37 tahun bersama keluarga Indonesia mengatasi diare dengan cara seketika, merasa terpanggil untuk menyelamatkan nasib anak bangsa tersebut. Dr. Vivin dari PT Kalbe Farma mengungkapkan hingga saat ini sejumlah penyakit diderita korban pasca bencana seperti diare, penyakit kulit, influenza, pusing dan luka-luka.
Hal senada dikatan Morlan Sirait, Branch Manager PT Kalbe Farma Divisi OTC. “Pengobatan ENTROSTOP dan KALPANAX Krim sangat cocok untuk para korban bencana Situ Gintung. Saat ini kami sudah memberikan pemeriksaan dan pemberian pengobatan bagi para korban bencana. Ada dua pola cara kami memberikan bantuan pengobatan, yaitu turun langsung ke lokasi kejadian dan membuka posko kesehatan,” kata Morlan Sirait.
Sementara, Kepala Dusun Gintung, Ciputat, Suhair mengaku menyambut baik kegiatan sosial PT Kalbe Farma. Kegiatan sosial seperti yang dilakukan PT Kalbe Farma sangat membantu warganya untuk mengurangi beban pasca bencana jebolnya tanggul Situ Gintung. “Kami sangat senang dan berterimakasih kepada PT Kalbe Farma, khususnya Gesit ENTROSTOP. Karena bantuan ini sangat tepat bagi warga kami yang membutuhkan layanan kesehatan langsung,” kata Suhair.