Rating : ratings 0.0%

Lansoprazole untuk Refluks Laringofaringeal

(31-Aug-2010)
Oleh: DHS
Print Preview
Lansoprazole untuk Refluks LaringofaringealKalbe.co.id - Berikut hasil studi lansoprazole pada kasus laryngopharygeal reflux (LPR)/refluks laringofaringeal, yang dapat bermanfaat untuk dokter THT.

LPR merupakan komplikasi dari dari GERD dimana asam lambung naik lebih tinggi lagi ke daerah faring dan dapat masuk ke dalam saluran nafas laring, seringkali dapat mengakibatkan gangguan pada pita suara, sehingga pasien menjadi serak, batuk dan kadang mencetuskan terjadinya serangan asthma.

Saat ini pemakaian lansoprazole telah disetujui oleh FDA Amerika untuk kasus GERD, sedangkan untuk kasus LPR penggunaannya masih dalam tahap penelitian, seperti studi yang telah dipresentasikan pada American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery Foundation (AAO-HNSF) Annual Meeting 2009 di San Diego.

Studi acak, tersamar ganda, dengan kontrol plasebo ini pada awalnya merekrut 60 pasien LPR, tetapi hanya 41 pasien yang dapat menyelesaikan studi hingga tuntas. Untuk masuk ke dalam kriteria LPR pasien harus memilki skor Reflux Symptom Index (RSI) ≥ 10. Dari tabel RSI, nilai 0 berarti tidak ada masalah, skor 5 berarti timbul gejala yang berat.
.
Pada studi ini pasien dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan terapi lansoprazole 30 mg dua kali sehari atau plasebo, keduanya diberikan selama 8 minggu yang disertai dengan modifikasi gaya hidup.  Parameter untuk menentukan keberhasilan adalah dengan menilai penurunan dari RSI ini, dimana hasilnya terlihat bahwa pada kelompok lansoprazole mengalami perbaikan lebih bermakna secara statistik  hingga mencapai 10 poin, sedangkan pada kelompok plasebo hanya 5 poin

Untuk pemeriksaan Voice Handicap Index (mengukur kualitas suara yang terganggu akibat kondisi refluks) dan pemeriksaan strobovideolaryngoscopy untuk mengukur  Reflux Finding Score (RFS) tidak diketemukan perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok. Berdasarkan hasil studi ini disimpulkan bahwa pemberian lansoprazole dengan dosis 30 mg, dua kali sehari selama 8 minggu yang disertai dengan modifikasi gaya hidup dapat memperbaiki gejala LPR secara nyata lebih baik dibandingkan kelompok plasebo.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
Calendar of Events