Contents :
INTESTINAL MICROBALANCE
PENGGUNAAN PROBIOTIK
INTESTINAL MICROBALANCE
Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik
(Schrezenmeir, J and De Vrese, M. Probiotics, prebiotics and synbiotics
– approaching a definition. Am J Clin Nutr 2001;73(suppl):361S-4S)
(RoberfroidMB.
Prebiotics: preferential substrates for specific germs?.Am J Clin Nutr
2001;73(suppl):406S-9S)
Probiotik Mono strain, Mono spesies dan Multi spesies
Banyak preparat-preparat probiotik yang beredar yaitu mono strain, mono spesies maupun multi spesies. Dalam penelitian maupun literatur yang ada, terbukti bahwa multi spesies lebih efektif dibandingkan dengan mono strain maupun mono spesies.
(Timmerman HM et al. Monostrain, multistrain and multispecies probiotics-A comparison of functionality and efficacy. Int J Food Microbiol, 2004;96(3):219-33)
Probiotik, amankah?
Bakteri seperti Lactobacillus, dan Bifidobacterium merupakan bakteri-bakteri yang secara tradisional telah lama digunakan dalam bentuk makanan, yang mengandung baik bakteri yang hidup, bakteri yang telah mati maupun metabolitnya dalam kurun waktu yang lama. Penggunaan pada anak dan dewasa terbukti aman.
(Chih Lin,H. Oral Probiotics Reduce the Incidence and
Severity of Necrotizing Enterocolitis in Very Low Birth Weight Infants.
Pediatric 2005; 115(1):1-4)
(Chouraqui JP et al. Impact of Bifidobacterium
on Infantile Diarrhea. AAP Grand Rounds 2004;11:65-6)
(JMT Hamilton.
Probiotics and prebiotics in the elderly. Postgrad. Med. J. 2004;80:447-51)
(Fisberg
M et al. Effect of oral nutritional supplementation with or without
synbiotics on sickness and catch-up growth in preschool children.
International Pediatrics 2002;17(4):216-22)
PENGGUNAAN PROBIOTIK
1. Diare dan Probiotik
Probiotik dapat digunakan untuk pencegahan terjadinya diare ataupun memperpendek lamanya diare. Penggunaan probiotik ini adalah untuk diare yang disebabkan oleh karena penggunaan antibiotik (yang sering disebabkan oleh C. difficile), maupun diare yang disebabkan oleh infeksi misalnya: Rotavirus, maupun E. coli (pada traveller’s diarrhea). Untuk kasus diare ini spesies Lactobacillus dan Bifidobacterium memberikan respon yang baik.
(Van Niel CW et al. Lactobacillus therapy for acute infectious diarrhea
in children: A meta-analysis. Pediatrics 2002;109(4):678-84)
(Bezkorovainy,
A. Probiotics: determinants of survival and growth in the gut. Am J Clin
Nutr 2001;73(suppl):399S-405S)
2. Konstipasi dan Probiotik?
Konstipasi dapat terjadi pada segala umur, mulai dari bayi sampai usia lanjut. Berbagai macam obat dapat menyebabkan konstipasi, seperti obat anti anxietas, depresi, penyakit Parkinson’s, hipertensi dan epilepsi. Terdapat perbedaan komposisi mikroflora pada keadaan sehat dan konstipasi. Data menunjukkan hubungan Lactobacillus dengan perbaikan konstipasi.
(Winclove Bio Industries. Research Letter. 2002)
3. Helicobacter pylori dengan Probiotik
Helicobacter pylori saat ini merupakan penyebab tersering pada kasus gastroenteritis. Uji klinis mendukung penggunaan probiotik dalam membantu eradikasi H pylori.
(WangKY et al. Effects of ingesting Lactobacillus- and Bifidobacterium-
containing yogurt in subjects with colonized Helicobacter pylori. Am
J Clin Nutr 2004;80:737-41)
(Coconnier MH et al. Antagonistic activity
against Helicobacter infection in vitro and in vivo by the human Lactobacillus
acidophilus strain LB. Applied and Environmental Microbiology
1998;64(11):4573-80)
4. Probiotics and Irritable Bowel Syndrome (IBS)
IBS ditandai oleh keadaan nyeri abdominal, flatulence dan kontraksi otot usus yang tidak teratur dan keadaan ini mendorong timbulnya diare maupun konstipasi. Penyebab dari IBS sendiri tidak diketahui secara pasti diperkirakan akibat kelainan motilitas, faktor makanan dan faktor psikogenik. Terapi IBS ini meliputi; perbaikan pola hidup, terapi diit, terapi psikologi, dan dapat juga diberikan obat-obatan. Pemberian probiotik ternyata memperbaiki gejala klinis IBS.
(Winclove Bio Industries. Research Letter. 2002)
(Bergonzelli GE et
al. Probiotics as a treatment strategy for gastrointestinal
diseases?.Digestion 2005;72:57-68)
5. Intoleransi laktosa dan Probiotik
Defisiensi dari enzim laktosa menjadi penyebab dari intoleransi laktosa. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian probiotik dikarenakan adanya perbaikan pencernaan oleh lactase yang dihasilkan oleh bakteri probiotik ketika dihasilkan oleh asam empedu.
(Vesa TH et al. Lactose Intolerance. Journal of the AmericanCollege of
Nutrition 2000; 19(2):165S-75S)
(De Vrese M et al. Probiotics –
compensation for lactase insufficiency. Am J Clin Nutr
2001;73(suppl):421S-9S)
6. Inflammatory Bowel Disease (IBD) dan Probiotik
IBD adalah suatu kondisi dimana adanya gangguan saluran cerna yang ditandai dengan adanya peradangan yang menahun. Pemberian probiotik akan membantu memperbaiki keadaan IBD.
(Mahida Y and Rolfe VE. Host-bacterial interactions in inflammatory bowel disease. Clinical science 2004;107:331-41)
Artikel Terkait :
Synbiotic in Gastroenterology by Prof.DR.Dr.A.Aziz Rani,SpPD-KGEH
|