Products »  Supplement 

Contents :

INTESTINAL MICROBALANCE

  1. Definisi synbiotik, probiotik dan prebiotik
  2. Keunggulan multispesies
  3. Keamanan

PENGGUNAAN PROBIOTIK

  1. Diare akut pada anak dan dewasa
  2. Konstipasi pada anak dan dewasa
  3. H pylori
  4. IBS
  5. Intoleransi laktosa
  6. IBD
     

INTESTINAL MICROBALANCE

Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik

  • Probiotik adalah suatu mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah adekuat dapat memberi manfaat bagi kesehatan manusia.
  • Prebiotik adalah suatu substansi yang dapat mendukung pertumbuhan dari probiotik.
  • Sinbiotik adalah kombinasi antara probiotik dan prebiotik

(Schrezenmeir, J and De Vrese, M. Probiotics, prebiotics and synbiotics – approaching a definition. Am J Clin Nutr 2001;73(suppl):361S-4S)
(RoberfroidMB. Prebiotics: preferential substrates for specific germs?.Am J Clin Nutr 2001;73(suppl):406S-9S)


Probiotik Mono strain, Mono spesies dan Multi spesies

Banyak preparat-preparat probiotik yang beredar yaitu mono strain, mono spesies maupun multi spesies. Dalam penelitian maupun literatur yang ada, terbukti bahwa multi spesies lebih efektif dibandingkan dengan mono strain maupun mono spesies.

(Timmerman HM et al. Monostrain, multistrain and multispecies probiotics-A comparison of functionality and efficacy. Int J Food Microbiol, 2004;96(3):219-33)


Probiotik, amankah?

Bakteri seperti Lactobacillus, dan Bifidobacterium merupakan bakteri-bakteri yang  secara tradisional telah lama digunakan  dalam bentuk makanan,  yang mengandung baik bakteri yang hidup, bakteri yang telah mati maupun metabolitnya dalam kurun waktu yang lama. Penggunaan pada anak dan dewasa terbukti aman.

(Chih Lin,H. Oral Probiotics Reduce the Incidence and Severity of Necrotizing Enterocolitis in Very Low Birth Weight Infants. Pediatric 2005; 115(1):1-4)
(Chouraqui JP et al. Impact of Bifidobacterium on Infantile Diarrhea. AAP Grand Rounds 2004;11:65-6)
(JMT Hamilton. Probiotics and prebiotics in the elderly. Postgrad. Med. J. 2004;80:447-51)
(Fisberg M et al. Effect of oral nutritional supplementation with or without synbiotics on sickness and catch-up growth in preschool children. International Pediatrics 2002;17(4):216-22)


PENGGUNAAN PROBIOTIK

1. Diare dan Probiotik

Probiotik dapat digunakan untuk  pencegahan  terjadinya diare ataupun  memperpendek  lamanya diare.  Penggunaan probiotik ini  adalah untuk diare yang disebabkan  oleh karena penggunaan antibiotik (yang sering disebabkan oleh C. difficile),  maupun diare yang disebabkan oleh  infeksi  misalnya:  Rotavirus, maupun E. coli  (pada traveller’s diarrhea). Untuk kasus diare ini  spesies  Lactobacillus dan Bifidobacterium memberikan respon yang baik.

(Van Niel CW et al. Lactobacillus therapy for acute infectious diarrhea in children: A meta-analysis. Pediatrics 2002;109(4):678-84)
(Bezkorovainy, A. Probiotics: determinants of survival and growth in the gut. Am J Clin Nutr 2001;73(suppl):399S-405S)

2. Konstipasi dan Probiotik?

Konstipasi dapat terjadi pada segala umur, mulai dari bayi sampai usia lanjut. Berbagai macam obat dapat menyebabkan konstipasi, seperti obat anti anxietas, depresi, penyakit Parkinson’s, hipertensi dan epilepsi. Terdapat perbedaan komposisi mikroflora pada keadaan sehat dan konstipasi. Data menunjukkan hubungan Lactobacillus dengan perbaikan konstipasi.

(Winclove Bio Industries. Research Letter. 2002)

3. Helicobacter pylori dengan Probiotik

Helicobacter pylori saat ini merupakan penyebab tersering pada kasus gastroenteritis. Uji klinis mendukung penggunaan probiotik dalam membantu eradikasi H pylori.

(WangKY et al. Effects of ingesting Lactobacillus- and Bifidobacterium- containing yogurt in subjects with colonized Helicobacter pylori. Am J Clin Nutr 2004;80:737-41)
(Coconnier MH et al. Antagonistic activity against Helicobacter infection in vitro and in vivo by the human Lactobacillus acidophilus strain LB. Applied and Environmental Microbiology 1998;64(11):4573-80)

4. Probiotics and Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS ditandai oleh keadaan nyeri abdominal, flatulence dan kontraksi otot usus yang tidak teratur dan keadaan ini mendorong timbulnya diare maupun konstipasi. Penyebab dari IBS sendiri tidak diketahui secara pasti diperkirakan akibat kelainan motilitas, faktor makanan dan faktor psikogenik. Terapi IBS ini meliputi; perbaikan pola hidup,  terapi diit,  terapi psikologi, dan dapat juga  diberikan  obat-obatan. Pemberian probiotik ternyata memperbaiki gejala klinis IBS.

(Winclove Bio Industries. Research Letter. 2002)
(Bergonzelli GE et al. Probiotics as a treatment strategy for gastrointestinal diseases?.Digestion 2005;72:57-68)

5. Intoleransi laktosa dan Probiotik

Defisiensi dari enzim laktosa menjadi penyebab dari intoleransi laktosa. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian probiotik dikarenakan adanya perbaikan pencernaan oleh lactase yang dihasilkan oleh bakteri probiotik ketika dihasilkan oleh asam empedu.

(Vesa TH et al. Lactose Intolerance. Journal of the AmericanCollege of Nutrition 2000; 19(2):165S-75S)
(De Vrese M et al. Probiotics – compensation for lactase insufficiency. Am J Clin Nutr 2001;73(suppl):421S-9S)

6. Inflammatory Bowel Disease (IBD) dan Probiotik

IBD adalah suatu kondisi dimana adanya gangguan saluran cerna yang ditandai dengan adanya peradangan yang menahun. Pemberian probiotik akan membantu memperbaiki keadaan IBD.

(Mahida Y and Rolfe VE. Host-bacterial interactions in inflammatory bowel disease. Clinical science 2004;107:331-41)

 

Artikel Terkait :

Synbiotic in Gastroenterology by Prof.DR.Dr.A.Aziz Rani,SpPD-KGEH




Calendar of Events