Suatu studi lainnya juga telah dilakukan untuk menilai efek terapi lycopene oral pada pria dengan infertilitas pria idiopatik. Studi dilakukan pada 30 pria berusia 23-45 tahun yang mengalami infertilitas selama 1-20 tahun dengan kelainan pada konsentrasi sperma (oligospermia), motilitas sperma (astenospermia), morfologi sperma (teratozoospermia) non-obstruktif. Mereka mendapat lycopene 2 mg, 2 kali sehari selama 3 bulan dan dilakukan pengukuran konsentrasi sperma, motilitas dan morfologi. Hasilnya menunjukkan bahwa semua pasien menyelesaikan studi tanpa komplikasi. Sebanyak 20 pasien (66%) menunjukkan peningkatan konsentrasi sperma, 16 pasien (53%) mengalami peningkatan motilitas sperma, dan 14 pasien (46%) menunjukkan perbaikan dalam morfologi sperma.
Terapi lycopene oral tampaknya mempunyai peran dalam penatalaksanaan infertilitas pria idiopatik.
Image adopt from www.notgettingpregnant.com