Rating : ratings 0.0%

Sodium lactate mulai diteliti di bidang mata

(27-Feb-2009)
Oleh: IDS
Print Preview
Sodium lactate mulai diteliti di bidang mataKalbe.co.id - Sebuah hipotesis baru telah muncul, mengenai laktat ekstraseluler dapat meregulasi fungsi dari pembuluh darah kecil yang ada di retina. Selama ada paparan laktat, ion Calsium di sel menjadi lebih aktif dan sel-sel berkontraksi serta lumen mengalami konstriksi. Adanya laktat yang tersedia merupakan vasokonstriktor ketika retina dalam keadaan hipoksia sehingga efisiensi mekanik berhubungan dengan fungsi kapiler untuk memenuhi kebutuhan metabolisme setempat.

Berikut kami sampaikan 2 penelitian yang pernah dilakukan terhadap laktat :

Sebuah penelitian terhadap hewan coba, sengaja mengamati adanya sintesis NO pada saraf pada pembuluh darah retina yang mengalami vasodilatasi sebagai respon dari laktat.  Metode yang dilakukan adalah pada 13 mata dari 13 babi kecil sengaja dievaluasi. 10 mata mendapatkan infus  N-nitro-L-arginine methyl ester (L-NAME) secara intravena, setelah 1 jam pada mata yang sama diberikan larutan L-Lactate 0.5 M (pH 7.4) melalui sebuah mikropipet, pada pembuluh darah arteriolar juxta, dosis yang digunakan  adalah mikroinjeksi 30 µL.

10 menit kemudian 9 dari 10 mata mendapatkan injeksi lagi secara intravena pada aretriole juxta dengan dosis yang sangat kecil yaitu 30 µL larutan  L-NAME 0.01 M (pH 7.4), dan diberikan larutan saline fisiologis atau PSS. Sisanya 3 mata mendapatkan mikroinjeksi sebanyak 30 µL dari larutan L-lactate 0.5 M (pH 7.4), tanpa pemberian L-NAME secara intravena.

Hasilnya :
3 mata yang mendapatkan injeksi pada arteriole juxta dengan hanya larutan L-lactate hanya menunjukkan peningkatan diameter arteriole retina yang persisten selama studi ini berjalan (efek maksimum ditunjukkan pada 20 menit: 40.9% ± 3.2%).

Diameter retina menurun pada 4.1%, 1 jam setelah pemberian intravena L-NAME ketika dibandingkan pada saat baseline, tetapi tidak ada perbedaan bermakna.
Injeksi L-lactate menginduksi penambahan diameter arteriole retina (22.7% dan  28.7% pada 5 dan 10 menit (P < 0.01),diikuti dengan penurunan secara bermakna (8.6%; P < 0.01) 10 menit setelah diinjeksi dengan L-NAME. Dan setelah itu tidak ditemukan adanya penambahan diameter retina.

Kesimpulan :
Pemberian L-lactate menginduksi terjadinya vasodilatasi yang diikuti dengan pemberian  L-NAME secara intravena. Selebihnya, arteri juxta yang diinjeksi dengan L-NAME bermakna mensupresi efek vasodilatasi efek dari L-lactate. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Nitric Oxide pada sel saraf penting sebagai suatu mediator yang penting bagi lactate yang menginduksi terjadinya vasodilatasi pada hewan babi kecil.  

Penelitian selanjutnya masih meneliti efek pemberian Sodium Lactate secara intravena untuk aliran darah pada mata. Penelitian ini pada sukarelawan sehat sebanyak 12 orang laki-laki yang diberikan Larutan Sodium lactate (0.6 mol/L) atau larutan fisiologis yang diacak buta ganda, penelitian secara cross over. Pemberian Sodium lactate atau plasebo secara infus dengan kecepatan  500 dan 1000 mL/jam untuk 30 menit setiap pemberiannya.

Diukur aliran darah pada 10 menit terakhir setiap periode infus. Aliran darah retina kemudian diukur berdasarkan ukuran nilai maksimum dari erythrocyte velocity, yang dinilai dengan laser Dopler velocimetry, kemudian juga dilakukan pengukuran terhadap diameter retina. Aliran darah koroid juga dilakukan penilaian dengan alat Doppler flowmetry dan laser interferometric dengan mengukur amplitudi pulsasi dari fundus.

Hasil penelitian :
Pemberian Lactate dapat meningkatkan konsentrasi lactate dalam darah pada 1.3 ± 0.4  hingga 3.9 ± 0.7 mmol/L secara bermakna  (P < 0.001) dan untuk 7.1 ± 1.4 mmol/L (P < 0.001) pada pemberian infus dengan kecepatan 500 dan 1000 mL/jam.

Konsentrasi Lactate dalam darah akan meningkatkan aliran darah dari 15% ± 20% dan menjadi 24% ± 37% (ANOVA, P = 0.01). Amplitudo Pulsasi fundus juga mengalami peningkatan dari 3% ± 6% dan 10% ± 5% (ANOVA, P = 0.04) pada 2 konsentrasi Lactate dalam plasma

Aliran darah di koroid yang diukur dengan Laser Doppler flowmetry mempunyai kecenderungan untuk mengalami peningkatan menjadi 10% ± 15% dan 13% ± 20% (ANOVA, P = 0.19), meskipun tidak berbeda bermakna
Pemberian infus Sodium lactate menyebabkan alkalosis pada pada arteri ketika diberikan dari lubang telingan (7.41 ± 0.03 pada baseline; 7.50 ± 0.03 selama infus Lactate; P = 0.001).

Kesimpulan penelitian ini mengindikasikan pemberian Sodium lactate secara intravena menigkatkan aliran darah pada retina. Selanjutnya masih membutuhkan penelitian lagi bagaimanapun Lactate dapat berperan dalam regulasi aliran darah di koroid.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/albiotin_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/ferofort_(120x50)
Calendar of Events