
Kalbe.co.id - Sebuah penelitian dilakukan untuk meneliti efek pemberian L-carnitine sebagai terapi pada pasien-pasien yang mengalami overdosis asam valproat. Semua penelitian, termasuk semua data-data, laporan kasus, laporan efektifitas dan keamanan dan data-data lainnya yang berhubungan dengan pemberian L-carnitine sebagai terapi pasien yang overdosis asam valporat dikumpulkandan dianalisis.
Para ahli akhirnya melakukan tinjauan terhadap 7 artikel yang membahas mengenai 8 pasien dan 1 laporan mengenai keamanan yang melibatkan 674 pasien. Semua laporan yang diteliti mencakup orang dewasa dan anak-anak dengan paparan akut asam valproat dan yang juga diterapi dengan L-carnitine. Semua pasien diketahui mengalami perbaikan secara klinis dan tidak ada efek samping yang teramati.
Walaupun data-data mengenai efektifitas dan keamanan terapi L-carnitine pada pasien-pasien yang mengalami overdosis asam valproat terbatas, namun berdasarkan bukti yang tersedia, dapat diberikan L-caritine pada pasien yang mengalami overdosis asam valproat dan mengalami penurunan kesadaran. Para ahli yang melakukan peninjauan ini merekomendasikan pemberian L-carnitine intravena sebesar 100 mg/kg sekali, disusul dengan pemberian infus 50 mg/ kg (hingga kadar maksimum sebesar 3 gram per dosis) tiap 8 jam berikutnya, yang dilanjutkan hingga kadar ammonia sudah menurun dan pasien menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara klinis.
Berdasarkan data-data yang ada, L-carnitine dapat diberikan sebagai terapi pada pasien-pasien yang mengalami overdosis asam valproat.
Dosis L-carnitine yang dianjurkan pada pasien-pasien ini adalah L-carnitine intravena sebesar 100 mg/kg sekali, disusul dengan pemberian infus 50 mg/ kg (hingga kadar maksimum sebesar 3 gram per dosis) tiap 8 jam berikutnya, yang dilanjutkan hingga kadar ammonia sudah menurun dan pasien menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara klinis.