Jamu telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia dan sudah dipercaya dalam membantu menjaga kesehatan dan mengatasi berbagai penyakit. Dewasa ini khasiat jamu yang sudah dipercaya secara empiris dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan ini mengalami beberapa kemajuan terutama dalam bentuk sediaannya (pil, kapsul dan tablet).

Pegal Linu merupakan gangguan muskuloskeletal yang dapat dialami oleh setiap orang yang dapat disebabkan oleh berbagai macam aktifitas seperti olahraga (serius maupun rekreasi) latihan, bekerja, jalan-jalan, dan aktifitas sehari-hari serta gejala dari beberapa kelainan pada otot, tulang dan sendi.

Jamu pegal linu adalah salah satu jamu yang sering dipakai dan cukup dikenal masyarakat. Biasanya berkhasiat menghilangkan pegal dan linu, nyeri otot dan tulang, memperlancar peredaran darah, memperkuat daya tahan tubuh dan menghilangkan sakit seluruh badan. Dalam Pedoman Rasionalisasi Komposisi Obat Tradisional disebutkan simplisia penyusun jamu pegel linu mempunyai kegunaan mengurangi nyeri, penyegar badan, dan penenang atau pelelap tidur.

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya.

Pegal linu adalah perasaan tidak enak atau kaku pada tulang-sendi atau otot atau saraf atau badan.  

Adapun sebab-sebab gangguan muskuloskeletal, seperti pegal linu, dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1. Mekanik: olahraga dan aktifitas sehari-hari dan penyakit sendi degeneratif seperti osteoarthritis.
2. Metabolik: osteoporosis, myxedema, dan penyakit paget.
3. Berkaitan dengan keganasan: dermatomyositis dan neuromiopati.
4. Radang: polymyalgia rheumatica, temporal (giant cell) arthritis, dan gout.

Pegal dan linu dapat diatasi dengan beristirahat, sebab dengan beristirahat semua otot, tulang dan syaraf  akan relaksasi dan memberi kesempatan untuk memulihkan kondisinya. Selain beristirahat pemberian obat-obatan yang dapat mengurangi radang, mengurangi rasa sakit dan memberikan rasa tenang dapat membantu mempercepat pemulihan pegal dan linu.

Secra umum penatalaksanaan pegal linu di antaranya adalah:

• Medikamentosa (terapi obat-obatan):

o sistemik (oral atau dikonsumsi):

 Analgetik: asam mefenamat, aspirin, asam salisilat, ibuprofen, dll.
 Antiinflamasi: golongan steroid dan AINS (antiinflamasi nonsteroid), dll.
 Penenang: diazepam, opoid, dll.
 Tradisional, seperti willow bark, jahe, peperin, madu, dll.

o topikal (pemberian obat di luar atau dioleskan).

• Non medikamentosa:

o terapi fisik, terapi panas (diathermy).
o rehabilitasi.
o penerapan pola hidup sehat.
o berhati-hati dalam melakukan aktifitas.

 

Apakah bisa mengkonsumsi Mixagrip PL dengan obat dokter?

Karena belum diketahui interaksi dengan obat lain sebaiknya diberi jarak sedikitnya 2 jam dengan obat dokter.

Sampai kapan mengkonsumsi Mixagrip PL?

Jika pegal linu mengalami perbaikan dapat diteruskan penggunaannya, namun dalam 3 hari tidak ada perbaikan atau malah semakin berat sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan kelainan yang terjadi.

Apa kelebihan Mixagrip PL dibanding obat pegal linu yang ada di pasaran?

Mixagrip PL memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh oabat sejenisnya di pasaran:

• dari perusahaan farmasi terbesar se-Asia Tenggara.
• pabriknya sudah memiliki sertifikasi CPOB.
• kandungannya sudah melalui uji klinis sehingga sudah terbukti efektif dan aman untuk pegal linu.

Calendar of Events